Sampul Novel Anak yang tersembunyi

Anak yang tersembunyi

9.3 / 10.0
Dalam romance novel Anak yang tersembunyi, Alia diusir setelah insiden tragis dengan putra majikannya. Kini ia harus bertahan hidup demi buah hati yang tak diinginkan. Simak perjuangannya menghadapi pengkhianatan dalam modern novel yang penuh konflik ini di platform web novel kami.
Ringkasan Anak yang tersembunyi
Alia mengalami nasib tragis saat menjalankan tugas menunggu kepulangan putra majikannya. Malam itu, ia diseret paksa masuk ke kamar dan menjadi korban tindakan asusila meski telah berupaya keras melawan. Penderitaannya tak berhenti di sana; Alia justru dituduh menggoda pria tersebut hingga diusir secara tidak adil oleh majikannya sendiri. Insiden kelam ini meninggalkan luka mendalam dan berujung pada lahirnya seorang anak yang kehadirannya tidak pernah diinginkan.
Baca Selengkapnya

Anak yang tersembunyi Bab 1

Siang itu banyak warga mendatangi rumah orang tua Alia, yang bernama, pak Ridwan dan juga Bu Siti.

Mereka menginginkan anak dari kedua pasangan itu segera meninggalkan desa, karena menurut para penduduk. Alia sudah membuat aib yang begitu besar, sehingga para warga tidak mau menerima kehadirannya di kampung itu.

"Pak Ridwan,Bu Siti ayo cepat keluar"ucap salah seorang warga.

Pak Ridwan bersama istrinya di dalam rumah merasakan begitu ketakutan, namun dia tidak berani keluar dari dalam rumah karena ingin melindungi anaknya.

"Bagaimana ini pak sepertinya warga semakin marah"ucap Bu Siti dengan suara bergetar karena panik.

"Sabar Bu ini juga bapak lagi pikirkan jalan keluarnya"jawab pak Ridwan.

Alia terlihat keluar dari dalam kamar, wanita itu berjalan nampak kepayahan, karena perutnya yang semakin membesar.

"Bu biarkan Alia pergi, Alia tidak mau ibu dan bapak kenapa-napa Alia tidak apa-apa Bu"ucap Alia, mencoba menenangkan kedua orang tuanya. namun, orang tua mana yang tega melihat anaknya pergi dari rumah dengan perut yang begitu besar.belum lagi tas yang dipegang putrinya saat ini terlihat begitu merepotkan.

"Tidak nak, ibu dan ayah akan tetap mempertahankan kamu"ucapan Ridwan, kepada putri semata wayangnya.

"Alia tidak apa-apa Bu, pak. lagi pula apa yang bisa bapak dan ibu lakukan kalau warga sudah mengamuk seperti ini, ini semua salah Alia karena tidak dapat menjaga diri sendiri di luar sana" Alia selalu menyalahkan dirinya atas kejadian buruk yang menimpa.

"Kamu tidak boleh berbicara begitu Alia,ini semua adalah musibah. siapa yang ingin mengalami hal seperti yang kamu alami, mereka saja yang tidak pernah mempercayai cerita kita"ujar Siti mencoba menenangkan putrinya.

"Siti keluar kamu kalau tidak. akan aku seret kalian dari dalam rumah!" Seseorang kembali berteriak dari luar sana, sambil beberapa orang menggedor-gedor pintu.

"Iya Siti cepat bawa keluar anakmu, bawa pergi dia dari desa ini. kami tidak ingin terkena sial akibat ulah anakmu itu!" Caci maki bersahut-sahutan dari luar rumah, hinaan demi hinaan terlontar dari bibir-bibir yang tidak bertanggung jawab.

"Bu, pak. Alia pergi sekarang ya,ibu dan bapak jaga diri baik-baik .suatu saat Alia pasti akan kembali pulang untuk menemui kalian"Aliya berpamitan kepada kedua orang tuanya, mereka berpelukan untuk sesaat.

Air mata Bu Siti tidak dapat dicegah, wanita paruh baya itu terus saja menangis melihat kepergian putrinya. Begitu juga dengan pak Ridwan, dia pun sama sedihnya seperti sang istri, saat melihat langkah putrinya yang hendak keluar dari dalam rumah.

Pintu terbuka, semua orang yang berada di luar rumah itu perlahan menyingkir, memberikan jalan untuk Alia keluar dari sana. Tatapan-tatapan penuh ejekan dan juga hinaan ini tertuju kepada wanita yang sedang berjalan keluar dari dalam rumah orang tuanya,bahkan ada yang meludah teman di hadapan Alia.

"Nah begitu dong tahu diri, udah bikin aib masih aja di sini. kami semua tidak Sudi menampung orang yang pulang dengan membawa aib, bilangnya kerja kerja, nggak taunya pulang perutnya besar"

Seorang wanita bertubuh gempal berbicara sambil tangannya terus terarah kepada Alia. Alia tidak perduli dengan omongan samua orang, wanita terus saja melangkah keluar dari dalam rumah kedua orang tuanya.

"Dasar tidak tahu malu, baru saja pergi ke kota bilangnya mau cari kerja, tahu tahu pulangnya hamil entah anak siapa? jangan-jangan dia kerja di cuma buat jual diri aja" salah satu dari mereka berbicara lagi.

"Sudah cukup! anak saya sudah pergi dari rumah saya, apa kalian tidak puas.silakan tinggalkan rumah kami" Bu Siti berbicara, dengan suara yang cukup lantang.

",Huuuuu,,,,"

Para warga yang di situ pun bersorak sambil membubarkan diri dari halaman rumah pak Ridwan.

Bu Siti tubuhnya merosot ke lantai,seiring kepergian Alia meninggalkan kampung itu.

"Pak bagaimana jika anak kita melahirkan di jalan, aku tidak bisa membayangkan itu pak" Siti mulai memikirkan keadaan anaknya setelah beberapa saat bisa menguasai dirinya.

"Kita berdoa saja Bu mau minta kepada Tuhan agar selalu melindungi Putri kita di manapun dia berada"pak Ridwan sedang mencoba menenangkan istrinya yang sedari tadi terus berbicara tentang putrinya.

"Amin, semoga saja ya pak. Putri kita anak yang baik, pasti dia akan diberikan yang terbaik oleh Tuhan nanti"

Hari sudah semakin gelap,gerimis pun mulai turun memanjakan yang terlihat itu gersang.

Di sebuah jalan raya seorang wanita muda dengan perut yang begitu besar sedang berjalan menyusuri trotoar, ingatannya berjalan ke beberapa bulan yang lalu saat dirinya baru saja menginjakkan kota Jakarta.

Flashback.

Hari itu Alia datang bersama seorang tetangga yang menawarkan pekerjaan kepada Bu Siti, karena mereka dari keluarga yang sangat sederhana mereka pun sangat senang ketika tetangganya itu memberikan sebuah pekerjaan untuk putrinya. Hanya saja mereka tidak tahu pekerjaan apa dan di mana putrinya akan bertempat tinggal.

"Apa masih jauh mbok Sumi?"tanya Alia pada seorang wanita paruh baya yang membawanya ke kota Jakarta.

"Sebentar lagi neng tidak terlalu lama"ucap mbok Sumi kepada Alia.

Aliya pun hanya bisa diam karena dia tidak enak jika terlalu banyak bertanya, kemudian tidak berselang lama mereka pun sampai di depan rumah yang besar dan megah.

"Wah, ini rumahnya mbok? besar sekali" tanya Aliya lagi kepada mbok Sumi namun hanya ditanggapi sebuah senyuman dari mbok Sumi.

"Iya ini rumahnya, ayo masuk. kita masuk lewat pintu samping"ajak maksumi kepada Alia.

Alia pun mengikuti langkah kaki mbok Sumi yang masuk ke dalam rumah itu melalui pintu samping, sesekali gadis itu melirik kagum ke arah benda-benda yang menghiasi rumah besar itu.

" ayo sini Alia kamu mau kerja apaau berfikir terus di sana heh?" Tanya Sumi sedikit ketus.

" eh, iya mbok" Alia pun segera berjalan ke arah mbok Sumi.

"Ini kamar mu nduk, cepat masuk simpan barang barang mu di sana, setelah itu aku akan memperkenalkan kamu kepada majikan kita" ucap mbok Sumi sambil menunjukkan kamar yang berukuran tiga meter persegi.

" siapa namanya mbok?" Tanya seorang wanita cantik, meskipun tidak lagi muda.

" Alia.nyonya," ucap Sumi,saat memperkenalkan pembantu baru nya.

" mah aku berangkat dulu ya" seorang pemuda yang begitu tampan sudah rapih mengenakan pakaian formal, mendekati wanita cantik itu lalu memberikan ciuman hangat pada pipi nya.

" ya. kamu hati hati ya" ucap orang yang di panggil Mama tadi.

Satu minggu telah berlalu, kini Alia sudah mengenal semua penghuni rumah yang semuanya ada empat orang, pasangan suami istri, yang bernama Lidia dan Herlambang. Lalu kedua anak mereka yakni, Raka dan satria.

"Alia ,," panggil Lidia kepada gadis itu.

" iya Bu " Alia berjalan terpogoh menghampiri majikannya.

" si duduk" Lidia meminta Alia duduk di sofa sebelah dirinya.

" Nggak usah nyonya Saya berdiri di sini saja"ucap Alia.

"Ya sudah terserah kamu saja, ibu mau bicara"ujar wanita itu, dan diakui oleh Alia.

"Ibu mau minta tolong ini sudah jam delapan tapi anak ibu belum juga pulang, kamu tunggu di sofa ini sampai dia pulang.setelah dia pulang, kamu segera kunci pintu. jika kamu mengantuk kamu tidur dulu di sofa ini, biasanya Satria tidak akan pulang hingga larut malam,kamu mengerti?"nyonya Lidia menjelaskan panjang lebar, tugas Alia malam itu, dan segera dimengerti oleh Alia.

Flashback off.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Anak yang tersembunyi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Ijinkan Aku Mencintaimu
7.8
Kontrak pernikahan Sheeree dan Arvid telah usai, namun Sheeree belum menyerah. Ia menawarkan perjanjian baru: waktu satu bulan lagi untuk memenangkan hati suaminya. Jika gagal, ia berjanji pergi tanpa membawa harta apa pun. Di balik kenekatannya, ada rahasia besar yang ia sembunyikan rapat-rapat. Meski penuh risiko, Sheeree rela berkorban demi kesempatan terakhir ini. Mampukah ia meluluhkan Arvid, ataukah alasan tersembunyi itu akan mengubah segalanya?
Sampul Novel Istri Yang Tak Dirindukan
9.5
Lima tahun lamanya seorang istri setia menanti kepulangan suaminya yang merantau. Selama itu, ia hanya menerima nafkah ala kadarnya yang dititipkan melalui tetangga tanpa kabar pasti. Namun, penantian panjang itu berakhir tragis saat sang suami pulang membawa kejutan pahit. Bukannya melepas rindu, ia justru menjatuhkan talak demi wanita lain yang telah dinikahinya secara diam-diam hingga memiliki anak. Sebuah pengkhianatan yang menghancurkan hati.
Sampul Novel Luka Kakiku, Tawa Mereka
8.8
Demi menyelamatkan Yudha, suamiku yang politisi, aku kehilangan kaki dan karier balet. Namun, pengorbanannya sia-sia saat aku memergoki Yudha berselingkuh dengan terapisku, Selvia. Mereka tega menertawakan kecacatanku, sementara ibu mertuaku terus mencaci sebagai beban keluarga. Meski Yudha memujiku di depan publik untuk citra politiknya, kenyataan pahit ini memicu dendam. Tanpa air mata lagi, aku bertekad menghancurkan mereka yang telah mengkhianatiku.
Sampul Novel Membangkitkan Kembali Cinta yang Kedaluwarsa
9.5
Tiga tahun Alicia menderita dalam pernikahan dingin bersama Erick Ellis. Saat harapan untuk dicintai muncul, ia justru mendapati Erick ingin kembali pada masa lalunya. Alicia pun memilih bercerai, namun Erick menolak melepaskannya. Kini, Alicia bangkit menjadi wanita sukses yang dikelilingi pengagum. Saat mereka bertemu kembali, kehadiran anak-anak di sisi Alicia membuat Erick memohon untuk menjadi ayah mereka. Meski ditolak mentah-mentah, Erick bersikeras mengejarnya.
Sampul Novel Pesona Hantu CEO
8.0
Sion Alexander Robin, CEO tangguh pemimpin Robin Group di Kota Mayro, mengalami kejadian mistis saat arwahnya terlepas dari raga. Terjebak di dunia fana, ia bertemu Roura, gadis sederhana yang ternyata mampu melihat dan menyentuh wujud rohnya. Sion pun meminta bantuan Roura untuk melacak keberadaan tubuh aslinya demi mengungkap misteri di balik kondisinya. Kini, ia harus mencari jawaban pasti: apakah dirinya masih hidup atau sudah mati?
Sampul Novel TRAUMA  YANG BERUJUNG PADA KEHANCURAN KU
9.6
Maretsya terjebak dalam dilema moral saat amarah dan dendam yang lama terpendam mulai meluap hingga sulit dikendalikan. Meski awalnya berniat menghindari aksi balas dendam, emosinya meledak saat menghadapi seseorang yang dianggap melampaui batas. Roger berusaha keras menghentikan tindakan nekat Maretsya agar dia tidak menjadi pembunuh dan merusak masa depannya di sekolah. Namun, dorongan untuk menghabisi nyawa lawan kini lebih kuat daripada akal sehatnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan