Sampul Novel Naughty Neighbor

Naughty Neighbor

8.0 / 10.0
Dalam novel modern Naughty Neighbor, Rania meretas dari rumah demi uang hingga kedatangan Zean, tetangga misterius yang mengawasinya. Di tengah romance stories yang tumbuh, Rania tak sadar pekerjaannya mengancam nyawa. Simak ketegangan mystery story ini di web novel kami sekarang.
Ringkasan Naughty Neighbor
Rania Swaraswati terpaksa mencari nafkah sebagai peretas dari rumah demi menghindari gunjingan tetangga dan tuntutan ekonomi. Meski meraup keuntungan besar, ia tak menyadari bahwa Zean, pria sempurna yang baru pindah ke depan rumahnya, terus mengawasinya. Hubungan mereka yang kian akrab justru membuat Rania lengah akan bahaya profesinya. Di balik romansa yang tumbuh, risiko besar mengintai nyawanya akibat kelalaiannya dalam menjaga rahasia pekerjaan.
Baca Selengkapnya

Naughty Neighbor Bab 1

“Mba Rania sibuk apa di rumah?” Seorang tetangga menyapa perempuan berusia 25 tahun ketika dia pergi ke warung di depan rumahnya. Perempuan itu hanya tersenyum meski tentu saja tidak menyukai pertanyaan dari ibu-ibu yang menatapnya dan tersenyum seolah pertanyaannya adalah sebuah hal yang sangat wajar. Tentu saja wajar, jika pertanyaan itu tidak pernah diucapkan oleh orang lain tentu itu adalah hal yang sangat wajar. Tapi Rania tahu, pertanyaan itu adalah satu dari sekian banyak pertanyaan yang ingin tetangganya ucapkan ketika melihat wajah perempuan itu.

“Ada Bu, kan bisa kerja dari rumah.” Rania menjawab ringan dan masih berusaha tersenyum sebelum pertanyaan berikutnya dia dengar. Perempuan itu mencoba mempercepat belanja gorengan dan juga lontong meski dia menutupi gerak-geriknya yang sudah tidak nyaman itu.

“Bisnisan begitu ya? Jualan?” Ibu tetangga Rania kembali bertanya membuat perempuan itu tersenyum memasukkan lima buah lontong ke tas plastik meski masih menunggu mendoan yang masih di goreng di belakang.

“Bisa dikatakan seperti itu.” Rania menjawab dengan jelas dan masih mengembangkan senyum di wajahnya itu.

“Iya juga ya, kalau bisa kerja di rumah kenapa juga harus keluar rumah. Lagi pula Mba Rania kan tetap dapat uang saku dari Ibu Bapak.” Sebuah kata yang cukup membuat perempuan itu terdiam sejenak meski masih berusaha menyunggingkan senyum. Dia memeriksa sebentar ke dalam warung, tapi mendoan masih belum selesai di goreng.

“Engga juga Bu, saya kalau bisa cari uang sendiri ya sendiri saja, tidak dapat dari siapa-siapa.” Rania seolah memperjelas posisi sumber keuangannya. Ibu tadi sepertinya mendengarkan Rania sambil memeriksa sayuran yang akan dia beli.

“Gak masalah juga untuk Mba Rania digaji oleh adik sendiri, kan ngurus ponakan.” Kalimat lain yang rasanya membuat Rania sungguh ingin berontak dan berteriak sekeras mungkin untuk membela dirinya. Meski begitu dia masih tersenyum.

“Enggak kok Bu, saya cari uang sendiri.” Rania akhirnya memperjelas jawabannya.

“Mba Rania ini mendoannya sudah selesai di goreng.” Rania tersenyum menerima plastik putih yang berisi sepuluh buah tempe mendoan yang masih panas. Dia kemudian memberikan sejumlah uang dan menundukkan kepalanya sedikit untuk undur diri dari Ibu tetangga yang masih memilih sayur tadi.

Rania masuk ke dalam rumah, tentu saja kedua orang tuanya sudah menunggu karena Rania membeli lontong dan mendoan untuk sarapan ketiga orang yang tinggal di rumah itu.

“Masa tadi si Ibu yang tinggal di ujung jalan sana dekat kuburan mengira kalau aku dihidupi oleh adikku.” Rania terlihat menyampaikan apa yang dia dengar baru saja. Perempuan ini selalu saja kesal dengan komentar-komentar tetangganya.

“Terus kamu jawab apa?” Laki-laki yang sedang membuka lontong dan bersiap mengambil gorengan itu terlihat kesal sama seperti Rania.

“Ya jawab cari uang sendiri lah.” Rania menjawab dengan suara yang lebih lantang untuk melampiaskan kekesalannya.

“Mungkin karena di sekitar sini semua orang yang membantu keluarganya selalu saja diukur dengan uang?” Rania kembali mengatakan seuatu yang kali ini membuat wanita yang menjadi Ibunya selama 25 tahun itu tersenyum.

“Memang gak semua orang seperti kamu, jadi ya sudah tidak perlu kamu pikirkan.” Ibunya membuat Rania kembali berbesar hati meski dia masih terlihat kesal.

“Masalahnya aku sama sekali tidak pernah menerima uang dari adikku, untuk jajan saja aku cari uang sendiri. Kenapa seolah-olah dia menghidupi aku?” Rania kembali berkomentar dengan kesal.

“Gak perlu dipikirkan omongan tetangga begitu, mereka juga pernah bertanya pada Bapak. Tapi Bapak juga menjawab santai jika kamu melakukan banyak pekerjaan yang mungkin tidak bisa dipahami oleh mereka.” Laki-laki yang sudah menghabiskan lontong dan mendoan itu kemudian menggeser gelas berisi teh manis miliknya.

“Benar, mau dijelaskan seperti apapun juga mereka tidak mengerti.” Ibu Rania membuat perempuan itu kemudian berjalan menuju ke kamarnya.

Keahlian yang dimiliki Rania memang bukan hal yang terlalu baik meski sebenarnya dia juga bisa menggunakannya di jalan yang benar. Rania lebih memilih merasa benar melakukan beberapa hal dengan orang-orang yang satu pemikiran dengannya di dunia maya.

[Kenapa belum on?] Rania mendapatkan pesan dari sebuah aplikasi rahasia yang dia gunakan bersama empat orang lainnya. Mereka bekerja bersama-sama di dunia maya meski belum pernah bertemu di dunia nyata satu sama lainnya. Rania meraih laptopnya dan kemudian menyalakannya. Perempuan itu mengunci pintu kamarnya seolah bersiap melakukan sesuatu dengan temannya yang lain.

[Semua sudah bersiap?] Sebuah pesan kembali diperoleh oleh Rania dalam sebuah grup.

{Bukankah hari ini kita tidak punya rencana seperti ini? Kita masih memilih target?} Seorang dengan ID Ze mengirimkan pesan. Rania juga menyadari jika ini bukanlah hari dimana mereka akan melakukan operasi.

[ Ze benar, kita bahkan belum menemukan target. Ketika kita lebih cermat menentukan target maka kita akan lebih aman. Seperti sebelumnya. Kita hanya menatap jauh tempat yang penuh dengan debu.] Seseorang dengan ID Ranger 99 mengungkapkan sesuatu yang membuat Rania tersenyum.

[R99 benar, maka bantulah untuk menemukan target seperti biasa, kita semua harus memeriksa sampai kemungkinan yang tidak pernah dilihat oleh orang lain. Para tikus menyembunyikan keju bahkan sampai lubang yang tidak bisa dilihat manusia.] Orang lain dengan ID Aida00 membenarkan anggota lainnya. Rania tersenyum karena chat yang dia baca. Mereka memang masih saling mendukung satu sama lain dan hampir tidak pernah terjadi salah paham meski mereka hanya berkomunikasi tanpa melihat seperti apa mereka satu sama lain.

Baru sekitar lima bulan ini dan mereka berlima baru mengerjakan dua proyek besar dalam kurun waktu lima bulan. Tidak ada tanda mereka di curigai oleh siapapun.Mereka selalu berbagi informasi jika kemungkinan bertemu atau ada orang yang mengawasi mereka. Bahkan Rania merasa dia aman berada di lingkungannya meski dia mendengar berbagai celoteh tetangganya yang selalu membuatnya kesal.

[Hei Naughty? Apa kamu sama sekali tidak ingin mengatakan apapun? Biasanya kamu punya banyak informasi tentang beberapa target.] Chat kembali masuk dan memanggil Rania untuk ikut berkomentar di grup tersebut. Rania memeriksa laptop yang tadi dia nyalakan. Beberapa informasi yang dia kumpulkan memang ingin dia sampaikan kepada rekannya di grup tersebut.

“Nyalakan microfon? Aku tidak suka berbagi informasi dengan teks.” Rania memulai pembicaraan lima arah. Tidak terdengar jawaban itu artinya mereka semua siap mendengarkan.

“Ada dua orang yang aku rekomendasikan, mereka orang besar di negara ini. Tapi mereka pasti tidak akan melaporkan karena keju itu terlalu mahal dan langka.” Rania tersenyum di sambungan alat komunikasi.

“Kirimkan saja datanya supaya kita bisa langsung voting?” Seseorang berkomentar membuat Rania tersenyum lagi.

“Kita punya banyak waktu, jadi sebaiknya jangan langsung voting, tapi kalian bisa mendalami informasinya lagi. Kita butuh waktu yang paling pas untuk proyek ketiga ini.” Rania menutup pembicaraan dan kemudian menutup semua tampilan layar setelah dia mengirimkan file ke grup tadi. Perempuan itu kemudian mematikan laptopnya dan memeriksa saldo di rekeningnya. Dia tersenyum melihat angka yang tertera di sana. Setidaknya dia tidak perlu memikirkan banyak hal untuk saat ini.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Naughty Neighbor

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel 15 + (Lima Belas Tahun Ke Atas)
8.5
Kehidupan masa SMA di sekolah 15 penuh dengan momen kocak dan tingkah konyol. Tiga orang sahabat menjalani hari-hari mereka dengan tawa serta berbagai kejadian absurd yang mewarnai dunia remaja. Menariknya, rangkaian peristiwa unik ini diangkat dari pengalaman nyata seorang pemuda bernama Vlomontleus. Pembaca akan dibawa menyelami dinamika persahabatan yang autentik, penuh kejutan, serta sangat relevan dengan realitas kehidupan anak muda masa kini.
Sampul Novel Aku gundik
8.0
Ragazza Perfetto dikenal sebagai sosok pria kaya raya yang memiliki kepribadian hampir tanpa celah. Namun, kesempurnaan hidupnya seketika hancur saat wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati justru tega mengkhianatinya. Tanpa belas kasihan, belahan jiwanya tersebut menginjak-injak harga diri Ragazza dan menyerahkan kehormatannya kepada seorang gundik. Kini, sang miliarder harus menghadapi kenyataan pahit saat martabatnya dilemparkan begitu saja dalam konflik romansa ini.
Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO
8.8
Terjebak tantangan teman saat mabuk, Prakas menghabiskan malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi utang ibunya. Setelah mengusir Miona, Prakas terkejut mendapati gadis itu adalah putri Pak Imam, sosok OB yang ia anggap ayah sendiri. Berniat menebus kesalahan, Prakas melunasi utang keluarga Miona dan memintanya berhenti dari dunia hitam. Namun, Miona yang terluka justru menolak belas kasihan itu dan bertekad membayar balik semuanya.
Sampul Novel Laksana Senja
7.9
Kehidupan Senja Mahesa yang semula tenang dengan hobi menonton drama Korea berubah drastis setelah ia pindah dari Bandung ke Tangerang. Menghabiskan masa SMA di lingkungan baru, Senja bertemu deretan pemuda tampan yang membawa berbagai peristiwa tak terduga. Rentetan kejadian ini bahkan memicu kekhawatiran mendalam pada ibunya, Utari. Bagaimana Senja menghadapi dinamika hidup yang penuh warna dan tantangan di kota barunya hingga kelulusan nanti?
Sampul Novel Luka Seorang Istri
8.2
Selama ini aku memilih untuk terus mengalah demi menutupi segala kehancuran yang terjadi, mencoba berpura-pura bahwa segalanya masih baik-baik saja. Namun, kini batas kesabaranku telah habis dan aku memutuskan untuk menyerah pada keadaan ini. Egoku bangkit dengan kuat, menolak untuk terus tertindas. Izinkan aku pergi dan menjalani takdir dengan caraku sendiri, demi merasakan kembali kebebasan sejati sebagai manusia yang benar-benar hidup.
Sampul Novel Pelarian Manisnya dari Kekacauan
9.2
Hidup Adelia Putri sebagai istri sempurna Baskara Wijoyo hancur saat memergoki suaminya bermesraan dengan Jovita, anak mantan ART mereka. Meski dikhianati, Adelia justru dituduh emosional dan dipaksa tinggal bersama selingkuhannya. Puncaknya, Jovita menghina Adelia di tengah pesta hingga memicu tamparan keras. Murka, Baskara mengusir Adelia, namun ia memilih pergi selamanya. Bersama sahabatnya, Alex, Adelia menggugat cerai dan meninggalkan kekacauan itu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan