Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CEO LEBAY

CEO LEBAY

Richard tewas setelah gagal bersaing memperebutkan Claudia. Di akhirat, ia memprotes ketidakadilan nasibnya hingga Tuhan memberinya kesempatan hidup kedua. Berkat doa tulus seorang gadis, Richard bangkit dengan memori masa lalu yang luar biasa. Kini ia menguasai berbagai bahasa dan seni, serta tahu letak harta karun tersembunyi. Sambil mengejar Claudia dengan kekayaan barunya, Richard mulai ragu apakah obsesinya itu benar atau ada cinta lain yang lebih tulus.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku melihat pada seorang mahasiswa yang sedang memainkan gitar. Pernah, dulu aku ingin memainkan gitar, aku membeli gitar, mencari guru dan setelah sebulan berlatih, aku berhasil mempelajarinya.

Mempelajari jika aku tidak berbakat bermain gitar.

Begitu juga saat aku berlatih menyanyi. Cuma sebulan dan aku tidak berbakat. Begitu juga olah raga, bela diri dan memasak. Semuanya cuma beberapa minggu hingga sebulan paling lama. Aku tidak berbakat.

Aku juga tidak pintar.

Jika ada istilah Jack of all trade, king of none, yang artinya ‘bisa melakukan semuanya, tapi tidak ada yang ahli’. Aku adalah none of all trade, alias tidak bisa melakukan apa pun juga.

Dan wajahku serta tubuhku...?

Biarkan aku berpikir. Aku sadar jika para pembaca—terutama para wanita—cenderung menyukai kisah di mana para tokoh prianya yang berwajah ganteng, bertubuh atletis, charming, kaya dan berbakat pada banyak hal. Aku jelas sudah mengatakan jika aku miskin dan tidak berbakat. Jika aku mengatakan diriku jelek, penuh jerawat dan buncit. Mungkin para pembaca akan melempar buku ini, menutup atau membakarnya.

Dan memaki penulisnya.

Jadi biarkan aku menyimpan wajah ku yang sebenarnya dan mulai saat ini anggaplah wajah ku tampan, tubuhku atletis, punya senyum yang dapat mempesona wanita mana pun. Bayangkan Tom Cruise atau salah seorang model pria tertampan yang engkau tahu. Tambahkan sebuah kebaikan hati laksana malaikat, maka itu adalah diriku.

Bukankah semua ciptaan Tuhan itu indah adanya. Janganlah menjadi seseorang yang menilai segala sesuatu dari tampak luar saja. Jika kalian menilai, aku ini tampan dan baik hati. Maaf, tapi ini demi kelangsungan hidup cerita ini.

Melanjutkan perjalanan yang membosankan ini, rencanaku hari ini adalah bolos dari beberapa mata pelajaran kuliah dan nongkrong di warnet. Hal ini gagal karena listrik padam, membuatku terpaksa mengikuti pelajaran kuliah yang membosankan. Aku memasuki ruangan kelas dan karena masih semester satu, aku tidak banyak mengenal orang-orang di dalamnya.

Aku mengambil kursi di bagian belakang dan duduk untuk memusatkan segala kemampuanku untuk mengikuti pelajaran. Aku adalah mahasiswa, tugasku adalah belajar dan orang tuaku membiayaiku untuk itu. Aku tidak akan mempermalukan orang tuaku, bangsa dan negaraku. Aku menatap ke arah papan tulis. Aku yakin, saat manusia memusatkan pikirannya dengan sepenuh hati, pikiran itu bahkan dapat menembus benda terkeras sekali pun.

...

Empat jam kemudian.

Aku terbangun di atas meja kuliah dan melihat seluruh ruangan sudah gelap. Tidak ada seorang pun di dalamnya. Aku melihat jam dinding di depan ruangan yang bersinar dalam gelap dan mendapati pelajaran sudah selesai dua jam yang lalu. Aku bahkan tidak ingat melihat dosennya masuk. Aku menghapus bekas air liur dari sudut bibirku dan bangun.

“Hoaammmm....” Kedua tangan terentang ke atas. Tubuhku terasa nyaman dan segar. Tidur di tempat kuliah memang menyenangkan. Kemarin malam, aku bermain game hingga subuh. Pantas saja mataku mengantuk.

