Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ayah Pembawa Masalah

Ayah Pembawa Masalah

Kehilangan uang kantor sebesar empat ratus juta rupiah karena dipinjamkan paksa oleh ayahnya membuat protagonis dipecat dan dituntut ganti rugi. Alih-alih dibela, keluarganya justru menyalahkannya. Demi melunasi utang, sang ayah mencarikannya pekerjaan sebagai pengasuh pria tua. Namun, ia justru dilecehkan dan dipukuli hingga tewas akibat kesalahpahaman putri sang pria tua. Beruntung, ia terbangun kembali tepat di hari saat sang ayah meminjamkan uang tersebut ke tetangga.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mendengar perkataanku, mata ayah berbinar.

Tentu saja dia tidak akan menelepon dan bertanya kepada kakak atau ibu. Dia pergi ke kamar kakak dan mencari kartu ATM milik kakak.

Karena ayah selalu suka meminjamkan uang kepada orang lain, saat SMA aku mengingatkan ibu untuk membuka rekening lain yang tidak diketahui ayah. Jika tidak, hidup kita akan makin sulit.

Ibu berkata bahwa aku masih kecil dan tidak tahu apa-apa. Namun, Ibu diam-diam membuka rekening baru.

Buku tabungan itu berisi sekitar delapan ratus juta, yang akan digunakan untuk mahar kakak dan beli mobil.

Di kehidupan terakhirku, mereka tidak menggunakan uang itu padahal tahu kalau aku mungkin akan dipenjara.

Pada hari aku bekerja sebagai pengasuh laki-laki tua karena butuh uang, kakakku membeli mobil baru.

Ayah menggeledah seisi rumah dan akhirnya menemukan buku tabungan yang disembunyikan ibu di dalam ember beras.

Ayah melihat saldo di dalam rekening itu dan mengumpat, "Resti sialan! Dia licik juga, punya tabungan sebanyak ini tanpa sepengetahuanku."

Setelah mengumpat, dia mengambil KTP miliknya dan milik Ibu, lalu melangkah keluar.

Aku mengingatkan Ayah, "Ayah, nggak tanya Ibu dulu uang itu mau dipakai buat apa?"

"Ngapain tanya? Uang itu bukan dari hasil kerjaku."

Ayah langsung keluar dan kembali dengan membawa uang delapan ratus juta di tangannya.

Dia memanggil tetangga dan memberikan uang itu kepadanya.

Tetangganya berkata, "Banyak sekali. Aku cuma butuh empat ratus juta saja."

"Ambil saja semuanya." Ayah bersikap layaknya seorang miliarder. "Sisa empat ratus ribunya bisa dipakai buat renovasi."

Tetangga bilang akan menuliskan surat utang.

Namun, Ayah berkata, "Kalau tulis surat utang, sama saja kamu meremehkanku."

Tetangga itu pergi dengan suasana hari senang dengan uang di tangan, sementara Ayah begitu menikmati perasaan bisa meminjamkan uang kepada orang lain.

Aku berdiri di hadapannya dan berkata kepadanya, "Ayah, mending minta surat utang, kalau nggak, uangnya nggak akan dikembalikan."

Ayah menatapku dengan tatapan kosong. "Kalau tulis surat utang, nanti hubungan sama tetangga jadi jauh. Ini budi baik, kamu harus mempelajarinya."

Ayah selalu mengatakan tentang budi baik.

Dia selalu mengatakan bahwa karena saat kecil dia hidup di keluarga yang miskin, tidak ada kerabat yang mau berhubungan dengan mereka.

Seolah-olah kejadian ini telah menciptakan semacam obsesi di dalam diri ayah.

Setiap kali ada keluarga yang mengalami kesulitan, ayah akan berinisiatif untuk membantu.

Jika ayah punya uang, dia akan memberikan uangnya. Tidak punya uang pun dia akan tetap mengusahakan untuk memberikan uang.

Seluruh keluarga kami harus berkontribusi bersama.

Karena hal ini sering terjadi, banyak kerabat yang mencoba dekat dengan ayah.

Namun, semua orang tahu bahwa akan rugi kalau mereka tidak mencoba mendapatkan sesuatu yang menguntungkan secara gratis.

Hidup ini lancar dengan upah pekerja, tentu saja aku tidak akan diberhentikan.

Namun, aku tidak menyangka bahwa tidak lama setelah itu, ayah mendatangiku dan membuat masalah.

Ketika aku pulang kerja, ada orang asing di rumah.

Ayah berkata bahwa dia adalah temannya yang bernama Ferdy. Dia memiliki pabrik kecil, tetapi orang dari biro pajak datang untuk memeriksa rekening mereka.

Namun, akuntan yang bertanggung jawab adalah istrinya, jadi laporan rekening cukup berantakan. Dia ingin mencari seorang profesional untuk membantu menyelesaikannya.

Aku melihat buku-buku yang dibawanya dan langsung berkata, "Aku nggak bisa."

Wajah ayah langsung berubah muram. Dia tidak mungkin melakukan sesuatu di depan orang luar, jadi hanya berkata padaku dengan suara rendah, "Lihat dulu lagi. Akun pabrik kecil pasti lebih sederhana dari laporan rekening perusahaan. Kamu kerjakan saja sebentar."

Aku mengembalikan buku rekening tersebut dan berkata, "Pak Ferdy, laporan rekening ini bukan masalah kecil. Lebih baik mengaku sama biro pajak saja."

Bukan hanya berantakan, tetapi aku juga tahu kalau laporan rekening itu palsu.

Dia bilang ingin aku menyelesaikannya, tetapi sebenarnya dia ingin mencari seseorang untuk menutup kekurangan pada laporan rekening tersebut.

Aku tidak ingin masuk penjara hanya karena orang asing.

Teman ayah langsung berubah pucat saat mendengar penuturanku, lalu pamit untuk pergi.

Ayah mengejarnya keluar.

Aku kembali ke kamar dan bersiap-siap untuk mandi. Aku sudah melepas beberapa pakaianku.

Aku langsung berteriak saat pintu kamarku tiba-tiba dibuka dari luar.

Ayah menampar wajahku.

"Sial! Kenapa kamu nggak mau bantu!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta & Obsesi SANG PSIKOPAT Cantik
9.5
Via terjebak dalam obsesi buta terhadap abangnya, Fatih. Namun, kehadiran Kenan yang telah memujanya sejak SMP mulai menggoyahkan hatinya. Di tengah dilema tersebut, Via menyadari bahwa perasaannya pada Fatih bukanlah cinta sejati. Akhirnya, ia memilih menerima Kenan tanpa menyadari bahwa mereka berbagi kegilaan dan obsesi yang serupa. Akankah ketulusan Kenan mampu menaklukkan sisi gelap Via yang ternyata menyimpan kepribadian seorang psikopat?
Sampul Novel Dersik: Begu Ganjang Telah Kembali
9.1
Dendam lama bangkit saat Dersik kembali ke Desa Mangpusu. Meski puluhan tahun berlalu, ia tetap awet muda dan mempesona, siap menuntut balas atas tragedi masa lalunya. Sunarni, sang mantan majikan, kini tunduk karena rasa bersalah saat keluarganya dihabisi satu per satu. Di tengah teror Begu Ganjang, Surya sang dukun sakti mencurigai Dersik sebagai mantan kekasihnya. Ironisnya, putra Sunarni justru jatuh cinta pada wanita misterius yang bertekad menghancurkan mereka.
Sampul Novel Ibu Angkat Psikopat
8.5
Diadopsi bersama kembarannya yang rupawan, sang protagonis mengira kehidupan barunya akan normal. Namun, rahasia kelam keluarga angkatnya terbongkar saat ia menyaksikan putra ibu angkatnya, Donny, melecehkan kakaknya demi menghasilkan plasenta. Sang ibu percaya plasenta kerabat dekat adalah obat segala penyakit. Setelah melahirkan tiga anak untuk dikonsumsi plasentanya, kelahiran anak keempat justru membawa petaka misterius yang membuat ibu angkat mereka kehilangan akal sehat.
Sampul Novel KERESEK HITAM DALAM FREEZER
7.9
Kehidupan Tedi berubah mencekam saat ia menemukan bungkusan kresek hitam berisi jasad bayi di dalam freezer kulkasnya sendiri. Alih-alih melapor ke pihak berwajib, Tedi justru memilih untuk menyimpan rahasia mengerikan tersebut dan bertekad memburu sosok di balik tindakan keji ini secara mandiri. Mampukah ia mengungkap identitas pelaku sebenarnya sebelum segalanya terlambat? Sebuah kisah misteri penuh ketegangan tentang pencarian keadilan yang gelap.
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua
8.0
Kehidupan rumah tangga seorang pria berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam. Ia terjebak dalam lingkaran keluarga penuh rahasia gelap, di mana istri dan mertuanya ternyata penganut ilmu hitam yang keji. Konflik memuncak saat sang tokoh utama tidak lagi memiliki pilihan selain menghadapi tekanan luar biasa. Ia dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi memenuhi ambisi mistis mereka yang sangat mengerikan.
Sampul Novel Pelakor's Hunter
8.2
Siska tewas mengenaskan setelah cairan mematikan melumpuhkan sarafnya dalam sekejap. Di samping jasadnya, pelaku bertopeng meninggalkan pesan misterius bertajuk Malaikat Maut Pelakor. Serangkaian pembunuhan serupa terus menghantui, menyasar para wanita perebut suami orang. Ranti, istri yang hancur akibat pengkhianatan, kini menjadi tersangka utama karena bukti kuat di rumahnya. Benarkah luka hati mendorongnya menjadi pembunuh, atau ada sosok lain di balik dendam buta ini?