Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Muara Luka

Cinta Muara Luka

Pasca kehilangan ibunya, Yasmin yang merupakan putri tunggal pengusaha transportasi jatuh hati pada seorang pria pekerja keras. Namun, kebahagiaan itu hancur saat rahasia kelam orang tuanya terungkap hingga ia nyaris mengakhiri hidup. Kehadiran Fatih kemudian menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Kini, Yasmin terjebak dalam dilema antara membuka hati untuk lembaran baru atau tetap bertahan pada cinta pertamanya yang telah meninggalkan luka mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kamu adalah alasanku untuk bangkit

dan melawan sakitnya kehilangan.

_Yasmin Azalea_

Yasmin menyusuri taman bunga yang ada di halaman belakang melalui balkon kamarnya di lantai dua. Taman bunga yang dipenuhi dengan berbagai jenis anggrek, membuat siapa pun betah berlama-lama di sana. Ditambah ada sebuah gazebo di tengahnya. Tempat favorit gadis itu untuk membaca novel sambil bersantai di atas tumpukan bantal-bantal yang empuk.

Gadis bermata bulat dengan kacamata minus yang bertengger cantik di hidungnya, kini sudah bisa menata hati. Ia berusaha mengikhlaskan kepergian sang ibu dan terlihat lebih tenang. Aktivitas kesehariannya pun sudah ia jalani dengan normal seminggu ini. Perkuliahan yang hampir satu bulan ia tinggalkan, sudah mulai diikuti kembali.

Tiba-tiba timbul keinginan untuk merawat taman bunga peninggalan ibunya. Ditemani seorang tukang kebun, Yasmin memangkas bunga mawar yang layu dan menyiram dengan air secukupnya. Matanya menelisik deretan bunga anggrek yang menempel di dinding. Ada sekitar 20 lebih jenis anggrek di taman itu. Hasil koleksi sang ibu yang merupakan pecinta Anggrek. Dari semua jenis anggrek yang ada ia sangat menyukai yang berwarna ungu dengan kelopak bunga yang sangat cantik dan unik. Nisrina menyebutnya Anggrek Callus Vanda.

Kegiatan itu terhenti ketika seorang asisten rumah tangga yang biasa dipanggil Mbok Sum datang dengan tergopoh-gopoh dan wajah yang menegang.

“Non. Bapak, Non,” teriaknya cemas dari jarak yang cukup jauh dari tempat Yasmin berada.

“Kenapa Mbok?” tanya Yasmin penasaran karena tak cukup jelas mendengar panggilan Mbok Sum.

“Tadi Mas Boby ... telepon. Katanya Bapak masuk rumah sakit,” ucapnya dengan napas tersengal-sengal.

Yasmin yang mendengar kabar tersebut segera melempar gembor yang sedang ia gunakan untuk menyiram tanaman. Bergegas ia berlari ke dalam rumah. Mbok Sum yang melihat anak majikannya panik segera menyusul di belakang. Yasmin menjeadi sangat cerobo saat mendengar hal buruk yang menimpa satu-satunya anggota keluarga yang ia miliki. Tujuannya kini hanya bertemu ayahnya yang tiga hari lalu masih baik-baik saja saat berpamitan pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan.

Gadis itu hanya memakai celana jin dan kaus pendek berbalut cardigan, ia berhenti sejenak di depan gedung rumah sakit. Ada ketakutan yang tiba-tiba menghampiri saat berdiri di hadapan gedung yang penuh banyak orang sakit. Di sana, dulu ibunya mengembuskan napas terakhir. Ia hanya mampu meneriakkan nama sang ibu di lorong rumah sakit seperti orang gila.

Peristiwa yang telah berlalu hampir dua bulan lamanya tiba-tiba kembali berputar dengan jelas di otaknya. Air mata yang ia tahan akhirnya lolos membasahi pipi merah tanpa make up yang belakangan tampak lebih tirus. Dikuatkan langkah kakinya untuk menemui laki-laki yang menjadi alasan untuk bangkit dan melawan sakitnya kehilangan.

Berjalan menaiki sebuah lift dan menyusuri lorong-lorong panjang rumah sakit bertaraf internsional itu, seperti sebuah de javu yang datang pada mimpi panjangnya. Namun sayang itu bukan de javu seperti perkiraannya. Perjalanan di rumah sakit itu nyata hanya yang ia temui yang berbeda.

Yasmin membuka pintu ruangan VIP tempat ayahnya dirawat setelah menghapus air mata yang sesekali masih keluar dari ujung matanya. Seorang asisten pribadi yang tadi mengabari kondisi Bayu berdiri di samping ranjang pasien. Ia menatap dengan tatapan rindu juga cemas laki-laki yang kini terbaring dengan mata terpejam. Rambutnya mulai memutih dengan beberapa kerutan menghiasi wajah. Meski begitu, gurat ketampanan masih terlihat jelas. Ya, ayahnya memang laki-laki idaman para wanita pada masanya.

“Ayah kenapa, Mas?” tanya Yasmin pada Boby asisten pribadi sang ayah lirih. Ia takut jika akan membangunkannya. Pandangan mata dari bola mata yang bulat tidak sedikit pun lepas dari pria tua yang tertidur dengan napas teratur.

“Kata dokter, Bapak kelelahan. Selama di Solo, Bapak terus bekerja dan kurang istirahat. Beliau ingin menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin karena ingin pulang dan menemani Mbak Yasmin,” jelas laki-laki yang berusia tiga puluh tahun itu dengan wajah tenang.

Yasmin mengembuskan napas pelan. Ada sebuah penyesalan yang menyelinap ke dalam hatinya. Ia sempat merengek tak ingin ditinggal pergi saat CEO perusahaan transportasi itu berpamitan. Sejujurnya ia takut jika harus berjauhan dari sang ayah meski di rumah ada beberapa asisten rumah tangga yang menemani. Namun ia juga tak ingin jika ayahnya bekerja terlalu keras hanya untuk menuruti keinginannya.

Yasmin memandang Boby yang berpakaian rapi dan lengkap dengan jasnya duduk di ujung sofa sambil memainkan gawainya.

“Mas Boby nggak pulang?” tanya Yasmin sambil duduk di sisi sofa lainnya.

“Nggak, Mbak. Saya di sini saja nungguin Bapak.” Ia tersenyum canggung pada putri atasannya itu.

“Pulang aja, Mas. Istirahat di rumah. Saya yang jagain Ayah.”

“Tapi, Mbak ....” Laki-laki itu tetap keras kepala berada di sana.

“Udah pulang aja. Nanti kalau ada apa-apa saya telepon Mas.” Yasmin menarik Boby untuk segera bangkit dan mendorongnya yang enggan meninggalkan ruangan itu.

“Tapi Mbak, saya disuruh Bapak jaga di sini.” Boby menahan pintu yang akan ditutup Yasmin.

“Saya suruh pulang ya pulang, Mas. Saya apa Mas Boby sih anak Pak Bayu?” tanya Yasmin seraya memandangnya sinis.

“Mbak Yasmin,” jawab Baby kikuk.

“Jelas, 'kan? Ya sudah, pulang sana.” Yasmin menutup pintu dan membiarkan Boby menggerutu di luar.

Boby mendengkus kesal mendapat perlakuan seperti itu dari anak majikannya tetapi di satu sisi ia bersyukur karena dapat mengistirahatkan tubuh yang lelah. Meski Yasmin sering bersikap sembrono padanya tapi ia tahu gadis beriris mata cokelat itu sangat baik dan pengertian.

“Apa-apaan Mas Boby bersikap begitu. Padahal dikasih waktu buat istirahat, bukannya senang malah keras kepala. Protektif banget jadi asisten kayak sama pacar, eh.” Yasmin menutup mulutnya sambil tertawa lirih. Dilihatnya sang ayah masih tertidur pulas. Aman, ayah masih tidur.

"Pacar siapa?” tanya laki-laki yang sejak tadi memejamkan mata.

Yasmin yang hendak duduk terperanjat mendengar suara ayahnya tersebut. Dihampiri laki-laki yang kini pura-pura tidur itu.

“Jadi dari tadi Ayah nggak tidur?” tanya Yasmin melihat ayahnya sudah tersenyum lebar.

“Gimana mau tidur, kamu sama Boby tawuran di sini.” Bayu tersenyum dan mengusap rambut anak perempuannya dengan tangan yang bebas dari selang infus.

“Siapa juga yang tawuran. Aku cuma nyuruh Mas Boby pulang. Kasihan kan dia di sini nungguin Ayah padahal kemarin habis dari Solo juga.”

Bayu senang melihat anaknya sudah kembali ceria seperti dulu. Netranya menatap lekat gadis yang membiarkan rambut hitamnya tergerai. Mata bulat itu sedikit sembab dengan hidung memerah.

“Yasmin habis nangis?” tanya Bayu penuh selidik.

Yasmin terdiam mendengar pertanyaan Bayu. Ia mungkin bisa menyembunyikan tangisnya tapi mata sembab dan hidung memerah efek dari menangis sulit untuk disembunyikan.

“Gimana Yasmin nggak nangis dengar Ayah sakit. Makanya kalau enggak mau lihat Yasmin nangis, Ayah jangan sakit,” jawab Yasmin galak seraya berlalu menuju sofa panjang yang tak jauh dari ranjang.

Seketika tawa Bayu pecah mendengar jawaban dari putrinya. Kali ini dia benar-benar yakin jika gadis yang sedang merajuk di ujung sofa sana adalah anaknya yang telah kembali ke sifat asli. Yasmin yang ceria, sembrono dan galak.

“Oke, ayah nggak akan sakit lagi. Peluk dulu dong. Ayah kan kangen.”

Yasmin melangkah mendekat ke tepi ranjang Bayu. Lalu memeluk dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang ayahnya. Rasa tenang menjalar ke seluruh tubuh. Ia rindu pelukan dan wangi menenangkan dari laki-laki yang mencintainya setulus hati.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FHJ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FHJ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Mau Dimadu
8.4
Kehidupan rumah tangga Tiara Maheswari yang terlihat harmonis ternyata menyimpan rahasia kelam. Reno Sebastian, suami yang selama ini tampak sangat mencintai istrinya, rupanya telah mengkhianati janji suci mereka. Tanpa sepengetahuan Tiara, Reno telah membagi hati dan menikah lagi secara diam-diam dengan wanita lain. Kini, Tiara berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan demi pernikahan mereka, atau memilih pergi meninggalkan Reno selamanya?
Sampul Novel Bangkit Dari Kematian
8.3
Keharmonisan rumah tangga Rianti dan Randi kini terancam oleh kemunculan kembali Monica. Membawa dendam masa lalu, Monica merasa pengorbanannya tak dihargai setelah Randi lebih memilih menikahi Rianti. Ia datang menagih janji pernikahan yang diklaim pernah diucapkan Randi, meski Randi keras membantah komitmen tersebut. Di tengah konflik dan misteri janji masa lalu ini, sanggupkah Rianti berjuang mempertahankan keutuhan pernikahannya dari gangguan sang mantan?
Sampul Novel Cinta di Musim Semi
9.6
Kehidupan kota Amara terusik saat sebuah surat lama memaksanya kembali ke kampung halaman demi mengungkap rahasia kelam. Di sana, ia terjebak di antara Rendra, sosok dari masa lalunya, dan Daffa, fotografer misterius yang tiba-tiba hadir. Di tengah tumpukan memori dan misteri, Amara harus berjuang menghadapi luka lama serta pengkhianatan. Apakah kebenaran yang terungkap akan membawa kesembuhan bagi hatinya atau justru menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Jangan salahkan aku minta cerai
8.1
Elsa menyadari Thomas memiliki keluarga rahasia dengan mantan kekasihnya. Meski berjuang keras menjaga pernikahan dari pihak ketiga, Elsa akhirnya sadar bahwa cinta yang pudar tak bisa dipaksakan. Ia pun memilih mundur dan melepaskan suaminya demi ketenangan batin. Di tengah kesendirian, seorang pria baru hadir mengusik hatinya. Kini Elsa bimbang, haruskah ia memulai lembaran baru atau menerima kembali suaminya yang tiba-tiba menyesal dan ingin bertobat?
Sampul Novel Kembaran Tunanganku, Muslihat Kejam
8.0
Setahun lamanya Farah ditipu oleh kembaran tunangannya sendiri. Brama, sang kekasih, ternyata sudah menikahi Kirana dan berencana mencuri kornea mata Farah melalui kecelakaan palsu. Penderitaan Farah memuncak saat ia difitnah membunuh kakek Brama hingga dijebloskan ke RSJ. Namun, mereka tidak tahu bahwa Farah adalah Aurora Suryakancana, pewaris takhta bisnis raksasa. Setelah memalsukan kematian, ia bangkit dari kehancuran untuk membalas dendam dan mengambil kembali hidupnya.
Sampul Novel Ketika Suamiku Tak Mencintaiku Lagi
8.2
Setelah empat tahun terperangkap dalam kegelapan akibat kecelakaan tragis, Bella akhirnya menjalani prosedur pembukaan perban matanya. Di usia dua puluh tujuh tahun, harapan untuk kembali melihat dunia kini berada di depan mata. Sosok yang paling ingin ia temui adalah Galas, suami tercintanya. Namun, sukacita Bella seketika berubah menjadi tanda tanya besar saat menyadari bahwa sang suami justru menghilang secara misterius tepat di saat ia kembali melihat.