Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara dua Cinta

Antara dua Cinta

Ikatan persahabatan yang semula sangat kokoh kini berada di ambang kehancuran sejak kehadiran seorang wanita misterius. Saat mereka berjuang mewujudkan mimpi besar bersama, konflik perasaan mulai merenggangkan hubungan hingga mereka memilih jalan hidup masing-masing. Ambisi dan cinta menjadi ujian berat yang mengancam segalanya. Akankah mereka berhasil memperbaiki keretakan tersebut dan mengembalikan keutuhan persahabatan yang pernah menjadi kekuatan utama mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

apa semua sudah siap?" tanya ibu ketika sampai di mobil "

sudah bu" jawab Sandi dari dalam mobil

Ibu mulai memasuki mobil, ibu sedikit kaget karena ada pertukaran posisi

" wah posisinya sudah berubah ya" ujar ibu kala memasuki mobil.

" iya bu, Kookie sepertinya lelah, jadi aku yang menggantikannya menyetir" jawab sandi

" oh begitu, dan kau Leon, sekarang kau duduk di depan lagi? " tanya ibu kala melihat Leon telah duduk di depan disamping sandi

" iya bu, aku rasa kali ini, aku ingin duduk di depan lagi" jawab bocah itu.

" baiklah kalau begitu, sekarang ayo jalan san, sebentar lagi akan ada tamu yang ingin bertemu ibu di panti, jadi kita harus sampai sebelum mereka datang" ujar ibu pada sandi

" baik bu, kita akan segera sampai" jawab Sandi pada ibu

Kini mereka mulai kembali melanjutkan perjalanan, dalam perjalanan kali ini semuanya hanya diam saja.

Hal ini mungkin karena mereka sama-sama telah merasa lelah karena telah beraktivitas seharian.

Sandi tampak sibuk menyetir, sedangkan Leo tertidur di sebelahnya. Di bangku belakang ibu sibuk bermain ponsel dan

Andre di sebelahnya hanya termenung sembari melihat ke arah luar jendela mobil. mereka telah sampai di panti.

Ibu, Andre, Leon dan sandi kini , keluar dari mobil.

" San, Kookie tolong bawa semua barang belanjaan ini ke ruang penyimpanan, ibu harus segera ke ruangan karena sebentar lagi tamunya akan datang" ujar ibu pada sandi dan Andre

" baik bu" jawab Andre

Kini ibu berlalu meninggalkan mereka, Leon juga masih berada disana. la masih berdiri mengeluarkan belanjaan dari memandangi sandi dan Andre yang sibuk mobil.

" Leon, kenapa kau masih disini?

Sana masuklah" ujar Sandi pada Leon

" tidak hyung, aku akan membantu kalian membawa semua barang ini ke tempat penyimpanan" jawab bocah itu.

" itu tidak perlu Leon, kami bisa melakukannya, lagian ini sangat berat kau tidak akan kuat mengangkatnya " ujar Sandi mencoba menjelaskan.

" tidak hyung, nanti aku bisa membawa barang yang ringan" jawab Leon bersikeras.

" baiklah kalau kau memaksa" ujar

Sandj pasrah

Andre hanya diam saja mendengar sandi dan Leon bicara, kali ini dia tidak menyangga apapun perkataan Leon. la hanya mencoba fokus pada pekerjaaan menurunkan semua barang dari mobil.

" apa semua sudah selesai Kookie? " tanya Sandi pada Andre

" iya san, semua barang telah keluar dari mobil, kita hanya perlu membawanya ke ruang penyimpanan " jawab Andre

" baiklah, ayo kita bawa semua barang inj" ujar Sandi

" aku harus bawa yang mana hyung?" tanya Leon pada sandi

" hmm kau bawa yang ini saja, ini sepertinya sayur-sayuran, kau bisa membawa ini dan mengantarkannya langsung ke dapur" ujar Sandi sembari memberikan satu kantong plastik sayur pada Leon

" baik hyung, aku akan pergi mengantarkan ini me dapur" jawab Leon sembari berlalu pergi

"San, ayo segera kita selesaikan tugas ini, aku sudah merasa sangat lelah sekarang" ujar Andre pada sandi

" baiklah Kookie, ayo kita selesaikan" jawab Sandi pada Andre

Kini kedua sahabat itu sedang membawa semua belanjaan dari pasar ke ruangan tempat penyimpanan panti. Keduanya sudah tampak sangat lelah sekali dan ingin segera beristirahat.

" bibi ini semua barang belanjaan yang baru dibeli ibu" ujar Andre pada bibi yang biasa menangani ruang penyimpanan panti.

" baiklah, kalian bisa meletakkannya disini, biar bibi yang nanti menyusunnya" jawab bibi itu

Segera Sandi dan Andre meletakkan semua barang itu satu per satu.

" bi semuanya sudah selesai ya, kami akan segera pergi" ujar Sandi pada ibu

" iya, terimakasih, sekarang kalian bisa pergi" ucap bibi itu pada Sandi dan Andre

Kini kedua sahabat itu telah keluar dari ruang penyimpanan, kedua terus berjalan melewati lorong panti

" San, ayo kita segera ke kamar,aku sudah sangat lelah" ajak Andre pada sandi

"iya ayo Kookie, aku juga merasa sangat lelah karena terus berjalan seharian ini" jawab Sandi pada Andre

Kini sandi dan Andre mulai berjalan menuju ke kamar mereka, keduanya tampak tak sabar untuk segera beristirahat.

" aku akan tidur sebentar san" ujar Andre

pada Sandi

" iya Kookie, aku sepertinya juga akan tidur" jawab Sandi

Andre langsung berbaring di atas tempat tidur sesampainya di kamar, ia tampak begitu lelah sekali karena seharian berjalan mencari Leon yang hilang.

.

Sementara itu sandi memutuskan untuk mencuci wajahnya terlebih dahulu, baru selanjutnya ia juga ikut berbaring.

Kini kedua sahabat itu tertidur pulas karena merasa sangat lelah.

Sementara itu..

Leon yang tadi mengantarkan sayuran ke dapur, kini mulai bingung. la tak tahu harus kemana sekarang, ia tak ingin kembali ke kamarnya.

Sebenarnya Leon sangat ingin bermain, tapi ia tak mempunyai teman. Kini ia hanya berjalan sendirian menyusuri panti, ia tak mempunyai tujuan yang akan di tujunya.

Dalam kebingungannya, Leon kembali teringat akan sosok Sandi dan Andre.

Kini ia berniat akan bermain dengan hyung nya itu, ia mulai berjalan ke ruang penyimpanan untuk mencari sandi dan Andre.

Sesampainya disana, Leon tidak melihat sosok Sandi maupun Andre

.

" hei sedang apa kau disini? " tanya bibi penjaga di sana

" bibi, apakah kau melihat hyung Sandi dan Andre ?

Tadi mereka mengantarkan barang-barang kesini" tanya Leon pada bibi.

" oh itu, mereka sudah pergi sedari tadi, mereka hanya meletaklkan barang dan langsung pergi" jawab bibi itu pada Leon

" apa bibi tahu kemana mereka pergitanya Leon lagi

" tidak, aku tidak tahu, mereka tadi tidak mengatakan apapun padaku" jawab bibi

"yasudah kalau begitu, aku akan pergi, terima kasih bibi" ujar Leon sembari berlalu dari sana

Kini Lee kembali berjalan, ia tak tahu harus mencari Sandi dan Andre dimana.

Kini ia memutuskan untuk duduk di sebuah bangku di lorong panti.

Leon tampak begitu bosan kala harus termenung sendiri, ia hanya menatap kosong ke lorong-lorong panti.

Di luar sana memang terdengar suara anak-anak yang sedang bermain di halaman, namun sepertinya Leon tidak tertarik bermain dengan mereka.

Dalam lamunannya, Leon kembali tersadar, ia kembali mengingat untuk mencari Sandi dan

Andre di kamar mereka.

" aku tahu sekarang, pasti hyung sandi dan Hyung Andre pasti sedang berada di kamarnya.

Aku akan melihat mereka di kamarnya" ujar Leon memulai sembari bangkit dari duduknya

Kini Leon memulai kembali berjalan menyusuri lorong panti untuk sampai di kamar sandi dan Andre.

Sesampainya disana, Leon melihat kamar mereka tertutup rapat, segara Leon mencoba mengetuk pintu kamar itu.

"hyung, apakah kalian ada di dalam? "ujar Leon sembari terus mengetuk pintu kamar sanri dan Andre

Namun setelah mencoba mengetuk pintu beberapa kali, tidak ada jawaban sama sekali dari sandi dan Andre.

" hyung, ini aku Leon, apa aku boleh masuk?" ujar bocah itu lagi

Namin sekeras apapun Leon mencoba, tetap saja tidak ada jawaban sama sekali. Saat ingin segera berbalik tak sengaja Leon mendorong pintu itu, ternyata pintu kamar sandi dan Andre tidak terkunci.

Leon mencoba memasuki kamar itu, saat sampai di dalam, Leon menjumpai kedua sahabat itu sedang tertidur pulas.

" yah ternyata mereka sedang tidur" ujar Leon pelan

Leon yang tak tahu harus kemana, kini mencoba duduk di sebuah kursi yang ada di kamar itu.

Leon terus merenung karena tak tahu harus berbuat apa.

Ketika asyik melamun, tak sadar

Leon kini mulai tertidur di kursi itu.

Leon sepertinya Juga merasa sangat letih sekali, karena seharian ini ada begitu banyak hal yang ia lewati.

Kini sandi dan Andre, dan Leon tampak tertidur sangat pulas, hingga tak terasa kini hari sudah malam.

Andre terbangun lebih awal dari tidurnya dengan perlahan berencana hendak mandi. Namun ketika bangkit dari tempat tidur,

Andre terkejut melihat Leon yang tertidur di atas kursi kamarnya. bangkit dari tempat tidur dan Andre mulai mendekati bocah itu, untuk memastikan pandangannya.

Ketika Andre mendekat, ia semakin jelas melihat sosok Leon tengah tertidur pulas di atas kursi.

" kapan bocah ini datang ke sini" ujar Andre pelan " kenapa ia tak bosan-bosannya mengganggu kami" ujar Andre lagi

Kini Andre mengalihkan pandangannya dari bocah itu tak ingin mengurus bocah itu.

Andre segera mengambil handuknya untuk segera mandi, namun saat akan melangkah ke kamar mandi, Andre kembali menatapbocah itu.

Seketika Andre merasa kasihan melihat bocah itu tidur di atas kursi, ia memutuskan untuk kembali mendekati bocah itu.

Anak ini selalu saja merepotkanku" ujar Andre sembari mengangkat tubuh bocah itu dan memindahkannya di atas kasur miliknya

Kini Andre mulai merasa lega karena telah melihat bocah itu

Kemudian Andre kembali menuju ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan mandi. dapat tidur dengan nyaman.

Sementara Andre pergi mandi, tiba-tiba sandj terbangun dari tidurnya. la mulai mencoba duduk dan mulai melihat ke sekeliling kamar.

Sandi tiba-tiba terkejut kala melihat Lee tertidur di atas kasur milik Andre.

Sandi menggosok-gosok kedua matanya seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.

Sandi bangkit dari tempat tidurnya dan mulai mendekati Lee.

"kenapa bocah ini ada disini? tanya sandi pelan " lalu dimana Kookie, kenapa ia tak marah melihat bocah ini disini" ujar sandi lagi

Sandi mulai melihat-lihat lagi ke seluruh sudut kamar, namun tak melihat sosok Jungkook di kamar itu. Namun sesaat

Sandi mendengar suara air kamar mandi, dan kemudian sandi mulai paham kalau

Andre sedang mandi.

Sandi memutuskan untuk duduk lagi di atas tempat tidurnya, ia kembali menatap ke arah Lee lagi. anak ini terlihat sangat manis kalau sedang tertidur seperti sekarang ini" ujar sandi sembari terus melihat ke arah Lee kenapa aku merasa begitu kasihan melihat bocah ini" ujar

Sandi lagi

Sandi terus berbicara sendiri kala menatap bocah itu, ia merasa sangat kasihan melihat bOcah yang tengah tertidur pulas itu.

" San, kau sudah bangun? " tanya

Andre kala keluar dari kamar mandi iya, aku sudah bangun.

Ngomong-ngomong kenapa anak ini bisa ada disini? " tanya sandi pada Andre

"aku juga tak tahu bagaimana ia ada disini, tadi aku melihatnya tertidur di atas kursi itu, lalu aku memindahkannya ke tempat tidurku" jelas Andre pada

Sandi

" benarkah? Dia tertidur diatas kursi? " tanya sandi lagi iya, entah bagaimana anak ini terus mengganggu kita.

Padahalkan dia juga memiliki kamar sendiri, tapi entah kenapa dia senang sekali mengganggu kita" ujar Andre

Disaat pembicaraan andre dan sandi,

tiba-tiba ponsel Andre berbunyi, ia segera mengangkat ponsel itu

" iya halo" ujar Andre kala mengangkat ponsel itu.

" halo Kookie, datanglah ke kamar ibu bersama sandi sehabis makan malam nanti" ujar ibu dari seberang telepon

"ada apa emangnya bu?" tanya andre penasaran

" tidak usah banyak tanya, nanti kalian datang saja ke ruangan ibu ya. Sampai nanti" ujar ibu sembari menutup telepon itu

" ada apa Kookie? Siapa yang menelepon? " tanya sandi penasaran

" ibu, dia meminta kita untuk menemuinya sehabis makan malam nanti " jawab Andre

" kenapa ibu tiba-tiba memanggil kita ya? " tanya sandi

" aku juga tidak tahu, tapi sepertinya ini sesuatu yang penting" jawab Andre

" aku juga tidak tahu, tapi sepertinya ini sesuatu yang penting" jawab Andre

" baiklah kalau begitu, aku akan mandi terlebih dahulu" ujar sandi sembari berlalu pergi ke kamar mandi

Kini Andre terus berpikir dan menerka-nerka hal apa yang akan dibicarakan ibu padanya dan sandi.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun membangun CiptaKarya, aku dikhianati Baskara tepat saat kontrak 800 miliar di depan mata. Di tengah kehamilan, posisiku direbut Saskia, si anak magang, sementara Baskara bersikap dingin. Namun, mereka lupa bahwa algoritma inti perusahaan adalah milikku secara hukum. Aku pun memutuskan pergi dengan menuntut hak penuh. Untuk membalas dendam, aku menghubungi Revan Adriansyah, rival terberat yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Beri Aku Kesempatan Kedua
9.2
Pasca ayahnya wafat, Ishvara terjebak dalam pernikahan paksa dengan Kalandra Ranjaya, pria yang sudah memiliki kekasih. Dianggap wanita kuno yang membosankan, Ishvara menderita dalam jebakan hidup yang penuh tangis. Namun, perubahan drastis Ishvara menjadi sosok cantik dan pengungkap hubungan misteriusnya dengan pria lain memicu kecemburuan Kalandra. Saat Kalandra mulai peduli, Ishvara justru memilih pergi dan menutup pintu hati demi mengakhiri sandiwara mereka.
Sampul Novel Cincin Dendam : Janji di Balik Rahasia
9.4
Terjebak rahasia kelam keluarga Ariatama Marten, Lara tak sengaja merusak hubungan adiknya dengan Leon akibat rasa cemburu. Leon yang merasa dikhianati namun memiliki agenda tersendiri terhadap keluarga itu justru menawarkan pernikahan kontrak. Demi melindungi kehormatan keluarga dan rasa cintanya yang terpendam, Lara pun setuju. Akankah ikatan formal ini berujung pada cinta sejati, atau justru menguak luka lama dan misteri yang jauh lebih berbahaya bagi mereka?
Sampul Novel DENDAM SI PELAYAN SEKSI
9.4
Kehidupan Daren dan istrinya, Carolina, terganggu oleh mimpi buruk yang terus berulang. Kehadiran Eliana sebagai pelayan baru membawa godaan yang membuat Daren terpesona sekaligus memicu ingatan asing. Eliana sebenarnya datang membawa misi balas dendam untuk menghancurkan Daren. Namun, seiring rahasia masa lalu terungkap, ia justru mulai terpikat oleh sang majikan. Akankah dendam Eliana sirna karena perasaan, atau misinya tetap berjalan tuntas?
Sampul Novel Di Atas Ranjang Om Rudy
8.4
Pasca kematian suaminya, Liany diusir oleh mertua hingga hampir menjadi gelandangan. Beruntung, Myla membawanya tinggal bersama keluarganya. Di sana, Rudy Hermawan merasa kesepian karena Katrin, istrinya, terlalu sibuk bekerja. Namun, hidup Liany kian pelik saat Satria muncul saat ia melahirkan. Pria misterius itu ternyata punya hubungan gelap dengan Katrin dan berniat menghalangi Liany agar tidak merusak rumah tangga kerabatnya tersebut.
Sampul Novel Gadis Milik Tentara Arogan
9.3
Amore Acresia terpaksa pulang ke Kudus akibat pandemi global saat menempuh studi di Los Angeles. Namun, kepulangannya berujung petaka ketika ia tak sengaja menabrak Alexander Yudha, seorang tentara arogan yang sedang bertugas. Ponsel Alex hancur terlindas mobil akibat insiden itu, memicu kemarahan sang prajurit yang menuntut pertanggungjawaban penuh dari Acre. Meski berawal dari konflik tajam, benih asmara mulai tumbuh di antara mereka sebelum tugas memisahkan keduanya.