Sampul Novel Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris

Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris

8.4 / 10.0
Dalam billionaire romance novels berjudul Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris, Fernanda membuktikan kekuatannya sebagai desainer dan pengusaha sukses meski dihina. Bersama Cristian, ia menghadapi fitnah dalam modern novel penuh intrik ini bagi pembaca setia online novel.
Ringkasan Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris
Fernanda sering diremehkan sebagai gadis desa yang kasar setelah kembali ke keluarganya. Namun, ia hanya menanggapi ejekan itu dengan santai. Situasi memanas saat Cristian, pria yang rasional, dikabarkan hilang akal karena mencintainya. Fernanda tidak tinggal diam saat kekasihnya difitnah. Perlahan, identitas aslinya sebagai desainer hebat, gamer genius, pelukis ternama, hingga pengusaha sukses terungkap. Ternyata, selama ini dialah yang membodohi mereka semua.
Baca Selengkapnya

Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris Bab 1

"Nona Fernanda, kami datang untuk menjemput Anda pulang."

Fernanda Morgan mengamati rombongan pria berjas rapi yang berdiri di hadapannya.

"Orang tua Anda telah mencari Anda selama bertahun-tahun tanpa lelah. Setelah mengetahui keberadaan Anda, mereka segera mengutus kami untuk menjemput Anda pulang," ucap seorang pria, yang tampaknya merupakan seorang kepala pelayan sambil tersenyum hangat. "Keluarga Harper sangat menantikan kepulangan Anda. Begitu pulang, Anda akan bertunangan dengan Pak Bobby!"

"Baiklah. Kalau begitu, ayo berangkat," ucap Fernanda sambil mengangguk pelan.

Setelah mengumpulkan barang-barangnya yang telah dikemas, dia masuk ke dalam mobil.

Perjalanan dari Kota Zhota, yang terletak di pelosok menuju Kota Esaham akan memakan waktu panjang, sedikitnya dua hari dengan mobil.

Saat senja menyelimuti langit, mereka tiba di kota kecil lain. Menemukan sebuah motel yang cukup layak, sang kepala pelayan mengusulkan agar mereka menginap semalam di sana.

Terletak di ujung lorong lantai dua dengan nomor kamar 201, bisa dikatakan kamar Fernanda merupakan kamar terbaik di motel itu. Sang kepala pelayan dan rombongan lain memilih untuk tetap berada di lantai bawah.

Malam itu begitu gerah dan kering, membuat AC tua di ruangan itu menjadi tidak berguna. Fernanda membuka jendela untuk mengundang angin sepoi-sepoi yang sejuk dan menyebabkan tirai menari lembut di udara malam.

Baru saja mandi, dia meredupkan lampu dan naik ke atas ranjang untuk tidur malam.

Saat nyaris tertidur lelap, dia terbangun karena suara keributan di luar.

Suara berikutnya di jendela menyadarkannya sepenuhnya. Saat dia bangkit berdiri, sesosok bayangan menerobos masuk dan melompat ke atas ranjangnya.

Dia merasakan sentuhan dingin dari sebilah pisau yang menempel di lehernya dan diikuti dengan suara yang rendah dan mengancam, "Jangan bergerak."

Tidak bisa bergerak, tubuh Fernanda menegang karena ketakutan.

Samar-samar, tercium bau darah yang amis dari lengan baju pria itu, yang mengingatkannya betapa bahayanya pria itu. Petunjuk ini memperingatkannya bahwa dia tidak boleh berbuat macam-macam dengan pria ini.

Di luar, keributan semakin parah. Tidak lama kemudian, suara ketukan yang kencang terdengar di depan pintu, diikuti dengan suara kasar bertanya, "Apa ada orang di dalam?! Cepat buka pintunya!"

Saat suara itu masih bergema, pisau di leher Fernanda menekan lebih dalam lagi.

Pria itu berkata memperingatkan dengan suara dingin, "Singkirkan mereka atau kamu akan mati."

Tangan kanan pria itu menahan pinggangnya, sedangkan tangan yang lain terus menodongkan pisau ke tenggorokannya.

Dilihat dari cengkeraman yang kuat dan gerakan yang penuh perhitungan, Fernanda menyadari bahwa pria ini tidak sedang bercanda.

Dalam keadaan terpojok, dia terpaksa menuruti permintaan pria itu.

Fernanda meyakinkan pria itu dengan suara lembut, "Oke, semuanya akan baik-baik saja."

Karena tidak ada jawaban dari dalam, orang yang baru saja mengetuk pintu menggunakan kunci utama untuk membuka pintu dan menyerbu masuk.

Mendengar suara itu, pria itu melepas kaus Fernanda yang longgar, lalu menariknya ke atas pangkuannya, memeluknya, dan memaksanya untuk mengangkanginya saat dia mengubah posisi.

Tepat pada saat itu, pintu terbuka lebar dan seberkas cahaya senter menyinari ruangan.

Merasa panik, Fernanda menjerit dan buru-buru membungkuk di atas pria itu agar tidak terlihat oleh orang-orang yang menerobos masuk itu.

"Sayang, hotel macam apa ini? Bagaimana bisa ada orang yang berani menerobos masuk seperti ini?" tanya Fernanda sambil memeluk pria itu erat-erat seolah merasa ketakutan.

Suaranya yang biasanya manis dan menggoda, kini terdengar sedikit jengkel bercampur pesona yang sangat memikat.

Tiba-tiba, Fernanda merasakan tubuh pria di bawahnya menegang.

Beberapa detik kemudian, pria itu melingkarkan lengannya ke tubuhnya dan membalikkan badan dengan cekatan sebelum menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.

Saat selimut itu bergeser, bisikan lembut pria itu menyatu dengan irama napas mereka yang teratur, menggambarkan suasana sensualitas yang tersembunyi.

Tidak siap menyaksikan pemandangan intim di hadapan mereka, rombongan itu berdiri membeku di depan pintu dengan wajah memerah karena malu.

Meskipun demikian, pasangan di dalam ruangan tidak menunjukkan tanda-tanda menghentikan aktivitas intim mereka seolah-olah tidak ada orang lain di sana.

Satpam motel itu terkekeh dengan tidak nyaman dan berkata, "Sepertinya mereka sedang sibuk. Mungkin sebaiknya kita pergi."

Merasa tidak terima, salah satu pria melewati sang satpam dan memasuki ruangan dengan langkah cepat.

Saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat, detak jantung Fernanda melonjak cepat. Mungkinkah orang-orang itu akan mengangkat selimut untuk memeriksa?

Sebuah pisau yang tajam menekan sisi tubuhnya, di mana ujungnya yang runcing menggores kulitnya dan membuat tubuhnya yang sudah tegang menggigil.

Mendengar suara langkah kaki itu berhenti di samping ranjang, Fernanda memberanikan diri untuk mencondongkan tubuh lebih dekat ke pria di bawahnya.

Ketika selimut itu diangkat, cahaya senter yang menyilaukan menyinari punggung Fernanda dan memperlihatkan sekilas punggungnya yang halus.

Di atas ranjang yang empuk, gerakan mereka terus berlanjut tanpa henti. Bibir Fernanda bertemu dengan bibir pria itu dalam ciuman penuh gairah. Rambutnya terurai menutupi wajah pria itu, sementara tangan pria itu membelai sisi tubuhnya dengan lembut.

Erangan pelan yang lolos dari bibir mereka membuat suasana menjadi semakin intim.

Tiba-tiba, terdengar suara kencang dari luar ruangan yang memecah keheningan. "Bos! Ada sesuatu yang terjadi di jalan!"

Seketika, pria yang berdiri di samping tempat tidur bergegas meninggalkan ruangan itu.

Saat mendengar suara pintu dibanting tertutup, Fernanda melepaskan diri dan buru-buru turun dari ranjang.

Cahaya bulan menyusup melalui celah tirai dan menimbulkan bayangan halus di seluruh ruangan. Pria itu memperhatikan sosok ramping Fernanda yang tampak seperti siluet dalam cahaya yang pucat.

Momen yang baru saja terjadi kembali melintas di benaknya, ketika jemarinya menelusuri kulit Fernanda yang halus dan lembut. Ketika wanita itu mencengkeram lengannya, kulitnya yang halus menekan lengannya dengan lembut.

Rambut wanita itu tergerai menutupi wajahnya, di mana setiap helainya begitu halus dengan wangi yang lembut.

Suara wanita itu bagaikan melodi lembut yang menenangkan telinganya.

Wanita ini tenang dan cerdik. Dalam situasi seperti ini, alih-alih menyerah pada kepanikan, wanita itu menciumnya, sebuah ciuman yang begitu meyakinkan hingga menipu orang-orang yang mengejarnya.

Saat bersentuhan dengan bibirnya, bibir wanita itu terasa dingin dan menyegarkan, dan dia melakukannya dengan gerakan agak canggung, hanya menempelkan bibirnya tanpa gerakan lain, terlihat jelas bahwa itu adalah ciuman pertamanya.

Memikirkan hal ini, pria itu memecah keheningan dengan suara yang lebih lembut dan hangat dari sebelumnya, serta sedikit serak yang memikat. "Apa ini ciuman pertamamu?"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dendam dan Hasrat Liar
9.5
Alyssa Hartanto bertekad membalas dendam pada Damian Valente, pengusaha yang menghancurkan keluarga dan bisnis orang tuanya. Dengan identitas samaran, ia menyusup ke kediaman Damian sebagai asisten pribadi demi menjalankan misi penghancuran. Namun, rencana Alyssa goyah saat kebencian mendalam tersebut perlahan berubah menjadi gairah yang tak terduga. Kini, ia terjebak dalam dilema antara menuntaskan dendam masa lalu atau menyerah pada cinta yang mulai tumbuh.
Sampul Novel DESTINY OF LOVE
9.7
Setiap wanita memimpikan pernikahan abadi, namun Reyna justru terjebak dalam takdir kelam. Gadis desa yang polos ini harus mengalami dua kali kegagalan rumah tangga dari total tiga kali pernikahannya. Penderitaannya bermula saat ia salah mencintai Riko sewaktu kuliah hingga hamil di luar nikah. Meski dipaksa menggugurkan kandungan, Reyna bertahan demi buah hatinya. Walau akhirnya menikah sah, hubungan itu hancur dan menyisakan trauma mendalam bagi Reyna terhadap laki-laki.
Sampul Novel Hasrat Terpendam Suamiku
8.6
Sophia dan Albert terjebak dalam pernikahan paksa yang dingin dan penuh konflik. Meski Albert dikenal sebagai pria casanova dan Sophia memiliki reputasi angkuh, benih cinta mulai tumbuh di hati Sophia. Ia menyadari bahwa di balik sikap acuh suaminya, terdapat hasrat terpendam yang membara untuknya. Kini, Sophia berjuang mencari cara agar Albert mau mengakui perasaan aslinya. Mampukah mereka memperbaiki hubungan yang kacau dan bersatu dalam cinta yang tulus?
Sampul Novel Ibu Susu Anak Hot Duda
7.9
Lisa sering dilecehkan karena kondisi fisiknya akibat kelebihan hormon, yang mengharuskannya rutin memompa ASI untuk didonorkan. Lelah dengan keadaannya, ia menerima tawaran menjadi ibu susu bagi bayi dari seorang konglomerat ibu kota yang ditinggal pergi istrinya. Namun, keputusan ini justru menjebak Lisa dalam hubungan rumit dengan sang ayah bayi, seorang duda yang mulai mengincar kesuciannya secara terang-terangan.
Sampul Novel Merengkuh Cinta Ilahi
8.0
Siti Halimah, pemulung yang kehilangan suaminya, Prajana, akibat kecelakaan maut dan penolakan kasta, terpaksa menikahi sang penabrak, Lukman. Pernikahan tanpa cinta ini mengungkap rahasia kelam tentang Laura, mantan kakak iparnya yang ternyata istri pertama Lukman yang kehilangan rahim. Misteri kian pelik dengan kondisi serupa pada ibu tiri Lukman. Di tengah duka dan rahasia medis, mampukah para wanita ini menemukan kebahagiaan serta cinta sejati mereka?
Sampul Novel Tergoda Gairah Ayah Tiri
8.9
Angel awalnya sangat menyayangi ayah tirinya yang tampan layaknya orang tua kandung. Namun, kasih sayang itu perlahan berubah menjadi benih cinta yang terlarang. Keadaan memuncak saat sang ayah tiri menyatakan perasaan dalam kondisi mabuk hingga keduanya melewati batas. Di tengah kemelut batin tersebut, sang ibu mengungkap rahasia kelam yang menghancurkan hati Angel: pria itu adalah dalang di balik kematian ayah kandungnya. Kini Angel terjebak dalam dilema antara gairah dan dendam.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan