Sampul Novel Rahasia Pernikahan Kedua

Rahasia Pernikahan Kedua

8.2 / 10.0
Dalam Rahasia Pernikahan Kedua, Viskha Katherin terjebak pernikahan rahasia dengan pria berkeluarga saat menanti kepulangan Zumar. Viskha harus memilih antara impian lama atau takdir rumit ini. Baca romance novel ini di web novel untuk mengikuti kisah modern novel yang penuh konflik.
Ringkasan Rahasia Pernikahan Kedua
Viskha Katherin nekat meninggalkan pernikahannya demi menanti Zumar Wiyaksa, kekasih yang ia cintai. Namun, kepulangan Zumar justru bertepatan dengan sebuah kenyataan pahit. Viskha terjebak dalam ikatan pernikahan rahasia dengan seorang pria yang telah memiliki keluarga. Kini, ia harus berjuang menghadapi takdir yang rumit dan penuh dilema. Akankah Viskha berhasil meraih impian yang sempat tertunda, atau justru selamanya terbelenggu oleh rindu yang menyakitkan?
Baca Selengkapnya

Rahasia Pernikahan Kedua Bab 1

Isak tangis dan teriakkan memekakkan saling bersahutan. Menggema di rumah megah yang dipenuhi keluarga besar dan sanak saudara. Kecemasan, kekalutan, dan kekacauan berbaur merasuki jiwa-jiwa insan di sana.

“Ke mana dia, Bu?” tanya Mardhan seraya memeriksa kamar besar berhias kain lavender berpadu putih. Dibantingnya pintu setelah mendapati tiada siapa pun di dalamnya. Berlari ke arah balkon pun tak ada. Pagar menuju tangga dari tempat tersebut yang mengarah ke halaman belakang tampak terbuka.

“Mau jadi apa anak itu, Bu. Ya Tuhan, malu kita, Bu. Malu!”

Seluruh yang hadir berdesakkan, persiapan untuk acara besok pun terabaikan.

Lika hanya menunduk seraya terisak duduk di kasur. Memikirkan penyebab putrinya yang selama ini penurut tiba-tiba menjadi pemberontak dan senekat itu. Terlebih pada acara penting yang hendak dilangsungkan tinggal hitungan jam.

“Mau di kemanakan wajah kita, Bu? Kamu enggak becus, ngedidik anak!”

Lika terisak, tak kuasa menahan sesak di dada. Hanya bisa pasrah menerima lontaran kalimat tajam suaminya.

Bisik-bisik keluarga dan sanak saudara yang berdesakkan depan ruangan itu, membuat Mardhan sampai tidak terkendali. Dia bangkit membanting barang-barang di kamar itu. Hingga dadanya terasa nyeri seiring napas yang terasa berat. Urat-urat di lehernya tampak menegang. Disertai sorot netra tajam dan memerah.

Hisyam, selaku anak sulung di keluarga itu lekas menginterupsi. “Tolong pahami keadaan kami, semuanya.” Dia mengatupkan tangan depan dada seraya menyorotkan tatapan penuh penyesalan.

“Kelihatannya aja adikmu itu penurut, ternyata kelakuannya lebih kurang ajar ketimbang anak kami yang bebas dan terkesan kurang sopan,” celetuk salah seorang kerabat Mardhan.

“Topengnya udah kebuka sekarang, kan?” timpal salah seorang lagi.

“Weslah, bubbar! Ora ono gunane nang omah iki. Wes mulih kabbeh!” teriak seorang bapak-bapak berkumis yang merupakan kakak Lika.

“Enggak nyangka, ya!”

“Iya, igh. Amit-amit cah weddok macam iku.”

“Kurang didikan atau terlalu dimanja kali!”

“Sia-sia semuanya!” Berlanjut banyak komentar dan hujatan insan-insan di sana.

Hisyam hanya bisa menunduk sembari terpejam, tak berkutik mendengar seluruh kalimat tajam yang dilontarkan. Dia hanya bisa pasrah menerimanya, sebab dirinya pun sama sekali tidak bisa menoleransi tindakan adiknya.

Sungguh memalukan!

Hisyam menggemeretukkan gigi seiring tangan yang terkepal erat. Menyorotkan tatapan tajam ke arah para tamu yang berangsur pulang. Demi Tuhan, dia sangat kecewa terhadap adiknya. Benci tindakan tak bertanggung jawab macam demikian.

Sandrina, istri Hisyam mendekat, lantas menyentuh bahu suaminya. “Kendaliin dirimu sekarang, Mas. Jangan sampe kita kena batunya. Kamu kudu tegas sama adikmu itu!”

“Ya, Mas harus tegas bahkan lebih keras. Untuk kali ini.” Pria itu berjalan ke kamar Viskha yang masih terdengar barang-barang dipecahkan.

Mendapati ayahnya berang dan sulit ditenangkan, juga ibunya yang tak henti meneteskan air mata.

Dia mendekati Lika, membimbingnya berdiri, lantas membawa ke dekat istrinya. Khawatir terkena imbas kemarahan ayahnya.

