
CINTA TAK PERNAH SALAH
Bab 2
Padahal aku belum pernah bertemu gadisnya., bukannya ini menjengkelkan. Mirip seperti kisah Siti Nurbaya tapi versi lelaki."
Kulihat raut wajah Edi berubah sendu, kelihatannya ia ikut bersimpati dengan apa yang sedang kuhadapi.
" Kalau menurut aku nih mas. Untuk menyenangkan hati bunda panti mu, kamu penuhi saja keinginan nya untuk bertemu dan berkenalan dengan putri Bu Nurma. Hanya berkenalan. Tak ada salahnya kan . Proses selanjutnya nanti tergantung kalian berdua. Belum tentu kan perempuannya juga mau. Apalagi katamu dia dokter." nasehat Edi sedikit membuat ku lega.
" Tapi bunda Naila mengancam tak akan urunan biaya pernikahanku jika tak menikah dengan perempuan itu Di.'
" Yaahh... Masalah itu mah nanti bisa kita bicarakan belakangan. Lagian kamu kan sudah punya penghasilan dan punya banyak relasi di organisasi. Insya Allah kita akan bantu deh mas. Eh ,,emangnya mau cepet menghalalkan Yasmin biar lepas dari perjodohan absurd itu?'
'Ah enggak lah bro,,, dia masih kuliah juga. Kasihan kalau aku merusak masa depannya dengan seabreg kewajiban sebagai istri"
POV PENULIS
"hallo assalamualaikum Bu Nayla."
" Walaikumussalam Bu Nurma. Wah kebetulan sekali menghubungi malam ini"
" Iya, soalnya saya mau menanyakan masalah yang kita bicarakan kemarin.. mengenai perjodohan Lian dan putriku, Tania. Apakah dia bersedia?'"
"Oh ya jelas mau to bu. Lian itu bukan hanya cerdas tapi juga berbakti sejak i masih menjadi penghuni panti. Yoo langsung mau to Bu."
" Sekarang tinggal satu masalah lagi. Bersediakah Lian menerima keadaan Tania yang berstatus janda dengan dua anak kembar."
"Insya Allah Lian bisa menerima bu. Diakan orangnya penyayang apalagi sama anak-anak. Bu Nurma lihat sendiri kan kalau dia mendongeng luwes banget, Lian juga ndak canggung bermain dengan adik-adik pantinya"
"Lha ya itu juga yang membuat saya tertarik untuk menjadikannya mantu. Pasti dia akan bertanggung jawab dengan Tania dan mampu mengasuh si kembar karena sudah terbiasa. Selain itu Lian juga ganteng. Serasilah denganTania" Kata Bu Nurma bersemangat.
" Iya ya Bu, sudahlah Tania ditelantarkan Papanya sejak kecil, eh ketika menikah suaminya juga hilang dalam musibah kapal tenggelam. Semoga Lian menjadi lelaki terakhirnya ya. Waah kalo mereka menikah nanti hubungan keluarga kita jadi tambah kuat ya Bu." Bu Naila tak mampu menyembunyikan girangnya.
" Bener jeng. Aku kok jadi kasian ya sama nasib putriku. Dia seakan-akan hidup tanpa kasih sayang laki-laki. Eh Bu, Lian asalnya darimana ya kalau boleh tau?"
"Ohh dia berasal dari Lombok bu. Dulu orang tuanya merantau ke Jakarta tapi sayangnya maninggal ketika Lian berusia tujuh tahun. Elly, salah seorang pengurus panti membawanya ke panti saat menjadi tutor literasi dan melihat bakatnya menulis di sekitar lingkungan rumahnya. Ketika ia menjadi yatim piatu maka Elly membawanya pada kami untuk dirawat"
"Ohh dari Lombok ya. Wah padahal aku sudah bebarapa kali ke Lombok ke pantai Senggigi dan Gilinya ternyata sekarang calon mantuku sendiri dari Lombok."
"Wahh seneng ya. Eh besok jangan lupa Tania juga harus ikut ke panti ya bu? Biar sekalian Lian melihat calon istrinya. Maaf besok disambung, saya ngantuk."
Setelah disanggupi Bu Nurma, Bu Naila yang sudah ngantuk meminta izin untuk mematikan video call dan tidur karena sudah larut.
"Tania, ini lho Lian yang mau ibu perkenalkan. Lihat dia ganteng kan. Yang paling penting dia orangnya baik dan sayang anak-anak. Jabat tangannya. Jangan sungkan." Perintah Bu Nurma.
Sementara Lian yang hari itu menggunakan celana jeans, t shirt dan kemeja nampak terlihat segar. Ia hanya terpana melihat kecantikan alami Tania yang mirip dengan artis-artis Korea yang selama ini dilihatnya dalam drama Korea. Lian menikmati wajah oriental itu dan menyebutkan namanya ketika Tania menjabat tangannya.
"Saya Tania Yamamoto. Senang berkenalan dengan anda." Kata Tania kaku.
"Saya Rakha Liansyah. Panggil saja Lian. Senang bertemu dengan dek Tania." Balas Lian senang.
Duh tangan perempuan itu halus sekali. Pasti ia pandai merawat tubuhnya pikir Lian.
" Nak, ini lho orang yang ibu jodohkan dengan kamu. Insya Allah serasi karena ibu perhatikan selama ini dia penyayang dan tak bermasalah. Istilahnya pria green flag." Kata Bu Nurma.
Anda Mungkin Juga Suka





