
Cerita Dewasa Penuh Gairah
Bab 2
"Ko Bapak keliatannya kaget banget sih ? ". ucap Celine yang masih menertawakan ku .
" Ya abisnya , tumben banget pertanyaan kamu tuh aneh gitu ".
" Ngga apa apa kan Pak kalau aku pengen tau, penasaran aja gitu ".
" Jadi beneran nih kamu pengen tau ? ".
Celine menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya . Dari raut wajahnya memang terlihat jelas kalau dia memang benar benar ingin tahu .
" Memangnya kalau saya ceritakan , kamu bakalan ngerti ? kayak yang udah berpengalaman aja kamu ini ".
" Kalau pengalaman sih belum Pak , tapi kalau referensi kayaknya udah cukup banyak ". jawab Celine lagi lagi dengan tawa kecilnya .
" Lah, dari mana kamu dapat referensi yang begituan ? atau jangan jangan kamu pernah coba ya ? ".
" Ya ampun Pak, situs bokep kan sekarang bisa di akses dimana mana . Masa gitu aja aku ngga bisa cari sih Pak ".
Mungkin karena selama ini Celine merasa begitu dekat dengan ku , sampai dia berani membahas sesuatu yang sebenarnya begitu intim bagi kami. Tapi jujur saja , semua pertanyaan dan penyataan ngawur nya itu benar benar membangkitkan birahi ku yang setelah sekian lama tak pernah terpancing sampai sejauh ini .
"Hmmm ketauan nih sekarang . Jadi kamu tuh seneng ya nonton nonton yang begituan ? ".
"Ngga apa apa dong Pak, kan udah 21 plus ".
" Iya juga sih ngga apa apa , saya kaget aja dengernya.. kirain kamu ngga suka yang begituan ".
" Suka dong Pak , saya kan masih normal ".
"Kalau aja kamu cerita dari dulu kan kita bisa sharing . Jadi saya ngga akan terlalu kesepian ".
"Hmmm kalau sharing sama saya , nanti yang ada Bapak yang kepancing . Gimana? ".
" Ya ngga apa apa , asal kamu mau tanggung jawab aja ".
" Diih.. biasanya kan yang minta tanggung jawab itu perempuan . Loh kok ini malah lakinya yang minta tanggung jawab ? ".
" Minta tanggung jawabnya kan karena kepancing sama kamu . Kalau kamu bisa pancing saya , yaa kamu harus tanggung jawab buat tuntasin semuanya . Karena kalau ngga tuntas kan bisa bahaya ".
" Oh ya ? bahaya gimana ? ".
" Bisa penat loh seharian . Masa ngga tau ? kamu juga mungkin udah pernah ngerasain ".
" Ngerasain apaan Pak ? ".
" Ngerasain gimana rasanya kalau sange tak tersalurkan ".
" Haha kok Bapak jadi ikut ikutan nakal sih Pak ? ".
" Kan kamu yang pancing . Makanya sekarang saya mau minta kamu tanggung jawab . Gimana dong ? ".
" Saya ngga ikut ikutan ya Pak . Jadi saya ngga perlu tanggung jawab ".
" Nah kalau gini caranya berarti kamu curang ".
Percakapan kami malam itu tak berhenti sampai di sana . Sampai di rumah , semua perkataan yang keluar dari bibir Celine seolah menghantui pikiranku . Rasanya ingin sekali aku ingin segera bertemu dengannya kembali .
Hingga esok hari , ku putuskan untuk mengutarakan apa yang sedang ku rasakan .
Hari ini hari minggu , aku mencoba untuk menghubunginya dan memintanya untuk bertemu . Beruntung Celine tidak menolak ku . Ia menerima ajakanku hingga kami berdua sepakat untuk bertemu .
Jam 10.45 , aku sampai di depan kost an nya . Tidak lama setelah ku hubungi, ia masuk ke dalam mobilku dan kita berdua pergi ke suatu tempat .
Suatu tempat yang berada cukup jauh dari orang orang yang bisa mengenali kami
.Sebelum kami berdua sepakat untuk bertemu, Celine yang lebih dulu menghubungi ku. Dia meminta bantuan padaku ,kedua orang tuanya di kampung sedang terlilit hutang . Tidak sedikit , Celine meminta ku untuk memberikan pinjaman sebesar 100 juta .
Bukan hal yang sulit untuk ku memberikannya uang sebanyak itu . Tapi aku tidak ingin pemberian ku ini hanya berujung sia sia . Tentu aku ingin memintanya menukar dengan apa yang ku inginkan . Maka dari itu ,pertemuan kami kali ini bukan lain untuk memenuhi kesepakatan itu .
"Bagaimana ? kamu bersedia untuk.. ".
Celine mengangguk sambil tersenyum padaku . Sepertinya dia melakukan semua ini karena keinginannya sendiri .Dari raut wajahnya, aku sama sekali tidak melihat sedikitpun keterpaksaan . Bahkan selama perjalanan , beberapa kali ia mencoba untuk menggoda ku . Dia terlihat sangat liar , seperti seorang wanita yang haus akan kenikmatan .
Hal itu tentu membuatku sangat terangsang . Apalagi ketika ia mulai meraba daerah sensitif ku . Ia menyentuhnya dengan penuh kelembutan . Tentu saja aku begitu terangsang , birahi ku seketika memuncak.
" Jangan dulu dong Celine.. ini kan masih di jalan ". ucapku seraya mengubah posisi duduk ku .
" Kenapa Pak ? ".
" Ini.. jangan dulu sekarang dong . Tunggu sampai kita sampai di villa dulu . Ini kan masih di jalan . Saya harus konsentrasi nyetirnya ".
" Iya iya..tapi saya juga yakin . Sepertinya Bapak juga udah ngga tahan kan ? ".
" Iyaaa , tapi kan saya masih nyetir ".
Kali ini konsentrasi ku benar benar hilang . Bagaimana tidak ? kedua tangan Celine sudah berhasil membuka resleting celanaku . Kini, batang penis ku yang menonjol sudah terpampang dengan jelas .
" Ngaceng banget sih Pak ".
"Gimana ngga ngaceng , dari tadi kamu elus terus ". ucapku yang sudah mulai terbata bata .
" Tapi enak kan Pak ? ".
" Baru kamu elus aja tuh udah enak banget loh Celine, apalagi kalau kamu... "
"Apa Pak ? kayaknya kalau saya sepong makin enak ya Pak ".
" Kamu tuh ya bikin saya makin ngaceng aja nih ".
" Ya udah cepetan dong Pak nyetirnya . Katanya udah ngga sabar ".
" Iya iya.. tunggu dulu dong . Ini juga udah coba lebih cepat . Udah dulu dong elus elusnya , biar saya bisa lebih konsen nyetirnya ".
" Iya iya , lagian nantangin banget nih Pak kontolnya ".
Semakin nakal apa yang di ucapkan oleh Celine , semakin membuatku terangsang .Apalagi ketika jari tangannya lebih lincah memainkan batang penisku . Rasanya enak sekali , sudah sangat lama aku tidak merasakan kenikmatan seperti ini . Dan ini yang selama ini ku tunggu tunggu .
Akhirnya , sampai juga di villa . Aku segera turun dari mobilku , ku ajak Celine masuk ke dalam untuk segera meluapkan nafsuku .
"Ayo cepat Celine , saya sudah tak tahan... ".
Sambil turun dari mobil, Celine tersenyum manja padaku . Ia berjalan meliuk seraya terus menggodaku . Aahhh aku sudah benar benar tak tahan lagi .
*****
Bersambung..
Lanjut Part 3
Anda Mungkin Juga Suka





