
CINTA TAK PERNAH SALAH
Bab 3
Bah, Mama ini masak aku mau dijodohkan dengan orang jebolan panti asuhan yang tidak jelas asal-usulnya sih. Nanti kalau orang tuanya menderita penyakit turunan kan berpengaruh juga pada keturunanku. Kali ini mama sembrono sekali bertindak rutuknya dalam hati.
Bunda Nayla yang dari tadi diam, menyela agar pembicaraan kedua belah pihak tidak kaku.
"Hayuk atuh Lian. Tanya apa saja sama non Tania supaya makin kenal. Tak kenal maka tak sayang "
"Oh..eh..iya. Tadi namanya Tania Yamamoto kan? Kok nama belakangnya seperti nama Jepang?"
"Iya emang Papa dari Jepang." Jawabnya singkat.
"Terus dek Tania bekerja dimana?"
"Aku bekerja di rumah sakit royal medical center dan buka praktek dokter spesialis anak. Udah puas?"
Bu Nurma menegur ketidak sopanan Tania yang berkata ketus kepada calon suaminya.
Lian tertawa melihat reaksi Tania yang ia anggap menggemaskan. Wah nih cewek pinter jual mahal juga .yang ini nih yang aku suka bisik batin Lian.
" Kalo mas, ngajar di SMP swasta insan cendekia jadi guru bahasa Indonesia."
" Meski masih sebagai guru honorer,. Lian juga menjadi pelatih teater di universitas tempat dia kuliah dulu. Jam terbangnya tinggi" Sambung bunda Nayla riang.
Namum tidak dengan Tania, ia kaget luar biasa begitu mengetahui status Lian yang masih guru honorer. Ia sudah membayangkan gaji yang diterima lelaki itu pastilah di bawah upah minimun provinsi.
Ia yakin sekali kalau gaji Lian jauh lebih rendah dibandingkan dirinya yang bekerja di dua tempat sekaligus.trus apa tadi, menjadi pelatih teater. Duh dari dulu ia suka geli sendiri melihat anggota teater kampus berperan menjadi pelbagai karakter dan profesi yang jauh dari jati diri mereka. Seperti tak ada kerjaan lain. Begitu pikirnya waktu itu
"Ah bunda Nayla berlebihan." Sahut Lian malu.
" Apakah mas sudah pernah menikah atau masih bujang?" Tania bertanya tanpa Tedeng Aling Aling.
"Alhamdulillah meski hampir kepala tiga tapi saya masih perjaka Ting ting.'
"owh,,, karena kamu masih perjaka,.apa tidak sebaiknya kamu memilih yang masih gadis saja. Diriku statusnya janda dengan sepasang balita kembar karena suamiku hilang dalam kecelakaan kapal!"
Duar, dada Bu Nurma terkejut luar biasa dengan pernyataan Tania yang berani. Dia jadi tak nyaman sendiri karena ia memang ingin bermenantukan Lian yang telaten pada bocah bocah tapi malah putrinya yang memintanya mencari seorang gadis.
Ia pun menepuk punggung tangan Tania.
Diluar dugaan, ternyata Lian sama sekali tak marah. Ia bahkan mengatakan bahwa ia akan menerima kedua anak Tania dengan tangan terbuka karena menurutnya a anak-anak siapapun mereka berhak atas kasih sayang dan kehidupan normal.
Tania yang melihat wajah cerah Lian cerah, malah makin meradang.
Lian sama sekali bukan tipenya. Terlalu sederhana dan bukan berasal dari kalangan berada seperti dirinya.
Dih kepedean banget sih ini orang. Dipikirnya aku ikhlas dengan perjodohan ini apa?. Ya jelaslah dia kelihatan banget sumringah. Pasti nggak pernah berhadapan dengan wanita bening terawat kayak aku sinis Tania lagi dalam hati.
Lian mencuri pandang kearah calon istrinya yang kini tengah menunduk. Duh, ia tak percaya kalau di depannya kini ada seorang bidadari. Namun matanya membulat ketika melihat suguhan minum tamu istimewanya. Hanya air mineral gelas yang sudah habis dan biskuit kacang yang tak disentuh.
Lian berinisiatif untuk ke pantry panti dan membuat sirup markisa dingin. Ia lupa kemarin membawa tiga botol sirup markisa kesukaan Bu Nayla. Semoga saja belum habis. Maklum adik-adiknya di panti juga banyak menggemari sirup markisa.
Dengan rasa percaya diri, Lian membawa nampan berisi sirup markisa ke ruang tamu.
Bu Nurma menatap takjub pada calon menantunya. Berbanding terbalik dengan Tania yang selalu memasang wajah masam.
Dasar tukang cari perhatian, kan bisa saja dia menyuruh staf panti membuatkan minuman rutuknya kesal.
Ibu Nayla bangga, meski laki-laki ternyata Lian sangat peka dengan keadaan sekitarnya.
"Lian ,itu memang rajin dari dulu Bu. Jangan heran. Dia bisa diandalkan dalam urusan kerja rumah. Nyapu bisa, masak ok, perbaiki listrik dan pipa juga terampil."
Anda Mungkin Juga Suka





