Sampul Novel AKU PELAKOR

AKU PELAKOR

9.5 / 10.0
Dalam romance novel AKU PELAKOR, Arum menyimpan dendam mendalam pada wanita yang menghancurkan keluarganya. Setelah menyaksikan ibunya menderita tanpa nafkah, Arum bertekad menuntut balas. Ikuti kisah modern novel ini tentang perjuangan menghadapi trauma dan pengkhianatan masa lalu.
Ringkasan AKU PELAKOR
Arum hancur saat ayahnya menceraikan sang ibu demi wanita lain. Ia menyaksikan ibunya berjuang sendirian hingga terpaksa menikahi pemabuk akibat fitnah keji. Penderitaan bertubi-tubi ini hampir membuat Arum mengakhiri hidupnya karena depresi. Kini, luka batinnya berubah menjadi dendam membara terhadap wanita yang merebut ayahnya. Arum bersumpah menuntut balas pada sosok yang menghancurkan keluarganya dan membuat sang ayah mengabaikan tanggung jawabnya.
Baca Selengkapnya

AKU PELAKOR Bab 1

Bab 1

PENGHIANATAN HISYAM

Tin tiiin ....

Terdengar suara klakson dibunyikan panjang. Sekar bergegas menuruni tangga.

"Bun, Sekar berangkat dulu, ya! Sudah dijemput!" pamit Sekar.

"Iya, Nduk. Hati-hati!" sahut Ibunya.

"Bunda istirahat saja. Gak usah ngerjakan apa-apa. Biar Mbok Nah saja."

"Bunda bosen, Nduk, kalo gak boleh ngapa-ngapain," sahut Ibunya.

"Bunda kan, baru sembuh. Jadi, gak boleh terlalu capek."

"Iya, Nduk. Udah sana berangkat. Kasihan bosmu nunggu lama."

"Iya, Bun. Assalamualaikum," ujar Sekar sembari mencium tangan Ibunya.

"Waalaikumsalam," sahut Ibunya.

Sekar segera meninggalkan rumahnya. Rumah minimalis yang dibeli dari hasil catering Bundanya.

"Halo, sayang! Maaf, ya, nunggunya lama!" ujar Sekar setelah masuk ke dalam mobil.

"Gak papa. Disuruh nunggu berapa lamapun aku siap, kok! Apapun buat kamu, sayang!"

"Ish ... pagi-pagi sudah gombal. Udah ah, ayo, berangkat!"

"Oke, sayang!"

Aldi, atasan sekaligus kekasih Sekar segera melajukan kendaraannya. Aldi merupakan direktur utama di perusahaan tempat Sekar bekerja. Sedangkan Sekar adalah sekretarisnya.

Sekar mengawali karir di perusahaan tersebut sebagai staf administrasi. Berkat kelihaiannya, dalam waktu tiga tahun dia sudah naik jabatan menjadi sekretaris pribadi sekaligus kekasih gelap sang bos. Ya, hanya kekasih gelap karena sang bos telah memiliki seorang istri.

"Istri kamu gak curiga kamu sering pulang telat dan berangkat pagi-pagi gini?" tanya Sekar.

"Gaklah! Dia itu percaya sekali sama aku," sahut Aldi.

"Masak sih?"

"Beneran. Lagian, aku beralasan sama dia kalau kantor lagi ada masalah serius."

"Ha ... pinter banget kamu!" sahut Sekar.

"Iya, dong! Harus itu!" sahut Aldi.

*************************

Di rumah, Bunda Sekar menangis sedih. Jujur, dia tidak rela dengan jalan yang ditempuh Sekar. Namun, segala kesakitan yang pernah Sekar alami selama ini, mengobarkan api dendam di dalam dadanya.

Semua itu bermula pada kejadian dua puluh tahun yang lalu. Saat itu, Sekar berusia tujuh tahun.

*******

Dua puluh tahun yang lalu

"Bun, Ayah mana?" tanya Arum. Sekar kecil biasa dipanggil Arum. Sekar Arum Wardani, nama yang diberikan oleh sang ayah kepadanya.

"Maaf, Rum. Hari ini, Ayah ada pekerjaan yang gak bisa ditinggalkan," sahut Bundanya.

"Tapi, Bun, kan Ayah sudah janji. Pas hari ulang tahunku yang ketujuh, Ayah mau ngajak Arum jalan-jalan," rengek Arum.

"Iya, Sayang! Maafkan Ayah, ya! Begini saja, bagaimana kalau jalan-jalannya sama Bunda saja? Arum mau kemana?"

"Gak asik, Bun! Arum maunya sama Ayah juga!" rengek Arum lagi.

"Iya, Bunda faham. Perginya sama Ayah lain kali saja. Hari ini pergi sama Bunda. Bagaimana?" rayu Bundanya.

"Iya, deh, Bun! Arum mau. Kita ke kebun binatang, ya!" ujar Arum.

"Iya, sayang! Ya udah, yuk, kita siap-siap!"

Setelah selesai bersiap, mereka berdua segera berangkat naik sepeda motor. Walaupun sedikit kecewa, namun Arum tetap gembira bisa pergi jalan-jalan ke kebun binatang.

Setibanya di lokasi, Irma segera membeli dua buah tiket. Kemudian, mereka segera memasuki area kebun binatang. Hal yang pertama yang dilihat Arum adalah aneka burung. Berbagai jenis dari beberapa negara ada di situ. Arum merasa takjub dengan banyaknya jenis burung.

Selanjutnya, mereka menuju area binatang mamalia. Pertama, mereka melihat harimau. Ada empat ekor harimau yang tampak, dua ekor induk dan dua ekor masih anak-anak. Selanjutnya,mereka melihat singa, jerapah, gajah, dan lain-lain.

Setelah puas melihat-lihat, mereka menuju restoran yang ada di dalam lokasi.

"Bun, itu kan ayah?" tunjuk Arum. Irma mengikuti arah telunjuk putrinya.

Deg. Disana, tampak suaminya sedang menggandeng wanita hamil sekitar lima bulan dan menggendong seorang gadis kecil seusia Arum. Irma tampak terkejut.

Tanpa sengaja, pandangan mereka bersiborok. Ayah Arum pun tampak terkejut. Langkahnya terhenti. Dengan menggandeng putrinya, Irma melangkah mendekati mereka.

"Siapa mereka, Mas? Kenapa Mas Hisyam bisa sama mereka? Ini yang namanya ada urusan penting kantor?" tanya Irma beruntun.

"Irma, tolong jangan emosi dulu. Kita bisa bicarakan ini baik-baik," sahut Hisyam gugup.

"Ayah bohong! Katanya Ayah kerja, makanya gak bisa ngajak Arum jalan-jalan. Ini malah jalan-jalan sama mereka," ujar Arum marah.

"Arum sayang, maafkan Ayah, ya! Irma, tolong kamu bawa Arum pulang dulu! Setelah ini, aku akan menyusul!" ujar Hisyam.

Tanpa banyak kata, Irma segera meninggalkan lokasi tersebut. Di sepanjang jalan, air matanya tak berhenti menetes. Dia berharap, perkiraannya salah. Dia berharap, mereka bukan siapa-siapa dan hanya kebetulan bertemu saja. Namun, semakin dia berharap, hatinya semakin sakit. Karena apa yang dilihatnya, sudah tampak jelas.

"Bun, Arum lapar," ujar Arum.

Irma segera menghapus air matanya. Dia teringat, tadi sebelum bertemu suaminya, mereka memang berencana makan siang.

"Kita beli Kent*ky saja, ya?" sahut Bundanya.

L

"Iya, Bun."

Irma menghentikan sepeda motornya di sebuah restoran cepat saji.

"Bunda gak makan?" tanya Arum.

"Gak, Bunda gak lapar. Arum saja yang makan," sahut Bundanya.

"Gak boleh! Kata Bunda, kita harus makan tepat waktu agar gak gampang sakit! Kita bagi dua ya, makanannya?" ujar Arum.

Irma merasa terharu dengan perhatian putrinya.

"Gak usah. Ini buat Arum saja! Bunda pesan lagi saja, ya!" sahut Bundanya.

"Oke, Bun!"

Setelah menyelesaikan acara makan siangnya, mereka segera pulang.

"Arum, segera sholat dhuhur, habis itu tidur siang ya!" perintah bundanya.

"Siap, Bun!"

Irma segera menuju ke kamarnya. Setelah menunaikan sholat dhuhur, dia menunggu suaminya pulang. Sayang, yang ditunggu pun tak kunjung datang.

Hingga pukul 22.00, Ayah Arum baru menginjakkan kaki di rumah.

"Assalamualaikum!" ujarnya. Tak ada sahutan. Hisyam segera memasuki kamarnya. Dilihatnya, sang istri telah tertidur. Hisyam segera menuju ke kamar mandi.

Setelah selesai membersihkan diri, dilihatnya istrinya sudah menunggunya disamping tempat tidur.

"Kamu memang belum tidur apa terbangun?" tanyanya.

Irma tak menanggapi. Hisyam duduk di sebelah istrinya.

"Ada yang ingin kamu jelaskan?" tanya Irma.

"Maafkan aku, Ir! Aku khilaf!"

"Siapa dia?"

"Dia juga istriku, Ir. Kami sudah menikah secara siri empat bulan yang lalu."

Tes ....

Airmata Irma menetes begitu saja. Hatinya begitu sakit. Sejak awal, dia sudah memperkirakan. Namun, mendengar sendiri dari bibir suaminya, hatinya terasa begitu sakit.

"Maafkan aku, Ir!" ujar Hisyam sembari menggenggam jemari istrinya.

Irma segera menarik tangannya. Dia tidak sudi disentuh oleh penghianat itu.

"Kamu jahat, Mas! Apa salahku?" ujar Irma tergugu.

"Kamu gak salah, Ir. Aku yang melakukan kesalahan. Tolong, maafkan aku!"

"Kamu tega, Mas! Apa kurangku selama ini?" tanya Irma masih tergugu.

"Kamu wanita yang sempurna, Ir."

"Bohong! Buktinya, kamu masih mencari kesenangan di luar!" ujar Irma sarkas.

"Maafkan aku, Ir. Aku siap menerima hukuman apapun, asalkan kamu mau memaafkan aku."

"Benarkah?" tanya Irma sangsi.

"Tentu saja."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi AKU PELAKOR

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya
9.6
Hampir setahun Alika bertahan dalam pernikahan yang menyakitkan, hingga akhirnya ia membulatkan tekad untuk menyerah. Dengan suara lantang, ia meminta perpisahan yang selama ini dipendamnya, membuat Daffa Ardhana terdiam membeku. Keheningan panjang menyelimuti mereka, mempertanyakan apakah Daffa akan melepaskan Alika dari belenggu ini atau justru berjuang mempertahankan rumah tangga mereka di saat hati sang istri sudah terlanjur lelah menanggung semuanya.
Sampul Novel Di Hari Nikah, Aku Pergi
9.4
Liana Tandra mengambil langkah ekstrem demi lepas dari Hansen Gunadi. Melalui kerja sama rahasia, sebuah jasad tiruan yang sangat mirip dirinya telah disiapkan untuk dikirim tepat di hari pernikahan mereka. Setelah memastikan detail rencana pelarian ini berjalan mulus tanpa kecurigaan, Liana mencoba bersikap tenang saat kembali ke ruang VIP yang mendadak hening. Kisah romansa modern penuh misteri ini membawa pembaca dalam ketegangan takdir Liana yang mempertaruhkan segalanya.
Sampul Novel Kini Ku Hilang Selamanya
8.0
Merayakan tujuh tahun pernikahan dengan Lionel, sang bos mafia, sang istri bersiap membagikan kabar kehamilannya. Namun, kemesraan mereka hancur saat anak buah Lionel membahas selingkuhan baru suaminya, Sofia, dalam bahasa Iltan. Tanpa mereka sadari, sang istri memahami bahasa tersebut karena keturunan Pulau Sagara. Menahan amarah di balik senyum palsunya, ia langsung menerima undangan proyek riset medis internasional. Dalam tiga hari, ia akan pergi dan menghilang dari hidup Lionel selamanya.
Sampul Novel Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
8.8
Tiga tahun pernikahan gagal mencairkan hati Theo. Saat Lena terluka parah akibat insiden galeri, Theo justru memanjakan wanita lain dengan jet pribadi. Kecewa, Lena menggugat cerai dan menyebar rumor bahwa suaminya impoten. Ia bangkit menjadi desainer elit yang sukses. Namun, saat mengira Theo akan menikahi kekasih lamanya, pria itu justru menyudutkannya di peragaan busana demi membuktikan kejantanannya yang sempat Lena ragukan di mata publik.
Sampul Novel Perjalanan Menuju Cinta Sejati
8.7
Tujuh tahun tanpa status bersama Handi Wenas berakhir ketika pria itu memilih menikahi putri konglomerat Barata. Demi pernikahan tersebut, Handi tega membuang gelang manik-manik cendananya ke loteng tetangga yang terbakar. Sang wanita nekat menerobos kobaran api demi menyelamatkan gelang tersebut, sebuah benda berharga yang belakangan diungkap netizen didapatkan dengan berlutut di Candi Dharma saat hujan deras.
Sampul Novel Pernikahan Terhimpit Rahasia
8.7
Setengah tahun menikah, Rowena harus menghadapi dinginnya sikap Cassian yang baru pulang bertugas. Tanpa keintiman maupun kasih sayang, hidupnya kian menderita akibat pengkhianatan dan ancaman dari iparnya. Saat mencoba mencari ketenangan, ia justru menyelamatkan seorang wanita tua di tepi jurang. Namun, ucapan misterius wanita itu menyeret Rowena ke dalam pusaran rahasia gelap yang jauh lebih mengerikan dan berbahaya daripada keretakan rumah tangganya sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan