
Cinta dan Dendam Andara
Bab 2
"Pecat gadis itu." perintah Adam dingin.
Teo, langsung menghubungi bagian HRD untuk memecat Andara. Namun, Adam menghentikannya dengan mengangkat tangannya mengkode Teo untuk menghentikan sambungan telponnya.
Adam tersenyum menyeringai licik...
'gawat..' batin Teo.
* * *
"Kenapa mukamu ditekuk begitu?" tanya Tiwi
"Kesel aku sama pak Adam, masa dia tadi mau gampar aku coba."
"Loh kok bisa? emang kenapa?" tanya Tiwi lagi.
"Tadi tuh kan aku di suruh sama bu Rini buat foto copy berkas, ehh pas balik ke kantor, aku nambrak pak Adam, dia marah terus menyengkram lenganku , sampai biru gini, liat nih, " aku menyingsingkan lengan baju ku memperlihatkan memar warna biru di lenganku.
Tiwi melihat memar biru di lenganku, ia merasa geram.
"Lain kali kalau kamu ketemu dengan monster itu sebaiknya menghindar, puter balik arah atau tunggu sampai dia lewat."
"Monster???" tanya ku bingung.
"Ya monster!!" ulang Tiwi.
"Maksudmu pak Adam monster itu??"
Tiwi mengangguk kuat sambil menutup mulutku.
"Sttts ... jangan kenceng - kenceng, nanti di dengar sama orangnya gawat. Nanti bisa - bisa, khekh...!!"tangan Tiwi memperagakan sedang menggorok leher.
" D I B U N U H !!!"
"Di bu nuh .. kataku tergagap" Tiwi mengangguk kuat, meyakinkanku.
" Siapa yang di bunuh."
"Awwh..!!!" Aku dan Tiwi memekik secara bersamaan dan terlonjak kaget, ketika tiba tiba ada suara terdengar dari arah belakang kami. Kami bersama sama menjerit kaget dan spontan langsung berpelukan.
Aku dan Tiwi menoleh kebelakang, ternyata Siska yang bertanya.
" Ngapain sih lu ngagetin kita."
"Yey siapa juga yang ngagetin, kaliannya aja yang pada serius gitu, ampe aku datang aja pada ga denger."
"Lagi pada bahas apaan sih, sampe serius gitu, terus tadi siapa yang di bunuh?"
"Owh..ahh gelap!!" jawab Tiwi ngeloyor pergi, ninggalin siska yang kebingungan.
* * *
Sudah hampir setahun Andara tinggal di tempat bu Romlah, Andara dengar anak bu Romlah sudah mau pulang dari belayar, jadi Andara memutuskan untuk pindah dari rumah bu Romlah, untuk ngontrak, tak apa meski hanya satu kamar kecil juga, yang penting bagi Andara adalah kenyamanan dan tempatnya juga aman.
Hari ini, Andara pergi di antar Tiwi berkeliling mencari kos-kosan, lokasi yang Andara cari yang deket dengan tempat kerja, demi menghemat waktu dan uang. Syukur syukur di belakang tempat kerja Andara ada kos kosan yang murah dan kosong.
Setelah seharian ngubek ngubek wilayah daerah dekat tempat kerja, ternyata, Andara nemu kontrakan yang lumayan terjangkau.
Tempatnya jauh dari jalan raya, masuk kedalam gang sempit yang hanya muat di lalui dua motor saja.
Tempatnya nyaman, dan Andara melihat sekilas warga disekitar juga ramah-ramah, cocok dengan tempatnya dan harganya, Andara membayar selama 3 bulan dulu.
Setelah berpamitan dengan bu Romlah, Andara pindah ke rumah kontrakan yang baru.
Di dalam kamar, hanya ada kasur lantai ukuran single bad, lemari plastik, dan meja kecil.
" Wi, dengar - dengar hari ini bos monster balik jakarta ya?"
"Hmmm..." jawab Tiwi singkat.
"Kemaren-kemaren aku masih aman, setelah monster kaleng balik,gimana nasib ku ya wi?"
Tiwi tidak menjawab hanya mengedikkan bahunya saja.
* * *
Pagi ini cuaca agak mendung dan berangin.seperti hati Andara yang dingin, Andara sedang merindukan ibunya, tiba tiba Andara merasa sulit bernafas, karena setiap hembus yang Andara lepaskan membuktikan pedihnya kenyataan bahwa Andara tak lagi bisa bersama ibunya.
Andara terus mencari petunjuk orang yang telah menyakiti ibunya, tapi..selama Andara ada di Jakarta, Andara tak menemukan apapun.
"Andara, gawat..!Pak Adam sudah kembali."
"Terus aku harus bilang wow gitu..atau harus aku sambut dengan menggelar karpet merah?"
"Ga gitu juga kali.. setidak nya kamu harus siap -siap "
"Maksudnya siap-siap di pecat?"
Tiwi dan siska mengangguk bersamaan.
"Makasih loh kalian udah ngekhawatirin aku," peluk Andara pada mereka.kalian memang best friend.
"Andara antar kopi keruangan bos tampan," kata bu Sinta.
Tiwi dan siska saling pandang, ada raut kekhawatiran di wajah mereka.
" Tenang, tidak akan terjadi apa-apa paling banter di pecat kan?"
Tiwi dan siska mengangguk bersamaan.
Tok! Tok! Tok!
Pintu Andara ketuk, ada rasa gugup melanda hatinya, "tenang Andara ... tenang," ia menyemangati dirinya sendiri. Udara dingin dalam ruangan yang ber ac tidak berpengaruh terhadap nya, Andara tetap berkeringat, dahinya penuh dengan keringat dan bajunya sudah mulai basah dengan keringat. Entah kemana larinya keberaniannya tempo hari, yang mampu menantang seorang CEO, jika di pikir pikir gila memang tindakannya waktu itu, ada rasa hangat menjalar dalam hatinya " aku harus berani, tak boleh ada yang menindasku." gumam Andara dalam hati. Ia menyeka keringat di dahinya dengan kasar. Dan berjalan mendekat ke arah meja monster kaleng, Andara melirik dengan sudut matanya, ternyata monster kaleng itu benar-benar tampan, tapi.. dingin, ketimbang monster kaleng sebutan manusia balok es, sepertinya lebih cocok untuknya, he..he.. he.., Ia tersenyum sendiri memikirkan panggilan baru buat CEO ganteng tapi dingin itu.
Andara tidak menyadari kalau sudah dekat, ketika ia mendongakkan kepala, matanya bersirobok dengan mata elangnya Adam, mata mereka saling mengunci, ada dendam di mata Adam, Andara pun demikian, ada api yang berkobar kobar dalam matanya, entah kenapa begitu marahnya ia melihat manusia balok es.
"Sampai kapan kamu akan terus berdiri disitu? letak kan kopinya di meja." Dingin auranya benar benar dingin, kulkas aja kalah dinginnya sama dia.
"Permisi pak.." setelah kuletakkan kopi di atas meja Andara melangkah pergi, namun belum juga melangkah jauh sudah di hentikan oleh manusia balok es.
"BERSIHKAN AQUARIUM DALAM RUANGANKU SAMPAI BERSIH!" Perintahnya dingin.
Andara melongo "bukankah biasanya ada yang bagian membersihkan aquarium, kenapa harus aku?" Pikir Andara bingung.
"KENAPA DIAM, CEPAT KERJAKAN!"
"Y..ya pak." Andara tergagap.
Ia keluar sambil mengelap keringat di dahinya dengan lengan bajunya. ketika keluar tak sengaja melirik kaca ruangan manusia balok es, dan berhenti di depan kaca, ia merapikan rambutnya dan mengurai rambutnya sebelum kemudian ia merapikannya kembali, lalu mengusap wajahnya dan menatap wajah cantik nya di kaca ternyata ada belek dimatanya, Andara mencomotnya.
Canti ... setidaknya kata ibunya, Andara memang cantik, ia tersenyum ke arah kaca.
Lalu pergi berlalu dari sana, mencari peralatan untuk membersihkan aquarium.
Andara bertanya ke Dika, teman OB nya. Dika bilang yang biasa ngebersihin aquarium itu bukan OB tapi biasa manggil dari luar khusus yang paham dengan seluk beluk per aquariuman dan ikan.
" Kamu yakin mau bersihin tuh aquarium?" tanya Dika.
Andara mengangguk pasrah.
"Mau bagaimana lagi, yang nyuruh bos."
"Emang bisa?"
"Nggak sih, tapi kan bisa di coba."
"Jangan coba-coba kalau kamu tidak yakin bisa, akibatnya bisa fatal," kata Dika menasehati.
Andara bimbang, bak makan buah simalakamah, di lakuin salah nggak di lakuin juga salah.
"Terus aku harus bagaimana?" tanya Andara.
"Terus terang aja ke pak Adam kalau kamu tidak bisa," saran Dika.
"Tapi ... pak Adam, memerintah tanpa penolakan Dik," kata Andara lesu.
"Kamu bisa bantuin aku nggak Dik, setidaknya mungkin kamu tau tentang aquarium?" kata Andara sambil menampilkan wajah memelas.
"Tau sih, sedikit. Ya udah ayo, aku bantuin deh," kata Dika pada akhirnya.
Mereka berdua mulai membersihkan aquarium besar itu, yang ternyata tidak semudah di bayangkan, ia sempat berpikir dengan sombong nya, kalau pekerjaan ini mudah, ternyata ... diluar perkiraan, para pemirsah.
Ketika kami sampai di ruangan manusia balok es, ternyata ruangan nya kosong, tapi kita tetap melakukan pekerjaan membersihkan aquarium besar itu.
Dika, bocah itu ternyata cukup banyak tau tentang aquarium, dan jenis ikan, jadi ia merasa tenang.
sambil membersihkan Dika berceloteh kalau harga, aquariumnya yang setebal dan sebesar ini bisa mencapai 35 juta, termasuk hiasan nya. Dan harga segitu tuh belum termasuk ikan nya, Dika bilang ikan jenis masked angelfish ini di pasaran di patok dengan harga 400 juta an,
"Semahal itu," katanya kaget, Dika mengangguk.
"ya semahal itu! Kamu tidak tahu kan kalau ada ikan Koi yang harganya mencapai 26 Milyar?"
Andara menggeleng, lalu menatap Aquarium sepanjang 2 meter itu, di dalamnya ada 3 jenis ikan Koi jenis masked angelfish dan pappermint angelfish dan bladeffin basslet. Kalau di hitung secara kasar semuanya hampir menyentuh angka di 1 Milyar, gila .. Andara menggeleng kasar, hobi horang kaya memang gila.
Tiba tiba PRANK !!
Anda Mungkin Juga Suka





