Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Benih Cinta Romantis di IKN

Benih Cinta Romantis di IKN

Aiden, arsitek ambisius di proyek IKN, bertemu Clara, aktivis lingkungan yang gigih. Meski awalnya berselisih paham, kerja sama dalam pembangunan hijau justru menumbuhkan perasaan di antara mereka. Konflik prinsip sempat menguji hubungan ini, namun mereka belajar saling menghargai. Saat tawaran karier di luar kota dan luar negeri muncul, keduanya harus memilih. Akhirnya, mereka tetap di IKN demi cinta dan visi lingkungan, membangun masa depan bersama di ibu kota baru.
Bab
Bagikan

Bab 3

Minggu-minggu berikutnya, Aiden dan Clara semakin sering bertemu, baik dalam urusan pekerjaan maupun di luar jam kantor. Pertemuan mereka tidak selalu direncanakan; kadang-kadang mereka bertemu secara kebetulan di acara komunitas atau saat bersepeda di sekitar taman kota. Setiap kali mereka bertemu, ada percikan kegembiraan yang tumbuh di antara mereka, membuat mereka semakin dekat.

Suatu sore yang cerah, Aiden mengundang Clara untuk makan malam di sebuah kafe kecil yang nyaman di tepi sungai. Kafe itu terkenal dengan makanan organik dan pemandangan sungai yang menakjubkan. Clara menyukai suasananya yang tenang dan natural, cocok dengan kepribadiannya yang mencintai alam. Mereka duduk di meja dekat jendela, menikmati angin sepoi-sepoi dan suara gemericik air sungai.

Selama makan malam, mereka berbicara tentang banyak hal. Aiden berbagi tentang keluarganya dan bagaimana ibunya selalu menginspirasi dia untuk mengikuti impiannya. Clara menceritakan kenangan masa kecilnya saat menjelajahi hutan Kalimantan bersama ayahnya, yang mengajarinya banyak tentang flora dan fauna. Mereka tertawa bersama, mengenang cerita-cerita lucu dan mengharukan dari masa lalu mereka.

Ketika malam semakin larut, percakapan mereka beralih ke masa depan. Aiden berbicara tentang proyek-proyek yang ingin ia realisasikan di IKN dan bagaimana ia berharap kota ini menjadi contoh bagi dunia dalam hal pembangunan berkelanjutan. Clara, dengan mata bersinar, mendukung visi Aiden dan menambahkan idenya sendiri tentang bagaimana mereka bisa bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut. Mereka menyadari bahwa mimpi mereka sejalan, dan itu semakin mempererat hubungan mereka.

Di tengah percakapan, Aiden mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaannya kepada Clara. Dengan hati-hati, ia berkata, “Clara, aku merasa sangat beruntung bisa bertemu denganmu. Kamu tidak hanya menjadi rekan kerja yang hebat, tetapi juga teman yang sangat berarti bagiku. Aku ingin kita tidak hanya bekerja sama dalam proyek-proyek ini, tetapi juga berbagi hidup bersama. Apa kamu merasakan hal yang sama?”

Clara terkejut dan terharu mendengar kata-kata Aiden. Ia tersenyum lembut dan menjawab, “Aiden, aku juga merasakan hal yang sama. Pertemuan kita yang tak terduga ini ternyata membawa begitu banyak kebahagiaan dalam hidupku. Aku senang bisa mendukungmu dan berbagi impian yang sama. Aku juga ingin kita bersama, dalam pekerjaan dan dalam hidup.”

Malam itu, di bawah bintang-bintang yang berkilauan, Aiden dan Clara resmi menjadi pasangan. Mereka berjanji untuk saling mendukung dan bekerja sama, baik dalam mewujudkan proyek-proyek berkelanjutan di IKN maupun dalam perjalanan hidup mereka ke depan. Kafe kecil di tepi sungai itu menjadi saksi awal dari kisah cinta mereka yang indah dan penuh harapan.

Hari-hari berikutnya, mereka semakin kompak dalam bekerja. Proyek-proyek hijau yang mereka rancang bersama mulai menunjukkan hasil yang positif. Keberhasilan ini tidak hanya menguatkan posisi mereka di tim, tetapi juga memperkuat ikatan mereka sebagai pasangan. Mereka saling menginspirasi dan mendukung, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selalu selaras dengan prinsip keberlanjutan yang mereka yakini.

Namun, seperti hubungan lainnya, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Ada kalanya tekanan pekerjaan dan perbedaan pendapat memicu konflik di antara mereka. Aiden yang perfeksionis kadang-kadang terlalu fokus pada detail teknis, sementara Clara yang sangat peduli pada dampak lingkungan sering kali merasa frustrasi dengan kompromi yang harus diambil. Meski begitu, mereka belajar untuk mengatasi setiap masalah dengan komunikasi yang baik dan pengertian.

Suatu ketika, proyek besar yang mereka kerjakan menghadapi tantangan yang cukup berat. Ada pihak-pihak yang menolak konsep ramah lingkungan yang mereka usung, dan ini membuat Clara sangat terpukul. Aiden, melihat Clara yang sedih, berusaha keras untuk menghiburnya dan mencari solusi terbaik. Ia mengorganisir pertemuan dengan para stakeholder dan menjelaskan manfaat jangka panjang dari proyek mereka. Dukungan Aiden dan ketekunannya akhirnya membuahkan hasil, dan proyek tersebut mendapat persetujuan untuk dilanjutkan.

Momen-momen sulit seperti ini justru semakin menguatkan hubungan mereka. Aiden dan Clara menyadari bahwa mereka tidak hanya saling mendukung dalam suka, tetapi juga dalam duka dan tantangan. Setiap rintangan yang mereka hadapi bersama membuat mereka semakin kuat dan yakin bahwa mereka adalah tim yang tak tergoyahkan.

Setiap akhir pekan, mereka menyempatkan diri untuk menikmati keindahan alam IKN. Mereka bersepeda, mendaki bukit, atau sekadar duduk di tepi sungai menikmati senja. Aktivitas-aktivitas ini bukan hanya sebagai pelarian dari rutinitas, tetapi juga sebagai cara untuk menyegarkan pikiran dan mempererat ikatan emosional mereka. Alam IKN yang indah menjadi saksi bisu dari kebahagiaan mereka.

Waktu terus berjalan, dan Aiden serta Clara semakin mantap dalam hubungan mereka. Mereka mulai merencanakan masa depan bersama, membicarakan tentang rumah yang ingin mereka bangun di IKN, sebuah rumah yang tentunya akan ramah lingkungan dan sejalan dengan prinsip-prinsip yang mereka anut. Mereka juga berbicara tentang keluarga dan anak-anak, membayangkan kehidupan yang penuh cinta dan kebahagiaan.

Pada suatu hari, Aiden mengajak Clara ke sebuah lokasi di tepi hutan yang sepi dan indah. Di sana, di bawah pohon besar yang rindang, Aiden berlutut dan melamar Clara. Dengan air mata kebahagiaan, Clara menerima lamaran Aiden. Mereka berpelukan erat, merasakan kehangatan cinta yang mengalir di antara mereka. Momen itu menjadi salah satu kenangan terindah dalam hidup mereka.

Pernikahan mereka diadakan dengan sederhana namun penuh makna, dihadiri oleh keluarga dan teman-teman terdekat. Upacara berlangsung di taman kota yang hijau, tempat di mana mereka pertama kali bertemu. Dekorasi pernikahan didominasi oleh elemen alami, mencerminkan cinta mereka terhadap alam dan komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Semua orang yang hadir merasakan kehangatan dan kebahagiaan yang memancar dari pasangan ini.

Setelah pernikahan, Aiden dan Clara melanjutkan kerja keras mereka di IKN, membangun kota yang hijau dan berkelanjutan. Mereka menjadi pasangan yang dikenal dan dihormati, tidak hanya karena dedikasi mereka terhadap pekerjaan tetapi juga karena cinta dan kerjasama yang luar biasa. IKN, dengan segala keindahannya, menjadi rumah dan tempat di mana mereka menanam benih cinta yang tumbuh subur.

Di setiap sudut kota, ada jejak perjuangan dan cinta mereka. Gedung-gedung yang mereka rancang bersama, taman-taman yang mereka kembangkan, semuanya menjadi simbol dari kerja keras dan impian mereka yang terwujud. IKN tidak hanya menjadi kota masa depan Indonesia, tetapi juga menjadi saksi dari kisah cinta yang indah dan abadi antara Aiden dan Clara.

Kisah Aiden dan Clara mengajarkan bahwa cinta bisa tumbuh di tempat yang tak terduga dan dalam cara yang unik. Melalui komitmen, pengertian, dan dukungan satu sama lain, mereka berhasil mengatasi semua rintangan dan mencapai impian mereka bersama. Di IKN yang hijau dan berkelanjutan, mereka menemukan cinta sejati yang terus tumbuh dan memberikan mereka kekuatan untuk terus berjuang demi masa depan yang lebih baik.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PGV" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PGV
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Pernikahan Impian
8.2
Tragedi tak terduga memaksa Zaura Mazna Maziya masuk ke dalam ikatan pernikahan tanpa landasan cinta. Gadis ceria ini harus menghadapi Ezar Shafar Dhiaurrahman, sosok pria workaholic yang dikenal sangat tegas dan keras kepala. Di tengah benturan kepribadian yang kontras, mereka terjebak dalam komitmen formal yang dingin. Akankah benih kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah perpisahan menjadi satu-satunya solusi bagi mereka? Simak terus perjalanan pahit manisnya.
Sampul Novel Dendam Membara CEO Mesum
8.5
Jent adalah CEO sukses yang menghadapi keretakan rumah tangga akibat belum hadirnya buah hati. Kecurigaan menuntunnya mengikuti sang istri secara rahasia, hingga ia menyaksikan sendiri pengkhianatan istrinya di ranjang pria lain. Terbakar amarah, Jent menolak sekadar bercerai. Ia merancang rencana pembalasan dendam yang kejam bagi sang istri dan selingkuhannya. Tragedi ini mengubah Jent menjadi sosok pria berdarah dingin demi menuntut keadilan.
Sampul Novel Istri Muda
8.7
Elang terjebak dalam dilema besar saat ia terpaksa menikahi Huri untuk melunasi utang ibunya kepada orang tua gadis itu. Padahal, Elang sudah memiliki istri sah bernama Kiya. Kini, hidupnya berubah drastis karena harus menyeimbangkan tanggung jawab di antara dua wanita. Akankah Elang mampu mempertahankan keutuhan rumah tangganya dan menjalankan perannya sebagai suami bagi dua istri sekaligus tanpa memicu kehancuran dalam kehidupan pernikahannya?
Sampul Novel Keputusasaan Di Balik Pernikahan
7.9
Jerald Lucas dikenal sebagai CEO dingin yang sangat memuja istrinya, Clara Rernald. Namun, citra itu hancur saat Jerald terjebak skandal perselingkuhan akibat pengaruh racun di hari ulang tahun pernikahan ketujuh mereka. Meski Jerald bersujud memohon ampun dan berjanji setia, hati Clara telah hancur melihat bukti pengkhianatan di kamar mereka. Usaha penebusan dosa Jerald sia-sia karena sebuah foto misterius akhirnya memicu Clara untuk pergi selamanya.
Sampul Novel Malam Pertama dengan CEO
9.7
Kehidupan Kara hancur saat suaminya menjualnya kepada Angkasa, seorang CEO kaya, di malam pernikahan mereka. Wajib melayani Angkasa selama sebulan, Kara justru hamil. Namun, Angkasa menolak mengakui janin itu karena salah paham dan mengusirnya. Di tengah tekanan mantan suami dan mertua, Kara berjuang sendiri hingga sukses jadi desainer. Saat Angkasa kembali untuk memohon maaf, akankah Kara bersedia membuka pintu hatinya yang telah terluka?
Sampul Novel Naughty Neighbor
8.0
Rania Swaraswati terpaksa mencari nafkah sebagai peretas dari rumah demi menghindari gunjingan tetangga dan tuntutan ekonomi. Meski meraup keuntungan besar, ia tak menyadari bahwa Zean, pria sempurna yang baru pindah ke depan rumahnya, terus mengawasinya. Hubungan mereka yang kian akrab justru membuat Rania lengah akan bahaya profesinya. Di balik romansa yang tumbuh, risiko besar mengintai nyawanya akibat kelalaiannya dalam menjaga rahasia pekerjaan.