Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ayah Pembawa Masalah

Ayah Pembawa Masalah

Kehilangan uang kantor sebesar empat ratus juta rupiah karena dipinjamkan paksa oleh ayahnya membuat protagonis dipecat dan dituntut ganti rugi. Alih-alih dibela, keluarganya justru menyalahkannya. Demi melunasi utang, sang ayah mencarikannya pekerjaan sebagai pengasuh pria tua. Namun, ia justru dilecehkan dan dipukuli hingga tewas akibat kesalahpahaman putri sang pria tua. Beruntung, ia terbangun kembali tepat di hari saat sang ayah meminjamkan uang tersebut ke tetangga.
Bab
Bagikan

Bab 1

Atasanku memberiku uang tunai sebesar empat ratus juta, ingin aku menggunakan uang itu untuk membayar gaji para karyawan.

Aku hanya keluar untuk membeli amplop, tiba-tiba uang itu dipinjamkan oleh ayah kepada tetangga untuk membeli rumah.

Aku menanyakan hal ini kepada ayah, tetapi ayah malah mengatakan kalau aku tidak pandai dalam berbelas kasihan kepada orang lain.

Bahkan ibu dan kakak laki-lakiku menyalahkanku karena tidak menyimpan uang itu dengan baik. Mereka tahu bahwa ayah suka meminjam uang dan meminjamkannya kepada orang lain.

Kemudian, atasanku memecatku, tetapi dia tidak lapor polisi. Dia hanya memintaku mengembalikan uang itu kepadanya.

Untuk mengembalikan uang itu, ayah mencarikanku pekerjaan dengan gaji tinggi.

Ketika pergi ke sana, aku mendapati bahwa aku bekerja sebagai pengasuh untuk seorang pria tua, yang mencabuliku hari itu juga.

Aku ingin lapor polisi, tetapi ayah ingin aku lebih sabar dalam menghadapi orang tua.

Akibatnya, anak perempuan lelaki tua itu mengira bahwa aku merayu ayahnya. Dia bahkan menyuruh seseorang untuk memukulku sampai mati.

Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana ayah meminjamkan uang atasanku kepada tetangga.

"Verlina, kamu nggak perlu balik kantor kalau sudah ambil uangnya. Sore ini langsung ke lokasi konstruksi dan bayarkan gaji semua karyawan."

Atasanku menyodorkan kartu bank kepadaku. Saat itulah aku benar-benar sadar kalau aku terlahir kembali.

Di kehidupan terakhirku, aku keluar dari perusahaan untuk menarik mengambil uang empat ratus juta. Aku pulang ke rumah karena takut uangnya hilang.

Aku menyimpan uangnya di kamarku yang terkunci karena ingin membeli amplop, agar lebih mudah saat membagikannya kepada para karyawan.

Tidak disangka, aku yang hanya pergi satu jam, tiba-tiba uang itu sudah dipinjamkan kepada tetangga untuk membeli rumah.

Aku ingin pergi menemui tetanggaku dan mengambil uang itu kembali.

Namun, ayah menghentikanku, "Mau ngapain? Uang sudah dipinjamkan, apa kamu tega mau mengambilnya lagi? Nanti hubungan kita sama tetangga jadi renggang."

Aku marah besar, "Uang yang Ayah pinjamkan itu uang perusahaan dan aku akan dianggap menyelewengkan dana publik. Kalau atasanku sampai lapor polisi, aku bakal penjara!"

Ayah meremehkan, "Atasanmu pasti kaya, uang empat ratus juta ini nggak ada apa-apanya baginya."

Aku tidak bisa bicara baik-baik sama ayahku. Jadi, aku melangkah keluar rumah, mengetuk pintu rumah tetangga.

Ketika tetangga itu membuka pintu, ayah keluar menyusulku.

Aku bahkan belum membuka mulut untuk meminta uang itu, tiba-tiba ayah menarikku kuat-kuat.

Setelah menutup pintu, dia menampar wajahku.

"Verlina, kenapa aku bisa punya anak sepertimu, yang nggak bisa berempati sama orang lain! Katakan saja sama atasanmu kalau Ayah pinjam uangnya!"

Aku menjawab marah, "Ayah yang pinjam? Mau balikin pakai apa? Ayah nggak punya kerjaan dan nggak punya tabungan, kenapa atasanku mau meminjamkan uangnya kepada Ayah?"

Perkataanku ini membuat ayah benar-benar marah.

Dia mengangkat kakinya dan menendangku hingga terjatuh, bahkan tinjunya menimpaku.

"Apa begini caramu bicara sama orang tua?"

Pada saat itu, ibu dan kakak laki-lakiku datang.

Melihatku dipukuli, sikap mereka terkesan dingin.

Apalagi setelah mengetahui alasannya, ibu mencibir, "Kamu pantas dipukul. Kamu tahu sendiri Ayah sudah meminjamkan uangnya sama orang lain, kenapa nggak simpan uangnya baik-baik?"

Kejadian itu berakhir dengan aku mengakui semuanya dengan jujur kepada atasanku.

Atasanku tidak lapor polisi, hanya mengeluarkan uang lainnya sebanyak empat ratus juta.

Namun, dia tidak berani tetap mempekerjakanku di perusahaan. Setelah menulis surat utang, dia memecatku.

Setelah itu, aku jatuh ke dalam kematian karena ayahku.

Memikirkan hal itu, seolah-olah tinju itu masih mendarat di tubuhku.

Aku mendongak dan bertanya kepada atasanku apakah aku bisa membagikannya saat siang. Aku takut kalau harus memegang uang sebanyak ini.

Atasanku berpikir sejenak, lalu menyetujuinya.

Aku mengambil uang itu dan tidak berani menunda waktu, langsung pergi ke lokasi konstruksi. Aku baru berani bernapas lega setelah menyaksikan uang itu diterima oleh para pegawai.

Ketika aku tiba di rumah dan membuka pintu, ayah sedang memegang kunci kamarku.

"Ayah ngapain di kamarku?"

Mendengar suaraku, ayah meringis sambil tersenyum padaku.

"Kebetulan sekali kamu pulang. Kalau ada uang, tolong pinjami Ayah uang."

Aku bertanya kepadanya, "Ayah butuh uang buat apa?"

"Tetangga sebelah mau beli rumah, ingin Ayah sedikit membantunya." Ayah melanjutkan, "Tolong pinjami saja, Ayah takut hubungan kita sama tetangga jadi renggang kalau nggak dipinjami."

Aku menatap ayah dengan tatapan kosong.

Ayah memang orang yang baik dan ini sudah diketahui oleh semua tetangga.

Kebaikan ayah termasuk terkait uang dan tenaga.

Minta saja padanya dan dia akan memenuhinya.

Alasan mengapa keluargaku tidak pernah memiliki tabungan adalah karena setiap kali aku menabung, uang itu akan dipinjamkan kepada orang lain oleh ayahku.

Aku langsung berkata, "Aku nggak punya uang, tanya sama kakak saja. Aku dengar dia bilang sama Ibu mau beli mobil, harusnya punya uang."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta & Obsesi SANG PSIKOPAT Cantik
9.5
Via terjebak dalam obsesi buta terhadap abangnya, Fatih. Namun, kehadiran Kenan yang telah memujanya sejak SMP mulai menggoyahkan hatinya. Di tengah dilema tersebut, Via menyadari bahwa perasaannya pada Fatih bukanlah cinta sejati. Akhirnya, ia memilih menerima Kenan tanpa menyadari bahwa mereka berbagi kegilaan dan obsesi yang serupa. Akankah ketulusan Kenan mampu menaklukkan sisi gelap Via yang ternyata menyimpan kepribadian seorang psikopat?
Sampul Novel Dersik: Begu Ganjang Telah Kembali
9.1
Dendam lama bangkit saat Dersik kembali ke Desa Mangpusu. Meski puluhan tahun berlalu, ia tetap awet muda dan mempesona, siap menuntut balas atas tragedi masa lalunya. Sunarni, sang mantan majikan, kini tunduk karena rasa bersalah saat keluarganya dihabisi satu per satu. Di tengah teror Begu Ganjang, Surya sang dukun sakti mencurigai Dersik sebagai mantan kekasihnya. Ironisnya, putra Sunarni justru jatuh cinta pada wanita misterius yang bertekad menghancurkan mereka.
Sampul Novel Ibu Angkat Psikopat
8.5
Diadopsi bersama kembarannya yang rupawan, sang protagonis mengira kehidupan barunya akan normal. Namun, rahasia kelam keluarga angkatnya terbongkar saat ia menyaksikan putra ibu angkatnya, Donny, melecehkan kakaknya demi menghasilkan plasenta. Sang ibu percaya plasenta kerabat dekat adalah obat segala penyakit. Setelah melahirkan tiga anak untuk dikonsumsi plasentanya, kelahiran anak keempat justru membawa petaka misterius yang membuat ibu angkat mereka kehilangan akal sehat.
Sampul Novel KERESEK HITAM DALAM FREEZER
7.9
Kehidupan Tedi berubah mencekam saat ia menemukan bungkusan kresek hitam berisi jasad bayi di dalam freezer kulkasnya sendiri. Alih-alih melapor ke pihak berwajib, Tedi justru memilih untuk menyimpan rahasia mengerikan tersebut dan bertekad memburu sosok di balik tindakan keji ini secara mandiri. Mampukah ia mengungkap identitas pelaku sebenarnya sebelum segalanya terlambat? Sebuah kisah misteri penuh ketegangan tentang pencarian keadilan yang gelap.
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua
8.0
Kehidupan rumah tangga seorang pria berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam. Ia terjebak dalam lingkaran keluarga penuh rahasia gelap, di mana istri dan mertuanya ternyata penganut ilmu hitam yang keji. Konflik memuncak saat sang tokoh utama tidak lagi memiliki pilihan selain menghadapi tekanan luar biasa. Ia dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi memenuhi ambisi mistis mereka yang sangat mengerikan.
Sampul Novel Pelakor's Hunter
8.2
Siska tewas mengenaskan setelah cairan mematikan melumpuhkan sarafnya dalam sekejap. Di samping jasadnya, pelaku bertopeng meninggalkan pesan misterius bertajuk Malaikat Maut Pelakor. Serangkaian pembunuhan serupa terus menghantui, menyasar para wanita perebut suami orang. Ranti, istri yang hancur akibat pengkhianatan, kini menjadi tersangka utama karena bukti kuat di rumahnya. Benarkah luka hati mendorongnya menjadi pembunuh, atau ada sosok lain di balik dendam buta ini?