Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Biarlah Kau Jadi Kakak Ipar Selamanya

Biarlah Kau Jadi Kakak Ipar Selamanya

Ketika kakak kembar suamiku gugur dalam tugas, kakak iparku mengalami amnesia akibat syok berat. Demi melindunginya, suamiku dan ibu mertua memaksaku menyetujui sandiwara di mana suamiku berperan menjadi suaminya. Aku harus menahan pedih melihat mereka hidup bersama, bahkan putriku harus melihat ayahnya dipanggil 'papa' oleh sepupunya. Saat putriku sakit parah dan aku meminta pertolongan, pertikaian pecah hingga sebuah gunting merenggut nyawaku. Namun, takdir membawaku kembali ke hari saat suamiku memutuskan menjadi pengganti.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sikapku membuat raut wajah Feni, ibu mertuaku, tampak semakin puas.

Dia menepuk tanganku, nadanya lembut berkata, “Tasya, aku tahu kamu paling pengertian. Kami sangat beruntung bisa mendapatkanmu sebagai menantu!"

"Tenang saja, mama akan selalu menyayangimu.” Sambil bicara, dia mengeluarkan tiga ribu dolar dari sakunya dan menyerahkannya ke tanganku, menyuruhku menyimpannya untuk dipakai sendiri.

Di kehidupan sebelumnya, karena dari awal sampai akhir aku tidak pernah setuju dengan hal ini. Bahkan setelah mengalah pun, wajahku selalu terlihat penuh dengan ketidakpuasan. Saat itu, Feni hanya bisa menyalahkanku terus-menerus, mana mungkin memberiku uang seperti sekarang.

Namun, melihat uang di tanganku, aku tidak kuasa menahan tawa sinis dalam hati.

Tiga ribu dolar memang banyak, tetapi mana bisa kalau mereka ingin membeli status suamiku dengan segini saja? Mana ada hal semudah itu di dunia ini?

Lagipula, di kehidupan kali ini, aku sudah punya rencana lain. Justru saat inilah aku sangat membutuhkan uang.

Memikirkan ini membuatku menarik napas panjang, lalu dengan nada sedih aku berkata, “Bukan aku yang keberatan, tapi Yani sangat menyayangi papanya. Aku takut dia tidak bisa menerima hal ini.”

“Kalau nanti Kakak Ipar tahu semua faktanya, lalu terguncang, itu akan lebih buruk lagi.”

Maksud dalam ucapanku jelas terbaca, wajah Feni pun terlihat tampak agak berat hati.

Namun, meski begitu, dia tetap menambahkan enam ribu dolar lagi.

Dengan nada agak tidak sabar dia berkata, “Uang yang kubawa hanya ini saja.”

Aku tersenyum sambil berkata, “Terima kasih, Ma.”

Melihatnya berjalan masuk ke restoran, ekspresi di wajahku langsung berubah. Mengingat putriku yang manis dan penurut, aku kembali mengepalkan tangan dengan kuat. Yani adalah anak yang paling pengertian di dunia ini.

Walaupun dia tidak paham dunia orang dewasa, bahkan tidak tahu arti kata-kata yang kami ucapkan. Tetapi dia selalu patuh, tidak pernah rewel atau menangis keras.

Saat dia demam tinggi hingga pingsan, dia terus menyebutkan kata “Papa”.

Saat itulah aku sadar betapa keterlaluannya diriku.

Aku memohon pada Yudhi untuk mengantar kami ke rumah sakit, memohon agar dia setidaknya bisa memberikan kehangatan sekali saja pada Yani.

Tidak kusangka, justru karena itu, aku dan putriku kehilangan nyawa bersama.

Di kehidupan ini, aku pasti akan melindungi putriku dengan baik, membawanya pergi dari keluarga kejam ini.

Tidak lama kemudian, Feni keluar dari dalam. Dikarenakan restoran itu tidak banyak pelanggan, membungkus makanan pun sangat cepat.

Saat kami kembali ke kamar pasien, Yudhi sedang memijat kepala Cinthya, Kakak Ipar-nya. Begitu melihatku, dia segera menarik kembali tangannya.

Secara refleks, dia buru-buru menjelaskan, “Cinthya bilang kepalanya sakit, jadi aku bantu pijat sebentar.”

Dulu dia selalu menyebut “Kakak Ipar”, tetapi sekarang dia seolah sudah terbiasa dengan peran barunya.

Mendengar ucapannya itu, Cinthya langsung berkata dengan nada tidak senang, “Hubungan kami sangat bagus, mama juga pasti tidak akan keberatan!”

Cinthya seakan salah paham dengan maksud Yudhi, tetapi aku tahu, itu semua dia lakukan dengan sengaja. Aku tidak melewatkan sorot matanya yang menantang itu.

Mungkin karena sadar aku masih ada di samping, Feni tampak agak canggung.

Dia tertawa kering dua kali, lalu berkata, “Ya, yang penting kalian rukun.”

Kemudian dia cepat-cepat mengalihkan topik dan berkata, “Ini makanan yang kubeli, makanlah dulu untuk mengganjal perut.” Dia pun sambil bersiap untuk membuka bungkusan makanan.

Siapa sangka, detik berikutnya, Cinthya kembali mencari perhatian. “Yudha, tanganku sakit. Atau … kamu aja deh yang menyuapiku.”

Yudhi segera mengangguk setuju. Tetapi selama menyuapi Cinthya, tangannya bergetar berkali-kali. Bahkan keringat dingin mulai bermunculan di dahinya. Beberapa kali pandangan matanya bersirobok dengan milikku, wajahnya tampak begitu tegang.

Apa dia gugup? Mungkin.

Namun aku tahu, lebih dari itu, dia sebenarnya takut, takut aku akan meledak dan membuat keributan. Aku menatap tenang, menikmati pemandangan memalukan itu.

Di kehidupan sebelumnya, adegan ini juga pernah terjadi.

Hanya saja, saat itu aku merasa begitu sakit hati hingga langsung berbalik keluar dari kamar pasien. Sekarang kupikir, justru karena kepergianku, mereka bisa lebih leluasa.

Kalau tidak, mereka juga pasti akan sama gelisahnya seperti sekarang.

Akhirnya, setelah Cinthya selesai makan dan minum, Yudhi sibuk mengurus semua proses untuk keluar dari rumah sakit. Dan aku tahu, pertunjukan yang sesungguhnya … akan segera dimulai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ann The Innocent
7.8
Ann Arthurian adalah gadis jenius yang malang. Ia sering dicap sebagai anak pembunuh karena ayahnya menghabisi nyawa ibu angkatnya. Setelah kehilangan nenek, Ann menderita akibat perundungan di asrama. Namun, takdir berubah saat ia bertemu putra mafia yang menemukan buku miliknya. Kehidupan Ann berbalik total ketika ia bergabung dengan tim ilmuwan untuk memecahkan kode rahasia negara. Di tengah misi besar itu, kebenaran tentang asal-usul keluarganya yang kelam mulai terungkap.
Sampul Novel Foto Istriku di Aplikasi Michat
8.3
Pasca terkena PHK, Panji yang frustrasi tergiur ajakan Bowo untuk mencari hiburan di aplikasi kencan daring. Ia merasa bosan dengan istrinya, Shira, yang selalu tampil kusam dan tak lagi menarik di matanya. Berniat mencari kepuasan instan, Panji mulai mencari wanita untuk disewa. Namun, pencariannya terhenti pada sosok bernama Dira yang sangat seksi. Saat mengamati foto Dira lebih dekat, Panji terkejut menyadari kemiripan luar biasa wanita itu dengan Shira.
Sampul Novel Ghost Writer
8.3
Kisah ini menyoroti dinamika cinta kaum urban dan fenomena penulis bayangan. Cassandra adalah penulis berbakat yang kemampuannya dieksploitasi oleh Ayu, klien setianya yang tidak memiliki talenta menulis. Di sisi lain, seorang editor sekaligus sahabat Cassandra menyadari potensi besar tersebut. Ia berjuang keras mendorong Cassandra agar berani meraih kesuksesan dengan karyanya sendiri tanpa harus terus bersembunyi di balik nama kliennya.
Sampul Novel Heart Stealing (Mencuri Hati)
8.5
Dunia Dakota Spencer hancur saat memergoki kekasihnya berselingkuh. Prinsipnya tentang cinta pertama yang abadi pun sirna seketika. Di tengah keterpurukannya, hadir Dylan, pria petualang yang lama memendam kagum padanya meski gemar bermain wanita. Saat Dakota melajang, Dylan gigih mengejar hingga hati sang wanita luluh. Namun, badai besar justru menerjang hubungan mereka. Dakota kini harus memilih: bertahan menghadapi kenyataan pahit atau kembali hancur seperti sebelumnya.
Sampul Novel KUSEMBUNYIKAN KEKAYAANKU DARI SUAMI DAN MERTUA
9.6
Mia merasa muak karena terus direndahkan oleh ibu mertuanya hanya karena dianggap miskin dibanding menantu lainnya. Meski dihina secara zalim, Mia memilih bungkam dan menyembunyikan rahasia besar. Tanpa ada yang tahu, ia sebenarnya memiliki kekayaan melimpah dan tumpukan logam mulia dari hasil jerih payahnya menulis secara daring. Ia sengaja merahasiakan aset tersebut agar suami dan mertuanya yang rakus tidak bisa menyentuh hartanya sedikit pun.
Sampul Novel PEMBALASAN DI KEHIDUPAN KEDUA
9.7
Lima tahun Adelia Jalwa Bagaskara menderita sebagai istri yang diabaikan Bagas Radithya Wijaya akibat manipulasi saudara tirinya, Rosella. Tragisnya, pengkhianatan itu menghancurkan keluarga Bagaskara hingga Adelia tewas mengenaskan. Namun, keajaiban membawanya kembali ke masa enam tahun sebelum kematiannya. Dengan kesempatan hidup kedua, Adelia bertekad membalas dendam pada wanita yang menghancurkannya. Akankah ia berhasil menuntaskan dendamnya kali ini?