Sampul Novel Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik

Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik

9.7 / 10.0
Dalam novel romantis modern Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik, Adeline akhirnya menyerah pada hubungan delapan tahunnya dengan Kaivan. Saat Adeline memilih menikah dengan pria lain, Kaivan baru menyesali keangkuhannya. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti kisah cinta yang penuh penyesalan.
Ringkasan Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik
Setelah delapan tahun bersama, Kaivan ingin menyingkirkan Adeline, cinta pertamanya. Tiga tahun berjuang membuat rasa cinta Adeline habis hingga ia memutuskan pergi. Kaivan meremehkan perpisahan ini dan yakin Adeline akan memohon kembali. Namun, ia justru dikejutkan oleh kabar pernikahan Adeline dengan pria lain. Saat melihat Adeline bersiap melangkah ke altar, Kaivan baru menyadari kehilangan besarnya. Ia berlutut memohon di hari pernikahan, tetapi Adeline memilih mengabaikannya demi memulai hidup baru.
Baca Selengkapnya

Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik Bab 1

Setelah menjalin hubungan selama delapan tahun, Adeline yang dulunya merupakan cinta pertama Kaivan berubah menjadi seseorang yang tak sabar ingin dia singkirkan. Sementara itu, Adeline yang telah berusaha keras selama tiga tahun hingga rasa cinta terakhirnya terkikis habis pun akhirnya menyerah dan berpaling.

Di hari perpisahan, Kaivan mencibir, "Adeline, kutunggu kamu mohon untuk kembali bersamaku."

Namun, setelah penantian yang begitu lama, yang didapatkan Kaivan malah adalah kabar pernikahan Adeline. Dia pun murka dan menelepon Adeline. "Kamu masih mau ngambek sampai kapan?"

Suara berat seorang pria terdengar dari ujung telepon. "Pak Kaivan, tunanganku lagi mandi dan nggak bisa jawab teleponmu."

Kaivan tersenyum sinis dan langsung menutup telepon. Dia mengira ini hanyalah trik Adeline untuk jual mahal.

Baru pada hari pernikahan Adeline, ketika dia melihat Adeline mengenakan gaun pengantin, memegang buket bunga, dan berjalan menuju pria lain di ujung altar, Kaivan baru menyadari bahwa Adeline benar-benar tidak menginginkannya lagi.

Dia bergegas menghampiri Adeline seperti orang gila dan berujar, "Adel, aku tahu aku salah. Jangan nikah sama orang lain, ya?"

Adeline mengangkat gaunnya dan berjalan melewati Kaivan. "Pak Kaivan, bukannya kamu bilang kamu dan Lesya barulah pasangan yang serasi? Buat apa kamu berlutut dan mohon padaku di hari pernikahanku?"

"Bu Adeline, kamu yakin mau batalkan tempat pernikahan yang kamu pesan sebelumnya?"

Ujung jari Adeline yang memegang ponsel sedikit mengerat, tetapi tidak terdengar emosi dalam suaranya saat menjawab, "Emm, yakin."

"Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu, aku akan bantu kamu membatalkannya."

"Terima kasih."

Setelah mengakhiri telepon, Adeline melepas cincin pertunangan di jari manisnya dan meletakkannya di atas meja. Kemudian, dia bangkit dan berjalan pergi dengan menyeret kopernya.

...

Setengah bulan yang lalu.

Menjelang senja, Adeline Thomas baru menyelesaikan sebuah sidang. Hal pertama yang dilakukannya setelah meninggalkan pengadilan adalah menyalakan ponselnya.

Adeline masuk ke LINE, lalu melihat kotak obrolan yang disematkannya di paling atas. Dia telah mengirim puluhan pesan, tetapi pihak lain tidak membalas satu pun pesannya.

Sejak mereka bertengkar tentang model undangan pernikahan bulan lalu, Kaivan Liangga langsung pergi melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri keesokan harinya. Berapa banyak pun pesan yang Adeline kirim untuk meminta berbaikan selama sebulan ini, Kaivan mengabaikan semuanya.

Dalam hubungan ini, Adeline sudah sangat merendahkan diri. Akan tetapi, dia tetap tidak mampu membuat Kaivan berpaling.

Carissa Soranda, temannya Adeline itu sudah tidak tahan melihat keadaan ini dan menyindirnya. Adeline menangani banyak kasus perceraian setiap tahun dan bertemu begitu banyak pria berengsek, tetapi tetap saja jatuh cinta pada Kaivan tanpa bisa melihat jelas sifat aslinya.

Sebenarnya, Adeline bukannya tidak dapat melihat jelas, melainkan merasa tidak rela. Dia tidak rela dua orang yang pernah begitu saling mencintai malah berakhir menjadi pasangan yang terlihat harmonis di permukaan, tetapi sebenarnya sudah saling merasa jenuh.

Adeline juga sulit merelakan ... Kaivan. Setelah bersama selama delapan tahun, dia lupa seperti apa dirinya sebelum bersama dengan Kaivan, juga tidak tahu bagaimana dirinya bisa membiasakan diri hidup tanpa Kaivan.

Ketika sedang mengetik sesuatu dan hendak bertanya kapan Kaivan akan kembali, sebuah notifikasi tiba-tiba muncul di ponselnya. Kaivan telah memperbarui media sosialnya. Dia memosting foto pemandangan laut yang sederhana, tetapi Adeline langsung mengenali tempatnya. Itu adalah Maldiva, tempat yang sudah entah berapa kali dia katakan ingin dikunjunginya bersama Kaivan.

Gerakan jarinya pun terhenti. Tepat ketika dia hendak kembali ke kotak obrolan, tiba-tiba masuk pesan dari Carissa. Adeline pun mengkliknya secara refleks. Itu ternyata adalah tangkapan layar dari postingan Lesya Sandir di media Sosial.

Foto pemandangan laut itu sama dengan yang diposting Kaivan, tetapi ada tambahan satu baris teks.

[ Aku cuma ngeluh perjalanan bisnis kali ini terlalu melelahkan dan dia langsung mengajakku berlibur ke Maldiva! ]

Kaivan pasti tahu jelas apa arti Maldiva bagi Adeline. Meskipun Adeline sudah berulang kali menyebutnya, Kaivan selalu mengatakan bahwa dirinya sibuk. Namun, dia malah membawa wanita lain pergi ke tempat tersebut.

Adeline mengerjap dan air matanya tiba-tiba jatuh. Dia merasa seperti ada angin dingin yang memenuhi hatinya. Selanjutnya, datanglah telepon dari Carissa.

"Lesya benar-benar kegatelan! Dia tahu kamu dan Kaivan akan segera menikah, tapi dia malah sengaja posting foto yang sama dengan Kaivan untuk buat kamu sakit hati! Kaivan juga sama parahnya! Kenapa dia harus pergi ke Maldiva padahal masih ada tempat lain? Memangnya dia nggak tahu kamu selalu pengen pergi ke sana bersamanya? Sudah delapan tahun, meski pakai jalan kaki, kalian pasti juga sudah sampai!"

"Dia dan Lesya begitu terang-terangan, sedangkan kamu sudah diselingkuhi selama tiga tahun. Memangnya kamu masih mau menikahinya dan diselingkuhi seumur hidupmu?" tanya Carissa.

Adeline merasakan kegetiran dalam hatinya. Dia mengerti apa yang dikatakan Carissa, tetapi mereka telah bersama selama delapan tahun dan akan menikah kira-kira sebulan lagi. Dia tidak mau menyerah. Dia ingin mencoba sekali lagi. Jika hasilnya masih belum memuaskan, dia akan menerima nasibnya.

"Rissa, hari Sabtu ini, kita mau coba gaun pengantin dan gaun pengiring pengantin. Jangan lupa datang."

Suasana di ujung telepon tiba-tiba menjadi hening. Kemudian, Carissa mengumpat dan menutup telepon. Jika dia lanjut berbicara, dia takut akan dibuat mati kesal oleh Adeline.

Dalam beberapa tahun terakhir, semua orang bisa melihat hati Kaivan telah berubah, tetapi Adeline masih saja keras kepala dan tidak mau menyerah. Dia percaya bahwa Kaivan akan berpaling suatu hari nanti.

Masih ada yang belum diceritakan Carissa kepada Adeline. Sebenarnya, bukan hanya sekali dia tidak sengaja melihat Kaivan membawa wanita yang berbeda-beda ke hotel.

Kepribadian Kaivan sudah memburuk sejak lama dan hatinya tidak lagi dipenuhi dengan Adeline. Dia telah sepenuhnya berubah menjadi pria berengsek. Bajingan seperti itu seharusnya ditabrak mobil dan menjadi impoten seumur hidup!

Malam harinya, Adeline tidak bisa tidur nyenyak. Dia mimpi buruk beberapa kali berturut-turut dan baru tertidur menjelang fajar. Baru saja dia tidur sejenak, terdengar kunci sidik jari terbuka dari pintu.

Adeline membuka matanya dan langsung duduk. Kemudian, dia melihat Kaivan membuka pintu dan menyeret masuk kopernya. Wajahnya terlihat lelah dan muram, tetapi bekas lipstik di kerah baju dan goresan samar di dadanya tidak luput dari pengamatan Adeline.

Tangan Adeline yang memegang selimut tiba-tiba menegang. Dia merasa seperti ada es yang disematkan ke dalam hatinya. Rasa dingin itu membuatnya merasa kesakitan.

Melihat Adeline terbangun, Kaivan mengangkat alisnya. "Aku membangunkanmu?"

Saat berbicara, dia sudah menyeret kopernya ke depan lemari. Kemudian, dia membuka lemari dan mulai mencari pakaian.

Adeline menarik napas dalam-dalam, lalu menatap punggungnya dan bertanya, "Kamu bawa Lesya ke Maldiva?"

Gerakan Kaivan yang mengambil kemeja terhenti sejenak. Dia berbalik, mengangkat alisnya, dan tersenyum pada Adeline. "Kenapa? Kalau kamu mau, kita bisa bulan madu di sana."

Mendengar nada sarkasme Kaivan, wajah Adeline pun memucat.

"Kamu tahu seberapa pengen aku pergi ke Maldiva."

"Karena kamu pengen pergi, jadi Lesya nggak boleh pergi?"

"Bukan itu maksudku, aku mau ...." (Pergi bersamamu.)

Sebelum Adeline selesai berbicara, Kaivan menyela dengan tidak sabar, "Sudahlah, aku baru saja kembali dari perjalanan bisnis dan sangat capek. Aku nggak ingin bertengkar denganmu."

Kaivan berbalik dengan dingin, lalu berjalan ke kamar mandi dan membanting pintu dengan kuat. Pandangan Adeline pun terhalang.

Adeline menunduk dan menatap ujung jarinya yang putih. Seulas senyum pahit muncul di wajahnya. Dulu, Kaivan masih bisa berdebat dengannya. Sekarang, dia bahkan malas untuk berdebat.

Ketika Kaivan keluar dari kamar mandi, Adeline telah berganti pakaian dan selesai menyikat gigi serta mencuci wajah. Dia sedang duduk di depan meja rias dan memoles lipstik di depan cermin.

Hari ini, Adeline mengenakan gaun beludru berwarna hijau tua. Rambut panjangnya yang mencapai pinggang digerai, dan riasan wajahnya sangat indah. Dia begitu cantik hingga orang-orang nyaris tidak bisa mengalihkan pandangan darinya.

Kaivan hanya meliriknya sebelum mengalihkan pandangan dengan tenang.

Saat Kaivan hendak pergi, Adeline mengingatkannya dengan tenang, "Hari Sabtu ini, kita ada jadwal coba gaun pengantin. Aku harap kamu nggak terlambat lagi."

Adeline paling benci orang yang tidak tepat waktu. Salah satu alasan dia setuju untuk bersama Kaivan adalah karena Kaivan selalu tepat waktu. Namun, sejak hati Kaivan berubah, dia berulang kali mengingkari janjinya demi perempuan lain.

Kaivan tersenyum penuh ejekan. "Tenang saja, aku nggak akan terlambat."

Seusai berbicara, ponselnya pun berdering. Entah sengaja atau tidak, dia menyalakan speaker dan suara Lesya yang merdu terdengar dari ujung telepon.

"Pak Kaivan, kamu terlalu liar kemarin. Aku masih kesakitan sampai sekarang. Kamu harus tanggung jawab!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CLARITTA, KAMU MILIKKU
9.1
Claritta Indriana, model populer, terjerat dalam pernikahan rumit dengan pewaris Andromeda Group, Aslan Teryeka. Meski mengaku cinta, Aslan memperlakukan Claritta semena-mena dan bersikap posesif, bahkan tega berselingkuh dengan sekretarisnya. Di tengah pengkhianatan dan kebencian Aslan yang membara, Claritta terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia bertahan sebagai boneka dalam hubungan hancur ini, atau memilih menghilang selamanya demi meraih kebebasan?
Sampul Novel FINDING MOM
9.1
Demi menemukan ibu kandungnya, seorang gadis nekat merantau ke luar negeri sebagai buruh migran. Di sana, ia bertemu beberapa pria yang jatuh hati padanya, namun tak disangka salah satu dari mereka adalah kekasih sang ibu. Sementara itu, ibunya telah lama melupakan keluarga demi hidup bebas. Takdir mempertemukan mereka tepat saat sang gadis dilamar oleh pria masa lalu ibunya. Konflik batin pun memuncak dalam pencarian jati diri dan cinta ini.
Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan ayahnya dari jeratan kebangkrutan, Anyelir terpaksa mengubur mimpinya sedalam mungkin. Ia setuju menjadi istri kedua bagi Serkan Alvaro, seorang pebisnis muda berdarah dingin yang sangat populer. Di balik bantuan finansial yang diberikan, motif Serkan menikahi Anyelir masih menjadi misteri besar. Kini, Anyelir harus menghadapi kerasnya kehidupan rumah tangga yang penuh tanda tanya. Akankah pernikahan ini memberikan kebahagiaan baginya?
Sampul Novel Kakak Kelas Jahat itu Suamiku
8.0
Piona, mahasiswi sastra tingkat akhir berusia 21 tahun, terjerat dalam pernikahan mendadak demi menyelamatkan ekonomi keluarganya. Namun, rahasia besar masih menyelimuti alasan di balik perjodohan ini. Situasi kian pelik saat calon suaminya ternyata adalah kakak kelas masa SMA yang sangat ia benci. Dulu, pria tampan itu selalu memicu pertengkaran hebat dengannya. Kini, takdir memaksa dua musuh bebuyutan ini bersatu dalam ikatan suci yang penuh ketegangan.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Calon Adik Ipar
7.9
Rose menolak mentah-mentah saat dipaksa menggantikan kembarannya, Rosa, untuk menikahi Robert. Namun, Robert tidak butuh cinta, ia hanya memerlukan kehadiran Rose di pelaminan. Ancaman kejam pun dilontarkan demi menjatuhkan mental Rose. Robert bersumpah akan menjauhkan Rose dari Kenzie, mendeportasi ayahnya, bahkan menjualnya ke rumah bordil jika ia berani menolak. Terjepit situasi sulit, Rose kini menghadapi paksaan pernikahan yang penuh intimidasi.
Sampul Novel TestPack Di Tas Sekolah Anak Lelakiku
8.7
Kehancuran hati melanda Mayra dan Ardi saat rahasia kelam putra mereka terungkap. Nathan, anak lelaki yang selama ini dikenal sangat lugu, ternyata telah menghamili seorang gadis di tengah masa sekolah menengah atasnya. Kenyataan pahit ini menjadi pukulan telak bagi keduanya. Di tengah rasa malu dan duka, Mayra bersama Ardi didera rasa bersalah yang mendalam karena merasa telah gagal menjadi orang tua dalam mendidik dan menjaga masa depan Nathan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan