Sampul Novel Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

9.5 / 10.0
Dalam Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali, Aulia memilih cerai setelah lelah menjadi bayang-bayang mantan istri Arya. Saat Arya memohon kesempatan kedua, Aulia harus menentukan batas hatinya. Baca kisah modern novel ini di web novel terpopuler untuk mengikuti drama romance novel yang penuh emosi.
Ringkasan Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali
Dua tahun Aulia menjalani pernikahan hampa bersama Arya. Meski telah lama berpisah, Arya masih terobsesi dengan mantan istri pertamanya, Dinda. Merasa selalu menjadi prioritas kedua, Aulia akhirnya memilih menyerah dan mengakhiri hubungan mereka. Namun, setelah perceraian terjadi, Arya justru datang mengejar dan memohon kesempatan kedua untuk menebus kesalahannya. Aulia kini bimbang, apakah ini cinta tulus atau sekadar permainan ego Arya yang lama?
Baca Selengkapnya

Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali Bab 1

Aulia duduk di sudut kafe kecil yang hangat, dengan sebuah cangkir kopi yang hampir dingin di hadapannya. Waktu terasa lambat, seolah setiap detik berlalu dengan berat. Matanya kosong, menatap permukaan kopi yang berwarna hitam pekat, namun tidak mampu mengusir kekosongan di dalam dirinya. Hatinya sudah terlalu lama terkoyak, seperti selembar kertas yang dipaksa disobek berulang kali, dan kini tinggal serpihan-serpihan yang sulit untuk disatukan lagi.

Dua bulan sudah berlalu sejak perceraian itu. Dua bulan yang memberikan Aulia sedikit ruang untuk bernafas, meski setiap malam ia masih terjaga, terjaga dari mimpi buruk yang terus menghantuinya. Mimpi yang sama: Arya, suaminya yang dulu, dan Dinda, mantan istri yang selalu menjadi bayangan tak terjangkau, berdiri berdampingan. Saling memandang, saling berbicara, saling tersenyum, sementara Aulia merasa seperti orang asing yang berdiri di sudut, tak pernah benar-benar ada di dunia mereka. Dan meskipun ia sudah bercerai, bayangan itu tidak pernah pergi.

"Aulia?"

Suara itu, lembut namun penuh tekanan, mengusik lamunannya. Aulia terkejut, tubuhnya langsung menegang. Ia tak perlu menoleh untuk tahu siapa yang baru saja memanggilnya. Hanya satu nama yang dapat membuatnya merasa cemas dan marah sekaligus: Arya.

Dengan hati yang berdegup kencang, Aulia mengangkat wajahnya perlahan. Di hadapannya berdiri Arya, mengenakan kemeja biru yang tampak pas di tubuhnya yang masih tegap. Namun kali ini, ada yang berbeda. Matanya lebih lelah, lebih gelap, dan ada kerut di dahinya yang menunjukkan betapa banyaknya pikiran yang mengganggu benaknya. Tak ada senyum di wajahnya, hanya ekspresi serius yang entah bagaimana membuat Aulia merasa semakin tidak nyaman.

"Arya," ucap Aulia, berusaha menahan getaran yang mulai menjalar di suaranya. Ia merasakan ada rasa sakit yang terpendam, namun ia tak ingin menunjukkannya. "Apa yang kau lakukan di sini?"

Arya menarik kursi di depannya tanpa meminta izin, duduk dengan sikap yang mencoba terlihat tenang. Namun Aulia tahu, ada sesuatu yang berbeda. Pria itu terlihat lebih rapuh, lebih memerlukan.

"Aulia, aku ingin bicara," kata Arya, nadanya rendah, hampir seperti permohonan.

Aulia mengalihkan pandangannya ke luar jendela, mencoba untuk menenangkan hatinya. "Untuk apa? Kita sudah tidak ada apa-apa lagi, Arya. Semua sudah selesai." Suaranya terdengar datar, meski hatinya berteriak sebaliknya. Bagaimana mungkin ia bisa berpura-pura tidak merasa apa-apa setelah dua tahun menikah dengan pria ini, setelah dua tahun merasa seperti bayangan dalam hidupnya?

"Aku tahu aku salah," kata Arya, suaranya terasa begitu dalam dan penuh penyesalan. "Aku tahu aku... aku telah mengabaikanmu, Aulia. Dan aku sangat menyesal."

Aulia menahan napas. Kata-kata itu terdengar familiar. Seperti mantra yang sudah terlalu sering ia dengar, tapi tak pernah benar-benar ia rasakan. Setiap kata itu terucap, namun tak pernah menyembuhkan luka yang semakin dalam. Ia hanya bisa memandang Arya dengan tatapan kosong. "Kau menyesal?" ucapnya pelan. "Kau menyesal karena kita berakhir? Atau karena kau kehilangan seseorang yang selalu ada untukmu, sementara yang kau inginkan sebenarnya adalah Dinda?"

Arya menundukkan kepala. "Aulia... aku tahu aku sudah membuat kesalahan besar. Aku terlalu lama terjebak di masa lalu. Aku belum siap melepas Dinda, dan aku menyakitimu, aku tahu itu."

Aulia tertawa pahit. "Masa lalu? Kau pikir aku ini apa, Arya? Apa aku hanya tempatmu berlabuh sementara, sampai kau selesai dengan bayangan masa lalumu?" Pertanyaan itu seperti pisau yang tajam, melukai tanpa ampun. "Aku selalu tahu, sejak awal, bahwa aku bukan pilihan utamamu. Dinda selalu lebih penting, dan aku hanya menjadi pengalih perhatian, seseorang yang ada di sana untuk mengisi kekosongan."

"Aulia, itu tidak benar!" Arya hampir berteriak, dan Aulia melihat matanya mulai berkaca-kaca. "Aku mencintaimu! Aku hanya... aku tidak tahu bagaimana caranya untuk menghapus Dinda dari pikiranku. Aku tidak tahu bagaimana caranya untuk mencintaimu sepenuhnya saat hatiku masih terikat pada masa lalu. Tapi aku sudah melupakan semuanya. Aku ingin memperbaiki segalanya. Aku ingin kita kembali bersama."

Seketika itu, Aulia merasa seperti dunia sekitarnya berputar begitu cepat. Kata-kata itu, permohonan itu, terdengar seperti kebohongan yang sudah terlalu sering didengar, tetapi kali ini, entah kenapa, terasa sangat nyata. "Kembali bersama?" ucapnya dengan suara yang nyaris tidak terdengar. "Setelah semuanya, kau datang dengan kata-kata itu? Kau pikir aku bisa begitu saja melupakan semua rasa sakit yang kau berikan? Kau pikir aku bisa menerima semua itu begitu saja?"

Arya terdiam. Ia menggigit bibirnya, mencoba menahan tangis yang sudah semakin dekat. "Aku tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi. Aku tahu itu. Aku hanya ingin kesempatan kedua, Aulia. Tolong beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku bisa lebih baik. Aku... aku mencintaimu."

Aulia merasa seolah-olah seluruh tubuhnya terhimpit oleh kata-kata itu. "Kau mencintaiku?" tanya Aulia, menatap Arya dengan mata yang mulai memerah. "Kau mencintaiku? Di saat aku merasa seperti bayangan dalam hidupmu? Saat kau selalu memprioritaskan Dinda? Kau baru sadar itu sekarang?"

Arya mengangguk, tetapi Aulia tidak bisa melihat lebih jauh. Ia merasa hatinya seperti teriris-iris. Ia tahu, mungkin ia tak akan pernah benar-benar bisa melepaskan Arya, meskipun ia ingin sekali. Mungkin ia akan selalu mencintainya, bahkan setelah semua yang telah terjadi. Tapi satu hal yang pasti, Aulia tidak bisa hidup dalam bayang-bayang. Ia tidak bisa mencintai seseorang yang tidak pernah benar-benar menghargainya.

"Aku tidak bisa, Arya," jawab Aulia, suara itu terdengar begitu lelah dan putus asa. "Aku sudah terlalu terluka. Aku tidak bisa kembali, dan aku tidak bisa memaafkan semua yang telah terjadi. Aku bukan pilihan kedua, dan aku tidak akan pernah bisa menjadi itu."

Arya menatapnya, matanya penuh dengan harapan yang semakin memudar. Tapi Aulia sudah membuat keputusan. Ia sudah cukup merasakan sakit itu. Kini, waktunya untuk pergi, untuk menutup bab ini dalam hidupnya.

Dengan satu tarikan napas panjang, Aulia berdiri dari kursinya, meninggalkan Arya yang masih terdiam di tempatnya. Langkahnya tegap, meski hatinya hancur. Saat pintu kafe itu tertutup di belakangnya, ia merasa sedikit lebih bebas, meski rasa sakit itu masih akan terus ada.

Namun satu hal yang pasti: ia tidak akan kembali menjadi bayangan dalam hidup seseorang yang tak pernah benar-benar melihatnya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dendam Anak Tiri
9.1
Masa kecil yang penuh kemiskinan dan hinaan mengubah Alena dari gadis lembut menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, adik tirinya yang manja, Alyssa, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?
Sampul Novel Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku
8.6
Setelah dipaksa mendonorkan jantungnya demi cinta pertama suaminya, seorang ibu sekarat di koridor rumah sakit. Putranya yang berusia enam tahun memohon pertolongan sang ayah hingga tiga kali, namun hanya menerima penolakan dingin dan kekerasan. Demi menyelamatkan ibunya, bocah itu rela menggadaikan kalung pelindung umurnya kepada perawat. Namun, saat kamar perawatan disiapkan, cinta pertama suaminya justru memblokade ruangan tersebut untuk anjing peliharaannya atas perintah sang suami.
Sampul Novel Obsesi Suci
9.3
Novel modern Obsesi Suci mengisahkan ketegangan intim yang tak terduga antara seorang pria dan keponakan istrinya. Berawal dari sentuhan canggung yang memicu kepolosan sekaligus hasrat tersembunyi, godaan verbal sang paman justru memantik reaksi berani dari sang gadis. Di tengah kepungan rasa malu dan debar jantung yang kencang, batas-batas kepatuhan runtuh seketika saat keduanya larut dalam interaksi fisik yang semakin berani dan tak terhentikan di balik pintu tertutup.
Sampul Novel Pemuas Ranjang Tuan Majikan
8.4
Slater Jagger memberikan sebuah perintah yang sangat tidak biasa kepada asisten rumah tangganya. Selain mengurus segala keperluan domestik, sang majikan menuntut pelayanan di ranjang dan konsumsi ASI secara rutin darinya. Sebagai imbalan atas kesediaan memenuhi fantasi dan kebutuhan pribadinya tersebut, Slater menawarkan kebebasan penuh bagi sang wanita untuk menentukan sendiri nilai gaji yang ia inginkan tanpa ada batasan nominal sedikit pun.
Sampul Novel Sonia ( Pasangan Jiwa )
8.8
Sonia terjebak dalam memori cinta satu malam yang mustahil ia lupakan. Meski bagi Hendra momen itu mungkin tak berkesan, Sonia justru menghabiskan bertahun-tahun dalam kerinduan yang menyakitkan. Walau menyadari cintanya bertepuk sebelah tangan, ia tetap menanti dalam kesendirian tanpa sedikit pun niat untuk berpaling. Di tengah harapan yang tampak semu, Sonia setia menunggu. Akankah ia berhasil meraih hati Hendra, ataukah hidupnya akan berakhir dalam kesunyian?
Sampul Novel Suami Bayaran
9.3
Indra dihadapkan pada tawaran menggiurkan untuk memiliki harta melimpah dan takhta kekuasaan secara gratis. Namun, semua kemewahan itu memiliki syarat yang sangat berat: ia wajib menikahi seorang wanita dan berperan sebagai ayah bagi bayi yang bukan darah dagingnya sendiri. Di tengah gelimang harta dan tanggung jawab besar tersebut, sanggupkah Indra menjalani kehidupan rumah tangga penuh rahasia ini demi imbalan materi yang luar biasa?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan