
Cerita Dewasa Penuh Gairah
Bab 3
Sesampainya di kamar, langsung saja Celine menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur . Dan aku yang masih merasa heran dengan semua tingkah lakunya hanya bisa memandanginya dengan pikiran pikiran nakal ku .
Apalagi ketika Celine mulai membuka jaket yang sejak tadi ia pakai , terpampang jelas dua buah dadanya yang besar , padat dan berisi . Rasanya ingin sekali aku segera meraba dan meremasnya . Tapi aku harus tetap terlihat elegan di hadapannya . Ku biarkan ia bermain di atas tempat tidur itu . Padahal sejujurnya, batang penisku sudah tak tahan lagi untuk segera menerobos lubang kenikmatan miliknya itu .
"Tunggu saja Celine , sebentar lagi aku akan segera meraih semuanya . Akan ku jelajahi semua bagian tubuhmu , dari ujung rambut hingga ujung kakimu . Saat ini kamu akan menjadi milikku sepenuhnya . Uang sebanyak 100 juta rupiah pun tidak akan ada artinya dibanding kenikmatan yang akan ku dapatkan dari mu . Tunggu saja , mungkin sekarang kamu bisa melakukan banyak hal untuk menantang ku, tapi sebentar lagi kamu akan mendesah dan mengerang merasakan semua kenikmatan yang akan ku berikan padamu ". ucap dalam hati ku .
" Tunggu apa lagi Pak ? sini.. bukannya tadi Bapak bilang sudah ngga sabar ? ko sekarang malah diem aja sih ? ayo dong Pak, sini.. ". sahut Celine seraya meremas kedua buah dadanya dengan raut wajah yang sangat menggoda .
" Rupanya kamu ini benar benar nantangin saya ? ".
"Lalu apa yang Bapak tunggu ? bukankah kita datang ke sini untuk bersenang senang ? ayo sini dong Pak..Bapak ngga mau mainin toket aku ? atau Bapak mau aku buka dulu semuanya ? ".
Jujur saja aku masih merasa heran . Apa yang sebenarnya terjadi pada Celine ? kenapa dia berubah menjadi liar seperti ini ? Celine terlihat begitu terlatih ,dia terlihat seperti perempuan panggilan yang sudah terbiasa melakukan hal hal seperti ini . Padahal sebelumnya aku sangat tidak menyukai perempuan seperti itu . Tapi untuk kali ini, bagaimana bisa aku menolak godaan Celine . Batang penisku saja sudah berdiri sejak tadi . Bahkan sejak kami masih berada di perjalanan menuju villa ini.
Sekarang mungkin sudah tiba saatnya . Ku hampiri Celine yang sudah dalam keadaan setengah telanjang itu. Meski masih ada perasaan ragu, aku mulai mencium bibirnya. Tapi dia menolaknya, dia mengarahkan ku pada buah dadanya . Entah kenapa , tapi biarlah aku sama sekali tidak ingin mempedulikannya . Yang penting untuk saat ini adalah aku ingin bersenang senang dengan tubuhnya yang seksi ini.
Sesuai dengan keinginannya , mulai ku raba seluruh permukaan buah dadanya . Kulitnya terasa sangat lembut namun padat dan berisi. Tubuhnya menggeliat ketika aku mulai menjilat puting susunya . Sesekali ku berikan gigitan kecil hingga ku dengar ia sedikit mendesah . Lalu ia mulai membuka kedua kakinya . Meski masih terhalang oleh celana dalam yang ia kenakan, tapi rasa hangatnya sudah mulai bisa ku rasakan . Bahkan aku sudah bisa merasakan memeknya yang tembem .
" Masa baru segitu aja udah mengerang sih , bukannya tadi itu kamu nantangin saya ? ". ucapku ketika aku mulai mendengar desahannya yang cukup keras.
" Sshhhhh aahhhhhh cepat Pak , saya sudah tidak tahan lagi ".
Mendengar hal itu , aku merasa semakin tertantang untuk melakukan hal hal yang bisa membuat Celine terus mengerang di setiap kenikmatan yang ku berikan . Sengaja ku tekan tubuhku , hingga batang kontolku menekan bagian memeknya yang tembem itu . Hhhhhhh rasanya sungguh nikmat sekali . Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika batang kontol ku bisa benar benar masuk ke dalamnya . Apalagi sejauh yang ku tahu , bahwa Celine adalah seorang perawan .
