Sampul Novel Menantu Yang Diusir Keluarga Suaminya

Menantu Yang Diusir Keluarga Suaminya

8.3 / 10.0
Dalam Menantu Yang Diusir Keluarga Suaminya, Zaireen dikhianati Elvano dan keluarganya di rumahnya sendiri. Romance novel ini mengisahkan perjuangan Zaireen membalas pengkhianatan dengan elegan. Baca modern novel penuh intrik ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda.
Ringkasan Menantu Yang Diusir Keluarga Suaminya
Zaireen tinggal di rumah warisan ayahnya bersama Elvano dan mertuanya. Awalnya hangat, namun keluarga suaminya perlahan menindasnya. Luka Zaireen makin dalam saat tahu Elvano berselingkuh dengan restu keluarganya sendiri. Dianggap rendah di rumahnya sendiri, kini Zaireen tak lagi tinggal diam. Ia harus memilih antara bertahan dalam duka atau bangkit menghancurkan mereka dengan cara yang elegan. Air matanya telah habis, kini saatnya ia mengambil kembali harga dirinya.
Baca Selengkapnya

Menantu Yang Diusir Keluarga Suaminya Bab 1

Zaireen menatap kosong ke luar jendela kamar tidur yang luas, matanya tertuju pada cahaya lembut matahari yang masuk lewat celah tirai. Rumah yang dulunya terasa hangat, penuh tawa dan cinta, kini terasa seperti sebuah penjara mewah yang menyembunyikan kebohongan di balik setiap sudutnya.

Dua tahun yang lalu, saat ia mengucapkan janji setia di altar bersama Elvano, ia tak pernah membayangkan akan berada di sini. Pada saat itu, semua terasa sempurna. Keluarga Elvano, meskipun lebih besar dan lebih kaya daripada keluarganya sendiri, bersikap baik dan penuh perhatian. Mereka selalu memujinya, seolah-olah Zaireen adalah berkat yang jatuh dari langit, membawa kebahagiaan bagi keluarga mereka. Ia merasa dihargai, merasa diterima.

Namun, semakin lama ia hidup bersama mereka, semakin jelas bahwa semuanya hanyalah ilusi. Kebaikan yang tampak pada awalnya, berubah menjadi tuntutan, menjadi harapan yang tak pernah bisa ia penuhi. Terutama setelah keluarga Elvano pindah ke rumah besar miliknya. Semua itu terjadi begitu cepat, seolah-olah mereka menunggu kesempatan untuk menguasai hidupnya. Bahkan Elvano, suaminya, yang dulu tampak begitu penuh cinta, mulai berubah.

Zaireen menghela napas panjang, merasakan dada yang sesak. Apa yang salah dengan hidupnya? Apa yang salah dengan pernikahannya? Kenapa cinta yang dulu mengikatnya pada Elvano kini terasa seperti belenggu yang semakin menyakiti?

Hari-hari mereka yang dulu penuh dengan kebahagiaan kini terisi dengan keheningan yang mengganggu. Tidak ada lagi tawa bahagia yang mewarnai percakapan mereka. Zaireen sering kali menemukan dirinya duduk dalam kesunyian, memandangi Elvano yang sibuk dengan pekerjaan dan keluarganya. Ada jarak yang tak bisa dijelaskan di antara mereka. Sepertinya ia sudah tidak lagi mengenal pria yang dulu pernah ia cintai dengan sepenuh hati.

Saat Zaireen melangkah ke ruang makan, ia menemukan keluarga Elvano duduk mengelilingi meja besar, berbicara dengan nada yang jauh lebih tinggi dari yang biasa ia dengar. Pandangan mereka seolah-olah mengabaikan keberadaannya. Dulu, ia merasa bangga bisa memiliki rumah yang besar ini, bisa menyediakan tempat yang nyaman bagi keluarga suaminya. Tetapi sekarang, rumah ini hanya mengingatkannya pada ketidakbahagiaan yang terpendam.

"Zaireen, kenapa kamu terlihat murung?" tanya Ibunda Elvano, dengan senyum manis yang sudah tidak bisa menutupi ketidakpedulian yang jelas terlihat di matanya. "Sudah lama kamu tidak bergabung dengan kami, sepertinya kamu mulai menjauh."

Zaireen menahan diri untuk tidak menjawab dengan nada yang penuh kepahitan. Tidak mudah untuk menyampaikan perasaannya kepada wanita yang selalu memandang rendah dirinya, yang selalu membandingkannya dengan saudara-saudara Elvano yang lebih sempurna menurut pandangan mereka.

Ia tersenyum tipis, berusaha menyembunyikan kepedihan yang sedang menggerogoti hatinya. "Aku baik-baik saja, Bu," jawabnya datar. "Hanya sedikit lelah."

Ia tidak tahu kapan tepatnya hubungan mereka berubah. Dulu, saat ia masih tinggal bersama orang tuanya, segala sesuatunya terasa lebih sederhana. Cinta mereka terasa murni, tidak tercemar oleh intrik atau harapan yang tidak realistis. Tetapi sekarang, setiap langkah yang ia ambil terasa seperti menari di atas tali yang tipis, dengan bahaya di bawahnya menunggu untuk menariknya ke dalam jurang.

Setiap kali Zaireen mencoba berbicara dengan Elvano, selalu ada sesuatu yang menghalanginya. Pekerjaan, keluarga, atau hanya kebisuan yang mengalir begitu deras di antara mereka. Bahkan malam-malam yang seharusnya dipenuhi kehangatan kini terasa kosong. Zaireen mulai merasa seperti bayangan dalam hidup Elvano, bukan lagi sebagai wanita yang dulu ia cintai, melainkan hanya sebagai bagian dari rutinitas yang harus dipenuhi.

Puncaknya datang beberapa hari yang lalu. Zaireen secara tidak sengaja menemukan pesan-pesan yang sangat tidak pantas di ponsel Elvano. Tertulis dengan jelas, kata-kata mesra antara Elvano dan seorang wanita yang bukan dirinya. Ia merasa dunia ini seakan runtuh di bawah kakinya. Tidak mungkin, pikirnya. Tidak mungkin suaminya-pria yang ia nikahi dengan penuh harapan-akan berbuat seperti ini padanya.

Bahkan yang lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa keluarganya tahu. Mereka semua tahu tentang perselingkuhan ini dan bukannya mendukungnya, mereka malah membela Elvano. Mereka berkata bahwa itu hanya sebuah kesalahan kecil, sebuah godaan yang bisa dimaklumi. Seolah-olah pengkhianatan itu bisa dimaafkan begitu saja.

Zaireen merasa dikhianati oleh orang-orang yang seharusnya menjadi pelindungnya. Keluarga Elvano yang dulu memujinya, yang dulu menganggapnya sebagai anggota keluarga yang berharga, kini menatapnya dengan pandangan yang penuh kekhawatiran. Mereka khawatir tentang reputasi keluarga mereka, bukan tentang perasaannya. Mereka lebih peduli bagaimana menjaga citra mereka, bukan bagaimana memperbaiki hubungan yang rusak.

"Zaireen, kenapa kamu tidak mengatakan apa-apa?" suara Elvano tiba-tiba terdengar di belakangnya, menginterupsi lamunannya. Zaireen menoleh, melihat suaminya berdiri di ambang pintu, tatapan penuh kekhawatiran.

"Ada apa dengan kamu? Aku merasa seperti kamu semakin menjauh."

Zaireen menghela napas, merasa seperti ada sesuatu yang mengikatnya di tempat ini. Ia ingin berteriak, ingin meluapkan semua perasaannya yang tertahan, tetapi ia hanya bisa terdiam. Ia tahu jawabannya, tapi kata-kata itu begitu sulit untuk diucapkan.

"Saya hanya lelah, Elvano," jawabnya perlahan, suaranya hampir tak terdengar. "Lelah dengan semuanya."

Elvano mendekat, mencoba meraih tangannya. "Jangan seperti ini. Kita bisa menyelesaikannya bersama-sama."

Zaireen menatap tangan Elvano yang kini berada di hadapannya, namun tidak merasakannya. Tangan itu yang dulu terasa penuh kasih, kini hanya terasa dingin dan penuh kebohongan.

"Saya sudah tidak tahu lagi apa yang harus kita selesaikan, Elvano," jawab Zaireen dengan suara yang lebih tegas, meskipun hatinya terasa hancur. "Semua ini sudah terlalu jauh."

Elvano terdiam, wajahnya berubah menjadi penuh kekhawatiran. "Apa maksudmu?"

Zaireen menatap suaminya dengan mata yang penuh kepedihan, dan untuk pertama kalinya, ia merasa tidak ada yang tersisa dari pria yang dulu ia cintai. "Aku tahu tentang semuanya, Elvano. Tentang wanita itu."

Elvano terkejut, matanya membulat. "Zaireen, aku-"

"Jangan!" Zaireen memotong kata-kata Elvano. "Jangan coba alibi lagi. Keluargamu tahu tentang ini, kan? Semua orang tahu dan kalian malah berpihak padanya. Jadi, jangan coba berpura-pura seperti ini lagi. Aku sudah cukup terluka."

Ia berbalik dan berjalan menuju pintu, namun sebelum melangkah keluar, ia sempat menolehkan kepala. "Aku tidak tahu bagaimana kita bisa kembali ke titik yang benar, Elvano. Tapi aku tahu satu hal-semua yang kita miliki kini, sudah hilang."

Dengan langkah yang mantap, Zaireen meninggalkan ruangan itu, dan untuk pertama kalinya, ia merasa sedikit lebih bebas, meskipun hati itu masih penuh dengan pertanyaan yang tak terjawab.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Menantu Yang Diusir Keluarga Suaminya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Kecemerlangan Tak Terbelenggu: Menangkap Mata Sang CEO
8.3
Leanna dipaksa bercerai setelah dikhianati suami dan mertuanya dalam pernikahan yang didasari utang. Usai berpisah, ia bangkit dengan harta gono-gini dan kebebasan penuh. Leanna mengungkap jati dirinya sebagai peretas ahli, pembalap, profesor medis, hingga desainer perhiasan ternama. Meski simpanan mantan suaminya terus mengganggu, ia tetap tak tergoyahkan. Hingga akhirnya, Matthew hadir dan menawarkan diri untuk menjadi suami baru bagi sang wanita jenius ini.
Sampul Novel Kisah Yuna
8.8
Yuna adalah mahasiswi biasa yang tengah berjuang keras meraih impian masa depannya. Dunianya seketika berubah penuh warna saat idola kampus menyatakan perasaan kepadanya. Namun, perjalanan asmara ini tidaklah mudah. Yuna terjebak dalam dilema besar ketika situasi memaksanya memilih antara pacar pertamanya saat ini atau sosok cinta pertama dari masa lalu. Siapakah yang akan memenangkan hati Yuna pada akhirnya di tengah persimpangan emosi ini?
Sampul Novel Misi Cinta: Dendam Mantan Istri
7.9
Terence harus menikahi Julia setelah sebuah insiden tak terduga menghancurkan pertunangannya dengan Jean. Meski berstatus suami istri, Terence membenci Julia dan menolak menyentuhnya selama tiga tahun. Saat Jean kembali ke tanah air, Terence langsung menceraikan Julia tanpa memedulikan perasaannya. Merasa dikhianati oleh saudara kandung dan pria yang ia cintai, Julia kini bangkit dengan dendam membara untuk membalas rasa sakit hatinya kepada mereka berdua.
Sampul Novel Pendekar Pedang Patah
7.9
Pancaka dikenal sebagai musuh besar bagi seluruh golongan persilatan, mulai dari sekte hitam hingga putih. Tanpa alasan jelas, ia menghancurkan organisasi tersebut dengan pedang tanpa bilah miliknya yang legendaris. Namun, kejayaan sang pendekar berakhir setelah ia menderita kekalahan telak. Secara misterius, Pancaka terlempar kembali ke masa lalu. Kini, ia harus memilih untuk memperbaiki perilakunya atau justru menjadi sosok yang jauh lebih kejam dari sebelumnya.
Sampul Novel Sekretaris kesayangan CEO
9.7
Menjalin asmara dengan bos kaya bukan hal mudah bagi Yasmin Andara. Sebagai sekretaris cantik, ia harus menghadapi cobaan berat saat dipaksa menjauh dari CEO yang merupakan kekasihnya sendiri. Realitas pahit kini menguji keteguhan hati mereka di tengah tuntutan profesionalisme. Apakah cinta mereka mampu bertahan melewati rintangan ini, atau justru hubungan tersebut harus berakhir tragis? Ikuti perjuangan Yasmin mempertahankan cintanya yang penuh dilema.
Sampul Novel Taruhan Nasib: Suamiku yang Tak Terduga
9.8
Kirani dipaksa menikahi Devon, pria yang dicap preman berbahaya. Meski dihina sebagai anak angkat yang malang, hidupnya justru penuh berkah hingga memenangkan rumah mewah. Ternyata, Devon bukanlah orang biasa, melainkan miliarder terkaya di dunia yang menyembunyikan identitasnya. Saat rahasia besar ini terungkap dan Kirani merasa terintimidasi hingga meminta cerai, Devon menolak tegas. Ia justru menyerahkan seluruh hartanya demi mempertahankan sang istri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan