Sampul Novel Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya

Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya

8.2 / 10.0
Selena Hart terpaksa menerima tawaran gila dari Damian Jorch demi melunasi biaya medis tantenya. Ia dibayar satu juta dolar hanya untuk menjadi pengantin pengganti karena wajahnya sangat mirip dengan tunangan Damian yang hilang, Elsie Sonata. Rencana awalnya sederhana: Selena cukup berdiri di altar dan mengucapkan janji suci. Namun, kendali Damian runtuh saat ia mabuk dan menyentuh Selena. Kesepakatan kontrak itu kini berubah menjadi hubungan yang jauh lebih rumit.

Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya Bab 1

Selena keluar dari ruang dokter dengan wajah pucat pasi.

Tangannya yang menggenggam laporan medis gemetar parah, hampir meremas kertas itu tanpa sadar. Dia terhuyung ke kursi di ruang tunggu, lalu menjatuhkan diri ke sana sambil mencoba mengatur napas yang terputus-putus.

"Mana mungkin aku bisa ngadepin semua ini?" gumamnya pelan, suaranya hampir tak terdengar.

Kepalanya penuh kekacauan. Kata-kata dokter tadi terus terngiang di otaknya seperti kaset rusak: "Stadium tiga," "operasi darurat," "biaya pengobatan yang mahal banget."

"Perawatan ginjal kronis itu ga murah," desahnya getir. "Sementara aku cuma pelayan kafe dengan tabungan di bawah sepuluh juta."

Air mata mulai memenuhi matanya, membuat pandangannya kabur. Pikirannya melayang ke Cloe Miranda, bibinya-satu-satunya keluarga yang masih ia miliki.

Cloe adalah orang yang membesarkannya setelah kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan tragis beberapa tahun lalu. Sekarang, giliran Cloe yang butuh bantuan, dan hidupnya tergantung pada uang yang bahkan Selena tak bisa bayangkan untuk dimiliki.

"Tapi aku ga bisa kehilangan dia," pikir Selena, menggenggam laporan itu erat-erat seperti itu satu-satunya hal yang membuatnya tetap waras.

Sebuah suara lembut memotong lamunannya.

"Selena?"

Kepalanya terangkat. "Iya?"

"Ini resep obat untuk bibimu," kata perawat sambil menyerahkan secarik kertas kecil.

Selena menerimanya dengan tangan yang masih gemetar. Matanya menelusuri daftar obat dengan nama-nama yang bahkan tak bisa ia ucapkan.

Dia tahu ini cuma solusi sementara. Yang sebenarnya dibutuhkan Cloe adalah sesuatu yang jauh di luar jangkauannya-transplantasi ginjal, yang harganya ratusan juta.

"Kamu baik-baik aja?" tanya perawat itu.

Selena memaksakan anggukan kecil, tapi di dalam, dia merasa seperti tenggelam. Baik-baik aja? Mana mungkin dia baik-baik aja?

"700 juta," gumamnya pada diri sendiri. "Aku ga bakal bisa ngumpulin uang sebanyak itu, bahkan kalau kerja 24 jam sehari seumur hidup."

Dia menyandarkan kepalanya ke dinding putih dingin, menatap langit-langit rumah sakit.

"Aku butuh keajaiban," bisiknya. "Atau bahkan iblis pun mungkin ga bakal mau bikin kesepakatan sama aku."

☆☆☆

Kamar Rumah Sakit

Selena masuk ke kamar rumah sakit bibinya dengan langkah berat, tapi ia memaksakan senyuman kecil di wajahnya. Cloe Miranda, terlihat lemah dan pucat, membuka matanya perlahan saat Selena datang.

"Selena," panggil Cloe dengan suara serak, tangannya yang gemetar terangkat, mencoba meraih tangan Selena.

"Cloe, kamu merasa lebih baik?" tanya Selena, menggenggam tangan bibinya dengan lembut.

"Mungkin... tapi aku masih ga tahu apa yang sebenarnya salah sama aku," jawab Cloe lirih. "Yang aku tahu, aku cuma jadi beban buat kamu."

"Jangan pernah bilang begitu," potong Selena tegas. "Kamu bukan beban. Kalau perlu, aku bakal ambil pekerjaan tambahan. Kamu bakal sembuh, dan kita bakal balik lagi bahagia seperti dulu."

Cloe menggeleng lemah. "Kamu ga perlu lakuin itu. Aku udah tua, Selena. Kamu harus simpan uangmu buat masa depanmu sendiri, bukan buang-buang buat aku."

"Aku ga peduli soal itu, Cloe," suara Selena bergetar penuh tekad. "Yang penting kamu sembuh. Itu aja yang aku mau."

Cloe tidak menjawab lagi, tapi Selena bisa merasakan beban rasa bersalah di genggaman bibinya yang lemah.

Di Kafe

Sore itu, Selena melanjutkan pekerjaannya di kafe tempat ia biasa bekerja. Kafe itu penuh dengan pelanggan kaya yang memesan kopi mahal dan kue-kue fancy tanpa pikir panjang.

Selena berjalan bolak-balik dengan baki penuh pesanan, menyapa pelanggan dengan senyuman meski kelelahan menghantam tubuhnya.

Di sudut ruangan, sebuah TV besar menyiarkan berita hiburan.

Telinga Selena menangkap suara pembawa berita yang bersemangat mengumumkan pernikahan mewah Damian Jorch, pewaris miliarder, dan Elsie Sonata, sosialita terkenal.

Layar menampilkan cuplikan tempat pernikahan mewah di The Hamptons, dengan pemandangan hijau luas dan langit biru yang memukau.

"Resepsi 2 juta dolar," suara reporter terdengar, memuji lampu gantung kristal, dekorasi bunga yang memanjakan mata, dan lorong emas yang terlihat seperti adegan dari dongeng.

Selena berhenti sejenak, tatapannya terkunci pada wajah Damian Jorch di layar. Rahangnya tegas, matanya biru menusuk, dan senyum penuh percaya diri yang memancarkan kekayaan dan kekuasaan.

"Dia kayak pangeran sungguhan," gumam Selena tanpa sadar, antara kagum dan tak percaya.

Namun sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, suara manajernya, Bu Harper, menginterupsi. "Selena, jangan ngelamun! Kerja, cepat!"

Selena buru-buru kembali fokus, membawa baki pesanan ke meja pelanggan.

Waktu Istirahat

Saat akhirnya dapat istirahat sebentar, Selena duduk di ruang staf dengan tubuh yang terasa remuk. Temannya, Maya, ikut duduk di sebelahnya, membawa segelas kopi dingin.

"Kamu denger berita heboh hari ini?" tanya Maya, menyedot kopinya.

"Berita apa?" jawab Selena lesu.

"Pengumuman pernikahan Damian Jorch. Pewaris miliarder, itu loh."

"Oh, itu," Selena mengangkat bahu. "Mereka kelihatan sempurna, kan?"

Tapi Maya malah menyipitkan mata, menatap Selena dengan penasaran. "Kamu ga lihat itu?"

"Lihat apa?" Selena merasa canggung dengan tatapan Maya.

"Kamu mirip banget sama dia-Elsie, pengantinnya," kata Maya santai.

Selena menghela napas. "Hampir ga mirip. Lagian, Maya, dunia mereka sama aku? Jauh banget. Mereka hidup di awan, aku di bawah tanah."

Maya terkekeh kecil tapi kemudian menatap Selena lebih serius. "Kamu keliatan beda hari ini. Ada apa?"

Selena akhirnya menyerah, dinding pertahanannya runtuh. Air mata mulai mengalir.

"Heh, hei," kata Maya lembut, menarik Selena ke dalam pelukannya. "Cerita aja, jangan dipendam."

Selena menyeka wajahnya. "Cloe... bibiku. Kamu tau kan dia sering ngeluh sakit punggung?"

Maya langsung serius. "Iya. Parah banget?"

"Stadium 3. Dokter bilang butuh operasi ginjal," suara Selena hampir pecah.

"Ya ampun... itu pasti mahal banget," bisik Maya, ikut prihatin.

"700 juta," Selena menghela napas panjang. "Tabungan aku udah habis cuma buat tes dan pemeriksaan. Kalau sedikit aja dari uang pesta pernikahan miliarder itu dipake buat bantu dia, mungkin dia udah sembuh sekarang."

Maya terdiam sejenak, lalu merogoh tasnya. "Nih, aku punya tabungan sedikit. Ambil aja, kamu lebih butuh."

Mata Selena membelalak, dadanya terasa sesak oleh emosi. "Maya, aku... aku ga bisa ambil itu."

"Ga usah debat sama aku," kata Maya, tegas tapi lembut. "Kita cari jalan keluarnya bareng-bareng."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.6
Hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk. Secara sepihak, orang tua dan tunanganku memutuskan untuk mengganti posisi mempelai wanita dengan kakak kandungku yang sedang sakit keras. Karena aku menolak mentah-mentah keputusan tidak adil ini, mereka tega mengikatku di dalam rumah agar pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, kemalangan tidak berhenti di situ. Saat mereka pergi merayakan pesta, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawaku dengan kejam. Ketika keluargaku akhirnya kembali untuk melepaskanku, mereka hanya mendapati jasadku yang telah membusuk.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.6
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kepergian mendadak itu membuat nenek Cherish syok hingga muntah darah dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Kecewa mendalam, Cherish langsung mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon dimaafkan dan berjanji menyerahkan segalanya demi mendapatkan kembali hati Cherish.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.7
Disiksa kejam oleh penculik demi melindungi sang ayah, seorang gadis meregang nyawa dalam kesendirian. Di momen terakhirnya, panggilan teleponnya justru ditolak dengan penuh kebencian oleh ayahnya yang sedang merayakan ulang tahun putri adopsinya. Sang ayah mengutuk kelahirannya yang merenggut nyawa ibunya. Jasadnya kemudian ditemukan tragis di depan kantor polisi. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli otopsi memimpin penyelidikan tanpa menyadari bahwa korban mutilasi keji tersebut adalah putri kandung yang sangat ia benci.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan