Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara dua Cinta

Antara dua Cinta

Ikatan persahabatan yang semula sangat kokoh kini berada di ambang kehancuran sejak kehadiran seorang wanita misterius. Saat mereka berjuang mewujudkan mimpi besar bersama, konflik perasaan mulai merenggangkan hubungan hingga mereka memilih jalan hidup masing-masing. Ambisi dan cinta menjadi ujian berat yang mengancam segalanya. Akankah mereka berhasil memperbaiki keretakan tersebut dan mengembalikan keutuhan persahabatan yang pernah menjadi kekuatan utama mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

" apa kau pikir kami dikejar orang?

Kami berlari karena merasa khawatir denganmu" ujar Andre kesal.

" Kookie sudahlah, hentikan semua ini, aku merasa sangat lelah hari ini jadi aku tak ingin mendengar perdebatan kalian" ujar Sandi mencoba menenangkan Andre.

" kau selalu saja marah, pasti nanti kau akan cepat tua karena sikap pemarahmu itu" ucap Leon pada Andre.

apa kau bilang? Kau yang selalu membuat aku marah begini" jawab Andre pada Leon

" astaga, bisakah kalian berhenti, kepalaku mau pecah rasanya mendengar kalian terus berdebat" ujar Sandi yang tak tahan dengan perdebatan Andre dan

Leon

Seketika keduanya langsung terdiam, mereka tak enak jika terus mengganggu sandj.

Namun sepertinya sandi memang lelah karena hari ini ia begitu sibuk terlihat sangat lelah, mungkin mencari Leon kesana kemari.

" Leon" teriak ibu dari kejauhan saat melihat sosok bocah itu

" ibuu" ujar Leon sembari berlari memeluk ibu

Sandi dan Andre berjalan di belakang mengikuti Leon yang menghampiri ibu.

"kau baik-baik saja? " tanya ibu pada Leon

" iya bu, aku baik-baik saja" jawab bocah itu.

" kemana saja kau pergi, kami semua begitu panik mencarimu ujar ibu pada Leon

" aku tadi hanya berusaha mencari hyung san dan hyung Kookie, jadi aku terus berjalan dan tak tahu arah" jawab bocah itu mencoba menjelaskan pada ibu.

" hmm sudahlah, yang penting kau baik-baik saja sekarang. Kau tau, jantung ibu mau copot rasanya saat mendengar kau hilang" ujar ibu lagi.

" iya bu, aku minta maaf karena telah membuat kalian semua khawatir denganku" ucap Leon dengan wajah penuh rasa bersalah.

" sudahlah, yang terjadi biarlah terjadi, yang penting kau ada disini sekarang" jawab ibu pada Leon

Kini sandi dan Andre hanya diam saja, mereka memberi waktu pada ibu dan Leon untuksaling bicara satu sama lain.

"ibu, apa aku boleh minta sesuatu sekarang? " tanya Leon pada ibu.

" astaga bocah ini, kau masih saja ingin merepotkan ibu setelah semua ini" ujar Andre pada Leon

" sudahlah Kookie, tidak apa-apa" ujar ibu pada Andre

" kau dengar, ibu bilang tidak apa-apa " ucap bocah itu pada Andre

Andre hanya diam dan merasa sangat kesal dengan kelakuan bocah nakal itu. Ia memilih diam karena tak ingin berdebat dengan bocah itu di depan ibu.

"apa yang kau inginkan Leon, kau bisa mengatakannya pada ibu" ujar ibu pada Leon

" begini bu, apa kita bisa makan, aku merasa sangat lapar sekarang.

Sepertinya tenagaku habis karena menangis dan berjalan sejak tadi" ujar Leon pada ibu

Mendengar perkataan Lee pada ibu,sandi tersenyum dan merasa senang. Karena memang dari tadi ia juga merasa sangat lapar, namun tidak sungkan mengatakannya pada ibu.

" oh tentu saja Leon, kita pasti akan makan dulu sebelum pulang.q

Sepertinya Sandi dan Kookie juga sudah lapar" ujar ibu sembari memandang ke arah Sandi dan Andre

Sandi semakin senang kala mendengar perkataan ibu, ia merasa kalau ibu memahami apa yang ia rasakan saat ini.

" Kookie, akhirnya kita bisa makan" bisik sandi pada Andre di sebelahnya.

" ah kau ini, kau selalu saja senang kala mendengar makanan" jawab Andre pada sandi

" biarkan saja, memangnya kau tidak merasa lapar saat ini?" tanya

Sandi pada Andre

"ya pasti aku lapar, aku merasa energiku habis saat mencari bocah nakal itu" jawab Andre

Kini sandi dan Andre terus berbisik satu sama lain, mereka terus berbicara di samping ibu dan Leon

Sandi, Kookie, apa yang kalian bicarakan, sepertinya seru sekali?" tanya ibu mengagetkan sandi dan Andre

" tidak bu, kami tidak membicarakan apa-apa, lagian ini bukan hal yang penting" jawab sandi pada ibu

" baiklah kalau begitu. Leon apa yang ingin kau makan sekarang?kali ini kau boleh memilikinya" tanya ibu pada Leon

Leon diam sesaat sembari memikirkan makanan apa yang ingin dia makan.

" hmm sepertinya saat ini aku ingin makan ramen bu, apakah boleh? " jawab Leon pada ibu.

" tentu saja boleh, hari ini kita akan makan ramen" ujar ibu pada semuanya

Sandi dan Andre juga merasa senang dengan pilihan Leon, sepertinya mereka juga ingin makan ramen sekarang ini

" wah kali ini pilihan Leon sangatlah tepat sekali,sudah lama sekali kita tidak

menikmati makanan seperti itu di panti, benarkan Kookie?" tanya

Sandi kembali berbisik pada Andre

ya, aku rasa begitu "jawab Andre singkat

yasudah, san, Kookie ayo kita cari tempat makan dekat-dekat sini sembari menuju arah pulang ujar Ibu pada sandi dan

Andre

" iya baik bu" jawab Andre

Kini semuanya mulai berjalan menuju ke tempat mobil mereka di parkir, kini mereka mulai meninggalkan taman dan kembali menuju ke area pasar.

semua barang sudah amankan? " tanya ibu sesampainya di parkiran

"iya, semuanya sudah aman bu" jawab Andre

" baiklah, kalau begitu ayo kita segera berangkat" ujar ibu.

" aku ingin duduk di belakang saja bersama ibu" ujar Leon tiba-tiba saat hendak memasuki mobil

" loh bukannya kau ingin duduk di depan" ujar sansi pada Leon

" tidak hyung, kali ini aku akan duduk di belakang saja. Hyung bisa duduk di depan" ujar Leon pada sandi

"baiklah, ayo segera masuk" ajak sandi pada Pada Leon

Kini semuanya telah memasuki mobil, kini mereka menuju arah pulang dan mencari tempat makan sebelum kembali pulang ke panti.

rasanya aku sangat kesal melihat bocah itu" ujar Andre pelan saat sibuk menyetir "

kau tidak boleh begitu Kookie, bukankah kali ini kita bisa makan enak karena dia" jawab Sandi yang duduk di sebelah Andre

iya sih, tapi entah kenapa setiap melihat wajahnya itu aku jadi sangat kesal" ujar Andre lagi.

" benarkah, bukankah wajah Leon itu sangat menggemaskan" jawab

Sandi

"sebenarnya sih iya, tapi karena cerewetnya itu aku jadi tak suka melihat wajahnya yang terlihat sok tahu itu" ujar Andre lagi.

" hmm sepertinya kalian memang tak akan pernah akur" jawab Andre

Kini Andre kembali fokus menyetir, sesekali ia terus melihat ke luar jendela untuk melihat tempat makan yang diinginkan Leon.

" hyung Kookie, kapan kita akan sampai? Aku Sudah sangat lapar tanya Leon pada Andre

" kau sabarlah, memang kau sudah tidak makan berapa hari, kau tidak akan mati jika menahan lapar sebentar saja" jawab Andre pada Leon

astaga, tahanlah emosimu itu

Kookie, kau tak lihat disini ada ibu" bisik Sandi pada Andre

" habisnya anak itu sangat mengesalkan" jawab Andre

Ibu hanya geleng-geleng saja mendengar Andre dan Leon sepertinya ibu sudah tau kalau keduanya memang tidak akur dan suka sekali berdebat

" Kookie, lihatlah, di depan sana ada tempat makan yang diinginkan

Leon" ujar Sandi pada Andre

" baiklah, kita akan berhenti di sana" jawab Andre

Kini Andre mulai memperlambat laju mobilnya, ia akan segera berhenti di tempat makan yang tadi di tunjuk

Sandi

" kita sudah sampai" ujar Andre ketika memarkirkan mobilnya di tempat parkiran sebuah restaurant.

" baiklah, ayo kita segera turun ajak ibu pada semuanya

Kini mereka semua mulai keluar dari mobil, dan mulai memasuki tempat makan itu.

Andre segera memilih tempat duduk untuk mereka semua, dan kini mereka telah duduk disana sambil menunggu pesanan mereka. hari ini rasanya sangat melelahkan sekali" ujar Leon Memulai pembicaraan.

" oh begitu ya, jadi kau merasa sangat lelah hari ini Leon? " tanya ibu setelah mendengar perkataan bocah itu

" iya ibu, aku merasa sangat lelah " jawab bocah itu.

" bukan kau saja yang lelah, kami

Juga merasa sangat lelah karena ulahmu itu" ujar Andre

"semua itu juga kesalahanmu hyung, kalau saja kalian tidak meninggalkan aku sendiri taman mungkin semua ini tak akan terjadi" jawab bocah itu pada Andre

" oh jadi kau sekarang mulai menyalahkan kami, lagian siapa suruh kau merajuk dan tak ingin bicara" ujar Andre pada Leon

.

Sandi hanya menutup kedua telinganya, karena ia sudah sangat bosan mendengar perdebatan

Andre dan Leon

" Kookie, Leon, sudahlah, hentikan semua perdebatan ini. Apa kalian tidak malu berdebat disini " ujar ibu pada Andre dan Leo

" maaf bu, aku jadi terpancing oleh bocah ini" ujar Andre meminta maafTak lama kemudian makanan mereka datang, dan mereka tampak begitu tak sabar untuk menikmati makanan itu.

" ayo ayo silahkan dimakan" ujar ibu

"iya ibu,selamat makan " ujar Sandi

Kini semuanya menikmati makanan mereka masing-masing,

Leon tampak begitu senang kala dapat memakan makanan kesukaannya itu.

" ini sangat enak ibu " ujar Leon pada ibu

" benarkah, apakah kau merasa senang sekarang?" tanya ibu pada

Leon

" iya bu, aku merasa sangat senang sekarang" jawab bocah itu

" San, Kookie, apa kalian sudah selesai? " tanya ibu pada sandi dan Andre

iya bu, kami sudah selesai " jawab Andre pada ibu

" baiklah kalau begitu, ayo kita segera pulang" ujar ibu pada semua

" iya bu, ayo" jawab Andre lagi

" kalian duluan saja ke mobil, ibu akan ke kasir dulu" ujar ibu pada semuanya " baik bu, kami akan menunggu di mobil" jawab sandi

Kini sandi, Andre dan Leon mulai berjalan ke arah parkiran mobil, menunggu ibu di mobil.

ketiganya memutuskan untuk

" San, bisakah sekarang kau yang menyetir, aku sungguh merasa sangat lelah sekarang" ujar Andre pada sandi

" iya tentu saja, aku yang akan menyetir sekarang" jawab

Sandi

" kalau hyung san menyetir, aku akan kembali duduk di depan" ujar

Leon tiba-tiba

Andre hanya diam saja mendengar perkataan bocah itu dan mengalah padanya.

Andre merasa sudah tidak ada energi untuk berdebat lagi dengan bocah itu.

" tentu Leon, kau bisa duduk di depan bersamaku" ujar Sandi pada Leon

" baiklah kalau begitu, aku akan pindah ke belakang sekarang dan kau bisa pindah ke depan" ujar Andre

Kini Andre dan Leon mulai berganti posisi,

Leon duduk di depan bersama sandi sedangkan andre di belakang bersama ibu.

Sandi merasa sedikit agak aneh ketika Andre dengan mudahnya mengalah pada Leon

.

Biasanya mereka akan berdebat dulu ketika berbicara satu sama lain, namun tidak kali ini.Namun walaupun begitu, sandi merasa senang jika

Andre kini mulai memahami Leon.

Sandi hanya bisa berharap kalau mereka akan akur seperti ini untuk kedepannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun membangun CiptaKarya, aku dikhianati Baskara tepat saat kontrak 800 miliar di depan mata. Di tengah kehamilan, posisiku direbut Saskia, si anak magang, sementara Baskara bersikap dingin. Namun, mereka lupa bahwa algoritma inti perusahaan adalah milikku secara hukum. Aku pun memutuskan pergi dengan menuntut hak penuh. Untuk membalas dendam, aku menghubungi Revan Adriansyah, rival terberat yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Beri Aku Kesempatan Kedua
9.2
Pasca ayahnya wafat, Ishvara terjebak dalam pernikahan paksa dengan Kalandra Ranjaya, pria yang sudah memiliki kekasih. Dianggap wanita kuno yang membosankan, Ishvara menderita dalam jebakan hidup yang penuh tangis. Namun, perubahan drastis Ishvara menjadi sosok cantik dan pengungkap hubungan misteriusnya dengan pria lain memicu kecemburuan Kalandra. Saat Kalandra mulai peduli, Ishvara justru memilih pergi dan menutup pintu hati demi mengakhiri sandiwara mereka.
Sampul Novel Cincin Dendam : Janji di Balik Rahasia
9.4
Terjebak rahasia kelam keluarga Ariatama Marten, Lara tak sengaja merusak hubungan adiknya dengan Leon akibat rasa cemburu. Leon yang merasa dikhianati namun memiliki agenda tersendiri terhadap keluarga itu justru menawarkan pernikahan kontrak. Demi melindungi kehormatan keluarga dan rasa cintanya yang terpendam, Lara pun setuju. Akankah ikatan formal ini berujung pada cinta sejati, atau justru menguak luka lama dan misteri yang jauh lebih berbahaya bagi mereka?
Sampul Novel DENDAM SI PELAYAN SEKSI
9.4
Kehidupan Daren dan istrinya, Carolina, terganggu oleh mimpi buruk yang terus berulang. Kehadiran Eliana sebagai pelayan baru membawa godaan yang membuat Daren terpesona sekaligus memicu ingatan asing. Eliana sebenarnya datang membawa misi balas dendam untuk menghancurkan Daren. Namun, seiring rahasia masa lalu terungkap, ia justru mulai terpikat oleh sang majikan. Akankah dendam Eliana sirna karena perasaan, atau misinya tetap berjalan tuntas?
Sampul Novel Di Atas Ranjang Om Rudy
8.4
Pasca kematian suaminya, Liany diusir oleh mertua hingga hampir menjadi gelandangan. Beruntung, Myla membawanya tinggal bersama keluarganya. Di sana, Rudy Hermawan merasa kesepian karena Katrin, istrinya, terlalu sibuk bekerja. Namun, hidup Liany kian pelik saat Satria muncul saat ia melahirkan. Pria misterius itu ternyata punya hubungan gelap dengan Katrin dan berniat menghalangi Liany agar tidak merusak rumah tangga kerabatnya tersebut.
Sampul Novel Gadis Milik Tentara Arogan
9.3
Amore Acresia terpaksa pulang ke Kudus akibat pandemi global saat menempuh studi di Los Angeles. Namun, kepulangannya berujung petaka ketika ia tak sengaja menabrak Alexander Yudha, seorang tentara arogan yang sedang bertugas. Ponsel Alex hancur terlindas mobil akibat insiden itu, memicu kemarahan sang prajurit yang menuntut pertanggungjawaban penuh dari Acre. Meski berawal dari konflik tajam, benih asmara mulai tumbuh di antara mereka sebelum tugas memisahkan keduanya.