Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Yang Sengsara

Cinta Yang Sengsara

Naraya harus menanggung penderitaan berat saat dicampakkan suaminya, Alvano, dalam kondisi mengandung. Fitnah keji dari Vanya, wanita asing yang tak dikenalnya, menghancurkan rumah tangga mereka hingga ia terusir. Tanpa dukungan siapapun, Naraya berjuang sendirian untuk melahirkan dan membesarkan buah hatinya. Alvano tidak menyadari bahwa ia telah membuang darah dagingnya sendiri. Akankah kebenaran terungkap dan membuat Alvano menyesali segala tindakannya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Al, apa yang akan kamu lakukan, Al?" Nayara panik karena Alvano yang sulit ditebak.

"Kamu sudah membohongiku begitu lama, Nara. Sekarang kembalikan semua barang-barang milikku!" Alvano mengecup batang leher Nayara dengan paksa.

"Alvano, jangan begini, Al! Aku mohon jangan lakukan ini, Al." Nayara berusaha lepas dari Alvano.

Alvano mengangkat wajah demi bisa menatap Nayara. "Kamu tidak punya hak menolakku, Nara. Anggap saja ini sebagai cara kamu menebus dosa padaku."

"Al." Nayara kembali panik saat Alvano mendekatkan wajahnya lagi.

"Hmmpp ...." Naraya hanya bisa memberontak kecil ketika Alvano mencium bibirnya dengan paksa.

"Alvano Dirgantara, lepas!" Nayara mendorong dada Alvano sekuat tenaga sampai pria itu menjauh darinya.

Nayara langsung duduk, kali ini Nayara berani menatap Alvano dengan tegas. "Alvano, aku hamil."

"Hah?" Alvano tampak terkejut.

Tapi wajah terkejut itu hanya bertahan sesaat. "Hamil? Aku tahu itu cuma trik baru kamu buat nipu aku. Kamu pasti takut dengan datangnya Vanya maka kamu akan kehilangan semuanya, termasuk gelar Nyonya Muda Dirgantara. Pasti ini cuma karangan kamu saja agar aku kembali melindungi kamu, iya kan?" Alvano menunduk dan menatap Nayara dengan remeh.

Nayara tersenyum getir. "Apa menurut kamu aku orang yang seperti itu, Al?" Nayara menatap kedua mata Alvano.

Alvano memalingkan wajah sambil berdiri dengan benar. "Kita cuma lakuin itu sekali dan itu pun aku dalam keadaan mabuk. Mana mungkin kamu bisa langsung hamil?"

Nayara mengepalkan tangannya mendengar itu.

"Aku akan minta dokter datang sekarang supaya jelas kamu benar-benar hamil atau bukan, aku sih yakin kamu cuma pura-pura hamil," sinis Alvano.

"Bagaimana kalau aku benar-benar hamil?" tantang Nayara.

"Sudahlah, Nara. Jangan pura-pura hamil lagi, kalau pun kamu benar-benar hamil aku pun tidak akan membiarkan wanita licik seperti kamu melahirkan darah dagingku." Alvano tersenyum miring.

Tangan Nayara tiba-tiba bergetar sambil memegangi perutnya. 'Iya, benar juga. Dari awal dia tidak pernah mencintai aku, lalu untuk apa aku berkhayal kalau dia juga menginginkan anak ini.'

Lagi-lagi hanya senyum getir yang bisa terlihat di wajah cantik Nayara. Wanita itu kembali mengusap perutnya.

'Tebanglah, Sayang. Mama akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk kamu,' batin Nayara.

Alvano sudah mengambil ponsel untuk menghubungi dokter kepercayaannya, namun sebelum panggilan tersambung, Nayara langsung berdiri dan mencegah Alvano.

"Jangan, Al! Iya, aku benar-benar bohong." Nayara mendongak. "Aku tidak hamil."

"KAMU-" Alvano mendorong Nayara sampai wanita itu terjatuh ke sofa.

"Ayo kita cerai!" Nayara berusaha tegas dengan dirinya.

"Tidak semudah itu, Nara!"

"Ugh!" Nayara meringis saat lagi-lagi Alvano mencekik lehernya.

"Mudah sekali kamu membicarakan cerai di depanku, kamu pikir kamu itu siapa?" Alvano masih mencekik leher Nayara sesuka hati. "Oke, aku beritahu kamu. Kamu belum bisa bebas sebelum membayar semua hutang-hutangmu padaku. Meskipun perceraian itu harus terjadi, maka aku yang harus memutuskannya, bukan kamu."

Setelah perdebatan panjang dengan Alvano yang tidak kunjung mendapatkan kepastian tentang hubungan mereka selanjutnya akan seperti apa, Nayara memantapkan hati untuk datang lagi ke rumah keluarga Widjaya.

"Gimana, Sayang. Kamu suka?"

Nayara bisa mendengar suara bahagia Clarissa bersama Vanya di dalam sana.

"Aku suka, makasih, Ma." Nayara juga bisa melihat bagaimana Clarissa dan Vanya tertawa bersama.

Nayara melangkah dengan tatapan kosongnya, bagaimanapun juga ia harus menghadapi semua ini dan menyelesaikan semuanya secepat mungkin.

"Pa, Ma!" panggil Nayara, "meskipun aku bukan anak kandung kalian, tapi kalian sudah membesarkan aku selama dua puluh tahun ini. Aku akan tetap menganggap kalian orang tua kandungku selamanya, terima kasih atas kebaikan kalian selama ini." Nayara menatap map di tangannya.

"Surat cerainya sudah aku tandatangani, aku minta tolong berikan surat cerai ini pada Alvano." Nayara meletakkan map itu di atas meja.

Semua orang hanya diam memperhatikan Nayara dengan wajah sulit dijelaskan.

"Aku pamit!" Nayara tersenyum sambil melangkah pergi.

"Tunggu!"

Nayara berbalik dan menatap Clarissa yang menghentikan dirinya.

"Buka koper itu!" titah Clarissa dengan kedua tangan terlipat di dada.

Nayara bingung dengan permintaan Clarissa.

"Kami cuma ingin memastikan, apakah kamu mencuri barang-barang dari sini atau tidak."

Deg!

Serendah itukah dirinya di mata ibunya? pikir Nayara.

"Clarissa!" tegur Dimas.

"Diam kamu! Jangan kasihan lagi pada anak ini!" Clarissa menentang Dimas. "Buka koper itu, sekarang!" Clarissa kembali menatap Nayara.

Kemudian ada seorang pelayan yang membuka koper Nayara.

Nayara hanya diam, wanita itu menatap nanar barang-barangnya dari dalam koper itu dikeluarkan semua tanpa terkecuali.

'Berikan aku kesabaran, Tuhan.' Clarissa menghela napas sambil memejamkan mata.

Clarissa berinisiatif untuk memeriksa sendiri isi koper Nayara, Vanya ikut melakukan hal yang sama.

Dengan kesadaran sendiri, Nayara melepas anting, gelang, dan semua perhiasan yang ia beli dengan uang dari keluarga ini.

Lebih parahnya lagi, Nayara juga harus melepas sepatu dan blazer mahal yang seharusnya bisa menghalangi tubuhnya dari rasa dingin saat berada di luar sana nantinya.

Vanya ternganga melihat Nayara yang begitu tegar melepas semua barang-barang mahal yang melekat di tubuhnya hingga Nayara berakhir tanpa alas kaki.

"Apa aku sudah boleh pergi?" tanya Nayara dengan wajah berubah datar.

Paham kah apa artinya wajah datar Nayara? Itu tandanya, Nayara sudah merasa terlalu sakit.

Clarissa hanya diam sambil menatap tajam Nayara.

"Ma!" Vanya melingkarkan tangannya pada tangan Clarissa. "Kalung itu." Vanya menatap kalung berlian yang masih tersisa di leher Nayara.

"Semuanya akan aku berikan, tapi tidak dengan kalung ini." Nayara melindungi kalung itu. "Ini adalah hadiah pernikahan dari mama Alvano, ini bukan milik keluarga Widjaya."

"Dasar bodoh!" bentak Clarissa, "jika kamu tidak memakai identitas Vanya dan menikah dengan Alvano, keluarga Dirgantara tidak akan memberikan kamu apa pun. Lepas kalung itu!"

"Tapi, Ma." Nayara keberatan kali ini.

"LEPASKAN!"

Karena tidak ingin semuanya bertambah runyam, akhirnya Nayara melepaskan kalung pemberian ibu mertuanya yang sudah pergi untuk selamanya.

"Maafin Nara, Mama mertua," gumam Nayara saat melihat Vanya yang begitu bahagia menerima kalung itu.

"Sudah puas?" tanya Nayara dengan wajah tanpa ekspresi.

"Kak, kamu nggak marah kan?" tanya Vanya.

Naraya menatap Vanya dan Clarissa secara bergantian. "Tidak sama sekali." Nayara membuang muka.

Vanya pun tersenyum senang. "Baguslah kalau begitu, Kak Nara. Setelah keluar dari rumah ini, kamu harus tahu diri. Jangan pernah menginginkan apa pun yang bukan milik kamu lagi."

Nayara mengangguk lalu pergi dari rumah yang selama ini menjadi tempat pulang untuknya.

Sepanjang kakinya melangkah, Nayara bertanya-tanya. Apakah benar dia bukan anak kandung Clarissa dan Dimas?

Sementara Clarissa dan Vanya begitu bahagia melihat kepergian Naraya dengan sehelai kemeja putih tipis, rok mini, dan lebih mirisnya lagi Nayara pergi tanpa alas kaki.

Setelah berada di luar rumah, Nayara mengusap perut ratanya.

'Sayang, setelah ini kita hanya akan tinggal berdua. Jangan takut, Mama akan selalu melindungimu.' Nayara masih bisa tersenyum dalam keadaan tidak punya apa-apa dan tidak tahu harus ke mana.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istrimu, Bukan Bonekamu
8.3
Ariana terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Daniel Aldrigham demi wasiat ayahnya yang sakit. Daniel ternyata memiliki kekasih gelap, sementara ayah mertuanya sengaja memanfaatkan Ariana sebagai alat untuk memisahkan mereka. Di tengah pengkhianatan dan manipulasi keluarga kaya ini, Ariana harus memilih: menjadi boneka penurut atau berbalik melawan demi harga dirinya. Akankah ia berhasil menaklukkan hati Daniel yang dingin, atau justru hancur dalam permainan ini?
Sampul Novel Cinta Gila Putra Konglomerat (Zero)
8.9
Pamela nekat menyatakan cinta pada Zero, sahabat posesifnya, namun malah dihina dan ditinggalkan. Saat trauma itu sembuh berkat kasih sayang Tirta, Zero mendadak muncul kembali untuk mengacaukan rencana pernikahan mereka. Meski ada gangguan dari mantan kekasih Tirta, Zero tetap menjadi ancaman utama. Dengan segala kegilaan dan kekuasaannya, putra konglomerat itu berusaha menjerat kebebasan Pamela serta menghancurkan kebahagiaan yang baru ia bangun.
Sampul Novel Crazy In Love  (Katharine)
9.2
Pasca kematian Alex Wolff di medan tempur, Katharine terpaksa menjadi orang tua tunggal bagi putra kecilnya. Di tengah duka, muncul Warren Cook, pria misterius bermata satu yang mengaku sebagai sahabat karib mendiang suaminya. Secara mengejutkan, Warren melamar Katharine dengan janji kebahagiaan. Demi masa depan sang anak, Katharine menerima pinangan pria asing tersebut. Namun, kecurigaan menyelimuti hatinya. Siapa sebenarnya Warren dan apa motif tersembunyinya?
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Rheina, gadis lugu yang terjebak dalam lingkungan beracun, awalnya berniat membebaskan sahabatnya dari cengkeraman tuan tanah. Namun, situasi memburuk saat ayahnya justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat. Konflik keluarga yang kelam ini akhirnya menyeret Rheina ke dalam lembah kenistaan. Ikuti liku perjalanan hidup Rheina saat ia terjerat dalam cinta segitiga rumit bersama dua pria di tengah tekanan hidup yang penuh kata kasar dan adegan dewasa.
Sampul Novel Istri Sang CEO (After Married)
8.7
Sella mengalami nasib tak terduga saat niat melamar kerja justru berujung pada pernikahan kontrak. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Rishan, CEO yang menikahinya hanya demi memenuhi janji kepada sang ibu. Tanpa landasan cinta, keduanya terjebak dalam rumah tangga yang penuh ego dan aturan sepihak dari Rishan. Sella harus menghadapi sikap dominan suaminya yang sering menuntut hal aneh, sembari berjuang menata hatinya yang terus goyah dalam ikatan paksaan ini.
Sampul Novel Merengkuh Cinta Ilahi
8.0
Siti Halimah, pemulung yang kehilangan suaminya, Prajana, akibat kecelakaan maut dan penolakan kasta, terpaksa menikahi sang penabrak, Lukman. Pernikahan tanpa cinta ini mengungkap rahasia kelam tentang Laura, mantan kakak iparnya yang ternyata istri pertama Lukman yang kehilangan rahim. Misteri kian pelik dengan kondisi serupa pada ibu tiri Lukman. Di tengah duka dan rahasia medis, mampukah para wanita ini menemukan kebahagiaan serta cinta sejati mereka?