"Sshhhh aahhhh ". hanya suara itu yang bisa ku dengar .
Sambil terus menikmati semua sentuhan dari ku, jemari tangan Celine mulai menurunkan celana dalamnya . Lalu ia meremas buah zakarku , ia juga mulai mengelus ujung kontolku . Aahhhhh enaaak sekali .
" Mainkan kontol ku sayaang ". ucapku seraya mengarahkan tangannya tepat pada bagian yang ku inginkan . Saat ini dia sudah mulai lihai memainkan batang kontolku .
" Kekar sekali Pak kontolnya , ukurannya juga sangat besar. Uuhhhhhh ssshhhh ahhhh ".ucapnya.
" Terus mainin sayang , kamu suka kan ?".
Namun kali ini giliranku , ku arahkan jemari tanganku pada memeknya yang menggunung itu . Tanpa jembut rasanya membuatku lebih leluasa untuk memainkannya . Tanpa menunggu waktu lama pun aku sudah mulai meraih belahannya . Cukup ku tekan jariku perlahan , aku sudah mencapai letak klitorisnya . Kumainkan perlahan dengan memutar ujung jariku di sana . Lagi lagi tubuhnya menggeliat, ku lihat dia juga menggigit bibir bawahnya . Matanya terpejam seolah menahan rasa nikmat yang saat ini tengah menyelimutinya.
Beberapa saat ku mainkan, memeknya sudah terasa basah , begitu licin dan tentunya membuatku semakin terangsang .
Namun, ketika aku mulai menjamah bagian lubangnya.. rasanya Celine bukan lagi seorang perawan , meski tak se sempit yang ku harapkan sebelumnya , hal itu tak membuat nafsuku berkurang sedikitpun . Birahi ku semakin meronta meski memang benar Celine bukanlah seorang perawan .
Bosan dengan kedua buah dadanya, ku turunkan tubuhku dan ku ciumi bagian selangkangannya yang begitu harum. Bau yang khas yang baru saja ku temui , penasaran dengan rasanya langsung saja ku julurkan lidah ku di antara belahan itu. Ssrllllppp...perlahan demi perlahan , ku jilati setiap bagian dari belahannya itu . Sesekali ku hisap klitorisnya hingga Celine mengerang dengan sangat kerasnya .
"Ahhhhh Pak, jangaaaan.. aaahhhhh ssshhhh aaahhhh pleaaaseee jangan seperti itu ahhhhh sssshhhh geeelliii aahhhh enaaaak Paaak ". teriak Celine sambil menjambak rambutku .
Mendengar hal itu ,tentu aku tidak akan menghentikannya . Ku jilati seluruh bagian itu dengan lebih liar lagi, hingga Celine terus menggeliat dan mengerang lebih keras lagi .
" Sudah Pak... aahhhhhhshhh aku sudah tidak tahan lagi.. ayo cepat masukkan Paakk.. ayo cepat sayaang aaahhhh ". ucapnya yang kini benar benar membuatku ingin segera memasukinya .
Baiklah kalau begitu , akan segera ku selesaikan semuanya . Ku angkat tubuhku lalu ku arahkan batang penisku pada lubang kenikmatan itu. Ku tekan perlahan hingga seluruh bagian kontolku masuk ke dalamnya .
Rasanya begitu hangat dan juga sempit , benar benar nikmat sekali . Namun anehnya , Celine sama sekali tidak merasa kesakitan . Ia justru terlihat sangat menikmatinya. Bahkan ketika aku mulai memompanya ,pinggulnya ikut bergoyang seirama dengan gerakanku . Sungguh rasanya benar benar nikmat sekali .
Sambil terus memompanya , ku remas kedua buah dadanya , ku percepat gerakanku dan aaaahhhhhhhh batang kontolku berkedut nikmat sekali . Beberapa kali cairan sperma menyembur di dalam lubang kenikmatan itu .
"Enak sekali Pak.. ". ucap Celine dengan nafas yang berat.
Aku hanya bisa tersenyum melihatnya . Tak pernah ku sangka bahwa aku bisa menikmati tubuh yang selama ini hanya bisa ku pandangi secara diam diam.
" Ada satu hal yang ingin saya tanyakan , Celine".
"Katakan saja ". jawabnya.
" Apa kamu mau melakukannya setiap kali saya menginginkannya ? saya akan memberikan berapapun yang kamu mau ".
*****
Bersambung..
Lanjut Part akhir..
Anda Mungkin Juga Suka





