Sampul Novel Bingkisan Daster Bekas Mertua

Bingkisan Daster Bekas Mertua

8.6 / 10.0
Bagaimana nasib sebuah pernikahan jika kendali keuangan sepenuhnya dipegang oleh ibu mertua? Konflik muncul saat sang suami dipaksa untuk selalu menuruti setiap keinginan ibunya tanpa pengecualian. Di tengah tekanan dominasi keluarga yang begitu kuat dan hilangnya kemandirian dalam rumah tangga, mampukah pasangan ini menemukan jalan menuju kebahagiaan? Kisah ini menyoroti perjuangan mempertahankan cinta di bawah bayang-bayang kendali mertua.

Bingkisan Daster Bekas Mertua Bab 1

Pakaian Bekas Ibu Masih Banyak. Buat Apa Beli Yang Baru?

"Mas, bagaimana kalau adek beli gamis baru untuk di pakai pas acara pernikahan Cindi Nanti?"

Aku mendekati mas galih yang sedang duduk santai di teras rumah dan mencoba merayunya.

"Lho baju lebaran mu kemarin kan masih bagus dek," mas galih mengernyitkan dahi.

Aku menghela nafas kecewa. ini pertanda buruk. Dari nada suaranya saja terdengar keberatan.

"Mas, baju lebaran saya kemarin sudah enggak muat lagi. Apalagi di bagian perut. Bisa sesak nafasku,"

Aku mengelus perut yang sudah membesar.

"Enggak gitu juga kali dek, Mas lihat baju kemarin itu masih cukup besar di badanmu,"

Lagi-lagi aku kecewa dengan jawabannya.

"Mas, Mas mau melihat ku sesak nafas di acara pernikahan Cindi?" Aku cemberut.

Acara resepsi pernikahan Cindi, adik Mas Galih akan di selenggarakan sepuluh hari lagi. Aku merasa perlu juga sesekali berdandan cantik. Sudah capek rasanya sehari-hari dengan gamis dan daster-daster bekas mertuaku. Daster warisan. Di antara daster-daster itu sudah banyak yang bolong-bolong akibat termakan usia.

Bukan tidak bersyukur, tapi sebagai istri yang sedang hamil anak pertama, aku kecewa. Ingin rasanya sesekali mencoba mencicipi daster baru, atau gamis baru. Apalagi di acara penting keluarga.

"Kalau begitu, ya sudahlah, Mas,"

Dengan gontai aku melangkah masuk. Sebulir tetesan kuning menetes dari sudut. Sebegitu susahkah untuk sekedar membeli selembar gamis?

"Dek," sebuah tangan menggenggam jemari ku dari belakang.

Aku menoleh,

"Ada apa lagi, Mas?"

"Adek marah?" Tanyanya.

Sepatutnya sebagai suami ia tidak perlu bertanya lagi.

"Tidak." Jawabku.

Dalam hati aku berkata memang benar aku tidak marah, tapi lebih tepatnya kesal. Kesal dengan sikapnya yang selalu saja tidak mengindahkanku.

"Dek, nanti aku bicarakan sama ibu. Adek yang sabar dulu ya,"

Aku menghela nafas. Selalu saja begitu, apa-apa selalu mau bilang sama ibu terlebih dahulu.

"Nggak usah, Mas." Jawabku.

Aku melangkah, namun lagi-lagi mas Galih menahanku.

"Ya udah jangan marah, Sayang. Mas akan usahakan," ujarnya cepat.

"Baiklah."

Aku menjawab tanpa memandang ke mukanya.

Terlihat Mas Galih menuju ke lantai atas, ingin menemui ibunya mungkin. Ya selama ini ibu mertuaku yang memegang seluruh kendali kebutuhan rumah. Mulai dari membeli kebutuhan dapur, listrik, air, hingga pakaian dalam, semuanya ibu mertuaku yang ngatur.

Sial memang hidupku, kurang dari sepuluh juta gaji Mas galih sebagai anggota pejabat di kantor perusahaan swasta, bagianku hanya lima ratus ribu sebulan. Selebihnya ibu mertuaku yang pegang. Dengan alasan untuk kebutuhan seisi rumah.

"Kiara, tolong rapikan meja makan ya! Sebentar lagi sudah waktunya kita makan malam," teriak ibu mertua dari pucuk tangga di lantai dua.

Tanpa menjawab aku melangkah ke dapur.

Ku pandang meja makan yang baru saja di utak-atik sama Angga, suami Mbak Megan kakak sulung Mas Galih yang juga tinggal di rumah ini.

Aku berusaha menahan kehidupan ini karena anak di perutku.

Untuk mengadu pada orang tua, aku tak mempunyai nyali yang cukup. Pernikahanku dan Mas Galih dulu memang menuai ketidaksetujuan Papa.

Namun karena cintaku sama Mas Galih, akhirnya pernikahan itu tetap terjadi juga.

Sekarang, untuk menyembunyikan nasibku yang apes, terpaksa aku pura-pura bahagia di depan kedua orang tuaku.

***

"Bu," seorang lelaki menghampiri seorang ibu yang berpakaian rapi yang sedang duduk di sofa.

"Ada apa Galih?" Tanggap wanita itu tanpa mengalihkan pandangannya dari layar pipih di tangan.

"Mmm, bisa Galih bicara sebentar?" tanya Galih.

"Ya,"

"Masih adakah sisa uang Galih di tangan Ibu?" Tanya Galih hati-hati.

"Kenapa bertanya soal uang, Nak?"

"Begini, Bu. Aku ingin membelikan Kiara pakaian untuk ia kenakan di acara resepsi pernikahan Cindi nanti," ujar Galih menjelaskan.

Bu Farah, ibunya Galih meletakkan ponselnya ke atas meja.

"Galih, pakaian ibu banyak, bagus-bagus lagi. Gamis ibu juga masih selemari penuh yang tidak terpakai. Semuanya pas di tubuh istrimu. Buat apa membeli yang baru kalau yang ada masih lebih dari cukup? Jangan ajari istrimu untuk berboros, Nak! Cari uang itu susah. Apa kau ingin istrimu hidup bergelimang kesenangan, sedangkan kau sendiri yang kesusahan mencari pendapatan"

Bersambung...

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bingkisan Daster Bekas Mertua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.7
Disiksa kejam oleh penculik demi melindungi sang ayah, seorang gadis meregang nyawa dalam kesendirian. Di momen terakhirnya, panggilan teleponnya justru ditolak dengan penuh kebencian oleh ayahnya yang sedang merayakan ulang tahun putri adopsinya. Sang ayah mengutuk kelahirannya yang merenggut nyawa ibunya. Jasadnya kemudian ditemukan tragis di depan kantor polisi. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli otopsi memimpin penyelidikan tanpa menyadari bahwa korban mutilasi keji tersebut adalah putri kandung yang sangat ia benci.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian pernah bersumpah takkan menikah karena menganggap wanita hanya teman tidur. Namun, prinsip itu goyah sejak ia bertemu sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang sama sekali tidak tertarik menggodanya. Xavier merasa pertemuan ini adalah anugerah terindah, sementara Adeeva sempat menganggap Xavier sebagai hal terburuk dalam hidupnya. Kini, kebencian itu berubah menjadi hari-hari penuh keindahan bagi mereka berdua.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki tak mampu menyembunyikan kekesalannya setelah ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan pria itu sangat klise, ia merasa tidak mengenal Yuki sama sekali. Sambil mengumpat dalam hati, Yuki menjuluki calon suaminya itu sebagai pria tua yang menyebalkan. Namun, rasa dongkol itu segera berubah menjadi sebuah rencana licik. Sebuah seringai muncul di wajahnya saat sebuah ide brilian terlintas untuk memberi pelajaran bagi pria itu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan