Sampul Novel CEO LEBAY

CEO LEBAY

8.3 / 10.0
Dalam CEO LEBAY, Richard bangkit dari kematian dengan ingatan masa lalu untuk mengejar Claudia. Melalui genre fantasy dan modern novel ini, ia menggunakan bakat rahasia dan harta tersembunyi demi cinta. Simak petualangannya dalam web novel penuh intrik dan pembuktian diri ini.
Ringkasan CEO LEBAY
Richard tewas setelah gagal bersaing memperebutkan Claudia. Di akhirat, ia memprotes ketidakadilan nasibnya hingga Tuhan memberinya kesempatan hidup kedua. Berkat doa tulus seorang gadis, Richard bangkit dengan memori masa lalu yang luar biasa. Kini ia menguasai berbagai bahasa dan seni, serta tahu letak harta karun tersembunyi. Sambil mengejar Claudia dengan kekayaan barunya, Richard mulai ragu apakah obsesinya itu benar atau ada cinta lain yang lebih tulus.
Baca Selengkapnya

CEO LEBAY Bab 1

“Apa yang kuinginkan?”

Aku ingin... Dunia dilanda bencana besar. Bukan bencana alam maksudku. Aku tidak bisa menjadi pahlawan saat terjadi bencana alam. Aku ingin sebuah bencana seperti serangan asteroid, serangan makhluk luar angkasa atau monster raksasa yang menyerang bumi.

Kemudian, aku ingin menjadi pahlawannya. Seorang super-hero yang menyelamatkan bumi.

Aku berjalan memasuki sebuah warnet dan melewati kasirnya sambil berkata, “Paket lima jam.” Paket lima jam adalah paket khusus ‘penambah nafsu hidupku’ yang berharga jauh lebih murah daripada pemakaian per jam. Aku mendekati komputer bernomor 05 yang selalu kupakai saat berada di tempat ini dan menekan tombol untuk menyalakannya.

Hari gini masih nge-rental internet? Saat laptop berharga murah dan koneksi internet melalui wifi jauh lebih murah?

“Heeehh,” desahku dengan bibir tersungging sombong. Orang yang mengatakan itu berada di level yang berbeda denganku. Mereka masih cupu. Aku sendiri memiliki PC, laptop dan juga wifi. Tapi, aku selalu menyukai warnet. Ada sesuatu yang berbeda di sini. Seperti orang-orang yang lebih senang berkumpul untuk menonton pertandingan bola bersama teman-teman di kafe daripada menonton sendirian di rumah.

Mereka yang belum pernah memasuki warnet harusnya memasukinya setidaknya sekali seumur hidup. Aku menjamin mereka akan ketagihan seperti diriku. Tempat ini sangat menyenangkan. Komputer di hadapanku menyala dan aku segera menghubungkannya pada jaringan internet. Program penghitung waktu otomatis warnet ini menyala di sudut layar dan mulai menghitung waktu penggunaan.

Aku melirik pada sekeliling di mana gadis-gadis muda lewat depanku. Seorang berambut panjang dengan hidung mancung dan bibir merah muda terlihat sangat menarik hati. Langkah kakinya bak model, dari kampung yang sedang melakukan cat walk.

Bukan... bukan itu yang membuat warnet menyenangkan. Yang tadi hanyalah intermezzo, sebuah kesenangan seorang pria muda dengan tubuh yang sehat. Tanganku memegang mouse komputer dan mulai menggerakkannya. Kesenangan bermain di warnet adalah...

“BIPP.”

Layar komputer di depanku mendadak gelap total. Suara desah kesal para pemain terdengar sahut menyahut dari sekeliling penjuru warnet.

Mati listrik.

Wajahku berubah jelek dan segera beranjak dari kursi. Tempat ini tidak memiliki generator listrik. Dan..., lupakan mengenai kesenangan dalam bermain di warnet yang ingin kujelaskan. Aku sedang tidak mood untuk menceritakannya.

Aku keluar dari tempat itu dan melihat beberapa pria mulai menghidupkan sepeda motor mereka. Oh, aku tidak memiliki sepeda motor. Bukan berarti aku miskin dan tidak mampu membelinya, aku memiliki yang lebih baik daripada itu. Aku melihat pada mobil-mobil pribadi yang berjejer parkir di depan warnet. Mobil Land Cruise, mobil Mercedes, mobil biru yang tampak mahal dan tak kukenal mereknya dan mobil Harrier. Bibirku membentuk sebuah senyuman.

Bukan, bukan... jangan melihat ke arah sana. Bergeserlah sedikit. Aku tidak memiliki satu mobil, tapi ratusan.

Mataku bergerak menuju pada jalan besar di depan warnet. Sebuah mobil berwarna kuning dengan seorang supir di depannya berhenti dan menatap ke arahku.

Mobilku.

“Ikut dek?” tanya supir itu menatapku sambil mengembalikan uang pecahan pada penumpang yang baru turun.

Aku menggelengkan kepalaku, belum berencana untuk pulang. Mobil kuning dengan empat atau lima penumpang di dalamnya kembali bergerak menelusuri rute perjalanannya. Yah, itu mobilku. Di mana saja aku ingin mereka berhenti, mereka akan berhenti dan mengantarkanku.

Asalkan aku memiliki uang untuk membayarnya.

Bukankah memiliki mobil pribadi juga harus membayar uang bahan bakar penggeraknya? Begitu juga menaiki mobil angkutan kota. Lupakan tentang sepeda motor, mobil pribadi atau mobil angkot. Bukankah sejak lahir kita sudah memiliki kedua kaki yang mengantarkan kita untuk bergerak ke mana saja?

Aku suka berjalan.

Lima menit kemudian...

Aku berjalan dengan keringat yang bercucuran, panas terik matahari menyerangku tiada ampun, badanku terasa gerah dan debu jalanan terbang begitu tinggi. Pakaianku terasa basah. Orang-orang berkata jika polusi di kota semakin hari semakin buruk. Akan tetapi, tetap saja orang-orang dari desa, dari tempat yang berudara bersih malah sibuk pindah ke kota.

Sebuah perilaku yang para ahli psikologi katakan sebagai kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri atau perilaku bunuh diri. Kembali pada harapanku agar dunia menghadapi bencana. Aku ingin menjadi pahlawan di saat semua orang tidak lagi mampu mencegah bencana itu. Dunia di ujung kehancuran. Orang-orang akan mencariku sambil bersujud memohon-mohon. Semua orang di seluruh penjuru dunia, anak-anak, orang muda, orang tua, pria, wanita, mereka akan memanggil namaku beramai-ramai dan kemudian aku akan muncul untuk menyelamatkan mereka semua.

Setelah itu para gadis-gadis cantik dan seksi akan menyerahkan diri mereka padaku. Tunggu... ada yang salah di sini. Aku ada seorang pahlawan yang penuh kemurahan hati. Tidak perlu semua gadis-gadis untuk datang menyerahkan diri mereka padaku.

Cukup seorang saja.

Aku memasuki gedung universitas dan menatap seorang gadis yang sedang duduk bersama tiga orang pria dan dua orang wanita lainnya. Seorang gadis berambut panjang, memiliki wajah bagaikan bidadari, badan berlekuk seperti milik para model hollywood dan pakaian yang terlihat mewah. Aku yakin pakaiannya berasal dari merek-merek luar negeri. Sama seperti sepatunya yang kudengar harganya melebihi harga sepeda motor yang ingin kubeli, ... mungkin seimbang dengan harga mobil impianku.

Claudia..

Yah... jika aku menyelamatkan dunia, cukup dia seorang yang ku harapakan menyerahkan dirinya padaku. Dia boleh berlari kepadaku dan memelukku. Aku akan bermurah hati membiarkannya melakukan itu. Aku melirik ke arah Claudia dan kawan-kawannya.

Jika kalian ingin tahu kedua pria yang sering berada di dekatnya? Jake dan Agus, mereka adalah para penerus perusahaan besar. Berwajah tampan dan berbadan atletis. Mereka punya mobil, bukan cuma satu, tapi banyak dan bahkan memiliki rumah sendiri dengan tabungan yang tidak memiliki batas. Kudengar mereka seorang saja memiliki 30 asuransi yang melindungi mereka. Saat mereka lulus kuliah, sudah ada perusahaan yang siap menampung mereka.

Dunia tidak seindah apa yang kita pikirkan. Bukankah selalu begitu?

Dulu, saat aku masih kecil dan tidak mengetahui banyak hal alias bodoh, guruku mengajari saat manusia makan, maka makanan itu akan turun melewati kerongkongan. Dan saat manusia bernapas, udara akan memasuki tenggorokan. Padahal aku hanya memiliki satu leher. Guruku mengatakan ada sebuah katup yang dengan sendirinya membuka dan menutup agar makanan tidak memasuki saluran pernapasan.

Dulu, aku berpikir jika dapat membiarkan makanan memasuki saluran pernapasan, aku mungkin saja menjadi manusia super seperti superman. Tapi, kini aku sadar, jika itu terjadi, aku akan tersedak dan lebih parahnya, jika makanan memasuki paru-paru, aku akan mengalami infeksi paru-paru dan mati.

Dulu saat aku kecil, aku berpikir jika dunia masih punya banyak misteri. Tapi, ternyata dunia tidak memiliki misteri apa pun. Semuanya membosankan.

Hidup juga membosankan. Karena jalur pilihan di mana masa depanmu akan tertuju cuma sedikit. Pada saat kamu kaya, berbakat dan berwajah tampan, pilihannya mungkin ada dua, kaya dan kaya. Sulit menjadi miskin saat kamu sudah memiliki segala-galanya. Terutama saat kamu memiliki tabungan deposito dalam jumlah sangat besar dan bunga bulanannya sudah cukup membiayai kehidupanmu.

Saat kamu miskin, tidak berbakat dan berwajah jelek, pilihanmu juga dua, miskin atau sengsara. Orang tuaku bekerja sebagai seorang guru pegawai negeri di desa. Tentu saja gajinya sudah dapat dihitung.

Bakatku?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi CEO LEBAY

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bad Duda
9.2
Edeline dihantui trauma mendalam yang membuatnya takut bersentuhan dengan pria. Namun, takdir membawanya menjadi dokter magang di rumah sakit milik Elvis Dalton, seorang duda arogan yang dikenal kejam. Meski awalnya saling membenci, benih kebutuhan mulai tumbuh di antara mereka. Keduanya adalah jiwa yang terluka oleh masa lalu dan penyesalan. Akankah pertemuan ini menyatukan kepingan puzzle hidup mereka, ataukah semesta justru memisahkan dua insan yang penuh luka ini?
Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar
9.7
Pernikahan Aura dengan Gavin membawanya masuk ke lingkaran obsesi keluarga Mahendra. Atas desakan ekonomi, Gavin mengajak Aura tinggal di rumah sang kakak, Adrian Mahendra, seorang pengusaha dingin yang berkuasa. Tanpa diduga, Adrian menyimpan hasrat gelap terhadap istri adiknya tersebut. Dengan karisma dan kekuasaannya, Adrian memanipulasi keadaan hingga Aura terjepit antara kesetiaan pada suami dan godaan sang kakak ipar yang terus menjeratnya.
Sampul Novel Laksana Senja
7.9
Kehidupan Senja Mahesa yang semula tenang dengan hobi menonton drama Korea berubah drastis setelah ia pindah dari Bandung ke Tangerang. Menghabiskan masa SMA di lingkungan baru, Senja bertemu deretan pemuda tampan yang membawa berbagai peristiwa tak terduga. Rentetan kejadian ini bahkan memicu kekhawatiran mendalam pada ibunya, Utari. Bagaimana Senja menghadapi dinamika hidup yang penuh warna dan tantangan di kota barunya hingga kelulusan nanti?
Sampul Novel Pria Bajingan Itu Ayah Anakku
9.0
Hidup Ninda berubah total demi memenuhi wasiat Yani, sahabatnya, untuk membesarkan Leon yang baru berusia empat tahun. Sebagai selebgram, Ninda bekerja keras demi masa depan anak itu. Namun, ketenangannya terusik saat Fino Vasikal Gantara, pria berpengaruh yang juga ayah kandung Leon, muncul menuntut hak asuh. Meski diancam, Ninda teguh melindungi Leon sesuai janjinya. Kini, ia harus berhadapan dengan kekuatan Fino demi mempertahankan putra sahabatnya.
Sampul Novel Short Story
8.5
Menghadirkan antologi kisah romansa modern yang dikemas khusus untuk pembaca dewasa dengan kategori usia 21 tahun ke atas. Koleksi ini menyuguhkan berbagai narasi pendek yang mengeksplorasi kedalaman hubungan interpersonal dan dinamika asmara kontemporer. Setiap cerita di dalamnya dirancang untuk memberikan pengalaman membaca yang intens dan emosional, merangkum berbagai fragmen kehidupan cinta yang penuh warna dalam format cerita singkat yang memikat.
Sampul Novel Sister-in-law Charm
8.9
Pertemuan di bandara saat menjemput adik iparnya menjadi awal mula perasaan tak terduga bagi Kaliendra Walker. Ketertarikan yang muncul seketika itu berkembang menjadi obsesi yang sulit dibendung. Meski terhalang oleh status kekeluargaan yang rumit, Kaliendra tidak berniat mundur sedikit pun. Ia bertekad melakukan segala cara untuk menaklukkan hati gadis itu dan memilikinya seutuhnya, tanpa peduli pada norma yang ada di hadapannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan