Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Benih Cinta Romantis di IKN

Benih Cinta Romantis di IKN

Aiden, arsitek ambisius di proyek IKN, bertemu Clara, aktivis lingkungan yang gigih. Meski awalnya berselisih paham, kerja sama dalam pembangunan hijau justru menumbuhkan perasaan di antara mereka. Konflik prinsip sempat menguji hubungan ini, namun mereka belajar saling menghargai. Saat tawaran karier di luar kota dan luar negeri muncul, keduanya harus memilih. Akhirnya, mereka tetap di IKN demi cinta dan visi lingkungan, membangun masa depan bersama di ibu kota baru.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hari itu, matahari bersinar terang di langit biru IKN yang baru. Di sebuah taman kota yang luas dan hijau, acara peresmian proyek hijau sedang berlangsung. Suasana penuh dengan antusiasme, dengan orang-orang dari berbagai latar belakang hadir untuk menyaksikan dan merayakan inisiatif berkelanjutan yang sedang dikembangkan. Aiden, seorang arsitek muda yang penuh semangat, berdiri di dekat panggung utama, mempersiapkan diri untuk presentasinya.

Aiden merasa sedikit gugup, namun juga sangat bersemangat. Ia telah menghabiskan berbulan-bulan merancang proyek ini, dan hari ini adalah saat yang ditunggu-tunggu untuk memperkenalkannya kepada publik. Di tengah keramaian, matanya tertuju pada seorang wanita yang tampak berbeda. Clara, seorang environmentalist yang berdedikasi, sedang berbincang dengan beberapa kolega dari organisasi lingkungan tempatnya bekerja. Aura Clara yang penuh percaya diri dan kehangatan membuat Aiden tertarik.

Acara dimulai dengan sambutan dari beberapa pejabat penting. Setelah itu, Aiden dipanggil ke atas panggung untuk mempresentasikan rancangannya. Ia memaparkan visi dan konsep proyek hijau yang menggabungkan teknologi modern dengan prinsip keberlanjutan. Clara, yang berada di antara hadirin, mendengarkan dengan seksama. Ia terkesan dengan ide-ide Aiden, terutama bagaimana ia mengintegrasikan elemen-elemen alam dalam desainnya.

Namun, setelah presentasi selesai dan acara berlanjut ke sesi tanya jawab, terjadi sebuah insiden kecil yang tidak terduga. Saat Aiden turun dari panggung, ia tanpa sengaja menabrak seorang pelayan yang membawa nampan berisi minuman. Minuman tersebut tumpah ke pakaian Clara yang kebetulan berdiri di dekatnya. Clara terkejut dan sedikit kesal, sementara Aiden merasa sangat bersalah.

Aiden segera meminta maaf dengan tulus. "Saya benar-benar minta maaf, saya tidak sengaja," katanya dengan wajah penuh penyesalan. Clara, yang awalnya sedikit marah, melihat ketulusan di mata Aiden dan mencoba untuk meredakan situasi. "Tidak apa-apa, ini hanya kecelakaan," jawabnya sambil tersenyum tipis, meskipun pakaiannya basah.

Dalam usaha untuk memperbaiki kesan pertama yang buruk, Aiden menawarkan untuk mengganti minuman Clara dan mengajaknya berbincang di sebuah sudut taman yang lebih tenang. Clara, yang mulai melihat sisi lain dari Aiden, menerima tawaran itu. Mereka duduk di sebuah bangku taman, memulai percakapan ringan tentang acara dan proyek yang baru saja dipresentasikan.

Percakapan mereka yang awalnya canggung perlahan menjadi lebih santai. Aiden menjelaskan lebih dalam tentang visi arsitekturalnya dan betapa pentingnya integrasi lingkungan dalam setiap desain. Clara, di sisi lain, berbagi tentang pengalamannya bekerja untuk organisasi lingkungan dan tantangan yang dihadapi dalam menjaga keseimbangan ekologi di tengah pembangunan.

Ternyata, mereka memiliki banyak kesamaan dalam pandangan dan visi mengenai keberlanjutan. Aiden terkesan dengan pengetahuan dan dedikasi Clara terhadap lingkungan, sementara Clara melihat potensi besar dalam ide-ide inovatif Aiden. Mereka mulai saling menghargai pandangan masing-masing dan menemukan titik temu yang kuat dalam prinsip-prinsip yang mereka yakini.

Dalam percakapan itu, Aiden dan Clara saling bertukar cerita tentang latar belakang mereka. Aiden bercerita tentang perjalanannya menjadi arsitek dan impiannya untuk menciptakan bangunan yang tidak hanya indah tetapi juga ramah lingkungan. Clara, dengan mata berbinar, berbagi tentang masa kecilnya di Kalimantan dan kecintaannya pada alam yang mendorongnya untuk terjun ke dunia lingkungan.

Mereka juga berbicara tentang tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan masing-masing. Aiden sering kali harus menghadapi tekanan dari investor yang menginginkan hasil cepat, sementara Clara harus berjuang melawan ketidakpedulian beberapa pihak terhadap isu lingkungan. Diskusi ini memperdalam pengertian mereka satu sama lain, membangun rasa saling hormat yang kuat.

Waktu berlalu tanpa terasa, dan mereka hampir tidak menyadari bahwa acara peresmian telah mendekati akhir. Saat hari mulai senja, Aiden dan Clara merasa enggan untuk mengakhiri percakapan mereka. Aiden, dengan sedikit ragu, mengusulkan untuk melanjutkan diskusi mereka di lain waktu. Clara setuju, dan mereka bertukar kontak untuk merencanakan pertemuan berikutnya.

Malam itu, saat Aiden berjalan pulang, ia merasa ada sesuatu yang berbeda. Pertemuan dengan Clara meninggalkan kesan mendalam di hatinya. Ia merasa menemukan seseorang yang tidak hanya memahami visi dan mimpinya, tetapi juga menginspirasinya untuk terus maju. Clara, di sisi lain, juga merasakan hal yang sama. Pertemuan dengan Aiden memberinya harapan bahwa ada orang-orang yang benar-benar peduli dan berusaha menciptakan perubahan positif.

Dalam beberapa hari berikutnya, Aiden dan Clara mulai sering berkomunikasi. Mereka berbagi artikel, ide, dan rencana proyek yang bisa mereka kerjakan bersama. Setiap pertemuan dan diskusi memperkuat ikatan mereka, baik secara profesional maupun pribadi. Mereka menemukan kenyamanan dan kegembiraan dalam kebersamaan, yang perlahan berkembang menjadi sesuatu yang lebih dalam.

Pada akhirnya, pertemuan pertama yang terjadi karena kesalahpahaman kecil itu menjadi titik awal dari sebuah perjalanan yang luar biasa. Aiden dan Clara tidak hanya menemukan rekan kerja yang sejalan, tetapi juga sahabat dan partner hidup yang selalu mendukung dan menginspirasi. Di tengah-tengah pembangunan IKN yang penuh harapan, mereka menanam benih cinta yang tumbuh subur, seiring dengan tumbuhnya kota baru yang hijau dan berkelanjutan.

Pertemuan pertama mereka adalah bukti bahwa cinta bisa ditemukan di tempat yang tak terduga dan cara yang unik. Dengan komitmen untuk bersama-sama mewujudkan impian mereka, Aiden dan Clara menghadapi masa depan dengan keyakinan dan optimisme. Di IKN yang baru, mereka membangun tidak hanya kota yang indah, tetapi juga hubungan yang kuat dan abadi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Pernikahan Impian
8.2
Tragedi tak terduga memaksa Zaura Mazna Maziya masuk ke dalam ikatan pernikahan tanpa landasan cinta. Gadis ceria ini harus menghadapi Ezar Shafar Dhiaurrahman, sosok pria workaholic yang dikenal sangat tegas dan keras kepala. Di tengah benturan kepribadian yang kontras, mereka terjebak dalam komitmen formal yang dingin. Akankah benih kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah perpisahan menjadi satu-satunya solusi bagi mereka? Simak terus perjalanan pahit manisnya.
Sampul Novel Dendam Membara CEO Mesum
8.5
Jent adalah CEO sukses yang menghadapi keretakan rumah tangga akibat belum hadirnya buah hati. Kecurigaan menuntunnya mengikuti sang istri secara rahasia, hingga ia menyaksikan sendiri pengkhianatan istrinya di ranjang pria lain. Terbakar amarah, Jent menolak sekadar bercerai. Ia merancang rencana pembalasan dendam yang kejam bagi sang istri dan selingkuhannya. Tragedi ini mengubah Jent menjadi sosok pria berdarah dingin demi menuntut keadilan.
Sampul Novel Istri Muda
8.7
Elang terjebak dalam dilema besar saat ia terpaksa menikahi Huri untuk melunasi utang ibunya kepada orang tua gadis itu. Padahal, Elang sudah memiliki istri sah bernama Kiya. Kini, hidupnya berubah drastis karena harus menyeimbangkan tanggung jawab di antara dua wanita. Akankah Elang mampu mempertahankan keutuhan rumah tangganya dan menjalankan perannya sebagai suami bagi dua istri sekaligus tanpa memicu kehancuran dalam kehidupan pernikahannya?
Sampul Novel Keputusasaan Di Balik Pernikahan
7.9
Jerald Lucas dikenal sebagai CEO dingin yang sangat memuja istrinya, Clara Rernald. Namun, citra itu hancur saat Jerald terjebak skandal perselingkuhan akibat pengaruh racun di hari ulang tahun pernikahan ketujuh mereka. Meski Jerald bersujud memohon ampun dan berjanji setia, hati Clara telah hancur melihat bukti pengkhianatan di kamar mereka. Usaha penebusan dosa Jerald sia-sia karena sebuah foto misterius akhirnya memicu Clara untuk pergi selamanya.
Sampul Novel Malam Pertama dengan CEO
9.7
Kehidupan Kara hancur saat suaminya menjualnya kepada Angkasa, seorang CEO kaya, di malam pernikahan mereka. Wajib melayani Angkasa selama sebulan, Kara justru hamil. Namun, Angkasa menolak mengakui janin itu karena salah paham dan mengusirnya. Di tengah tekanan mantan suami dan mertua, Kara berjuang sendiri hingga sukses jadi desainer. Saat Angkasa kembali untuk memohon maaf, akankah Kara bersedia membuka pintu hatinya yang telah terluka?
Sampul Novel Naughty Neighbor
8.0
Rania Swaraswati terpaksa mencari nafkah sebagai peretas dari rumah demi menghindari gunjingan tetangga dan tuntutan ekonomi. Meski meraup keuntungan besar, ia tak menyadari bahwa Zean, pria sempurna yang baru pindah ke depan rumahnya, terus mengawasinya. Hubungan mereka yang kian akrab justru membuat Rania lengah akan bahaya profesinya. Di balik romansa yang tumbuh, risiko besar mengintai nyawanya akibat kelalaiannya dalam menjaga rahasia pekerjaan.