Aku mengambil tas ranselku dan berjalan keluar dari universitas. Langit sudah gelap saat aku keluar, lampu-lampu jalanan sudah menyala. Aku melihat di depan universitas dan tampak penuh keramaian orang. Sekali melihat, aku tahu apa yang sedang terjadi.

Balapan mobil. Hobi orang kaya, karena orang miskin tidak punya mobil. Kakiku melangkah ke depan gerbang dan berjongkok bersama banyak orang yang sedang asyik menunggu mobil balapan untuk kembali. Seperti biasanya, selalu dua buah mobil dipacu untuk mengelilingi universitas yang sangat luas ini. Aku menguap sekali dan melihat sekelililing. Aku tidak tahu apa yang sedang kulakukan, berbaur dengan orang-orang ini. Aku berdiri, hendak menyeberangi jalanan untuk menuju ke warnet dan bermain game online.

“Hei teman, mobilnya akan segera lewat,” sahut seorang pria menarik tanganku dan menghentikanku untuk menyeberang. Aku melihat ke arahnya dan mundur kembali.

“Aku tidak melihat lampu mobil mereka,” protesku.

“Mobil mereka melaju sangat kencang, sebaiknya kamu menunggu sampai mereka lewat.”

Aku mendesah protes, tapi juga melakukannya. Aku menunggu. Tak lama berselang, dua buah mobil berdampingan melaju dengan cepat melewatiku. Suara anginnya terdengar sangat keras. Kakiku melangkah dan menyeberang jalanan sambil melihat lampu belakang kedua mobil tersebut, tampaknya mereka melaju bersamaan. Sulit menentukan siapa yang menang.

“Awaaasssss!!!!!”

Telingaku menangkap suara jeritan peringatan. Saat itu juga badan ku terasa dihajar oleh sebuah benda keras berkecepatan tinggi. Kejadiannya sangat cepat. Jika diurutkan perlahan-lahan, pertama-tama, aku merasa bagian pinggang ke bawahku dihajar dengan cepat. Kepala dan bahuku kemudian menghantam sebuah benda yang mengeluarkan suara pecah, seperti kaca.

Kemudian terdengar suara decit rem mobil yang begitu tinggi, mungkin lebih tepatnya suara ban mobil yang terpaku tidak berputar dan terseret berjalan pada aspal jalanan. Aku merasakan tubuhku masih menempel pada mobil saat benda itu mendadak bergerak liar dan menabrak sebuah tembok sehingga menjepit ku.

Aku mengetahui itu tembok karena tubuh bagian belakangku menghantam pada sebuah benda keras dan kepalaku terayun ke belakang. Ikut menghajar tembok. Aku merasa bagian bawah tubuhku remuk.

***

Orang-orang di sekitar gerbang universitas segera berlari mendekati sebuah mobil yang baru saja menabrak dinding tembok. Seorang pria terlihat terjepit di antara bagian depan mobil yang sudah ringsek dan bagian tembok yang sudah terlihat retak.

Pria yang terjepit di antara kedua benda itu berlumuran darah dan badan bagian atasnya sudah mengarah ke sisi yang tidak sewajarnya dari bagian bawah tubuhnya.

“Apakah dia sudah mati?” tanya sebuah suara dari orang-orang yang mengerumuninya.

“Tidak mungkin dia bisa selamat dalam keadaan separah ini,” kata orang yang lain.

“Tewas seketika,” kata yang lainnya.

Seorang pengemudi mobil langsung keluar dengan kepalanya yang berdarah dan berkata, “Aku tidak tahu. Dia mendadak keluar dari jalan. Bukan salah ku.”

***

Aku terbangun dan mendapati diriku sedang berada di atas kasur di dalam sebuah kamar. Aku melihat sekeliling dan menyadarinya sebagai kamar kostku yang berantakan dan berserakan sampah, rencananya ingin kubuang tapi kelupaan terus menerus.

“Mimpi buruk,” kataku kembali tidur. “Benar-benar mimpi buruk.”

“Tok, tok, tok...,” terdengar suara pintu kamar kost ku diketuk.

Alis ku segera tertarik ke atas. Aku tinggal di dalam sebuah gedung bertingkat dua dan setiap tingkatnya berisi 10 buah kamar sewaan berukuran 4 x 4 meter dengan sebuah kamar mandi di dalam kamar masing-masing. Sejak tiga bulan lalu aku tinggal di tempat ini, belum pernah ada sejarahnya orang mengetuk pintu kamar ku.

Pikiran ku segera membayangkan siapa yang mencari ku. Bibir ku tersungging sebuah senyuman, mungkin saja gadis cantik yang tinggal sekitar dua kamar dariku. Atau, seorang janda muda cantik yang tinggal empat kamar dariku. Lupakan penghuni pria lainnya.

“Aku datang,” teriakku dengan cepat, segera bangun dan masuk ke kamar mandi untuk merapikan rambut ku, mencuci muka dan memamerkan senyum terbaik ku di depan cermin. Aku benar-benar penuh pesona.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Supir Biasa
8.5
Mengambil latar keindahan Pulau Dewata, kisah ini mengikuti perjalanan hidup seorang pria perantau yang mengadu nasib sebagai pengemudi. Di tengah hiruk pikuk Bali, ia berjuang menghadapi realita hidup yang penuh liku demi bertahan di tanah orang. Diangkat dari kisah nyata seorang kawan di perantauan, narasi ini menyuguhkan sisi lain kehidupan driver yang jarang diketahui, dibalut nuansa romansa modern yang menyentuh hati dan terasa sangat nyata.
Sampul Novel Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang
9.1
Kirana Ayu Wening, gadis asal Kerajaan Medang, mendadak terlempar melintasi waktu ke masa depan sejauh 1024 tahun. Ia muncul di tengah kota modern yang asing sebelum akhirnya bertemu Yodha, seorang pekerja yang baru saja patah hati. Dengan tulus, Yodha menolong Kirana beradaptasi di era yang jauh berbeda dari zamannya. Kini, mereka berdua harus menghadapi badai kesedihan, kebingungan, hingga kebahagiaan bersama dalam memulai lembaran hidup yang baru.
Sampul Novel Kelahiran Kembali
9.1
Nona keempat keluarga Lu selalu dianggap sampah karena lemah dan bodoh di antara saudara-saudaranya yang berbakat. Kematian tragisnya menjadi awal perubahan besar saat jiwa seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21 merasuki tubuhnya. Terjebak di zaman kuno yang penuh konflik kekaisaran, ia harus berjuang bertahan hidup dengan prinsip membunuh atau dibunuh. Di tengah intrik istana yang rumit dan berbahaya, dimulailah sebuah kisah romansa yang sangat unik.
Sampul Novel Pendekar Pedang Terhebat
9.1
Zero, bocah yatim piatu berusia sepuluh tahun, kerap dirundung karena ambisinya menjadi pendekar pedang hebat meski kemampuannya sangat buruk. Statusnya yang misterius di bawah asuhan Master Pedang juga memicu rasa iri kawan-kawannya. Namun, semangatnya terbakar hebat setelah mengetahui bahwa sang ayah ternyata adalah salah satu pendekar legendaris. Kini, Zero harus membuktikan kekuatannya melewati berbagai rintangan demi meraih gelar tertinggi tersebut.
Sampul Novel Pindahnya Jiwa Permaisuri Ke Tubuh Siluman Rubah
9.3
Saat nyawanya terancam, jiwa Permaisuri Chou Zui Ran berpindah secara misterius ke tubuh siluman rubah di masa depan. Di sana, ia bertemu Kim Daehyung, pemuda yang sangat mirip dengan suaminya dahulu. Berharap mendapatkan kasih sayang yang tak pernah ia rasakan, Zui Ran pun menjalin hubungan bahagia bersamanya. Namun, takdir kembali menarik jiwanya pulang ke raga manusia. Mampukah cinta mereka bertahan meski terpisah dimensi dan waktu yang berbeda?
Sampul Novel Saya Mengungkapkan Rahasia Mengerikan
8.4
Pasca misi rahasia negara, agen elit ini mendapati putrinya, Michelle, diculik di kampus. Padahal, Michelle baru saja diterima magang di PBB setelah berjuang setahun. Pelakunya adalah Lacey Palmer, yang mengklaim posisi itu miliknya karena kekuasaan ayahnya sebagai orang terkaya. Ironisnya, suami sang agen disebut sebagai ayah Lacey. Kebenaran pun mulai terkuak saat sang ibu menuntut penjelasan suaminya atas pengkhianatan dan identitas ganda yang selama ini tersembunyi.