Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel WARUNG KOPI JENNY

WARUNG KOPI JENNY

Jennyta, mantan TKW Malaysia, kini menetap di Rusunawa Depok demi ibunya. Modal yang tersisa ia gunakan untuk membuka warung kopi sederhana. Namun, kedamaiannya terusik oleh Jimmy Waluyo, mantan preman yang gemar mengganggunya setiap hari. Di tengah perselisihan yang terjadi, muncul benih cinta yang tak terduga. Akankah Jennyta sanggup melupakan pesona kekasihnya, Januar Arifin, lalu membuka hati untuk Jimmy yang selama ini menjadi pengganggunya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kenapa, sih, Jen. Dari tadi kerjaan lo salah aja terus. Udah tau orang beli kopi susu, lo kasih kopi hitam. Untung tinggal di campur sama susu kental manis, udah jadi deh tuh pesanan orang. Terus juga tadi ngasih kembalian duit orang, malah lebih dua belas ribu. Lo bagaimana sih? Ini niat bikin warung buat nyambung hidup, apa mau buat panti sosial?" gerutu Mak Ratna, saat tak ada lagi pelanggan yang duduk di warung kopi milik sang putri.

Sayangnya Jenny hanya diam saja saat wanita yang melahirkannya itu mengomel dari A sampai Z, karena memang fokusnya sedang terbang ke satu objek yang membuat ia susah tidur dari semalam.

"Jen?" panggil Mak Ratna sembari menggoreng sisa kue pisang berbalur dalam wadah kecil.

"Iya, Mak," sahut Jenny pada akhirnya.

"Kenapa sih, Jen? Ada masalah sama si Januar? Apa dia bilang pernikahan kalian bakalan di tunda lagi?" sekali lagi Mak Ratna mengoceh dan Jenny tetap tidak focus dengan kata demi kata yang keluar dari pita suara sang Ibu.

Sampai-sampai Mak Ratna pun semakin kesal dengan tingkah Jenny, dan segera mendaratkan gelas es teh manis ke pipi putrinya.

"Makkk...! Astaga, dinginnn...!"

"Maka itu jangan ngelamun. Ini tuh udah jam dua, Jen. Sebentar lagi sore dan tau kan itu tandanya apaan?"

"Iya, mak. Paham! Bakalan ada yang jajan pisang goreng coklat atau pisang goreng keju buatan emak kayak biasa dulu keliling, kan?"

"Nah, tuh tau. Jadi sekarang lo parutin dah tuh keju. Anak gadis kok kerjaannya ngelamun aja! Belum juga resmi jadi Nyonya Januar Arifin, udah ketakutan aja mikir dia di ambil orang. Istigfar, Jennn... Nyebut biar nggak curigaan terus sama dia yang sibuk nyari duit bakal nikahan kal--"

"Lo bilang kemarin udah nikah! Mana yang bener lo? Di tangga pas nabrak gue bilang belum, tapi kenapa kemarin lo bilang udah nikah pas gue mau nyi-- Hempphhh... Woiii... Hemphhh..." Jimmy tak dapat melanjutkan perkataannya.

"Sialan! Ada Emak gue, Bego!" bisik Jenny sangat takut ketahuan oleh Ibunya.

"Lepasin! Gue mau minta kejelasan, kenapa sampai kemarin lo bilang status lo udah menikah? Padahal tadi Ipah sama Emak gue bilang, lo belum menikah sama sekali!"

Skak mat!

Wajah Jenny merah seperti kepiting rebus kala itu, Jimmy yang berteriak bahkan sudah berhasil membuat Mak Ratna mematikan kompor gas yang ia pakai untuk menggoreng sisa pisang dan menatap bingung ke arah putrinya.

"Iy-ya, emang kenapa kalo gue bilang gitu?! Masalah buat lo?"

Ups... Jenny benar-benar membuang jauh-jauh letupan mercon sunatan yang beberapa detik lalu beraksi dalam hatinya.

"Ka-karena gue... Karena mau lo bayar utang-utang lo ke gue!"

"Hah? Utang?!" itu suara Mak Ratna yang kaget setengah mati, "Emang si Jejen punya utang apa sama kamu, Nak Jimmy?" dan menanyakan hal tersebut secara baik-baik menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada Jimmy.

"Ck! Jangan percaya sama beleguk satu ini, Mak. Jejen nggak mungkin punya utang sama siapa pun, apalagi sama dia! Ogah banget! Makan nasi pake garam juga gue jabanin dah dari pada harus melas-melas ke orang model gini. Amit-amit!" cerocos Jenny, menepis cengkeraman tangan Jimmy.

Ia kembali masuk ke dalam warung kopinya dan Jimmy sangat murka dengan jawaban dari gadis yang sejak kemarin sedikit mengelitik hati terdalamnya.

"Egh, Nak Jimmy. Maafin Jejen, ya? Dia biasa aneh gitu. Mari duduk dulu, Nak. Kebetulan Emak lagi goreng pisang tuh. Masih super anget, apalagi kalau makannya sambil ngopi. Jadi tung--"

"Nggak usah, Mak," sanggah Jimmy secepatnya, "Saya ke sini cuma mau pastiin aja soal status Jenny biar dia nggak nipu saya lagi kalau pas utangnya saya tagih," jelas Jimmy, membuat Jenny lekas berbalik dan menatap tajam ke arahnya.

"Iya, nggak apa-apa. Tapi utang apa itu, Nak Jimmy? Apa Jenny pinjam duit sama kamu buat warung--"

"Nggak, Mak! Jejen nggak punya utang apa-apa sama orang gila yang satu ini! Jejen bikin warung ini juga bukan hasil dari keringat siapa pun, termasuk bukan juga dari duit Bang Januar walaupun dia tunangan Jejen!" sanggah Jenny dan tubuh Jimmy melemas seketika.

"Oh, jadi cincin polos di jari manisnya itu cincin tunangan," batin Jimmy terdiam beberapa detik.

"Duh, Nak Jimmy. Ibu makin bingung deh. Ya udah ngopi dulu aja ya? Pas juga Ibu lagi mau ngangkat cucian nih. Mungkin kalian berdua lagi ada masalah kali, ya? Jadi Mak tinggal dulu aja deh," ujar Mak Ratna, membuat Jimmy sadar dari lamunannya.

"Nggak usah, Mak. Di sini aja dulu. Jejen takut sama nih orang. Seremmm..." bisik Jenny menarik tangan Ibunya.

"Gue apa lo yang serem sampai bisa ngegampar gue duluan kemarin pagi di tangga Rusun?" sinis Jimmy dan Mak Ratna terkejut.

"Astaga, Jejennn... Jadi ini masalahnya?! Lo apaan Nak Jimmy, Jen? Dia ini anak baek yang sering bantuin warga sini kalau mau hajatan tapi kurang modal. Ya ampun, Jennn... Tega bener lo ye? Lo kesambet apaan, Jen?!" amuk Mak Ratna dan Jenny berbalik kembali masuk ke dalam warung.

"Jenny nyenggol saya duluan, Mak. Sampai handphone saya lecah layarnya terus sekarang lagi di Service, tapi sama Jenny malah saya di gampar karena di bilang saya yang duluan nabrak," jujur Jimmy.

"Ya salammm... Maafin si Jejen ya, Nak Jimmy? Dia mah suka sensi orangnya. Maklum mau nikah tapi di tunda terus sama cal--"

"Makkk..." teriak Jenny memotong.

"Alah biarin aja. Emang kenyataannya gitu, kan? Laki pilihan lo itu tukang PHP terus, Jen! Kalau pulang dari Malaysia juga mana pernah mau kunjungi Emak. Dari kita masih ngontrak kost petakan sampai udah pindah ke Rusunawa beginian juga dia emang kagak pernah ada sopan-sopannya. Kalau bukan karena lo yang katanya cinta sama tuh laki? Udah aja lo gue carikan jodoh yang lebih dari tuh laki. Nak Jimmy ini kek contohnya. Iya kan, Nak Jimmy?"

"Egh. I-iya, Mak!" dan Jenny langsung berkacak pinggang mendengar ocehan sang Ibu.

"Gue mendingan kagak usah kawin seumur hidup, dari pada nikah sama laki model dia ini mah. Otaknya mesum banget! Bisa makan hati gue tiap hari. Baru kenal sama cewek aja udah langsung main nyium-nyium segala, apalagi kalah kenal sehari dua hari. Bakalan di ajak tidur kali! Iya kalo sehat tuh cewek, kalo ternyata punya pengakit HIV? Ya pasti Jejen juga ikut ketularan dan mati sia-sia kali, Mak. Ogahhh...!" sahut Jenny dan kedua orang itu meradang di buatnya.

"Jen, jaga bicara lo!"

"Nggak apa-apa, Mak. Biarin aja Jenny mau ngomong apaan. Intinya saya mau kasih ini aja, Mak. Tolong di tebus karena saya lagi butuh banget," ujar Jimmy menyodorkan nota palsu yang ia dapatkan dari konter handphone milik temannya.

"Ini, apaan Nak--"

"Sini, Mak. Biar nanti Jenny yang ke sono buat bayaran," Jenny merampas nota itu dari tangan Mak Ratna, "Maaf udah bikin rusak handphone lo. Tapi gue juga bakalan bikin nota kayak gini, karena kemarin lo udah nyium gue tanpa izin!"

"APAAA...?!" teriak Mak Ratna dengan mata hampir terpelocok keluar.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Sayang Om
8.1
Noelia, siswi SD berusia delapan tahun, tumbuh tanpa orang tua dan hanya diasuh oleh Tante Novi. Kesehariannya yang sepi berubah sejak kehadiran pasangan pengantin baru, Wisnu dan Santi, sebagai tetangga. Kehangatan Wisnu memberikan Noe kasih sayang figur ayah yang selama ini ia dambakan. Seiring berjalannya waktu, kedekatan yang terjalin selama bertahun-tahun menumbuhkan benih cinta di hati Noe, hingga akhirnya ia berani menyatakan perasaan sayangnya pada Wisnu.
Sampul Novel AYAH JANGAN!!
8.7
Kehidupan Putri yang tampak tenang menyimpan rahasia kelam yang menghancurkan jiwanya. Di balik parasnya yang cantik dan sikapnya yang manis, ia terjebak dalam penderitaan tak berujung sebagai pelampiasan nafsu ayahnya sendiri. Terbelenggu oleh rasa takut yang luar biasa dan trauma mendalam, Putri hanya bisa bungkam. Ia tidak berani menceritakan kekejaman sang ayah kepada siapa pun, sementara batinnya terus menjerit menghadapi horor di rumahnya sendiri.
Sampul Novel Balas Dendam Manis Sang Ratu Miliarder
9.0
Pasca diusir, Helen menyadari bahwa ia bukan putri kandung di keluarganya. Meski dirumorkan kembali ke keluarga miskin yang eksploitatif, kenyataan justru berkata lain. Ayah kandungnya adalah miliarder yang sangat memanjakannya. Di balik itu, Helen memegang paten desain bernilai fantastis dan menjadi mentor astronomi nasional. Saat orang lain menanti kegagalannya, ia justru meraih status legendaris dan menarik perhatian pria misterius yang berkuasa.
Sampul Novel Berlian yang Tersamarkan
9.3
Dahulu pewaris manja, Evelyn jatuh miskin setelah dijebak putri asli dan diusir orang tua angkatnya. Namun, ia bangkit dengan mengungkap identitas rahasianya sebagai peretas, desainer, dan dokter jenius. Saat orang tua angkatnya menuntut hartanya, Evelyn menolak dengan tegas. Ia pun mencemooh mantan tunangannya yang memohon kembali. Di tengah kemenangannya, seorang pria berkuasa datang melamar, menawarkan masa depan baru yang tak terduga bagi sang berlian.
Sampul Novel BUKAN PERNIKAHAN KONTRAK
9.7
Selena terjepit di antara kesetiaan cinta dan tuntutan keluarga. Kematian sang ayah dan biaya medis ibunya yang membengkak memaksa Selena mencari jalan keluar cepat. Saat kekasihnya menghilang tanpa kabar, Daniel hadir menawarkan kesepakatan pernikahan kontrak. Selena terpaksa setuju demi bertahan hidup. Namun, situasi menjadi rumit saat kekasihnya kembali untuk melamar, dan terungkap bahwa Daniel memiliki ikatan keluarga dengan pria tersebut.
Sampul Novel Cinta Itu Hanya Sebuah Kebohongan
8.3
Demi Rangga, aku merelakan desain terbaikku agar ia menang. Namun, di malam perayaan, pengkhianatannya terungkap. Ia menyebutku alat bisnis dan mengumumkan pertunangan dengan Zahira. Setelah malam intim kami, ia justru menyuruhku meminum pil pencegah kehamilan. Sepuluh tahun cintaku hancur seketika. Aku pun pergi menjauh untuk menata hidup baru. Saat aku mulai bahagia, Rangga tiba-tiba muncul kembali dan terobsesi mengejarku meski dulu telah membuangku.