Sampul Novel Asa di Ujung Senja

Asa di Ujung Senja

7.9 / 10.0
Nada terpaksa menikahi cucu Ndoro Brata demi melunasi utang orang tuanya. Ia menjadi pengantin pengganti setelah calon istri Abian melarikan diri pasca kecelakaan yang membuat pemuda playboy itu buta. Abian yang dulunya urakan kini berubah menjadi sosok pemarah dan dingin kepada Nada. Di tengah sikap kasar sang suami dan tekanan besar dari keluarga konglomerat tersebut, Nada harus berjuang mempertahankan perannya dalam pernikahan yang penuh luka dan air mata ini.

Asa di Ujung Senja Bab 1

"Maaf, Nduk, jika kamu harus menanggung semua ini," kata seorang wanita paruh baya dengan air mata bercucuran, sambil mengusap dengan lembut punggung sang putri yang menangis di atas pangkuan.

"Tapi kenapa harus Nada, Bu? Nada baru saja lulus sekolah dan Nada juga masih ingin melanjutkan ngaji di pesantren, Bu." Gadis belia itu masih saja tergugu.

"Kita sudah tidak memiliki apa-apa lagi yang bisa dijual untuk membayar hutang bapakmu pada Ndoro Brata, Nduk. Hanya ini satu-satunya cara agar keluarga kita bisa terbebas dari hutang yang kian lama, kian terasa mencekik." Bu Mul terdengar menghela napas berat.

"Lagi pula, keputusan bapakmu sudah bulat, dan tidak dapat diganggu gugat, Nduk. Beberapa waktu lalu, bapak sudah menyetujui pernikahanmu dengan Den Bian," lanjutnya seraya menyeka air mata yang terus saja menyeruak.

"Kenapa ndak Mbak Gina saja, Bu? Mbak Gina 'kan sudah dewasa dan sudah saatnya berumah tangga? Lagipula, bukankah Mbak Gina tergila-gila pada cucu bungsu Ndoro Brata itu, Bu?" Nada yang sudah mulai reda tangisnya, mendongak menatap sang ibu.

"Mana mungkin mbakmu itu mau, Da? Lagian, mbakmu itu cantik! Sayang, kalau gadis cantik seperti Gina harus menjadi pengantin pengganti untuk pemuda buta seperti cucu Ndoro Brata itu!" Sang bapak yang baru saja tiba di ambang pintu kamar Nada, menyahut. Suaranya terdengar begitu ketus.

"Apa? Bu-buta?" bibir Nada bergetar. Ingin rasanya, Nada tidak mempercayai apa yang barusan dia dengar.

"A-apa yang dikatakan bapak tadi benar, Bu?" tanya Nada hendak memastikan pada sang ibu karena sang bapak sudah keburu pergi dari sana, setelah mengatakan tentang kondisi pemuda yang akan menikahinya sore ini.

Bu Mul hanya bisa mengangguk, seraya menatap sang putri bungsu dengan tatapan sendu.

Air mata Nada kembali mengucur deras. Pilu hatinya mengetahui kenyataan getir yang harus dia terima. Sang bapak yang berhutang pada Ndoro Brata untuk berjudi dan mabuk-mabukan, tetapi dia yang dipaksa mengorbankan diri untuk menjadi pengantin pengganti bagi pemuda buta yang ditinggal kabur oleh calon istrinya, tanpa diberi kesempatan untuk mengenal terlebih dahulu pemuda tersebut.

"Sudah, Nduk, hapus air matamu! Sebentar lagi acara akan dimulai. Persiapkan dirimu untuk menjadi istri cucu Ndoro Brata," kata Bu Mul, setelah beberapa saat mereka berdua sama-sama terdiam.

Nada segera beranjak dari tempatnya bersimpuh di pangkuan sang ibu. Gadis belia itu lalu duduk di kursi rias dan merapikan riasannya dari sisa air mata. Sekuat hati Nada berusaha untuk tidak lagi menangis karena dia tak ingin membuat sang ibu semakin bersedih.

"Kenapa harus selalu aku jika itu mengenai hal-hal yang tak mengenakkan? Sedangkan untuk sesuatu yang membahagiakan, pasti Mbak Gina yang bapak dahulukan? Kenapa bapak selalu saja pilih kasih pada kami berdua? Bukankah, aku ini juga anak kandungnya?"

Nada bermonolog dalam diam. Tatapannya tertuju pada gambar dirinya yang ada pada pantulan cermin rias di hadapan. Tanpa terasa bulir bening kembali mengalir dari sudut netranya, setelah sang ibu keluar dari kamar, dan meninggalkan Nada sendirian.

Sementara di ruang keluarga, di rumah besar milik keluarga Ndoro Brata, semua orang sudah berkumpul termasuk sang mempelai pria. Acara akad nikah untuk Abian yang seyogyanya akan digelar secara mewah, tetapi akhirnya dilaksanakan secara sederhana karena pengantin wanitanya berganti, itu pun segera dimulai. Satu per satu acara berjalan dengan lancar hingga bacaan qabul terucap dari bibir pemuda yang saat ini tak dapat melihat karena kecelakaan akibat kebut-kebutan di jalanan.

"Saya terima nikah dan kawinnya Nada Assyifa binti Mulyono dengan mas kawin tersebut di atas, tunai."

Kata sah berkumandang ke seluruh penjuru ruangan, hingga dapat didengar oleh Nada yang masih duduk terdiam di depan meja rias, di kamar yang disediakan untuknya. Gadis itu pun kembali meneteskan air mata. Dia sama sekali tak menyangka jika saat ini statusnya telah berubah menjadi nyonya. Nyonya dari seorang pemuda yang sudah pasti tak pernah mengharapkan kehadiran wanita biasa seperti Nada dalam hidupnya.

Suara pintu yang dibuka dari luar, memaksa Nada menghapus air mata lalu berusaha untuk tersenyum pada Ndoro Putri Brata yang menjemputnya ke kamar.

"Tidak usah menangis dan sok bersedih! Kamu akan lebih enak hidup di sini, daripada di rumah orang tuamu yang sempit, dan hampir rubuh itu!"

Kata-kata wanita berusia senja yang wajahnya masih terlihat kencang karena rajin melakukan perawatan itu, mampu menggoreskan luka di hati Nada. Gadis belia itu pun hanya bisa menunduk dalam dengan bibir terkunci rapat, tak berani untuk bersuara. Melihat jika wanita belia di hadapan takut padanya, wanita berusia senja itu pun tersenyum jumawa.

"Ingat! Kamu dinikahi cucuku hanya untuk menggantikan mantan tunangannya yang kabur! Jadi, jangan pernah berharap jika keberadaanmu di sini akan diratukan layaknya seorang istri, dan menantu! Kamu itu hanya babu yang harus merawat Abian! Kamu sudah kami beli dari bapakmu yang pemabuk itu! Dan sebagai babu, kamu tentu harus bisa menempatkan diri!"

Sayatan tajam dari lidah Ndoro Putri Brata, kembali melukai perasaan Nada. Gadis berparas ayu itu pun hanya bisa kembali meneteskan air mata. Kepala Nada semakin menunduk dalam dan dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk menatap wanita tua yang merupakan eyang dari suaminya.

"Ya, Rabb ... inikah takdir hidupku? Jika memang pemuda itu adalah jodoh yang Engkau kirim untukku, ikhlaskan hatiku agar dapat menerima semua ini."

Nada bahkan tidak berani meminta lebih pada Tuhannya dan hanya satu yang dia minta, yaitu keikhlasan hati.

"Ayo, keluar!" Suara Ndoro Putri Brata yang kembali meninggi, berhasil menyeret Nada dari lamunan. Pengantin wanita itu kemudian mengikuti langkah eyangnya Abian, menuju ke tempat acara dengan langkah lunglai.

Nada lalu dibimbing oleh sang ibu yang tadi menyusul Ndoro Putri Brata hendak menjemput sang putri ke kamar untuk menyalami Abian, pemuda yang baru saja mengucapkan qabul sebagai bentuk penerimaannya atas diri Nada.

"Maafkan ibu," bisik Bu Mul dengan suara tercekat di tenggorokan, sebelum Nada sampai di dekat pemuda buta yang saat ini telah sah menjadi suaminya. Wanita paruh baya tersebut menggenggam erat tangan sang putri, seolah takut melepaskan Nada untuk menjadi bagian dari keluarga besar Ndoro Brata.

Nada mengeratkan genggaman tangan sang ibu. Gadis bermata bulat itu tahu jika ibunya tak menginginkan pernikahan ini terjadi. Akan tetapi, wanita paruh baya yang telah melahirkan Nada itu tak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya.

"Semua akan baik-baik saja, Bu," balas Nada, mencoba menenangkan hati sang ibu.

Selanjutnya, prosesi acara berlangsung secepat kilat. Tak ada pemasangan cincin kawin. Hanya Nada yang menjabat tangan sang suami dan menciumnya dengan takdzim, tanpa ada balasan kecupan di kening. Lalu mereka berdua melakukan sungkeman pada orang tua, yang terkesan hanya sebatas formalitas belaka.

"Aku lelah, bawa aku ke kamar! Aku mau istirahat!" Perintah Abian, setelah semua proses mereka lalui bersama. Suara pemuda itu terdengar begitu arogan.

Nada hanya dapat mengangguk, patuh. Wanita yang saat ini mengenakan kebaya putih lengkap dengan hijab berwarna senada yang menutup rapat kepalanya itu, lalu membimbing sang suami untuk ke dalam. Namun, setibanya di depan kamar yang Nada tempati, wanita belia itu menjadi bingung sendiri.

"Maaf, Den Bian. Aden mau istirahat di kamar mana?" Nada menyebut pemuda yang sudah sah menjadi suaminya itu dengan sebutan aden karena dia teringat dengan ucapan Ndoro Putri Brata bahwa dirinya hanyalah seorang babu untuk Abian.

"Tentu saja di kamarku sendiri! Memangnya, kamu mau membawaku ke mana? Apa ke kamarmu?" Abian yang berbicara dengan wajah yang mengarah pada Nada, terlihat sangat kesal.

"Kamu pikir, aku ini siapa, hem? Apa pantas, kamu membawaku ke kamar babu sepertimu?" lanjutnya yang terdengar begitu menyakitkan di telinga Nada. Wanita berwajah ayu itu pun hanya dapat menghela napas panjang untuk mengurai rasa sesak di dalam dada.

bersambung ...

🌹🌹🌹

Halo... Assalamu'alaikum semua 🥰

Ketemu lagi kita di lapak ini, setelah sekian purnama😄

Jika kalian syuka dengan cerita terbaruku ini, jangan lupa tinggalkan jejak, yah... Love dan komen 😊

Dan sambil nunggu cerita ini up kembali, mampir, yuk, di novelku yang udah tamat "Luka Lara". Terima kasih 🙏

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Asa di Ujung Senja

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan