Sampul Novel Way To Love

Way To Love

8.6 / 10.0
Dalam Way To Love, Ethan menghadapi realita pahit saat honeymoon romantis yang ia impikan justru berujung di sofa bed dingin. Novel modern ini mengikuti perjuangan Ethan memenuhi janji istrinya demi keharmonisan. Baca romance novel ini untuk melihat apakah ia berhasil memperbaiki keadaan.
Ringkasan Way To Love
Impian Ethan akan bulan madu romantis yang penuh cinta setelah pernikahan sempurna seketika sirna. Alih-alih berbagi ranjang dengan istrinya, ia justru dipaksa tidur di sofa bed yang dingin dan sempit. Meski Ethan mencoba memelas, sang istri tetap tak acuh dan memintanya berhenti bersikap berlebihan. Kini, Ethan hanya bisa mendekap guling dengan penuh penyesalan dan rasa cemas, sambil berharap hari esok akan membawa perubahan nasib bagi malam pengantinnya.
Baca Selengkapnya

Way To Love Bab 1

Sweet berdiri di samping Oma Ningsih yang terbaring lemah, hati kecilnya bergetar mendengar suara mamanya yang penuh kekhawatiran. "Ma, oma kenapa? Bukannya oma baik-baik saja ya, kenapa sekarang jadi seperti ini?" tanyanya, menahan air mata yang hampir menetes. Keresahan yang melanda membuat hari itu terasa gelap, seolah semua warna hilang dari dunia mereka.

"Mama juga nggak tau, Sweet. Oma mendadak nggak mau makan, setelah itu pingsan dan-" suara mamanya terputus, menggantung, seolah kata-kata itu terlalu berat untuk diucapkan.

"Kenapa tidak ke rumah sakit aja?" tanya Sweet cepat, memotong kalimat mamanya. Hatinya bergejolak, tidak bisa membayangkan kehilangan sosok yang selama ini menjadi penopang hidupnya.

Namun, hanya mendapatkan gelengan kepala dari mamanya membuat Sweet frustasi. Rasa putus asa menyelimuti hatinya. Apa yang bisa ia lakukan? Dalam keheningan yang menyakitkan, Ethan menghampirinya, menggenggam tangan Oma yang terkulai lemah.

"Kamu sudah siap?" tanyanya datar, tanpa ekspresi, membuat Sweet mengerutkan kening.

"Maksud kamu apa?" tanya Sweet kembali, merasakan ada sesuatu yang tidak beres.

Ethan menatap kanan dan kiri, memastikan privasi mereka. "Ayo ikut denganku," ajaknya, dan tanpa banyak bertanya, Sweet mengangguk setuju. Kedua remaja itu melangkah keluar ke halaman, menjauh dari kerumunan, menjaga rahasia yang semakin membebani mereka.

Setelah menarik napas dalam-dalam, Ethan berbicara, "Hari ini kita akan menikah."

Duar! Seperti suara petir di siang bolong, Sweet terperanjat. "Maksud kamu apa, Ethan? Oma sedang sakit, dan kamu mengajak aku kesini hanya untuk bercanda?" Suaranya bergetar, berusaha mengontrol emosi yang mendidih.

"Aku tidak bercanda, Sweet. Ini permintaan Oma. Paling penting, ini adalah wasiat. Aku mau Oma jalan dengan tenang," jawab Ethan tegas, menatap dalam mata Sweet.

"Jadi kamu sudah tahu-"

Ethan mengangguk sambil berkacak pinggang. "Iya, aku sudah tahu. Semua orang juga sudah tahu," jawabnya cepat, membuat Sweet semakin bingung. Dalam hati, ia merutuki janji yang telah diucapkan Oma, untuk tidak membocorkan rahasia yang menyakitkan ini.

Dalam kondisi Oma yang seperti ini, apakah Sweet tega untuk bertanya lebih pada Omanya? Tentu tidak. Rasa frustasi semakin memuncak, dan ia mengacak-acak rambutnya sendiri. "Kalau aku nggak mau nerusin pernikahan ini gimana? Kamu bisakan nikah aja sama Rania," cetus Sweet tanpa terduga.

"Kamu gila ya!" bentak Ethan, wajahnya masam.

"Yes! I'm losing my mind! Aku capek dan kalau bisa, aku udah nggak mau ada hubungan apapun sama kamu!" teriak Sweet, emosi tak tertahankan.

Ethan tersenyum sinis. "Kamu kira aku suka sama kamu? Hmm? Kalau aku bisa memilih, aku mending nikah sama Rania yang jauh lebih baik dari kamu!"

"Iya udah, sana, nikah aja sama Rania."

"Sweet Felicia! Ethan! Oma di dalam itu sedang sakit, kalian malah berantem di sini. Kenapa kalian tidak bisa berpikir lebih dewasa sedikit saja, hah?" suara Mike, papinya Ethan, memecah ketegangan, membuat keduanya terdiam.

"Bukan aku, Pi. Dia yang salah!" tunjuk Ethan pada Sweet, berusaha membela diri.

"Kamu juga sama. Sekarang kalian siap-siap, acara dimulai sebentar lagi. No protes! Titik!" titah Mike, tegas.

Sweet masih ingin melayangkan protes, namun urung melakukannya. Om Mike benar, sekarang mereka harus mentaati wasiat dari almarhum Oppa, melihat kondisi Oma Ningsih yang sepertinya sudah tidak bisa bertahan lebih lama. 

"Om, setelah aku menikah dengan Ethan, apakah kami bisa bercerai?" tiba-tiba Sweet bertanya, suaranya penuh harap dan sedikit bergetar.

Om Mike terdiam sejenak, pandangannya lembut menatap Sweet. "Om mengerti apa yang kamu rasakan, Sweet. Ingat, selama ada Om di sini, tidak ada yang bisa menyakiti kamu," ujarnya, berusaha menenangkan.

"Tapi om-"

"Sudah, sekarang masuklah. Ganti pakaianmu. Biarkan Oma tenang setelah melihat kalian bersatu," potong Om Mike dengan nada tegas namun penuh kasih.

Saat lafaz ijab selesai, suasana ruangan berubah menjadi sakral. Ethan dan Sweet kini resmi menjadi pasangan suami istri muda, dikelilingi oleh keluarga yang menyaksikan momen bersejarah ini. Namun, di tengah kebahagiaan yang seharusnya dirayakan, ada sesuatu yang mengganjal di hati.

Oma Ningsih, sosok yang penuh kasih, perlahan menutup matanya. Ada kedamaian di wajahnya, seolah seluruh beban sudah terlepas. Wasiat dari Oppa sudah terlaksana, dan kini dia bisa beristirahat. Namun, bukannya tertawa dan bersorak, suara tangisan menggema di ruangan, menandakan kesedihan yang mendalam.

Keluarga berkumpul, saling berpelukan, meratapi kepergian Oma Ningsih yang mendadak. Air mata mengalir, seperti hujan yang tak kunjung reda, menciptakan suasana yang kontras dengan momen bahagia yang seharusnya dirayakan. Sweet berdiri di tengah keramaian itu, hatinya bergetar, merasakan campur aduk antara kehilangan dan harapan yang masih membara.Sweet berdiri di samping Oma Ningsih yang terbaring lemah, hati kecilnya bergetar mendengar suara mamanya yang penuh kekhawatiran. "Ma, oma kenapa? Bukannya oma baik-baik saja ya, kenapa sekarang jadi seperti ini?" tanyanya, menahan air mata yang hampir menetes. Keresahan yang melanda membuat hari itu terasa gelap, seolah semua warna hilang dari dunia mereka.

"Mama juga nggak tau, Sweet. Oma mendadak nggak mau makan, setelah itu pingsan dan-" suara mamanya terputus, menggantung, seolah kata-kata itu terlalu berat untuk diucapkan.

"Kenapa tidak ke rumah sakit aja?" tanya Sweet cepat, memotong kalimat mamanya. Hatinya bergejolak, tidak bisa membayangkan kehilangan sosok yang selama ini menjadi penopang hidupnya.

Namun, hanya mendapatkan gelengan kepala dari mamanya membuat Sweet frustasi. Rasa putus asa menyelimuti hatinya. Apa yang bisa ia lakukan? Dalam keheningan yang menyakitkan, Ethan menghampirinya, menggenggam tangan Oma yang terkulai lemah.

"Kamu sudah siap?" tanyanya datar, tanpa ekspresi, membuat Sweet mengerutkan kening.

"Maksud kamu apa?" tanya Sweet kembali, merasakan ada sesuatu yang tidak beres.

Ethan menatap kanan dan kiri, memastikan privasi mereka. "Ayo ikut denganku," ajaknya, dan tanpa banyak bertanya, Sweet mengangguk setuju. Kedua remaja itu melangkah keluar ke halaman, menjauh dari kerumunan, menjaga rahasia yang semakin membebani mereka.

Setelah menarik napas dalam-dalam, Ethan berbicara, "Hari ini kita akan menikah."

Duar! Seperti suara petir di siang bolong, Sweet terperanjat. "Maksud kamu apa, Ethan? Oma sedang sakit, dan kamu mengajak aku kesini hanya untuk bercanda?" Suaranya bergetar, berusaha mengontrol emosi yang mendidih.

"Aku tidak bercanda, Sweet. Ini permintaan Oma. Paling penting, ini adalah wasiat. Aku mau Oma jalan dengan tenang," jawab Ethan tegas, menatap dalam mata Sweet.

"Jadi kamu sudah tahu-"

Ethan mengangguk sambil berkacak pinggang. "Iya, aku sudah tahu. Semua orang juga sudah tahu," jawabnya cepat, membuat Sweet semakin bingung. Dalam hati, ia merutuki janji yang telah diucapkan Oma, untuk tidak membocorkan rahasia yang menyakitkan ini.

Dalam kondisi Oma yang seperti ini, apakah Sweet tega untuk bertanya lebih pada Omanya? Tentu tidak. Rasa frustasi semakin memuncak, dan ia mengacak-acak rambutnya sendiri. "Kalau aku nggak mau nerusin pernikahan ini gimana? Kamu bisakan nikah aja sama Rania," cetus Sweet tanpa terduga.

"Kamu gila ya!" bentak Ethan, wajahnya masam.

"Yes! I'm losing my mind! Aku capek dan kalau bisa, aku udah nggak mau ada hubungan apapun sama kamu!" teriak Sweet, emosi tak tertahankan.

Ethan tersenyum sinis. "Kamu kira aku suka sama kamu? Hmm? Kalau aku bisa memilih, aku mending nikah sama Rania yang jauh lebih baik dari kamu!"

"Iya udah, sana, nikah aja sama Rania."

"Sweet Felicia! Ethan! Oma di dalam itu sedang sakit, kalian malah berantem di sini. Kenapa kalian tidak bisa berpikir lebih dewasa sedikit saja, hah?" suara Mike, papinya Ethan, memecah ketegangan, membuat keduanya terdiam.

"Bukan aku, Pi. Dia yang salah!" tunjuk Ethan pada Sweet, berusaha membela diri.

"Kamu juga sama. Sekarang kalian siap-siap, acara dimulai sebentar lagi. No protes! Titik!" titah Mike, tegas.

Sweet masih ingin melayangkan protes, namun urung melakukannya. Om Mike benar, sekarang mereka harus mentaati wasiat dari almarhum Oppa, melihat kondisi Oma Ningsih yang sepertinya sudah tidak bisa bertahan lebih lama.

"Om, setelah aku menikah dengan Ethan, apakah kami bisa bercerai?" tiba-tiba Sweet bertanya, suaranya penuh harap dan sedikit bergetar.

Om Mike terdiam sejenak, pandangannya lembut menatap Sweet. "Om mengerti apa yang kamu rasakan, Sweet. Ingat, selama ada Om di sini, tidak ada yang bisa menyakiti kamu," ujarnya, berusaha menenangkan.

"Tapi om-"

"Sudah, sekarang masuklah. Ganti pakaianmu. Biarkan Oma tenang setelah melihat kalian bersatu," potong Om Mike dengan nada tegas namun penuh kasih.

Saat lafaz ijab selesai, suasana ruangan berubah menjadi sakral. Ethan dan Sweet kini resmi menjadi pasangan suami istri muda, dikelilingi oleh keluarga yang menyaksikan momen bersejarah ini. Namun, di tengah kebahagiaan yang seharusnya dirayakan, ada sesuatu yang mengganjal di hati.

Oma Ningsih, sosok yang penuh kasih, perlahan menutup matanya. Ada kedamaian di wajahnya, seolah seluruh beban sudah terlepas. Wasiat dari Oppa sudah terlaksana, dan kini dia bisa beristirahat. Namun, bukannya tertawa dan bersorak, suara tangisan menggema di ruangan, menandakan kesedihan yang mendalam.

Keluarga berkumpul, saling berpelukan, meratapi kepergian Oma Ningsih yang mendadak. Air mata mengalir, seperti hujan yang tak kunjung reda, menciptakan suasana yang kontras dengan momen bahagia yang seharusnya dirayakan. Sweet berdiri di tengah keramaian itu, hatinya bergetar, merasakan campur aduk antara kehilangan dan harapan yang masih membara.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Way To Love

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Alpha Damon
9.5
Damon menyadari keanehan dirinya sejak kecil akibat kutukan misterius. Ayahnya melarangnya bersosialisasi, namun ia tumbuh menjadi pemburu yang mematikan. Tanpa kehadiran serigala batin, Damon berubah menjadi sosok yang brutal dan menolak tanggung jawab sebagai Alpha. Segalanya berubah saat seorang putri cantik hadir di hidupnya. Demi melindunginya, Damon terpaksa merangkul takdir yang ia benci dan bangkit menjadi Alpha terkuat guna menjaga sang pujaan hati.
Sampul Novel Alpha Eden
8.9
Megan terjebak dalam misi mengungkap misteri kematian kakaknya, Helena, sepuluh tahun silam. Berbekal sebuah buku catatan, ia menuju Jazmore namun justru terlempar ke masa lalu, tepatnya tahun 1945. Di tengah hutan belantara, Megan bertemu Alpha Eden, penguasa werewolf yang kuat. Kini, ia harus menghadapi sihir dan kutukan sembari menerima takdir sebagai pasangan sang Alpha. Berhasilkah Megan membongkar rahasia Helena dan kembali ke tahun 2010 dengan selamat?
Sampul Novel Cinta Palsu Dalam Pernikahan Kontrak
7.8
Aruna Larasati terjebak dalam pernikahan kontrak demi menyelamatkan keluarga. Lima tahun ia berkorban, namun Gavin Nugraha hanya menganggapnya bayangan. Kehadiran Elvira, cinta masa lalu Gavin, merenggut perhatian suami dan anak yang Aruna besarkan. Di tengah pengkhianatan dan harapan yang hancur, Aruna akhirnya memilih untuk bebas. Akankah ia mampu bangkit merebut kembali hidupnya, atau justru terpuruk dalam takdir yang kejam? Sebuah kisah haru tentang harga diri.
Sampul Novel ISTRI ORANG
8.2
Ayana terjebak dalam kesepian akibat sikap dingin Devaro, suaminya. Di tengah kehampaan itu, kehadiran Javier sang bos memberikan warna baru hingga Ayana jatuh hati. Tanpa disadari, hubungan terlarang mereka adalah bagian dari rencana balas dendam Javier terhadap Devaro. Namun, niat jahat itu perlahan terkikis oleh cinta tulus yang tumbuh tak terduga. Akankah Devaro sanggup menghadapi kenyataan bahwa istrinya telah berpaling pada pria yang sangat membencinya?
Sampul Novel Rahasia Gelap di Balik Senyuman
8.2
Di bawah rembulan, bayangan gelap mengejar rahasia kelam yang tersembunyi di balik senyuman. Dua jiwa terikat takdir di persimpangan antara kebenaran dan kegelapan, di mana salah satunya memegang kunci rahasia sementara yang lain terhubung dengan ancaman besar. Mereka harus menembus labirin intrik dan misteri yang menguji iman serta keberanian. Melalui serangkaian petunjuk tak terduga, mereka dipaksa memilih jalan demi mengungkap kebenaran mengejutkan yang lama terpendam.
Sampul Novel Setelah Dihianati Adik Kandumh
8.1
Arini pulang dari luar negeri setelah delapan tahun bekerja keras sebagai TKW demi keluarga. Namun, kejutan pahit menantinya saat mengetahui sang adik, Alma, telah mengkhianati dirinya dengan menikahi Aksa, kekasih Arini sendiri. Di tengah luka mendalam akibat pengkhianatan ini, muncul sosok pria baru yang tulus mencintai Arini. Kini, Arini terjebak dalam pilihan sulit antara masa lalunya yang menyakitkan atau membuka hati untuk cinta baru yang lebih nyata.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan