
Cinta dan Ilmu Hitam
Bab 2
Shakira lalu membalas lagi.
"Memang begitulah caranya! Guna-guna itu sangat jahat! Darah haid itu digunakan untuk memberi makan serangga, kemudian akan masuk ke dalam tubuh si penerima guna-guna itu lewat makanan. Istri sah dari suami yang memelihara serangga guna-guna itu nafsu makannya akan meningkat drastis, kulitnya juga akan jadi kasar. Sedangkan wanita simpanan si suami akan makin baik kondisi tubuhnya. Serangga guna-guna itu akan hilang ketika istri sah mati mendadak. Itulah namanya guna-guna, yang satu harus dikorbankan demi keuntungan yang satunya."
Warganet langsung heboh melihat komentar tersebut.
"Astaga! Itu mengerikan sekali! Selingkuh saja sudah parah, ditambah mengguna-guna istri sendiri?"
"Benar-benar, ya! Cinta memang nggak bisa dipercaya lagi sekarang!"
"Kasihan banget Kakak yang sedang siaran ini .... Kami jadi nggak tega. Ayo, cepat minta bantuan seseorang yang ahli dalam hal seperti itu untuk mencari selingkuhan suamimu, dan juga mengobati guna-guna itu!"
Shakira lalu menuliskan sebuah komentar lagi.
"Kak, coba pikirkan baik-baik. Apakah di sekitarmu ada orang yang tiba-tiba terlihat jadi makin cantik? Mungkin orang itu selama ini diam-diam sembunyi di sekitarmu?"
Aku membaca komentar itu, kemudian mencoba berpikir sejenak.
Lalu tiba-tiba teringat kalau beberapa hari lalu aku bertemu dengan adik perempuan suamiku, Ratih.
Hari itu Ratih benar-benar terlihat seperti orang yang berbeda.
Waktu itu bobotnya turun jadi tidak sampai 50 kilogram. Dia memakai rok jins ketat dan memamerkan lekuk tubuhnya yang sempurna.
Kulitnya juga terlihat halus dan kencang. Penampilannya bahkan mirip denganku saat sebelum menikah.
Padahal sebelumnya bobot Ratih mencapai lebih dari 150 kilogram. Wajahnya dulu juga penuh jerawat karena pola makan yang berlebihan.
"Aku jadi teringat seseorang. Dia ... mengalami perubahan fisik yang sangat drastis. Dia berhasil menurunkan berat badan mencapai 100 kilogram dalam waktu dua tahun ...."
"Tapi ... sepertinya salah orang, ya? Katanya ini kan guna-guna yang terkait dengan wanita simpanan? Sedangkan orang yang kumaksud barusan adalah adik perempuan suamiku ...."
Warganet sontak kaget.
"Keterlaluan sekali! Gila!"
"Shakira, tolong bilang kalau ini nggak benar!"
"Suamimu itu aneh sekali. Dari mana kamu bisa sampai kenal orang seperti itu ...."
Shakira lalu berkomentar.
"Kak, semua yang aku katakan itu benar! Sepertinya suamimu dan adik perempuannya punya hubungan yang tidak biasa ... hati-hati, ya ...."
Aku langsung merinding, karena Ratihlah yang sudah mengatur perkenalanku dengan Erik.
Dulu, saat kami baru masuk kuliah.
Ratih waktu itu sangat gemuk, dia sering mendapatkan ejekan dari teman-teman dan sesama penghuni asrama saat mengambil makan.
"Kita semua sepertinya muat ke dalam tubuhmu itu!"
"Aku jadi nggak selera makan melihatmu makan."
Setelah suasana jadi hening, orang-orang yang mengawali ejekan tersebut mulai tertawa tanpa malu.
Aku yang sudah tidak tahan lagi pun langsung menjatuhkan nampan makanan di tangan mereka sampai jatuh ke lantai.
"Ini tempat umum, sebaiknya sikat gigimu di toilet supaya nggak mengatakan hal buruk seperti itu."
Beberapa orang langsung maju dan hendak memukulku.
Untungnya, para petinggi kampus ada di tempat yang sama dan segera menghentikan mereka.
Ratih yang merasa dipermalukan di depan umum pun langsung lari kembali ke asrama sambil membawa makanannya.
Aku cemas dan mengejarnya. Aku melihatnya menangis sambil tetap melahap makanannya. Dia terus menyuapkan nasi ke mulutnya.
"Ratih, jangan sedih. Mereka itu cuma orang-orang kurang berpendidikan saja. Kamu jangan terlalu memikirkan penilaian orang lain."
Tangis Ratih makin keras.
"Hiks, hiks, kamu bukan aku. Tubuhmu bagus dan cantik, tentu saja kamu akan bilang untuk nggak usah memedulikan mereka."
Hatiku sangat sakit melihatnya. Aku pun mengelus kepala Ratih dengan lembut.
"Kalau kamu merasa sakit hati, cobalah berusaha untuk menurunkan berat badan."
Ratih menggelengkan kepala dengan pasrah.
"Aku nggak mungkin bisa menurunkan berat badan. Aku sudah mencoba segala cara, tapi aku tetap nggak bisa mengontrol mulutku."
Akhirnya, dia memang tidak berhasil menurunkan berat badan.
Tapi sejak saat itu, aku dan Ratih jadi sahabat yang tidak terpisahkan. Kami saling bertukar cerita tanpa merahasiakan sesuatu.
Menjelang tahun kelulusan, Ratih bercerita dengan ceria.
"Vivi, akhirnya aku menemukan seorang pria yang cocok untukmu."
Aku langsung jatuh cinta pada pria yang Ratih kenalkan, yakni Erik.
Tapi hubunganku dan Ratih jadi mulai renggang setelah aku menikah.
Awalnya, dia selalu menolak setiap kali kuajak bertemu. Sampai akhirnya dia pun berhenti membalas pesanku.
Aku bahkan tidak tahu kenapa dia bisa marah padaku, sampai melupakan persahabatan yang sudah kami jalin bertahun-tahun.
Hingga beberapa hari lalu, saat ada acara keluarga. Ratih muncul dengan gembira, dia membuat semua orang terpesona.
Anda Mungkin Juga Suka





