Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wrong Marriage

Wrong Marriage

Angel Matthew tak pernah menduga bahwa keputusannya menyerahkan kesucian pada Erick Cullen, siswa baru di kampusnya, akan mengubah hidupnya selamanya. Pasca malam itu, terungkap fakta bahwa Erick adalah vampir. Kehadiran Jack Wild, seorang werewolf yang juga mengejarnya, kian menegaskan realitas mistis tersebut. Kini Angel terjebak dalam pusaran konflik antar klan karena statusnya sebagai Gadis Suci yang diperebutkan, membuatnya mustahil untuk melarikan diri.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Virginity party?"

Angel mengerutkan kening saat menatap spanduk besar yang terbentang di depan kampusnya. Mata abu-abunya bergerak-gerak menyusuri setiap untaian kata yang tercetak di spanduk tersebut.

"Merayakan pesta malam tahun baru bagi para gadis perawan. Ajak pemuda yang kau sukai untuk menikmati keperawananmu yang berharga."

"Hah?" Mulut Angel melongo lebar, walaupun begitu matanya tampak berbinar. "Ide yang cukup gila, tapi terdengar sangat seru."

Angel menggigit bibir yang mengulas senyum nakal, otaknya mulai menemukan siapa yang akan diajaknya pergi dalam pesta gila tersebut. Dia memang telah bosan dengan cap sebagai gadis perawan di usianya yang sudah memasuki delapan belas tahun, dan sekarang saatnya untuk mengubah status polosnya itu.

"Baiklah, aku akan menemuinya sekarang," gumam Angel dengan gejolak semangat yang berkobar di dada. Di tersenyum lebar, bersiap melangkahkan kaki saat tiba-tiba ada suara yang menghentikannya.

"Permisi."

Angel memutar badan, sejenak terpaku saat melihat seorang pemuda yang tampak asing di hadapannya. Keningnya berkerut dalam, dan lagi-lagi matanya bergerak liar mengamati pahatan sempurna pada wajah tampan di hadapannya. Mata berwarna coklat yang sangat terang, bibir sangat merah dan juga kulit yang terlalu pucat untuk ukuran pemuda Amerika. "Atau mungkin dia orang Rusia?" Pikir Angel dalam hati.

"Di mana kelas Sains?"

Suara itu terdengar dalam, diikuti dengan tatapan tajam yang membuat Angel bergidik ngeri. "Ah itu, ada di lantai dua lorong sebelah kiri, nanti kau akan menemukan petunjuk di sana."

"Thank you."

Angel mengangguk pelan, baru akan berucap saat mendadak merasakan hembusan angin yang cukup kencang. Tapi bukan itu yang membuat tubuhnya kini menegang, melainkan sebuah aroma harum yang terasa begitu aneh tapi terasa begitu nyaman saat menerobos indera penciumannya. Bahkan Angel sampai memejamkan mata, menikmati aroma segar yang tidak pernah ditemukan di mana pun.

"Parfum Mu sangat harum," gumam Angel dengan kembali memejamkan mata, tapi dia dibuat bingung saat melihat pemuda di hadapannya membungkuk seperti menahan sebuah kesakitan luar biasa.

"Are you ok?" Angel mengulurkan tangan, berniat mengusap lengan pemuda itu tapi dia kembali dihadapkan pada keanehan yang lain. Kulit pemuda itu terasa begitu dingin. "Kau demam?"

Alih-alih menjawab, pemuda itu malah melenggang pergi meninggalkannya begitu saja.

"Sangat tampan, tapi juga sangat aneh," gumam Angel dengan masih menatap punggung pemuda itu hingga menghilang di balik gedung kampus.

"Hemm... i dont care...." Angel menggeleng-geleng pelan dengan memasang wajah tak peduli. Dia bersiap kembali melangkah, tapi lagi-lagi ada saja yang mengganggunya.

"Morning!"

Angel menoleh ke sisi kiri saat merasakan sebuah lengan yang merangkul bahunya, menemukan seorang gadis berkaca mata yang telah menjadi sahabatnya sejak sekolah menengah. "Morning, Bell... mau ikut virginity party?"

"What?!" pekik Bella dengan kening berkerut dalam. "Are you crazy?"

Angel memutar bola mata malas sembari membawa kakinya melangkah. "Ayolah... aku sudah bosan menjadi gadis perawan, kita harus membuat perubahan di malam tahun baru besok."

"Astaga, Angel... jangan macam-macam, kita akan tetap baik-baik saja dengan status perawan. Lagipula kita sudah sepakat hanya akan memberikan keperawanan kita pada malam pertama pernikahan," oceh Bella dengan sesekali menaikkan bingkai kaca mata besarnya.

"Itu sudah sangat kuno, Bella...." Angel menghentikan langkah, tiba-tiba menangkup kedua sisi wajah sahabatnya itu dengan mata berbinar. "Aku sudah memutuskan untuk ikut dalam acara virginity party."

"Siapa yang akan kau ajak?"

"Calvin Klein," jawab Angel dengan wajah penuh percaya diri.

"Tapi-"

Angel tak perlu menunggu ocehan Bella lebih panjang lagi, karena dia memutuskan untuk berjalan cepat. meninggalkan gadis itu. Kakinya terus berjalan ringan, menaiki anak tangga untuk mencapai lantai dua gedung kampus. Dia menyusuri lorong sebelah kiri, sesuai instruksi yang diberikan kepada pemuda aneh tadi karena mereka memiliki tujuan pada kelas yang sama.

Mata Angel berbinar saat sudah memasuki kelas Sains, lebih tepatnya tertuju pada seorang pemuda berambut pirang yang saat ini duduk di kursi paling pojok. Dia setengah berlari menghampiri pemuda tersebut, langsung duduk pada kursi kosong di depannya.

"Morning, Calvin," sapa Angel dengan senyum yang dibuat semanis mungkin, tapi pemuda di hadapannya masih tampak memejamkan mata seolah tak peduli.

Angel mendengus keras, mengulurkan sebelah tangan untuk menarik earpod yang menyumpal lubang telinga pemuda itu. "Morning, Calvin Klein!"

Calvin langsung membuka mata, menurunkan kedua kakinya yang tadi berselonjor di atas meja. "Selamat pagi, Cantik. Apa kau sudah membawakan tugasku?"

Angel mengangguk cepat, mengeluarkan sebuah buku dari tas dan menyerahkan pada pemuda itu."Aku pastikan kau akan mendapatkan nilai A nanti."

"Good girl...." Calvin tersenyum manis sambil mencubit pipi Angel lembut. "Aku akan mentraktir-"

"Tidak perlu," sela Angel cepat dengan senyum merekah. Dia sedikit memajukan tubuh, membawa kedua tangannya terlipat di atas meja. "Aku ingin yang lain."

Calvin mengerutkan kening. "Kau ingin meminta yang lain?"

Angel mengangguk antusias. "Aku ingin mengajakmu datang ke virginity party besok malam."

"Virginity party?" Pekik Calvin dengan kerutan di keningnya yang semakin dalam. "Kau serius?"

Lagi-lagi Angel menganggukkan kepalanya cepat, bahkan wajahnya mulai tampak menampilkan ekspresi penuh harap.

"C'mon, Angel... pesta itu hanya untuk gadis pera-" Tiba-tiba Calvin menjeda kalimat, dengan mata yang melebar sempurna. "Jadi, kau masih perawan, Angel?!"

Suara pekikan itu terdengar begitu keras, hingga membuat semua yang ada di sana menoleh ke arah mereka.

"Sebenarnya... iya," Angel menggigit bibir bawah dengan wajah mulai bersemu merah, "aku masih perawan, dan aku ingin menjadikanmu sebagai pasanganku. Itu artinya kau akan menjadi pria pertama yang merasakan keperawananku."

Tidak seperti yang diharapkan, alih-alih merasa terharu dengan pengakuan Angel, ternyata Calvin malah tertawa keras dengan tatapan mengejek. Bahkan sekarang pemuda itu bangkit dari kursi, bertepuk tangan dengan tatapan mengedar.

"Demi Tuhan... ternyata masih ada gadis perawan di kelas kita!" ejek Calvin dengan tatapan merendahkan ke arah Angel. "Apa kau berniat menjadi biarawati, Angel?"

Sontak terdengar tawa dari semua orang yang ada di sana, kecuali seorang pemuda yang hanya duduk diam di pojok yang lain.

"Calvin, kenapa kau seperti ini?!" Angel ikut berdiri, wajahnya sudah tampak merah padam dengan mata berkaca-kaca.

Calvin tampak melipat kedua tangan di depan dada. "Memangnya apa yang kau pikirkan selama ini, Angel? Apa kau pikir aku menyukaimu?"

Angel hanya diam, bibirnya terlalu kelu untuk menjawab sesuatu yang ternyata hanya ada di dalam angan-angannya. Saat ini dia hanya bisa merasakan remasan kuat di dada yang berimbas pada cairan yang menggenang di kelopak matanya.

"Aku hanya menyukai kepolosanmu, Sayang?" Calvin mengusap kepala gadis itu lembut dengan senyum miring. "Siapa lagi yang akan mengerjakan semua tugasku kalau bukan dirimu, Angel?!"

"Dont fucking touch me!" bentak Angel sembari menepis tangan Calvin dari kepalanya.

"Wow!" Calvin kembali bertepuk tangan dengan tawa yang sarat akan penghinaan. "Apa kau lupa kalau baru saja menawarkan keperawananmu padaku, Angel?"

Lagi-lagi terdengar tawa dan cemoohan dari semua orang yang ada di kelas tersebut, membuat dada Angel terasa semakin sesak.

"Kau harus tahu, Angel...." Calvin membungkukkan punggung hingga membuat wajah mereka sejajar, bibirnya kembali memasang senyum merendahkan. "Aku tidak pernah tertarik untuk menidurimu, dan kurasa tidak ada satu pun pria di sini yang mau."

"Aku mau!"

Seruan tegas itu membuat semua mata teralihkan, bergeser ke arah pemuda aneh yang saat ini berdiri di sudut kelas. Angel pun melakukan hal yang sama, menatap pemuda yang ditemuinya di halaman tadi dengan wajah terperangah.

"Aku yang akan menjadi pasangan Angel dalam acara virginity party besok malam."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Pesta Birahi
9.5
Yenka Linggarwarna muak dikhianati Taran selama empat tahun pernikahan. Terhina karena disebut bodoh lantaran setia, ia nekat membalas dendam dengan cara serupa. Lewat bantuan Ian, sahabat masa kecilnya, Yenka menyusup ke pesta topeng rahasia yang penuh gairah demi mencicipi kebebasan seksual. Tak disangka, pesonanya justru memicu obsesi banyak pria hingga mengubah sikap Taran. Kini Yenka terjebak antara memperbaiki rumah tangga atau tenggelam dalam permainan panasnya.
Sampul Novel Half You
8.5
Pasca tragedi keluarga, Haslyn Rubby Ozier membuang identitasnya demi menjauhi dunia hitam ayahnya. Namun, takdir mempertemukannya dengan Kenan Rexton, seorang Don mafia yang membenci kehadiran wanita. Meski Kenan terganggu oleh sikap Rubby yang genit, rahasia besar menyelimuti wanita itu. Di balik romansa yang tumbuh, mereka terikat misi berbahaya memburu pembunuh keluarga mereka. Rubby melanggar janji demi cinta, sementara Kenan takkan membiarkannya pergi begitu saja.
Sampul Novel I WAS NEVER YOURS
9.0
Menjalin ikatan dengannya adalah sebuah larangan keras yang tidak seharusnya kulanggar. Namun, perasaan ini tumbuh begitu dalam meski aku tahu bahwa memilikinya adalah hal yang tabu. Setiap detik aku mencintainya, rasa sakit itu justru semakin mengoyak batasan hatiku. Aku terjebak dalam dilema antara keinginan memiliki dan kenyataan pahit yang terus menyiksa. Mencintai dirinya hanya membawaku pada luka yang kian menganga tanpa ada kepastian.
Sampul Novel Jodoh Serigala Putih yang Ditolak Sang Alpha
8.2
Pameran seni pertamaku hancur saat Baskara, Alpha pasanganku, justru melindungi wanita lain di berita. Dia mengabaikan ikatan kami demi aliansi baru dan menyebut karyaku sekadar hobi, bahkan mencuri ide bisnis triliunanku. Setelah empat tahun dihina sebagai Omega penurut, kesabaranku habis. Melalui dokumen palsu yang dikira pengalihan hak seni, aku menjebaknya untuk menandatangani Ritual Penolakan. Kesombongannya akan menjadi senjata penghancur dirinya sendiri.
Sampul Novel Kecanduan Ciumanmu
8.6
Midori, gadis blasteran berusia 18 tahun bermata biru, tak sengaja berciuman dengan Kenzo Watanabe saat berlibur di pemandian air panas Jepang. Insiden itu memicu obsesi mendalam di hati Kenzo, meski ia telah dijodohkan dengan bangsawan bernama Ayumi Tokugawa. Hubungan mereka pun terbentur tembok tradisi serta jarak antara Tokyo dan Perth yang memisahkan. Akankah takdir menyatukan Midori dan Kenzo di tengah segala rintangan? Sebuah sekuel emosional dari kisah cinta miliarder.
Sampul Novel My Possessive Sugar Daddy
9.6
Terhimpit kemiskinan dan tekanan kaum elit, Fahira terpaksa mengesampingkan prinsip hidupnya demi menjadi sugar baby milik Fatih. Meski batinnya berontak, tawaran sang CEO tampan itu menjadi satu-satunya jalan keluar dari jerat nestapa. Kehidupan Fahira pun berubah drastis berkat gelimang harta, namun kemewahan tersebut nyatanya membawa petaka baru. Ia kini harus menghadapi berbagai sabotase licik dari saudara sepupunya sendiri yang berusaha menghancurkannya.