“Sand, tolong bawa Ibu ke kamarnya!” pintanya kepada sang isri, lantas kembali ke ruangan sebelumnya.

Kedua wanita itu pun berjalan dengan Sandrina memegangi bahu ibu mertuanya ke tempat yang disebutkan Hisyam.

“Yah, stop! Tolong kendaliin amarah Ayah. Semua ini enggak ada gunanya.”

“Gimana Ayah bisa tenang mendapati semua ini? Adikmu lari dan kita menanggung malu akibatnya. Mau dikemanain wajah kita, Syam? Dia udah mencoreng nama baik keluarga.” Sang ayah duduk terhempas di lantai dengan penampilan sudah tak karuan.

“Ya Hisyam juga marah dan kecewa, tapi kita harus nyari dia buat pertanggung jawabin perbuatannya, Yah. Kepalang basah nyebuh sekalian. Kita harus bikin Viskha menyadari kesalahan dan menyesalinya.” Pria berumur tiga puluh enam tahun itu mengepalkan tangan dan menggemeretukkan gigi ketika menyebut nama adiknya.

“Ayah bahkan enggak mau lihat lagi dia menampakkan batang hidungnya di depan ayah! Meski sampe mati pun!”

Hisyam terkesiap mendengarnya, walau bagaimanapun dia tak bisa membayangkan jika hal itu benar-benar terjadi. Namun, memang amarah bisa membutakan segalanya. Dia sebagai kakaknya saja sudah sangat kecewa apalagi orang tua mereka, bukan? Memaklumi tindakan ayahnya, hanya itu yang bisa dilakukannya kini.

“Kenapa adikmu sampe senekat itu? Enggak ada satu pun didikan rumah ini yang dia pake. Dianggapnya apa kita ini?” Sang ayah bangkit berdiri lalu mondar-mandir gusar.

Hisyam hanya bisa jadi pendengar dan memikirkan tempat yang kira-kira jadi pelarian adiknya.

“Ya, Gusti! Apa kata keluarga Kertajaya nanti? Gimana perasaan dan tindakan mereka? Syam, ayah enggak tahu lagi mesti gimana.”

“Tenang dulu, Yah. Untuk itulah Hisyam lagi mikirin gimana caranya untuk meminimalisir risiko itu. Aku tahu keluarga mereka bukan orang sembarangan. Takutnya gara-gara ini bakal bawa masalah yang berbuntut panjang. Makanya kita harus nyari dulu Viskha, nanya alasan di baliknya. Mungkin aja ada campur tangan Leonard juga, kan? Mengingat respons pemuda itu waktu pertemuan pertama dengan Viskha. Ayah, inget?”

“Ya, kamu bener, Syam!” Mardhan melangkah panjang-panjang, lantas membanting pintu.

Hisyam pun mengekorinya menuruni tangga menuju ruang keluarga. Berbelok ke kamar untuk membawa kunci dan jaket, lantas kembali ke dekat ayahnya yang juga baru kembali dari kamar. Kedua pria itu pun melangkah tergesa-gesa menuju garasi. Segera naik, lantas melajukan tanpa tujuan.

Mardhan berusaha menghubungi nomor anak bungsunya, tetapi tidak aktif.

“Sial! Anak durhaka kamu, Viskha!” Pria itu terus mengumpat-umpat sepanjang jalan.

“Coba hubungin temen-temen deketnya, Yah.”

“Kamu ada nomornya?”

Hisyam menghentikan mobil, lantas merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel.

“Cari aja username kontak Friends Vika.” Vika, panggilan Mardhan kepada adiknya. Kecuali saat dia marah akan menyebutnya dengan nama asli gadis itu.

Mobil kembali dilajukan Hisyam setelah ayahnya menerima gawai.

Mardhan pun lekas mengetik kata yang disebutkan putranya. Muncullah beberapa kontak dengan user serupa dan diikuti nama masing-masing pemilik nomor.

Seorang teman Viskha mengangkat, tetapi menjawab tidak mengetahuinya. Dua orang, tiga orang, empat orang, hingga nomor-nomor selanjutnya pun hampir mengatakan jawaban serupa. Mardhan menepuk jidat sendiri sambil mengempaskan punggung, lantas menyugar rambut kasar. Menatap langit-langit mobil dengan tajam.

Menangkap gelagat sang ayah, Hisyam sudah bisa menduga penyebabnya.

Dia terus berpikir, mengingat kemungkinan yang akan jadi pelarian adiknya. Hingga dia mengingat suatu waktu, saat adiknya menceritakan rahasianya. Beberapa tahun lalu.

“Ya, dia. Pasti ke sana!” pekiknya seraya memutar arah.

Mardhan terheran-heran melihat tingkah putranya.

“Apa kamu tahu sesuatu?”

Hisyam mengangguk yakin, entah mengapa dia begitu mempercayai firasatnya.

“Hisyam tahu ke mana dia pergi!”

“Cepatlah! Semoga dugaanmu benar.”

Hisyam memacu mobil menuju suatu perkampungan yang samar-samar masih diingat nama tepatnya. Hingga kembali menghentikan mobil. Dia meminta ponsel miliknya dari tangan sang ayah, kemudian mengetikkan nama dusun tersebut di internet. Dia salah eja sedikit, tetapi Google mengoreksinya hingga muncul nama tempat yang benar. Beralih ke aplikasi Maps dan mendapatkan petunjuk rute menuju ke sana.

Selanjutnya kembali menjalankan kendaraan ke tempat tujuan. Sampai tak terasa puluhan menit berlalu dalam harapan dan kecemasan. Tibalah mobil Hisyam di suatu kampung yang masih terlihat asri dan menghijau. Namun, dia tidak tahu di mana tepatnya rumah orang yang kemungkinan jadi tempat pelarian Viskha. Dia memutuskan turun disusul Mardhan. Berjalan mendekat ke arah kerumunan ibu-ibu yang tengah mengobrol.

Baru saja mulutnya terbuka, dering gawainya menginterupsi. Ditatapnya layar ponsel yang menampakkan nomor istrinya.

Tepat saat telepon di terima dan ponsel telah menempel di telinga. Kabar dari Sandrina membuatnya membulatkan mata dengan raut cemas yang tiba-tiba tercetak jelas.

-¤¤¤-

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Rahasia Pernikahan Kedua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Ceo itu ayah anakku
9.1
Queen Azalea berusaha keras melupakan Sean Alexander, pria masa lalu yang menolak putri mereka karena takut memikul tanggung jawab. Namun, takdir mempertemukan kembali sang CEO dominan itu dengan Queen. Saat Sean tak sengaja bertemu Lilly, ia merasakan ikatan batin yang kuat. Di tengah pengejaran Sean, rahasia pilu terungkap: Lilly mengidap kanker darah. Sean pun memohon kesempatan untuk menebus kesalahan dan menjadi ayah sejati di sisa waktu berharga putri kecilnya.
Sampul Novel Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh
8.6
Delapan tahun membina rumah tangga dengan Elvin Ginanjar, gembong mafia narkoba di Nasara, berakhir tragis tepat di hari jadi pernikahan mereka. Sebuah foto mesra Elvin bersama Lina Malloni, sahabat dekatnya, sambil menggendong putra kandungnya, Owen, menjadi bukti pengkhianatan yang nyata. Alih-alih murka, ia hanya membalas dingin sebelum Elvin dan Owen datang menyudutkannya dengan tuduhan kejam. Tanpa ragu, ia menyodorkan tumpukan dokumen yang telah lama ia siapkan demi mengakhiri segalanya.
Sampul Novel My Possessive CEO
8.3
Sinta adalah gadis malang yang berulang kali nyaris menjadi korban pelecehan seksual. Beruntung, Biru yang merupakan seorang CEO muda selalu muncul untuk menyelamatkannya. Meski awalnya hanya kebetulan, Biru ternyata telah jatuh hati sejak pandangan pertama. Namun, Sinta justru merasa sangat takut untuk memulai hubungan asmara karena trauma masa lalu yang menghantuinya. Akankah kegigihan Biru mampu meluluhkan hati Sinta yang penuh luka? Simak kisah romansa dewasa ini.
Sampul Novel Nostalgia
8.4
Misa Almira terjebak dalam memori masa kecil bersama sahabat yang menjadi sumber kebahagiaannya. Namun, sebuah kesalahan fatal di masa lalu mengubah segalanya hingga sosok yang ia cintai itu menghilang secara misterius. Saat kebenaran terungkap, rasa bersalah yang mendalam menghantui Misa. Meski waktu berlalu dan ia telah meniti karier sebagai orang dewasa, bayang-bayang penyesalan dan kenangan indah tersebut tetap tak bisa ia lepaskan dari hidupnya.
Sampul Novel PETUALANGAN KE KOTA PARIS
8.8
Pasca perceraian, seorang wanita muda memutuskan terbang ke Paris demi memulihkan jati dirinya yang hilang. Di tengah keindahan kota tersebut, ia bertemu seniman tampan yang mengubah pandangan hidupnya secara drastis. Hubungan mereka berkembang menjadi romansa yang sangat intens, dibalut dengan eksplorasi dunia seni yang mendalam. Perjalanan ini menjadi titik balik baginya untuk menemukan kembali gairah serta semangat hidup yang sempat redup di masa lalu.
Sampul Novel Terjebak Miliarder Posesif
8.0
Michael, miliarder ateis keturunan Tionghoa, terobsesi menikahi Fahima demi menangkal nasib buruk usai memecahkan guci pernikahan sakral. Namun, guru sederhana yang taat agama itu menolak karena perbedaan prinsip dan enggan meninggalkan Pulau Bangka. Meski terhalang keyakinan dan trauma masa lalu Fahima terhadap pria Tionghoa, Michael tetap gigih berjuang. Di tengah persaingan dengan saudaranya, Jordan, serangkaian pengalaman spiritual mulai menyatukan mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan