Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat

Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat

Kembali ke keluarga konglomerat sebagai putri kandung mempertemukan aku dengan Julian Jetarsa. Pembelaannya sekali saja membuatku mengejarnya selama lima tahun hingga kami bertunangan. Namun, Julian selalu merendahkan sikapku yang dianggap tidak anggun. Saat kakek yang membesarkanku sekarat dan aku butuh bantuannya, Julian sengaja mengabaikanku demi memberi pelajaran. Kematian kakek membuatku tersadar. Kini, aku telah belajar menjadi sosok yang dia inginkan, sekaligus berhenti mencintainya.
Bab
Bagikan

Bab 5

“Ayo, bilang. Kamu mau apa?”

Seolah mengira aku akan memanfaatkan kesempatan ini untuk minta yang muluk-muluk, ia menambahkan dengan nada dingin.

“Tapi hanya boleh perhiasan atau permata. Selain itu, jangan berharap lebih.”

Aku mendongakkan kepala menatap wajahnya, seolah ingin menemukan sedikit jejak masa lalu di sana.

Pertama kali aku bertemu dengan Julian adalah di sebuah pesta. Saat itu, aku jadi bahan olok-olokan para gadis sosialita.

Itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu.

Waktu aku masih tinggal di kota kecil, satu-satunya yang menemaniku hanyalah Kakek. Ia tak mengerti hal-hal yang sedang tren di kalangan anak perempuan. Dan karena biaya sekolahku sudah menghabiskan sebagian besar tabungan Kakek, aku pun sejak kecil tak pernah merengek minta ini-itu.

Baju-baju murah berwarna mencolok yang dibelikan Kakek pun tetap aku pakai. Ia tak paham soal tren celana jeans atau gaya kekinian. Kadang ia bahkan menjahitkan baju untukku dari kain yang dipotong sendiri, sambil berkata, “Anak perempuan harus pakai warna cerah biar kelihatan semangat.”

Setelah aku dibawa kembali ke Keluarga Mentari, seleraku belum sempat menyesuaikan diri. Penampilanku masih terlihat kampungan.

Waktu itu, Mama menyuruh Yolanda untuk membimbingku. Tapi aku hampir tak pernah bisa menemukannya. Akhirnya, aku pun berusaha sendiri.

Dan karena itulah aku jadi bahan tertawaan.

Dulu aku sangat minder, dan tak tahu bagaimana membela diri. Julian lah yang saat itu membelaku, ucapan-ucapannya begitu tajam, hampir membuat mereka menangis.

Saat itu, ia menatapku dengan sangat serius dan berkata,

“Kau ini kenapa penakut sekali? Jangan takut! Kalau ada yang berani mengganggumu, lawan balik! Kalau perlu pukul balik!”

“Lalu bagaimana kalau mereka jadi takut padaku dan tak mau berteman denganku?”

“Jadi kau lebih memilih dibully daripada ditakuti? Nggak punya teman juga nggak apa-apa, aku bisa jadi temanmu.”

Aku menyimpan kalimat itu selama lebih dari lima tahun.

Tapi pada akhirnya, Julian justru memarahiku di depan banyak orang, menuduhku sombong dan suka membully orang lain.

Padahal, jelas-jelas mereka duluan yang membully aku.

Di wajah Julian yang tajam bak terukir dengan pisau itu, sudah tak ada lagi rasa sayang atau naluri melindungiku seperti dulu. Yang tersisa hanyalah kejengkelan dan ketidaksabaran. Ia menunduk dan mendesakku,

“Sudah dipikirkan? Jangan serakah.”

Aku menyembunyikan kedua tangan di belakang tubuhku. Dengan tangan kananku yang masih utuh, aku mengusap pelan jari kelingking kiri yang cacat, lewat lapisan sarung tangan.

Rasa nyeri yang samar, tapi terus-menerus, tak pernah membiarkanku lupa, karena dia, aku pernah mengalami penyiksaan seperti apa.

Dulu, saat aku memohon belas kasihan, aku sempat menyebutkan identitasku. Aku menangis sambil menyebutkan nomor telepon Julian, deretan angka yang begitu kuhafal di luar kepala, tapi justru itulah yang menghancurkan hatiku.

Saat itu, dia berkata.

“Aku nggak kenal siapa itu Mira. Putri Keluarga Mentari cuma satu, namanya Yolanda.”

Tak hanya menolak mengakuiku, ia bahkan memarahi para penagih hutang itu, membuat mereka murka.

Mereka melampiaskan kemarahan pada tubuhku, memaksaku menampar diriku sendiri, berkali-kali, hingga wajahku membengkak parah, bahkan gusiku ikut nyeri. Barulah mereka berhenti.

Wajahku yang bengkak membuatku kesulitan makan. Roti kukus itu terlalu keras, tak sanggup kutelan. Maka mereka menginjaknya hingga remuk, kotor dan hitam, lalu memaksanya masuk ke mulutku.

Mengingat itu semua, lambungku kembali bergejolak dengan rasa mual yang tak bisa ditahan.

Aku menahan rasa mual yang nyaris meledak, lalu mencengkeram kuat jari kelingkingku yang bergeser dari tempatnya, rasa sakit itu membantuku tetap sadar.

“Maaf, aku nggak ingin apa-apa.”

Kening Julian mengernyit. Ia menatapku dengan curiga, sorot matanya penuh peringatan.

“Itu kamu sendiri yang bilang. Jangan nanti datang mencariku dan bikin ribut.”

“Aku nggak punya kesabaran sebanyak itu.”

Aku hanya menggumam pelan, berharap ia segera pergi.

“Aku nggak akan.”

Julian tidak memaksaku memilih apa pun. Mungkin sejak awal dia memang tak berniat memberiku apa-apa.

“Bagus kalau begitu.”

Ia sempat berjalan beberapa langkah, lalu berhenti. Masih membelakangiku, suaranya terdengar berat dan rendah.

“Kalung itu memang aku belikan untuk Yolanda. Jangan coba-coba ganggu dia lagi.”

Belum sempat aku membalas, dia sudah melangkah pergi dengan cepat.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B59256" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B59256
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
9.6
Adikara, duda berkuasa yang divonis mandul, melampiaskan rasa frustrasinya melalui hubungan singkat yang ceroboh. Takdir mempertemukannya dengan Alara, model 19 tahun sekaligus putri bawahannya. Setelah malam tragis yang merenggut kesucian Alara, kejutan besar muncul sebulan kemudian saat Alara mengaku hamil. Kini, di tengah perbedaan usia 15 tahun dan rahasia medisnya, Adikara harus memilih: bertanggung jawab atau menghancurkan masa depan gadis itu demi egonya.
Sampul Novel Cinta Lokasi Pembantu Dan Majikan
8.6
Demi menyambung hidup, seorang wanita memutuskan mengambil pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di kediaman keluarga kaya. Kinerjanya yang dinilai sangat baik membuat sang majikan merasa puas dan memercayainya. Namun, batasan antara pekerja dan majikan mendadak runtuh dalam semalam. Sesaat setelah ia selesai menidurkan anak majikannya, sepasang tangan besar tiba-tiba merengkuh pinggangnya dari belakang, memulai babak baru yang tak terduga dalam hidupnya.
Sampul Novel Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu
8.1
Diana, seorang yatim piatu, berhasil menikahi pria paling berkuasa di kota meski tanpa landasan cinta. Setelah tiga tahun, kehamilannya justru disambut dengan surat perceraian karena kesalahpahaman tentang kesetiaan masing-masing. Saat Diana bersiap pergi, sang suami justru berubah pikiran dan menyatakan perasaan aslinya. Kini Diana terjebak dalam dilema antara benci dan kasih sayang. Haruskah ia bertahan demi masa depan anaknya atau pergi selamanya?
Sampul Novel Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya
8.2
Selena Hart terpaksa menerima tawaran gila dari Damian Jorch demi melunasi biaya medis tantenya. Ia dibayar satu juta dolar hanya untuk menjadi pengantin pengganti karena wajahnya sangat mirip dengan tunangan Damian yang hilang, Elsie Sonata. Rencana awalnya sederhana: Selena cukup berdiri di altar dan mengucapkan janji suci. Namun, kendali Damian runtuh saat ia mabuk dan menyentuh Selena. Kesepakatan kontrak itu kini berubah menjadi hubungan yang jauh lebih rumit.
Sampul Novel JENUH
8.0
Kehidupan pernikahan Lisa dan Toni tampak sempurna dengan kekayaan dan ketenangan tanpa konflik. Namun, kedamaian itu justru memicu rasa jenuh yang mendalam bagi Lisa. Meski Toni adalah suami idaman yang tampan dan royal, Lisa merasa hambar. Kehadiran seorang pria lajang baru kemudian menggoda kesetiaannya hingga ia terjerumus dalam perselingkuhan. Akankah pengkhianatan ini menghancurkan rumah tangga mereka atau menjadi akhir dari kejenuhan yang ia rasakan?
Sampul Novel MENIKAHI BILLIONAIRE
8.8
Zyan Liu terancam gagal menjadi ahli waris utama keluarga Liu jika ia tidak segera menikahi wanita yang sesuai dengan standar ketat keluarganya. Di luar dugaan, Mu Tian Rui yang hanyalah gadis desa sederhana justru dianggap memenuhi kriteria tersebut. Kini, dua insan dengan latar belakang kehidupan yang sangat kontras ini terjebak dalam sebuah pernikahan yang diatur. Mampukah Zyan dan Rui mempertahankan hubungan mereka di tengah jurang perbedaan yang begitu lebar?