
Cinta dan Dendam Andara
Bab 3
Andara menggeleng, lalu menatap aquarium sepanjang 2m itu, di dalamnya ada 3 jenis ikan koi jenis masked angelfish dan pappermint angelfish dan bladeffin basslet. Kalau di hitung secara kasar semuanya hampir menyentuh angka di 1M, gila..Andara menggeleng kasar, hobi horang kaya memang gila.
PRANK !!
Gawatt !!!!
Ternyata Andara menjatuhkan vas bunga manusia balok es.
Andara menatap vas bunga itu, vas itu pecah dan isinya berhamburan, lantai itu kotor dengan tanah yang berserakan dan bunga kaktus itu teronggok di lantai.
Dika menatap Andara, ia berjongkok dan memegang bahu Andara. Dika menenangkannya.
" Sebaiknya segera di bersihkan, sebelum pak Adam kembali ".
Andara mengangguk.
" Aku akan menyapu ini semua, sebaiknya kamu cari ember bekas gih sana, kalau ga salah aku lihat di gudang ada ember bekas, dipojok sebelah kanan, kamu cari aja disana ".
" Makasih ya, Dik "
Andara berdiri, beranjak pergi ke gudang
Dika sudah selesai menyapu, aku berjongkok mengumpulkan tanah dan memasukkannya ke dalam ember, Dika menanam kembali bonsai itu kedalam ember, lalu menaruhnya dipojok ruangan.
Dika mengajak Andara keluar dan membawa vas itu di kantong kresek.
" Dik, aku akan kembali ke ruangan pak Adam, aku akan menunggunya, dan mengatakan yg sejujurnya ". Kata Andara pada Dika.
Dika setuju.
Andara berdiri di luar ruangan manusia balok es, menunggunya dengan gelisah.
Satu jam sudah Andara menunggunya, manusia balok es belum juga kembali. Lelah sudah mendera Andara, tapi Andara pantang menyerah, kesalahan yang Andara perbuat harus Andara pertanggung jawabkan , apapun hasilnya.
Andara berjongkok sambil melipat tangannya diatas lutut.
Tak !! Tak!! Tak!!
Suara sepatu pantoepel nyaring terdengar di lorong yang sunyi. Andara buru buru bangkit berdiri.
Manusia balok es menatap Andara dingin, melihat Andara yang berdiri di depan ruangannya.
" Apa yang kamu lakukan disini ".
Manusia balok es melirik jam mahalnya.
Sekarang sudah jam 7 malam, anak anak OB yang lain sudah pulang dan Bahkan para staff juga sudah pulang sejak sore tadi
Andara belum pulang karena harus menunggu manusia balok es.
" Aku nungguin bapak "
" Nunggu saya ? Ada apa ? "
" Oh..apa kamu mau minta maaf, karena ga mampu bersihin aquarium kan ?". manusia es balok tersenyum sinis.
Andara mengangguk lalu menggeleng.
Dahi manusia balok es mengkerut.
" katakan dengan jelas ".
" Saya tidak suka yang bertele tele ".
Manusia balok es, melangkah masuk ke ruanganya yang di ikuti pak Teo sang asisten.
Andara juga ikut masuk, Manusia balok es duduk santai di sofa , manusia balok es melepas jas nya dan melemparnya kesembarang arah, sambil mengendorkan ikatan dasinya, dan membuka tiga buah kancing kemeja putihnya hingga dadanya yang berbulu terlihat. Andara merinding melihat bulu lebat di dadanya, hingga tanpa sadar bergidik geli.
" Cepat katakan , aku tidak punya banyak waktu untuk mendengarkan omong kosong, " katanya dingin.
" Saya minta maaf pak..."
" Akhirnya kamu mengakui kesalahanmu juga.." manusia balok es tersenyum mengejek.
" Saya tidak mengakui kesalahan saya yang itu, tapi saya mengakui kesalahan saya yang baru ".
" Maksudmu ??"
" Saya baru saja memecahkan vas bunga bonsai bapak yang ada di atas meja itu.."
aku menunjuk ke arah meja.
BRAKK!!
Manusia balok es tiba tiba menggebrak meja di depannya. Pak Teo yang sedang memegang ponselnya pun terlonjak kaget dan ponselnya terjatuh, untung di bawahnya ada karpet tebal, kalau tidak tuh ponsel udah berantakan ga karu karuan.
Gila nih boss, marah kagak pake aba aba dulu, untung hp gua aman.
Andara pun terlonjak kaget.
" Sekarang mana bonsainya?? "
Andara menunjuk ke pojok ruangan, pak Adam dan pak Teo mengikuti arah telunjuk Andara.
" Kamu tau berapa harga vas dan bunga itu?? "
Andara menggeleng
" 35 juta "
Andara melongo mulutnya membentuk huruf O.
" Aku akan menggantinya "
" Kamu akan menggantinya?? Dengan apa?? tubuh mu?? ".
Andara marah, " serendah itu kah Aku dimatanya ".
" Aku akan menggantinya dengan uang gajiku, aku akan mencicilnya ", kataku enteng
" Dengan gaji mu..?!" ha ha ha..manusia balok es tertawa.
Pak Teo terkejut dan terkaget kaget melihat dan mendengar manusia balok es tertawa.
Sumpah gila, bos bisa tertawa lepas gitu. seumur umur ngikut kerja sama bos baru kali ini liat bos ketawa, padahal biasanya mah boro boro ketawa senyum aja kagak pernah.
Manusia balok es, terlihat sedang berfikir, lalu ia tersenyum licik.
" Aku tidak akan memintamu membayarnya, tapi..aku justru akan membayarmu."
Manusia balok es menatapku intens dari bawah lalu naik ke atas, lalu menatapku tajam.
" Bagaimana?? ".
" Bisa di jelaskan ? ", tanyaku.
" Aku memintamu bekerja di rumahku, ohh salah, maksudku apartemenku, kamu cukup membersihkan apartemenku dan memasak untuk ku, dan aku akan membayarmu sesuai dengan gaji yang kamu terima di sini, tapi kontrak itu selama 5 tahun bagaimana? ".
Andara diam, nampak sedang berfikir..
" Kamu tidak perlu berhenti dari sini, kamu cukup datang ke apartemenku setelah kamu selesai dari sini, hanya sampai jam 11 malam saja "
" Tapi..kenapa harus 5 tahun ? "
" Kenapa, keberatan? ",
" Tidak..tidak..tidak keberatan ", aku buru buru menjelaskan, bisa berabe kalau dia marah lagi.
" Bagus..! "
" Buatkan kontrak kerjanya, biar besok sudah bisa di tandatangani ",
" Keluar ! ", perintah nya.
manusia balok es mengusir Andara, dan
Andara keluar dengan senang hati,
" siapa juga yang mau betah berlama lama dengan balok es. dingin tau, bisa beku aku ", Batin Andara.
* * *
" Pesan penerbangan ke surabaya sekarang" ,
" Sekarang....?? "
" Apa perlu ku ulangi ? " dingin Adam.
" Ok.. sekarang ", kata Teo.
Saat Teo sedang mengutak atik hape nya, untuk menjadwalkan keberangkatan bos nya,
" Ganti, ke singapoer, Sonya pindah lokasi ke singapoer ".
Teo menghela nafas kasar.
" Bos, jam segini tuh ga ada penerbangan, adanya 2 jam lagi ".
" Ok..jadwalkan "
Lalu Adam berdiri dan pergi..
* * *
Penerbangan Jakarta - Singapoer sekitar 1 jam 50 menit, pesawat landing..
Adam di jemput, dan pergi ke hotel.
Sebelum menemui Sonya, Adam memutuskan untuk istirahat sejenak, agar tidak mengalimi jetlag..
Adam, bersiap memberikan kejutan untuk Sonya. Adam berdandan sangat rapi, hari ini Adam akan melamar Sonya, sesuai dengan janji Adam pada Sonya satu tahun lalu.
Adam sudah memesan tempat dan meminta pihak restoran untuk menatanya.
Adam pergi ke hotel tempat menginap Sonya, dengan hati yang berbunga-bunga Adam pergi menemui pujaan hatinya.
Adam mampir ke tempat penjual bunga ia membeli buket bunga lily, bunga kesukaan Sonya.
Mobil melaju membelah jalanan kota Singapoer, dua puluh menit kemudian, mobil tiba di depan hotel, seorang belboy, membantu Adam membukakan pintu, dan Adam keluar.
Adam masuk ke hotel, dengan mantap pergi menuju kamar Sonya.
Tap ! Tap ! Tap !
Sepatu patoepel Adam terdengar mantap, seperti hati Adam yang sudah mantap menentukan pilihan hatinya
Sonya, adalah seorang gadis cantik dan sexy, memiliki karier sebagai model.
Sudah sejak lalu, Adam selalu meminta Sonya untuk mau dipersuntingnya, namun Sonya selalu menolaknya dengan alasan kariernya baru di mulai.
Setahun yang lalu, Sonya meminta Adam untuk melamarnya, hari ini genap satu tahun, sesuai dengan janjinya pada Sonya, Adam akan melamar Sonya.
Sonya yang sibuk dengan kariernya dan Adam sibuk dengan pekerjaannya, membuat hubungan keduanya sempat mengalami keretakan.
Namun bukan Sonya kalau tidak bisa merayu Adam untuk berbaikan. Akhirnya hubungan yang sempat retak kembali terjalin.
Adam sangat memanjakan Sonya, apapun yang Sonya minta, Adam akan mengabulkannya.
Transferan uang ratusan juta masuk mengalir ke pundi pundi rekening Sonya.
Hanya demi menunjang gaya hidup Sonya yang glamor, Adam menggelontorkan uang ratusan juta setiap minggunya ke rekening Adam.
Bukannya Adam tak mau memberi fasilitas kartu gold, namun Teo sang asisten melarangnya, nanti saja kalau sudah jadi nyonya Adam Adiwijaya, sekarang masih belum resmi, cukup dengan transfer aja kata Teo, kala itu.
Dengan menenteng bunga di tangan kirinya dan tangan kanannya di masukan ke saku celananya, Adam melangkah pasti menyusuri lorong kamar hotel.
Kamar 325, sebuah kamar suite room.
Adam mengetuk pintu. Tak ada pergerakan, setelah tiga kali mengetuk, pintu terbuka.
Seorang laki - laki muda yang lumayan tampan, ya hanya lumayan saja, yang tampan itu ya aku, narsis sih memang tapi itu kenyataan. Orang itu melongok melihat keluar. Ditatapnya Adam dengan kesal.
Adam merasa bingung, apa aku salah kamar ??
Laki - laki itu nampak lelah, keringat masih mengucur di badannya yang hanya berbalut handuk putih. Seperti baru ber olahraga malam.
Adam, mengernyitkan dahinya, menatap laki-laki itu, apa ia salah kamar ?.
* * *
Anda Mungkin Juga Suka





