Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Anak Rahasia Sang Kepala Mafia

Anak Rahasia Sang Kepala Mafia

Lima tahun mengabdi sebagai istri pewaris dinasti mafia Aropa, Dario Mahardika, wanita ini akhirnya menyerah karena suaminya selalu memprioritaskan Arisa. Ia pun pergi membawa koper, surat cerai bertanda tangan, dan kehamilan tiga bulan yang dirahasiakan. Saat Dario menyadari kehilangan ini, sang istri telah lenyap. Sang kepala mafia kini mengerahkan segala kekuasaan untuk mencarinya. Namun, wanita itu telah berubah menjadi ibu dan seniman tangguh yang tidak akan mudah memaafkan pria yang menghancurkan hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 6

Saat akhirnya aku kembali ke vila, para staf nyaris menangis lega.

"Bu! Syukurlah Anda kembali. Tuan Dario panik sekali beberapa hari terakhir. Apa pun yang kami lakukan tak pernah membuatnya puas. Dia tidak tidur, tidak makan…"

Suara mereka saling bertumpuk, penuh kegembiraan gugup, seolah ketidakhadiranku hampir menghancurkan seluruh rumah tangga ini.

Jadi memang begitu. Tanpaku, Dario kehilangan keseimbangan.

Akan tetapi, dia harus terbiasa. Sebentar lagi, aku akan pergi untuk selamanya, dan hidupnya hanya akan dipenuhi kesunyian yang kutinggalkan.

Aku tersenyum tipis, menenangkan staf, lalu melangkah masuk ke rumah. Vila itu gelap, tidak ada satu pun lampu yang menyala, hanya cahaya bulan yang retak menembus jendela.

Dario duduk di sofa, sosoknya seperti bayangan yang disayat cahaya pucat, profil tajamnya sulit dibaca.

Saat akhirnya dia menatapku, pandangannya terlalu lama tertahan. Suaranya rendah, menyimpan sesuatu yang tak bisa kusebutkan.

"Ke mana saja kamu?"

Aku melepas mantel, suaraku datar.

"Di pantai. Melukis."

Alisnya mengerut. "Sejak kapan kamu tertarik melukis?"

Bukan sejak kapan, tetapi selalu.

Aku dulunya murid berbakat, wanita yang pernah bermimpi ke akademi seni dan galeri, sebelum kesetiaan mengikatku pada nama Dario. Sebelum hidupku tenggelam oleh kerajaan Mahardika.

Namun, aku tak menjelaskan itu padanya. Aku hanya menuang segelas air dan menjawab ringan, "Aku menyukainya."

Dia mengusap pelipis, menghela napas.

"Soal malam di restoran, aku tak bermaksud meninggalkanmu. Arisa selalu rapuh, lemah. Aku tumbuh dengan melindunginya, jadi instingku..."

Suaranya tersendat saat aku diam saja.

"Kamu juga tidak menolak waktu itu," desaknya, sedikit kesal. "Lalu kenapa tiba-tiba menghilang? Kamu tahu Arisa sudah pindah ke apartemennya sendiri. Semua… itu sudah selesai. Jangan dendam soal hal sepele."

Sampai sejauh itu dianggap sepele?

Nada suaranya penuh teguran, seolah rasa sakitku hanyalah gangguan kecil. Seolah luka bakar di lenganku tak sepenting kepura-puraan Arisa yang rapuh.

Aku tak menjawab. Aku menoleh ke tangga, tetapi suaranya memecah kesunyian lagi.

"Viona."

Aku menoleh, dan untuk pertama kalinya, kulihat dia berdiri dengan goyah.

"Aku lapar. Buatkan aku pasta."

Aku mengangkat tangan yang dibalut perban, kain kasa tampak kontras di cahaya bulan.

"Lupa ya? Tanganku masih terbakar."

Ekspresinya berubah, sekejap terlihat… hampir seperti penyesalan. Namun, aku tak menunggu lebih lama. Aku berpaling dan menaiki tangga.

Keesokan paginya, dia menghentikanku di lorong, membawa sebuah kotak beludru.

Aku membukanya. Isinya perhiasan zamrud. Langka, berkilau, berat oleh kemewahan.

Dia membersihkan tenggorokannya dengan canggung.

"Soal malam itu. Aku… terlalu fokus pada Arisa. Seharusnya aku lebih memperhatikanmu. Anggap ini sebagai permintaan maafku."

Dadaku sesak. Lima tahun.

Lima tahun diam, acuh, diabaikan. Dan baru sekarang aku mendapat hadiah pertamaku darinya.

Bukan karena cinta, tetapi penebusan. Bukan untukku, tetapi untuk rasa bersalahnya terhadap Arisa.

Aku teringat ribuan hadiah yang tersimpan di kantornya, semuanya dipilih dengan cermat untuk Arisa. Tawa pahit hampir terdengar dari tenggorokanku, tetapi kutelan.

Aku sudah lama berhenti mengharapkan apa pun dari Dario Mahardika. Dan sekarang? Aku tak butuh permata itu.

Aku ragu sesaat, cukup hingga dia salah paham.

"Kalau kamu tidak suka… asistenku yang membelinya di lelang. Aku bisa cari yang lain."

Sebelum aku sempat menjawab, suara Serina terdengar saat dia masuk, menyeret Arisa bersamanya.

"Kak Dario, sudah kubilang Arisa tidak seharusnya pindah. Kamu terlalu mencintainya untuk membiarkannya pergi. Paling tidak, sering-seringlah mampir, ya?"

Dia masuk dengan Arisa di belakangnya, penuh canda riang.

Kata-katanya membeku di telingaku, lalu kotak beludru di tanganku menarik perhatiannya.

"Ya Tuhan! Dario, kamu benar-benar beli itu? Arisa tadi bilang dia sangat menyukainya!"

Hatiku jatuh.

Ternyata begitu. Bukan untukku. Tidak pernah untukku.

Pipi Arisa memerah, matanya menunduk dengan kesopanan yang dipelajari. Dan Dario ragu, pandangannya terselip ke arahnya, bukan padaku.

Zamrud itu berubah menjadi es di telapak tanganku. Hadiah pertamaku darinya, dan itu bahkan bukan milikku.

Aku menekan kotak itu ke tangan Arisa, suaraku tenang, tajam seperti memotong udara.

"Kalau itu untukmu, ambil saja."

Ruangan hening, terdiam.

Bibir Serina terbuka dengan senang, Arisa berkedip seolah tersengat, dan Dario kali ini tak menatap Arisa. Matanya menatapku, gelisah, hampir putus asa.

Namun, kerusakan sudah terjadi. Harapan sekejapku telah padam.

Di hatinya, Arisa akan selalu nomor satu. Apakah dia menyebutnya cinta atau kesetiaan, tak ada bedanya. Bagiku, rasanya sama saja.

Dan dalam kesunyian itu, aku tahu sesuatu telah bergeser tak bisa kembali.

Aku bukan wanita yang sama lagi.

Saat dia goyah, aku teguh.

Saat dia melekat pada Arisa, aku sudah melepaskan setiap ikatan yang menahanku di sini sedikit demi sedikit, diam-diam, tanpa riuh.

Paspor sudah siap, sketsaku digulung dan disembunyikan, tanggal-tanggal tertanam di pikiranku seperti hitungan mundur yang hanya aku dengar.

Dunianya bisa runtuh di sekelilingnya, tetapi aku tak akan menoleh ke belakang. Bukan karena lapar, bukan karena rasa bersalah, bahkan bukan karena cintanya. Karena apa pun yang mengikatku pada Dario Mahardika telah terbakar menjadi abu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Cantik Milik Mafia
8.8
Sephi, gadis gigih yang diusir bibinya akibat fitnah kejam, berusaha bangkit demi mengubah nasib. Takdir mempertemukannya dengan Aldo, CEO dingin sekaligus pemimpin kriminal berpengaruh di Eropa, saat wawancara kerja. Aldo yang tak tersentuh dan hanya peduli pada keponakannya, mulai merasakan getaran cinta pertama melihat ketulusan Sephi. Akankah pesona Sephi meluluhkan hati sang mafia yang kaku? Simak kisah penuh ketegangan dan perubahan hidup yang tak terduga.
Sampul Novel Gairah yang Berapi-api: Istri CEO yang Bersalah
7.9
Di malam pengantin, Rogelio bersumpah menyiksa Marian karena menganggapnya penyebab kematian sang kakak. Meski dibenci dan tak disentuh, sebuah insiden memaksa mereka tidur bersama hingga Marian hamil. Di tengah penghinaan Rogelio, pria itu justru diam-diam melindungi aset dan keselamatan istrinya dari gangguan orang lain. Saat Marian berniat kabur membawa rahasia kandungannya, Rogelio justru memeluknya erat dan menolak melepaskan ibu dari calon anaknya tersebut.
Sampul Novel Istri Tanpa Suami
8.7
Aminarsih, gadis yatim piatu, dinikahi seorang CEO kaya demi menangkal kutukan nasib buruk pria itu, yang mana semua istrinya selalu meninggal dua hari setelah menikah. Alih-alih diperlakukan layak, Aminarsih justru disembunyikan di dalam rumah kosong yang menyeramkan. Di tengah kesendirian dan kengerian tempat itu, ia harus bertahan hidup dengan hanya mengandalkan bantuan dari sebatang pohon apel serta hewan-hewan seperti tikus, kecoak, dan semut yang kini ia anggap sebagai keluarganya.
Sampul Novel Jebakan Cinta Pertama untuk Kesayangan Bos
8.2
Setelah delapan tahun terpuruk, harapan Agnes untuk memulai hidup baru hancur saat cinta pertamanya kembali. Gerald Ogawa hadir bukan untuk mencinta, melainkan membalas dendam atas pengkhianatan masa lalu dengan mengincar jabatan Agnes. Di tengah tekanan itu, Agnes harus berjuang sebagai ibu tunggal demi membesarkan anaknya. Mampukah ia bertahan menghadapi kekejaman Gerald saat rahasia masa lalu perlahan terkuak dan mengancam hati mereka berdua?
Sampul Novel Jodohku Soulmateku
9.5
Fahri dan Damar sepakat menjodohkan Dita dan Bagas sejak kecil. Namun, kondisi kesehatan Fahri yang memburuk serta krisis finansial di perusahaan Damar memaksa pernikahan dini saat Dita berusia 16 tahun. Usai akad, mereka terpisah tanpa pernah bertemu selama bertahun-tahun. Takdir mempertemukan mereka kembali saat Dita hampir lulus jadi dokter spesialis dan Bagas telah menjabat CEO. Mampukah pernikahan lama yang dingin ini berubah menjadi cinta sejati?
Sampul Novel Kau Tak Pernah Mencintaiku
9.3
Aurora terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Leandro, pengusaha sawit kaya. Meski hidup mewah, ia menderita akibat dominasi ibu mertua dan kekejaman adik iparnya. Leandro tak pernah memihaknya hingga Aurora merasa terasing. Penderitaannya memuncak saat kakak kandungnya, Ravela, hadir dan mulai menggoda suaminya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa Aurora, terutama ketika ia menyaksikan Ravela keluar dari kamar Leandro pada suatu malam yang kelam.