
When Romeo meet Juliet
Bab 2
Romeo pulang dengan perasaan was-was dan benar saja di rumah sudah ada Stefanie yang memang diundang oleh ayahnya untuk datang makan malam bersama.
”Hai Romeo kau pulang lebih cepat rupanya,” seru Stefanie.
”Kau ada apa di sini?” ucap Romeo. Jika bukan karena ingin bertemu dengan Juliet mungkin Romeo akan bertahan di dalam ruangannya hingga nanti malam, keinginannya untuk bertemu dengan gadis itu sangat kuat dan bahkan mengalahkan akal sehatnya itu. Sekarang begitu dia telah melihat langsung wajah cantik Juliet dan juga merasakan tangan lembutnya membuat Romeo merasa menginginkan kembali pertemuan itu dan juga menyentuhnya sepuas yang dia mau.
”Romeo kau melamun?” ujar Stefanie.
”Eoh, maaf aku harus ke kamar.” Tanpa menunggu jawaban darinya, Romeo langsung menuju kamarnya peduli apa dengan kehadirannya di rumah ini toh bukan dia yang mengundangnya ke rumah ini.
Romeo segera membersihkan dirinya dan kembali ke ranjang dia masih membayangkan betapa indahnya pertemuan tadi sore dengan Juliet. Romeo pun memejamkan matanya perlahan rasa kantuk mulai menyerang dirinya.
Sementara di bawah, Rachel ibu Romeo memerintahkan Stefanie untuk memanggil putra semata wayangnya itu, tentu saja Stefanie sangat senang sekali.
Tok...tok...tok...
Tak ada jawaban dari dalam. Ceklek, ’Kenapa gak dikunci?’ gumam Stefanie dengan langkah hati-hati Stefanie masuk dan dilihatnya Romeo sedang tertidur di ranjangnya.
’Oh ternyata dia sedang tidur pantas saja gak ada jawaban,’ ucap Stefanie dalam hati. Stefanie pun memandangi wajah tampan Romeo dengan puasnya karena jika dalam keadaan sadar sudah barang tentu Romeo akan marah-marah dengan kelakuannya.
’Tampan sekali dia, kapan kau akan melamar diriku huhf!’ gumam Stefanie dan dirinya mulai berani duduk di tepi ranjangnya dan mengusap wajahnya. Merasakan ada sentuhan akhirnya Romeo pun terbangun dan terkejut mendapati Stefanie tangah ada di ranjangnya.
”Mau apa kau di sini,” seru Romeo segera bangun dari tidurnya.
”Tante Rachel memintaku untuk membangunkan dirimu buat makan malam,” ujarnya.
”Kalau begitu keluarlah, aku akan ke bawah sepuluh menit lagi,” ucap Romeo malas menghadapi Stefanie dan juga dia tak suka dengan wanita itu, wanita yang selalu disebut-sebut orang tuanya jika hanya dia yang pantas menjadi istrinya.
Dengan langkah gontai Romeo pun turun menuju meja makan. ”Kau terlihat capek sekali apa banyak pekerjaan di kantor?” tanya Steven memandang wajah anaknya dengan lekat.
Romeo hanya diam saja tak menanggapi perkataan Steven membuat Rachel pun kesal dengan sikap putranya tersebut. ”Romeo apakah kau tak menghormati Papamu ini?” ucap Rachel ketus.
”Apa aku harus menghormati orang yang suka selingkuh? Jangan bilang kalau Mama tak tahu kelakuan Papa di belakangmu Ma.” Rachel terdiam mendengar perkataan putranya itu memang benar selama ini dia menutup mata dengan apa yang terjadi bukan karena dia tak tau tapi dia tak ingin membuat masalah baru buat keluarganya.
”Itu dulu Romeo, bukankah Papa sekarang sudah sadar dan tak lagi berbuat seperti itu.” Rachel mencoba menutupi aib suaminya karena sebenarnya hal itu masih saja terjadi dan Rachel tidak tahu pada siapa dia harus bercerita.
Romeo hanya melirik sekilas pada Steven dan menarik kursinya bergegas pergi dari rumahnya tujuannya hanya satu klub.
***
Juliet baru saja menyelesaikan makan malamnya bersama dengan Christina dia berjalan menyusuri jalan di pinggir taman kota hatinya mulai gundah karena Samuel kekasihnya itu tak bisa dihubungi, padahal dia sudah berjanji akan menjemputnya di kafe tapi hingga selesai pun dia tak menampakkan dirinya disana.
’Ah, kemana dia kenapa sulit sekali dihubungi bahkan dia sama sekali tak membalas pesanku!’ gumam Juliet dalam hati.
”Apa kau tengah menunggu sesuatu?” seru Juan yang sedari tadi memperhatikan Juliet dia memang diperintahkan oleh Romeo untuk mengawasi gerak gadis itu.
”Eh, kau bukankah yang bekerja di King Company bukan?” ujar Juliet mencoba menebak karena sepertinya wajah yang ada di depannya ini sangat familiar di kantor.
”Ya kau benar, aku memang bekerja di sana. Kenapa malam-malam masih berkeliaran diluar seorang diri ini akan sangat berbahaya bagi gadis secantik dirimu Nona,” seloroh Juan melihat Juliet yang sepertinya tidak dalam keadaan baik-baik saja.
”Aku baru saja makan malam dengan temanku aku kira kekasihku akan menjemputmu tapi ternyata dia berbohong karena dia sama sekali tak datang bahkan aku mencoba menghubunginya namun tak ada jawaban sama sekali. Jika memang dia sedang dalam masalah seharusnya dia memberitahukan diriku bukan malah membuatku khawatir seperti ini, apa memang semua laki-laki itu sama saja seperti itu?” ungkap Juliet yang masih saja tak percaya dengan apa yang baru saja dialaminya, kenapa kekasihnya sama sekali tak mau membalas pesan darinya.
”Mungkin dia memiliki kekasih lain sehingga dia berbuat seperti itu?” urai Juan dia tak ingin mengatakan hal yang sesungguhnya jika dia melihat kekasih Juliet sedang bersama dengan wanita lain bahkan mereka berdua melakukan check in di hotel.
”Itu tidak mungkin karena setahuku Samuel orang yang baik bahkan selama ini dia tidak pernah menyentuhku sama sekali!” seru Juliet membuat Juan menyipitkan kedua matanya. ”Maksudmu kau dan dia tak pernah ....?”
”Ya, aku tak pernah melakukan apapun dengannya jadi aku rasa dia pria yang baik karena selama itu pula dia menjaga diriku dengan baik, maaf kenapa kita jadi membicarakan tentang orang lain.”
Juan mengerti ada rasa bersalah di hati Juliet padanya. ”Sebaiknya aku antarkan kau pulang ke rumah, aku tak mau bosku memarahiku karena tak bisa menjagamu dengan baik jika terjadi sesuatu yang buruk padamu, silakan Nona ikut aku segera mobilnya disana.” Juan segera menunjuk pada sebuah mobil mewah yang terparkir di pinggir jalan.
”Tunggu apa maksudmu dengan ’bosku’ itu?” seru Juliet menaruh curiga pada Juan.
”Tidak ada mungkin aku salah berucap kau tahu bukan di kantor sedang banyak sekali pekerjaan jadi aku sedikit kurang fokus dengan semua ini. Ayolah Nona!” Juan mempersilakan Juliet untuk masu ke mobilnya tanpa rasa curiga lagi.
Juan pun mengantarkan Juliet pulang dan langsung ke klub menemui Romeo yang sudah menunggunya di sana.
”Maaf aku terlambat!” sesal Juan pada Romeo yang sedang menyesap wine pesanannya yang baru datang.
”Bagaimana keadaan gadis itu? Apa dia baik-baik saja?” todong Romeo tanpa menunggu Juan untuk duduk terlebih dahulu.
”Ya dia baik-baik hanya saja mungkin suasana hatinya sedang tidak bersahabat karena kekasihnya tak ada datang menjemputnya,” ucap Juan pelan.
”Apa maksudmu?” Romeo menjadi kepo dan ingin tahu alasannya dengan tidak sabar dia meminta Juan untuk menjelaskannya.
”Kau tahu, kekasihnya justru tengah check in di hotel dan dia sama sekali tak tahu akan hal itu bukankah itu gadis yang naif. Bagaimana mungkin mereka menjalin hubungan tapi belum pernah saling menyentuh satu sama lain!” Juan sedikit kesal ketika mengingat Rian bahagia di wajah Samuel kekasih Juliet ketika dia masuk ke hotel tadi, Juan yakin jika Samuel akan melakukan hal yang biasanya di lakukan oleh sepasang kekasih di sana.
Romeo semakin tak mengerti dengan arah pembicaraan asistennya Juan.
”She’s still a virgin!” bisik Juan pada Romeo dan hal itu tentu saja membuatnya cukup terkejut.
”Darimana kau yakin tentang itu?” Juan pun tersenyum menyerigai.
Anda Mungkin Juga Suka





