Sampul Novel ARFESO

ARFESO

8.7 / 10.0
Seorang gadis kurang kasih sayang mendapati hidupnya kian kelam setelah dikhianati lelaki yang ia puja. Kabar kehamilan di usia muda memicu murka keluarga hingga ia dituduh sebagai wanita murahan. Meski sang lelaki menolak bertanggung jawab dan menuduhnya menjebak, ia tetap melahirkan bayi yang memiliki tatapan mirip ayahnya. Kini, di tengah keraguan antara melindungi atau mengungkap kebenaran, rahasia besar lain telah menanti di babak baru hidupnya.

ARFESO Bab 1

Jam 6 pagi di kediaman keluarga Ananta telah ramai dengan suara menggema walaupun hanya ditempati oleh 4 orang karena papa dan opa Feli yang semenjak dia kelas 6 SD telah meninggal karena kecelakaan mobil. Sedangkan oma Felicia atau ibunda almarhum papa Felicia meninggal saat Felicia duduk di taman kanak- kanak. Rumah yang hanya ditempati oleh Felicia,mama Felicia,dan oma Felicia alias ibunda mama Felicia serta opa Felicia atau ayahanda almarhum papa Felicia. Teriakan masih menggema dari mulut gadis kelas 9 SMP yang akan menjalani ujian semester sebelum ujian nasional dan tryout di sekolahnya. Gadis SMP yang kini sedang kalang kabut mempersiapkan barang-barang untuknya nanti.

"Mam tas Feli di mana? Kok nggak ada di kamar Feli." tanya Felicia dari kamar sambil mencari tas sekolah miliknya.

"Udah di bawah, Fel dari malam setelah kamu selesai belajar lalu bawa turun." balas mama Feli dari arah ruang makan menunggu Felicia keluar dari kamar.

Setelah 5 menit Felicia turun dengan penampilan rapi dengan jas sekolah yang dia bawa ditangannya.

"Pagi mam." sapa Feli sambil terus mengecupi pipi mamanya.

"Pagi Fel." balas mama Feli sambil menuangkan nasi goreng kesukaan putrinya.

"Mama antar Feli sekolah sekalian ke toko?" tanya Feli sambil memenuhi pipinya dengan nasi goreng buatan mamanya.

"Iya Fel." jawab mama Feli sambil menuangkan minum ke gelasnya dan Feli.

"Berarti nanti Feli pulang ke toko dulu ya mam." balas Felicia sambil meneguk air di gelas yang telah dituangkan mamanya dan mulai berdiri ke tempat sepatu untuk memakai dan menyusul mamanya yang mulai masuk mobil untuk menyetir.

Setelah 5 menit perjalanan Felicia berusaha mencari topik pembicaraan untuk dibicarakan dengan mamanya.

"Mam boleh nggak kalau setelah Feli ujian semester kita ke kuburan papa?" ucap Feli sembari menolehkan kepala ke mamanya yang menyetir.

"Lihat keadaan dulu ya, Fel mama nggak janji tapi mama usahain." jawab mama Feli sambil masih fokus menyetir.

"Semoga mama bisa soalnya, Feli kangen sama papa." balas Feli sambil merayu agar mamanya segera mengiyakan.

"Iya Feli, tapi setelah pembagian raport ok?" ucap mama Felicia yang dibalas anggukan penuh semangat dan senyum dari Felicia.

Setelah 20 menit berlalu Felicia pun sampai di sekolahnya. Dia berpamitan dengan mengecup kening mamanya sekilas. Lalu dia berjalan menuju ke ruangan tempat ujian semesternya.Banyak pasang mata yang melihat Felicia kagum dan ada juga yang melirik sinis.

"Pagi Fel!" sapa Ashima temen sekumpulan Felicia dengan penuh semangat.

"Pagi juga. Gue mau langsung ke ruangan kumpul setelah pulang aja ya," ucap Felicia membalas sapaan dan memberitahu setelah pulang sekolah mereka akan berkumpul.

"Ok!" bales Angel, Ashima, Dina bersamaan.

Setelah mengatakan hal tersebut Felicia melanjutkan jalannya menuju ke ruangan yang akan dia tempati. Dia duduk diluar ruangan yang masih lumayan dekat dengan ruangannya. Dia mengecek dimanakah id card yang akan dia pakai nanti. Setelah mendapatkannya dia melanjutkan kembali perjalanannya untuk menuju keruangan yang akan dia tempati.

Felicia masuk ke ruangannya setelah menyapa orang yang telah sampai lalu mendudukkan dirinya tempat yang telah tertulis namanya. Dia menengok kesamping kursinya ternyata teman semeja-nya adalah adik kelas dan sialnya adalah cowok. Karena Feli terlalu malas berlama-lama untuk mengamati sekitarnya dia pun mengambil buku materi yang akan dijadikan ujian semester pada jam ini.

"Woy Fel, nanti join ya kita waktu ngerjain uraian." ucap Neil yang berada di belakang tempat duduk Feli yang merupakan teman sekelasnya. Felicia hanya membalas anggukan kepala sambil menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya yang artinya ok.

"Wah Lut, kakak kelas yang jadi teman semeja loe cakep bener deh." puji Arkan yang memasuki ruangan teman kelas sebelahnya.

"Yoi dong, Lutfi Cahaya gitu loh Ka." Lutfi membalas dengan nada sombong.

"Lumayan loe, Lut dapat bening bening disaat stress soal." ucap salah satu teman Arkan dan Lutfi.

"Awas aja tuh kakak kelas hari 3 ujian semester bakal gue pepet gimana pun caranya." ucap Arkan sambil melirik Feli dari atas sampai bawah.

"Pede amat loe, Ka dia aja udah terkenal dengan gadis es batu," ledek teman sekumpulannya.

"Pede dong jelas, gue bisa kali minta akun instagram dan nomornya sama semeja." balas Arkan sambil tersenyum nakal dan mengedipkan sebelah mata.

Kring...Kring...Kring...

Bel pertanda harus memasuki ruangan masing - masing pun berbunyi. Guru - guru yang akan menjadi pengawas setiap ruangan sudah mulai keluar sambil membawa beberapa map yang berisi kertas soal, lembar jawab, aturan selama ujian semester berlangsung, dan absensi setiap ruang.

Guru yang akan mengawasi ruangan Felicia telah datang membuat ruangan yang awalnya berisik dengan suara janjian untuk menyontek dan pembahasan lainnya pun seketika diam. Guru tersebut terlebih dahulu meminta untuk seisi ruangan membaca doa sesuai kepercayaan masing masing agar dapat mengerjakan dengan lancar.

"Siapa yang akan membimbing untuk melakukan doa di ruangan ini?" tanya guru berkacamata dan berbadan gendut itu.

"Itu bu guru. Murid yang duduk di pojok kanan dekat pintu dia ketua kelas." ucap salah satu anak perempuan yang duduk ditengah paling belakang.

"Ok, kamu yang duduk dekat pintu cepat pimpin doa," perintah guru gendut dan berkacamata dengan setengah berteriak.

"Baik bu, di tempat duduk siap grak. Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing- masing dimulai," perintah anak cowok yang duduk dibelakang pintu kepada teman seruangnya.

Setelah 5 menit melakukan doa dilanjut dengan pembacaan aturan yang berlaku selama ujian semester berlangsung. Selesai dengan doa bersama dan pembacaan tata tertib yang berlaku keadaan ruangan seketika hening hanya ada suara tinta yang menghiasi lembar jawab.

"Woy Fel, woy join no 25 apa loe?" ucap anak lelaki ketua kelas tadi sambil berbisik dan berpura-pura menjatuhkan penanya.

"Nggak tau. Belum sampai sana." balas Felicia tanpa menoleh dan membalas dengan suara berbisik.

"Fel Feli." panggil Neil sambil sedikit menendang kursi yang dipakai Felicia. Dia hanya membalas dengan sedikit mendongakkan kepalanya lalu kembali menunduk. Neil tak henti hentinya berusaha untuk mencontek Feli dengan cara mengganggunya. Hingga tanpa disadari Neil guru pria botak dan kurus bak pensil itu sudah berdiri dibelakangnya.

Ehem panggil guru itu dengan berdeham untuk menyadarkan salah satu murid nakalnya ini.

" Eh ba--pak hehehe a--pa kabar pak? Baik pak?ini pak sa--ya cu--ma lagi pinjam pe--na milik Felicia saja kok pak." Neil terbata-bata, sedangkan Felicia yang berada didepan Neil menggigit bibir bawahnya menahan tawa dengan tingkah laku ajaib temannya satu itu.

"Benar Feli? Neil hanya ingin meminjam saja?" tanya guru itu sambil menatap Feli penuh selidik bermaksud agar muridnya mengatakan sejujurnya.

"Iya pak benar kok, maksud saya bener kalau Neil ingin mencontek saya." jawab Felicia jujur dan dibalas dengan ekspresi datar Neil, sementara Neil harus menahan umpatan didalam hatinya.

"Ya sudah, Feli kamu kerjakan sendiri apabila ada yang ingin mencontek atau teman semejamu meminta bantuan jangan mau." ucap guru pria itu menasehati Felicia.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi ARFESO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Gadis terpaksa menjadi pengantin pengganti demi menjaga martabat ibu angkatnya. Namun, kesalahpahaman besar membuat Alex membencinya hingga bersikap kasar. Gadis tidak tinggal diam menghadapi perlakuan tersebut, sambil tetap menyembunyikan rahasia besar mengenai jati diri aslinya. Akankah Alex berhasil mengungkap misteri yang tersimpan rapat itu? Ikuti kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka yang kini tersedia secara lengkap di Bakisah.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel Pengantin Pengganti, Hati Pendendam
8.8
Upacara janji nikah yang seharusnya menjadi ajang kampanye Baskara berubah jadi pengkhianatan. Aku dibius dan melihatnya menikahi selingkuhannya di depan para elite. Setelah tujuh tahun pengorbananku membangun kariernya, dia justru menyebutku tidak berguna. Namun saat perceraian tiba, Baskara berpura-pura amnesia akibat kecelakaan dan memohon agar aku tidak pergi. Dia ingin bermain sandiwara, maka aku akan memastikan dialah yang hancur dalam permainan ini.
Sampul Novel Satu Malam Bersama Calon Besan
8.5
Pasca lama menjanda, Mira melakukan kekeliruan fatal akibat pengaruh alkohol saat merayakan ulang tahun. Ia menghabiskan malam yang penuh gairah dengan Rendi, lalu pergi begitu saja tanpa melihat wajah pria tersebut. Mira berupaya melupakan momen intim itu, namun segalanya berubah saat ia bertemu calon besannya. Ternyata, ayah dari calon menantunya adalah Rendi. Kini mereka terjebak antara menghapus memori tersebut atau justru lanjut berselingkuh di belakang anak mereka.
Sampul Novel Suamiku Mantan Playboy
9.3
Kehidupan tenang Riri sebagai lulusan baru terusik saat Julian Raffa Gunawan tiba-tiba datang melamar. Meski tampan dan kaya, Raffa adalah sosok keras kepala yang dikenal sebagai mantan playboy kelas kakap. Riri yang awalnya enggan menikah terpaksa menerima pinangan tersebut. Sebelum melangkah ke pelaminan, mereka sepakat menjalani masa pacaran dan tunangan. Riri harus waspada, sebab ia tak akan sudi dikhianati jika sifat buruk Raffa kembali muncul.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan