Sampul Novel Guard You

Guard You

9.3 / 10.0
Dalam novel Guard You, Kania Raiza yang semula berkuasa harus jatuh miskin dan menghadapi konsekuensi masa lalunya. Di tengah kehancuran hidupnya, muncul pelindung misterius yang siap menjaganya. Baca romance stories ini sebagai pilihan fiction books menarik tentang penebusan dan takdir.
Ringkasan Guard You
Kania Raiza, gadis sombong putri pemilik sekolah, kehilangan segalanya saat ayahnya wafat dan ibunya jatuh sakit. Hidupnya berbalik drastis dari penguasa sekolah menjadi rakyat jelata yang menderita akibat karma perundungan masa lalunya. Di tengah kehancuran dunianya, muncul seorang pemuda misterius yang berjanji menjadi pelindung setianya. Mampukah sosok ini menjaga Kania saat ia harus menebus semua kesalahan yang pernah ia lakukan?
Baca Selengkapnya

Guard You Bab 1

Pagi hari yang cerah di SMA Nusa Pelita. Gerombolan gadis cantik sedang berjalan di koridor sekolah dengan canda tawa yang menghiasi wajah mereka. Hingga seorang anak perempuan berkulit hitam berambut kribo melewati mereka begitu saja. Mereka langsung menoleh ke belakang untuk melihat anak perempuan itu.

"Njir item banget. Gilasih, tuh orang gak pernah nyentuh skincare kali ya. Mukanya kek gosong gitu gak sih," cetus Kania kepada teman- temannya yang lain. Mereka bertiga pun langsung mengangguk setuju atas opini Kania.

"Haha, Jelek banget. Fiks sih yang bisa sampe suka sama dia matanya katarak. Cewek kek gitu merusak pemandangan aja," timpal Queen dengan kalimat pedasnya. "Mana gaya nya sok iye lagi."

"Wkwkw iya anjir, keliatan kek belagu banget tuh anak. Kita kerjain yuk!" ajak Tasya yang langsung disetujui oleh yang lain. Mereka pun sontak langsung mendekat, merencanakan sesuatu yang sudah pasti jahat. Setelah sudah menyusun rencana, Kania memanggil anak itu. Untunglah cewek berambut kribo itu menoleh dan menyahut panggilan Kania. Sedangkan ketiga temannya yang berada di belakang Kania sudah tertawa cekikikan.

"Kakak manggil aku?" tanya cewek berambut kribo itu menunjuk dirinya sendiri. Ternyata dia anak kelas sepuluh.

"Iya. Lo ikut gue sama temen - temen gue yuk." tanpa meminta persetujuan, Kania pun langsung menarik pergelangan tangan kurus anak perempuan tersebut dan membawanya ke suatu tempat. Tasya, Queen, dan Tina lalu mengekori mereka yang ternyata menuju kamar mandi. Cewek berambut kribo itu sudah merasakan firasat buruk ketika dirinya diseret begitu saja oleh Kania lalu berusaha melawan. Sempat terjadi tarik menarik antara Kania dan cewek berambut kribo itu. Namun cewek berambut kribo itu kalah jumlah sehingga dia bisa diringkus begitu saja.

"Kak, aku mau diapain. Kak!!!"

"Udah jangan berisik! Mending lo diem aja deh sama nurut apa kata kita."

Kania lalu membawa cewek berambut kribo yang tidak diketahui namanya itu ke dalam toilet wanita lalu menjenggut rambut yang sudah seperti sarang tawon itu dengan kencang hingga tersentak ke belakang. Cewek berkulit hitam itu hanya bisa meringis kesakitan dan menangis.

"Lo tuh jelek banget tau gak terus dekil! Karena itu kita pengen buat lo jadi agak mendingan dikit. Minimal cuci muka lah ya," tukas Kania tertawa jahat. Lalu matanya melirik ke arah teman-temannya sebagai kode dan mereka langsung mengerti apa yang dimaksud Kania.

"Queen, ambilin sabun yang ada situ," suruh Kania menunjuk sabun batang yang basah dan warnanya sudah bercampur tak karuan karena sudah digabung dengan sabun-sabun yang lain. Queen pun dengan senang hati memberikannya pada Kania.

"Nih."

"Makasih, bestie." Kania pun mengambil sabun toilet yang biasa dipakai murid-murid lain untuk cebok. Lalu sabun itu digosok gosok ke muka cewek bernasib malang itu yang tidak bisa melakukan apapun karena kedua tangannya sudah dipegang oleh Tasya dan Tina.

"Biar cantik yakan. Cuci muka dulu, haha."

Setelah wajah cewek berambut kribo itu sudah penuh dengan sabun menjijikkan itu, Kania langsung menenggalamkan kepala gadis itu ke dalam bak mandi lalu menariknya lalu menenggelam kannya lagi dan begitulah seterusnya. Mereka berempat tertawa penuh kemenangan seolah yang mereka lakukan ini adalah sebuah hiburan. Tidak mempedulikan gadis yang sedang jadi target bully-an ini akan mati atau tidak dengan perbuatan mereka.

Tettt. Tettt. Tettt.

Bel tanda masuk pun akhirnya berbunyi, seolah menyelamatkan gadis berambut kribo itu dari maut yang bisa saja mendatanginya lebih cepat. Mereka pun langsung lari tunggang langgang meninggalkan si cewek kribo itu menuju kelas mereka.

***

Sesampainya di kelas, mereka langsung duduk di tempat duduk mereka masing-masing yang berada di paling belakang. Tak lama setelah itu, seorang anak perempuan datang dengan penampilan culunnya. Namanya Alika, dan dia juga termasuk korban bully-an dari Kania and the geng.

"Eh ada si cupu, tuh. Kerjain yuk," bisik Kania pada ketiga temannya yang langsung diangguki antusias. Mereka pun perlahan mendekati gadis culun itu, sengaja menyelengkat kaki gadis itu hingga jatuh tersungkur.

"Aduh!!"

Tawa mereka pun terdengar setelah itu, kemudian menghampiri si gadis culun yang hidungnya langsung mengeluarkan darah.

"Eh culun, tumben masuk kelasnya lebih lambat dari kita," tutur Tasya lalu memiting leher Alika hingga membuat  napas gadis itu terengah-engah. "Harus dikasih hukuman nih."

Padahal Bu Nina yang ada jam pelajaran pertama di kelas pun belum masuk, tetapi mereka sudah meng-klaim bahwa Alika telat masuk.

"Bener, tuh. Masa jam segini baru masuk sih," tanggap Kania sembari tersenyum sinis. Ia lalu menarik dagu Alika hingga wajah mereka berhadapan. "Kira-kira hukuman yang pas buat lo apa ya?"

Setela itu Kania mengalihkan pandangan pada Queen dan Tina meminta persetujuan. "Gimana, girls? Ada saran?"

"Gimana kalo kita telanjangin aja?" usul Tina dengan seringaian jahat yang langsung membuat wajah Alika memucat. Gadis berponi tebal hingga menutupi matanya itu menggeleng berkali-kali atas saran hukuman yang cukup gila. Yang benar saja dia akan ditelanjangi di depan semua teman- teman sekelasnya?

Kania menjentikkan jarinya seolah setuju dengan ide gila Tina. "Ide yang bagus. Ayo kita telanjangin dia haha."

Queen dan Tina pun langsung memegang kedua tangan Alika yang meronta-ronta ingin dilepaskan kemudian menarik paksa sampai ke depan kelas.

Kania sang eksekutor pun sudah berdiri di depan kelas, menyapu pandangan pada semua teman- temannya yang kini terlihat antusias dengan apa yang akan ia lakukan.

Bahkan beberapa dari mereka sudah mulai merekam video apa yang akan dilakukan Kania and the geng.

"Temen-temen, mari kita saksikan sebentar lagi pertunjukan yang luar biasa ini," ucap Kania seperti Mc yang sedang membawakan acara. "Kalian semua sudah siap?"

"Siapp."

"Uhuyy."

"Piwitttt."

Sorakan siulan menggoda dari teman- teman kelas membuat Kania semakin senang. Ia pun langsung menghampiri Alika yang kedua tangannya masih dipegang erat oleh Queen dan Tina. Alika masih saja memberontak, tatapan yang ia arahkan pada Kania seperti benci tetapi ia tidak bisa melakukan apapun.

"Pertama dari atas dulu yak gaes."

Kania sudah mulai membuka kancing atas seragam Alika. Alika berusaha untuk melawan meski sulit. Pembully-an ini memang paling parah yang dirasakan oleh Alika selama terus-terusan dibully oleh Kania and the geng. Kalau tidak ada yang menolongnya habis sudah.

"Selamat Pagi, anak-anak."

"Eh, Bu Nina udah masuk woy."

"Bubar, bubar."

Aksi yang dilakukan oleh Kania and the geng ternyata gagal karena Bu Nina sudah masuk ke dalam kelas. Kania and the geng maupun Alika pun sontak langsung berlari menuju tempat duduk masing- masing.

"Maaf kalau saya terlambat masuk kelas, anak-anak. Tadi saya sempat salah masuk kelas, untung saja Vika menjemput ibu dan mengingatkan kalau ibu ada pelajaran disini," jelas Bu Nina panjang lebar. Kemudian beliau mengalihkan atensi pada Vika yang berdiri tak jauh darinya.

"Terimakasih ya, Vika. Sudah mengingatkan ibu."

"Sama-sama, Bu."

Dan Vika pun menjawabnya dengan bahasa isyarat. Dia adalah seorang gadis yang tidak bisa berbicara alias tunawicara.

"Ayo, kita mulai sekarang pelajarannya."

Sementara Kania menatap Vika dengan tatapan yang membunuh. Mengenggam erat pulpen yang sedang dipegangnya geregetan. Ia sungguh akan memberikan pelajaran kepada Vika.

"Awas ya lo, bisu. Tunggu pembalasan dari gue. Liat aja."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Guard You

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Alpha Damon
9.5
Damon menyadari keanehan dirinya sejak kecil akibat kutukan misterius. Ayahnya melarangnya bersosialisasi, namun ia tumbuh menjadi pemburu yang mematikan. Tanpa kehadiran serigala batin, Damon berubah menjadi sosok yang brutal dan menolak tanggung jawab sebagai Alpha. Segalanya berubah saat seorang putri cantik hadir di hidupnya. Demi melindunginya, Damon terpaksa merangkul takdir yang ia benci dan bangkit menjadi Alpha terkuat guna menjaga sang pujaan hati.
Sampul Novel Antara Cintanya dan Hartaku
9.7
Saat hendak menyetor uang ke bank, sebuah unggahan media sosial menarik perhatianku. Di sana, seorang netizen mengaku telah diam-diam menikahi cinta pertamanya, sementara kekasihnya yang bodoh terus mengisi rekening bersama mereka yang kini berisi 1,3 miliar rupiah. Sang netizen berencana membawa kabur uang itu setelah mencapai 1,6 miliar. Terkejut, aku langsung memeriksa saldo tabunganku. Angkanya tepat 1,3 miliar rupiah. Kenyataan pahit menghantamku: kekasihku telah mengkhianatiku demi cinta pertamanya.
Sampul Novel Berjuang Napas Kembali
8.2
Tiga tahun koma demi menyelamatkan Yudi, seorang wanita terbangun mendapati suaminya pura-pura amnesia dan menikahi kakaknya sendiri. Bahkan, anak kandungnya kini menganggap sang kakak sebagai ibu. Saat ia berniat mundur karena terus disalahkan, sebuah rahasia terbongkar: amnesia Yudi hanyalah sandiwara bagian dari perjanjian tiga tahun. Namun, melihat catatan medis di tangannya, ia tahu waktunya tidak akan cukup lagi untuk menunggu sandiwara itu berakhir.
Sampul Novel Passionate Hubby
9.3
Ayyana Binar Keana yang berusia 22 tahun mendambakan kehidupan pernikahan penuh gairah. Namun, harapannya hancur karena Biru Evaksa Aiden, suaminya yang berumur 29 tahun, memiliki kelainan tertentu. Kondisi medis Biru membuat mereka belum dikaruniai keturunan meski sudah menikah selama sebelas bulan. Bahkan, Ayyana masih menjaga kesuciannya karena sang suami tidak mampu memenuhi kewajiban batinnya, menciptakan konflik dalam hubungan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Pewaris yang Mereka Khianati
9.5
Claire Harrington menjalani hidup sempurna dengan dukungan suami hebat, Gavin, dan kakaknya, Graham. Namun, dunianya runtuh saat Nina, saudari yang menggantikannya dulu, ditikam secara tragis. Di ambang maut, Claire dikhianati oleh orang-orang tercintanya. Gavin dan Graham justru memprioritaskan keselamatan penyerang Nina demi wanita lain bernama Marissa. Terungkaplah fakta pahit bahwa kasih sayang mereka selama ini palsu, meninggalkan Claire hancur dalam kepedihan.
Sampul Novel Reinkarnasi Ke-dua di Dunia Lain
8.2
Alfina, penguasa agung benua Danirmala, terpaksa mengorbankan nyawa dan ingatannya demi melindungi rakyat serta sang Ratu dari ancaman Demon Lord terkuat. Kini, ia terbangun dalam reinkarnasi keduanya di dunia baru yang asing. Namun, Al hanya memiliki sisa ingatan hingga masa SMA-nya saja. Bagaimana sang mantan raja menghadapi tantangan hidup barunya tanpa kekuatan masa lalu? Ikuti petualangan epik Al dalam memulai segalanya dari nol di dunia lain.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan