Sampul Novel BACK TOGETHER

BACK TOGETHER

8.1 / 10.0
Dalam novel BACK TOGETHER, Belinda bertahan di pernikahan terpaksa meski Gio mencoba menjauhinya. Setelah kelahiran anak mereka, rahasia besar terungkap dan memaksa keduanya bersatu melawan ancaman luar. Baca romance novel ini untuk kisah modern novel penuh perjuangan demi keutuhan keluarga.
Ringkasan BACK TOGETHER
Pernikahan paksa Belinda dan Gio dimulai dengan penuh luka. Gio sengaja menyakiti istrinya agar hubungan mereka berakhir, namun Belinda memilih bertahan demi anak yang dikandungnya. Kelahiran sang buah hati menjadi titik balik saat rahasia besar Belinda terungkap satu per satu. Di tengah ancaman pihak luar yang ingin menghancurkan mereka, pasangan ini harus belajar saling menguatkan untuk menjaga keutuhan rumah tangga yang penuh cobaan.
Baca Selengkapnya

BACK TOGETHER Bab 1

Gio sedang merapikan dokumen di atas meja kerja yang hendak dibawa pulang, saat pintu ruang kerjanya terbuka dan muncullah Tasia, sang sekretaris.

“Jangan lupa, kamu harus segera bilang pada Linda untuk menceraikan dia jika anaknya perempuan. Aku yang akan memberikan anak laki-laki padamu. Ikhlaskan saja uang yang diberikan kakekmu padanya. Lagi pula, kamu punya lebih dari cukup. Sudah hampir lima tahun aku menunggumu, Gio,” ujar Tasia yang kemudian duduk di sofa.

Gio mendengkus seraya berkacak pinggang. Sebetulnya suasana hatinya saat ini sedang tidak baik. Ia sudah capek bersandiwara di depan wanita ini. Gio tidak ingin menipu perasaannya. Siapa pun akan dengan mudah jatuh cinta dengan Tasia. Semua juga didukung dengan kemolekan tubuh dan cara kerjanya yang kompeten. Hanya saja, wanita ini terlalu misterius dan Gio ingin membuka kedoknya. Namun, sudah empat tahun berlalu semuanya belum berhasil. Aneh, setiap ia ingin mendapatkan proyek di pulau seberang selalu tidak berhasil. Sekalinya berhasil, itu hanyalah sebagian kecil dan pencapaian terbesarnya tidak ada sangkut paut dengan keinginannya mendapatkan tanah idaman sang kakek yang berasal dari tanah lelang.

Gio tak ingin menduga-duga, tetapi wanita yang telah ia pacari cukup lama ini juga merupakan wanita yang penuh rahasia. Terlebih, adanya surat ancaman yang selalu ditujukan kepadanya untuk tidak melepaskan Tasia. Gio bukanlah orang bodoh, surat-surat berupa kertas fisik dan surel telah diperiksa kepolisian, tetapi selalu menemui jalan buntu. Gio belum bisa melepaskannya juga karena bahaya yang mengintai sang istri. Ia hanya perlu bertahan sebentar lagi, seperti yang dijanjikan orang-orang yang telah disewanya. Padahal jika mau, dirinya bisa turun tangan sendiri. Akan tetapi, jelas ia tidak bisa gegabah saat ini, Belinda sedang hamil dan ia tak ingin mengambil resiko tersebut.

“Aku sudah mendengarnya ribuan kali, dan masih sangat mengingatnya. Sabarlah sebentar lagi. Kontrak kami sampai tahun kelima dan itu tinggal menghitung bulan.”

“Kamu akan pulang?”

“Tentu.”

“Kalau begitu aku ikut denganmu.”

Ucapan Tasia membuat Gio menghentikan kegiatannya dan menatap tidak percaya pada wanita itu. “Aku harus di rumah sekarang. Kita bisa bertemu besok saat pergi ke luar kota.”

Gio rindu memeluk istrinya tersebut. Istri yang selama ini orang-orang tahu tidak pernah dipedulikan. Awalnya memang semuanya tanpa cinta, tetapi kesetiaan Belinda dan kepatuhan terhadap semua yang Gio lakukan membuat pria itu luluh dan sangat mencintainya. Hanya saja, ancaman demi ancaman ini harus ia bereskan dulu sebelum benar-benar bisa menunjukkan perasaannya kepada sang istri.

Tasia menggeleng manja. “Tidak. Aku tidak mau kamu hanya berdua dengannya. Lihat, sejak kamu mengembalikan para pembantu ke rumah orang tuamu dan kalian tinggal berdua, sekarang dia hamil anakmu.”

“Jangan konyol dan apa kamu pikir aku meniduri dia saat kami hanya berdua? Kami ini suami istri Tasia. Kalau-kalau kamu lupa.”

Tasia menggebrak meja di depannya dengan tatapan tajam. Dia membalas sorot mata Gio dengan alis memicing. Darahnya mendidih mendengar perkataan Gio yang frontal dan tidak memperdulikan perasaannya itu. Tasia tahu, ia menjalin hubungan dengan pria beristri. Akan tetapi, ia lebih dulu menjalin kasih dengan Gio sebelum wanita miskin itu masuk dan merebut perhatian keluarga besar Zaron serta Handari. Wanita licik, menjerat Gio dengan mendekati keluarganya terlebih dulu, hal itu juga membuat rencana yang telah disusun Tasia hancur berantakan. Apa ia ingin memulai dari nol kembali? Jelas tidak, Tasia sudah hampir kehabisan waktu, ia tak ingin hidup dalam kemelaratan.

“Aku kekasihmu, kalau kau lupa. Jangan main-main denganku, Gio! Dan, bisa-bisanya kamu mengataiku konyol lantas bercerita tentang kegiatan bercinta kalian! Kamu tidak peduli dengan perasaanku?!”

“Tentu saja tidak, Sayang. Jangan emosi, ingat dengan kesehatanmu,” rayu Gio.

Namun, jelas ia tidak akan meminta maaf dengan apa yang di katakan barusan. Peduli setan jika Tasia merasakan sesuatu yang tidak beres. Namun, rasanya tidak mungkin. Tasia terlalu mencintainya dan pasti akan memaafkan lidahnya yang tajam seperti halnya Belinda-nya. Sungguh, ia ingin mengenyahkan kekhawatiran sesekali.

“Aku bisa saja mati saat ini. Jantungku lemah dan itu semua karena kamu. Kamu harus ingat dengan pesan Hasan untuk selalu menjagaku, bukan?”

“Tentu saja aku ingat. Dia teman baik dan karenaku dia pergi.”

Gio bingung, sampai detik ini ia tidak bisa menemukan keberadaan Hasan yang dulu mengalami kecelakaan bersamanya. Jasadnya juga tidak ditemukan, hanya pesannya sebelum kecelakaan itu terjadi adalah jangan pernah meninggalkan Tasia apa pun yang terjadi.

“Aku akan ikut ke rumahmu. Menginap di sana,” ucap Tasia dengan mengusap punggung Gio dan mengecup pipi kanannya.

“Baiklah kalau begitu, ayo kita pulang,” ajak Gio yang pasrah dengan keinginan kekasihnya.

♥

Belinda sedang menikmati coklat hangat dan sebuah donat ukuran jumbo dengan taburan kacang almond cincang di atasnya, saat di depannya berdiri menjulang pria tampan yang sudah menghilang lebih dari empat tahun lamanya. Pria itu tersenyum ramah dan kemudian duduk di depannya tanpa permisi.

“Kamu semakin cantik saja.”

“Hasan, lama tidak bertemu. Ke mana saja?” tanya Belinda dengan tatapan terkejut yang tak bisa ditutupi.

Hasan terkekeh sambil merapikan jaket kulitnya. “Aku baik. Kamu sepertinya keheranan bertemu kembali denganku?”

“Kamu menghilang begitu saja sejak kecelakaan itu, jadi aku sangat terkejut,” ucap Belinda jujur. Ia sendiri bingung dengan apa yang harus dikatakan kepada pria ini. “Dan, melewatkan pernikahanku dan Gio.”

Wajah Hasan berubah serius. Kini, dengan tatapan intens ia berkata, “Seharusnya kamu tidak menikah dengan Gio, Linda. Itu merupakan kesalahan besar. Lagi pula, itu bukanlah kecelakaan pertamaku dan bukan sekali ini aku menghilang dari hadapanmu.”

“Kenapa begitu?” tanya Belinda dengan suara tercekat. Detak jantungnya bergemuruh. Ia sampai takut, jika Hasan bisa mendengar suara degup jantungnya. Seperti dirinya yang bisa mendengarnya, sampai ke gendang telinga.

“Dengar, suamimu tidak akan pernah bisa berpaling dari Tasia karena keberadaanmu sedari awal adalah sebuah kesalahan. Kamu itu hanya menjadi batu sandungan dalam kehidupan percintaan mereka. Apa kamu tidak merasa heran atau memang tidak peduli? Bertahan dalam ketidakpastian hanya hanya akan menyakiti dirimu sendiri. Pergilah, tinggalkan Gio! Gapai bahagiamu dan jika kamu perlu pertolongan, aku bisa membantumu,” ucap Hasan yang kini mencondongkan tubuh merapat kepada Belinda, tetapi wanita itu beringsut menjauh.

“Kamu seolah-olah tahu tentang kehidupan pernikahanku,” ujar Belinda seraya tersenyum masam. Belinda tidak habis pikir, pria ini baru saja muncul setelah bertahun-tahun menghilang dan sekarang berbicara seolah selama ini ia ada dan terlibat dalam hidup Belinda. Namun, dirinya tak ingin mengakui dengan begitu mudah terlebih kepada orang yang sudah lama tidak ia lihat batang hidungnya.

“Kamu tampaknya sedang tidak baik-baik saja.” Perkataan Hasan jelas sekali terlihat sebagai pernyataan bukan pertanyaan yang diucapkan dengan penuh percaya diri.

“Bukan urusanmu. Aku rasa sungguh tidak sopan kamu berkata seperti itu. Dia temanmu dulu, sahabatmu. Bagaimana bisa kamu berbuat seperti ini?” balas Belinda yang mulai merasa tidak nyaman dengan keberadaan pria ini.

Belinda menyandarkan punggung pada sofa dan menghembuskan napas lelah. Semua yang dikatakan Hasan terasa benar di telinganya. Seandainya semua itu, dikatakan jauh sebelum ia menerima pernikahan yang dirancang oleh Jendra Handari, semuanya tentu tidak seperti saat ini. Menghadapi kehamilan seorang diri bukanlah perkara mudah. Memiliki suami, tetapi tetap hidup dalam kesendirian atau sebatang kara sudah biasa Belinda rasakan. Jangankan suami yang tidak mencintainya, ibu yang melahirkan dirinya dan selalu berbuat kasar saja selama ini, bisa dihadapi. Kepasrahan, itu yang membuat Belinda bisa bertahan. Toh, pernikahan ini terjadi demi sang ayah yang terbaring lemah tidak berdaya, sementara saudaranya yang lain tidak bisa membantu. Syukur-syukur mereka masih bisa memberikan bantuan untuk makan sehari-hari.

Lahir dari keluarga sederhana tidak membuat Belinda meratapi nasib. Hanya saja, kadang kala timbul rasa penyesalan di dalam diri jika mengingat semua. Sifat tidak tega dan janjinya pada pria tua itu, membuat dirinya terseret dalam arus hubungan tanpa cinta dengan Gio Zaron, cucu dari pria baik hati yang sudah membantunya untuk meneruskan pendidikan dan bahkan memberikan dirinya pekerjaan, hanya karena Belinda pernah menolong Jendra saat akan terserempet sebuah mobil.

“Semuanya sudah terlambat sekarang,” jawab Belinda seraya menunduk, kepercayaan dirinya sedang terguncang saat ini. Ia baru menyadari sangat membutuhkan teman bicara. Namun, untuk bercerita pada seseorang seperti Hasan yang muncul entah dari mana, sangat tidak mungkin. Apalagi, pria itu tampak memusuhi suaminya. Sungguh aneh, karena jika dirinya tak salah ingat Hasan yang meminta Gio untuk tidak meninggalkan Tasia. Sekarang, pria itu meminta dirinya untuk meninggalkan Gio dan meminta bantuan kepadanya? Ini lebih tidak masuk akal.

“Semua belum terlambat. Setelah melahirkan, bercerailah dari Gio dan carilah aku.”

“Kenapa kamu kembali? Bukankah, kamu sudah pergi jauh? Kamu teman Mbak Tasia dan Gio. Kenapa kamu ingin membantuku?”

“Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan di kota ini.”

“Itu tidak menjawab pertanyaanku. Baiklah aku harus pergi sekarang. Aku tidak mau Gio pulang dan tidak mendapati aku di rumah.”

Pria bernama Hasan itu mendengkus lalu tertawa lirih meremehkan. “Apa kamu pikir suamimu peduli dengan hal itu?”

“Tentu saja dia akan peduli,” balas Belinda yang tidak ingin orang lain terlalu ikut campur urusan rumah tangganya, termasuk pria tampan di depannya saat ini yang setahu Belinda merupakan sahabat sang suami dan juga kenalan dari Tasia, calon madunya jika sang suami benar-benar akan menikahi wanita itu.

“Suatu hari kita akan bertemu kembali dan kamu akan meminta bantuan dariku. Aku cinta kamu, Linda.”

Belinda tidak menyahuti ucapan pria yang memiliki rasa percaya diri sangat tinggi itu. Dengan perutnya yang besar, wanita itu segera bangkit dari sofa, lalu pergi dari sana. Ia bisa melihat pintu gerbang rumahnya dari kafe ini yang letaknya juga berdekatan dengan kios salah satu ekspedisi langganannya untuk mengirim hasil kerjanya. Ia tidak ingin selalu dianggap sebagai parasit, walau kenyataan sebenarnya jelas tidak bisa dikatakan demikian. Bukankah sudah menjadi tugas seorang suami untuk menafkahi istrinya?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi BACK TOGETHER

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel BELENGGU CINTA MANTAN
9.3
Andini hancur saat Ardian, cinta pertamanya, pergi setelah merenggut kehormatannya. Tiga tahun berlalu, Ardian kembali dengan pesona yang sulit ditolak meski kini Andini telah menjadi istri Hendra. Walau Hendra tulus mencintai, Andini justru terjerat kembali dalam rayuan mantan kekasihnya itu. Akankah pilihan Andini membawa kebahagiaan di pernikahan keduanya? Bagaimana nasib suami pertama dan putra kecil mereka yang ditinggalkan dalam luka mendalam?
Sampul Novel Dalam Pelukan Sang Miliarder
9.7
Raissa terancam kehilangan panti jompo tempat tinggalnya akibat rencana penggusuran oleh taipan kejam, Arkhan Alvaro. Demi menyelamatkan tempat itu, Raissa nekat menghadapi sang miliarder yang dingin. Namun, Arkhan justru memberikan penawaran mengejutkan: panti akan selamat jika Raissa bersedia menjadi miliknya sepenuhnya. Terjebak dalam dilema antara pengorbanan dan harga diri, hubungan penuh paksaan ini mulai memicu konflik emosi yang mendalam bagi mereka.
Sampul Novel Gadis Kecil Milik Tuan Nicholas
9.6
Nicholas Lauther terkejut saat baru menjabat CEO Nexon Games, karena Billi dan Emma menjodohkannya dengan Amora Georgina. Amora, gadis 19 tahun dari keluarga sederhana, baru saja pindah ke kota untuk mengelola restoran steak milik Mark dan Anna. Meski kepribadian mereka bertolak belakang, Nicholas dan Amora terpaksa bersandiwara demi orang tua mereka. Sambil berpura-pura patuh, keduanya diam-diam menyusun rencana matang untuk membatalkan ikatan perjodohan tersebut.
Sampul Novel Mengejar Cinta Istri
9.4
Ditinggalkan saat menikah membuat Ayla Pramudita terluka, meski itu perjodohan bisnis. Enam bulan berlalu, ia dikejutkan kiriman uang misterius dari N.H Group. Saat sang adik, Ferdi, magang di sana, terungkap bahwa pemiliknya adalah Wibbi, suaminya sendiri. Ayla pergi ke Jakarta demi menuntut cerai, namun Wibbi justru menolak dan mulai mencintainya. Di tengah upaya Wibbi, hadir Abram, cinta pertama Ayla yang siap membantu melepaskannya dari jeratan sang suami.
Sampul Novel Sakya Kumara
8.9
Sakya Kumara, pewaris tunggal Kerajaan Kumara, berkelana ke Dunia Mortal demi mengejar gelar Pendekar Dewa Pedang. Ia memburu Pedang Dewa Langit, Pedang Iblis Bumi, serta Kitab Dewa Mabuk yang legendaris. Ambisi pangeran iblis ini dipicu dendam membara terhadap Dewa Naga Abadi yang telah membinasakan tanah airnya. Namun, kekacauan di Dunia Mortal menghadirkan rintangan berat. Mampukah Sakya membalas dendam dan memulihkan dunianya melalui perjalanan penuh konflik ini?
Sampul Novel SUAMI TIGA RANJANG
8.5
Sebastian Narendra Gunawan, pengusaha mebel dan pecinta balap mobil, sudah memiliki dua istri cantik yang mempesona. Namun, pertemuan tak sengaja dengan seorang umbrella girl saat menemani klien bisnis mengubah segalanya. Sebastian terobsesi dan ingin menikah lagi untuk ketiga kalinya. Akankah kedua istrinya menerima kehadiran madu baru dalam rumah tangga mereka, atau justru bersatu melakukan pemberontakan demi menggagalkan ambisi sang suami?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan