Sampul Novel WARUNG KOPI JENNY

WARUNG KOPI JENNY

8.8 / 10.0
Dalam romance modern WARUNG KOPI JENNY, Jennyta membangun usaha di Rusunawa Depok setelah menjadi TKW. Namun, hidupnya terusik oleh Jimmy, mantan preman setempat. Di tengah konflik ini, Jenny harus memilih antara Januar atau beralih ke hati Jimmy. Baca selengkapnya di web novel ini.
Ringkasan WARUNG KOPI JENNY
Jennyta, mantan TKW Malaysia, kini menetap di Rusunawa Depok demi ibunya. Modal yang tersisa ia gunakan untuk membuka warung kopi sederhana. Namun, kedamaiannya terusik oleh Jimmy Waluyo, mantan preman yang gemar mengganggunya setiap hari. Di tengah perselisihan yang terjadi, muncul benih cinta yang tak terduga. Akankah Jennyta sanggup melupakan pesona kekasihnya, Januar Arifin, lalu membuka hati untuk Jimmy yang selama ini menjadi pengganggunya?
Baca Selengkapnya

WARUNG KOPI JENNY Bab 1

"Mak, air panasnya udah?" Jenny bertanya di sela cepolan rambutnya yang hampir selesai ia buat.

"Udah semua, Jen. Pokoknya beres dah. Lo turun gih sono. Kelamaan dandan keburu rejeki lo di patok ayam jago tuh nanti," cerocos Mak Ratna, yang baru saja naik ke Rusunawa miliknya.

"Ya kali digorok aja tuh Ayam jago napa, Mak. 'Kan enak bisa bikin ayam goreng atau di semur pake jengkol. Ribet amat!"

"Astaga naga nih anak! Masih aja terus nyolot. Jodoh lo jauh ntar, Jen!" kesal Mak Ratna akhirnya memilih menuang segelas air ke dalam gelas dan meminumnya hingga tandas.

Jenny terkekeh melihat Ibunya berhenti menggerutu, dan segera berpamitan untuk turun dan melanjutkan aksi pertamanya di Warung kopi.

"Jejen turun dulu ye, Mak? Nitip daleman kalo Emak mau ke laundry!" teriak Jenny yamg sudah berada di depan pintu.

"Emak bakal nyuci sendiri! Duitnya udah tipis bakal modal elu jualan, kan? Heran banget deh. Kenapa nggak lu cuci aja sendiri ntar pas udah tutup?"

"Jejen mau buka 24 Jam, Mak."

"Astaga! Yang bener lu? Kuat emang?" Mak Ratna terkejut bukan main.

Jenny tertawa semakin keras dan kembali repetan Mak Ratna terdengar sebelum pintu ia tutup.

"Makkk... Mak! Ya, mana kuatlah Jejen buka sampai 24 jam. Yang ada malah ketemu pocong pengen ngopi kayak film Suzanna pesen sate!" seru Jenny terus saja terbahak.

Ia berniat turun ke bawah, karena memang ia mendapat hunian di lantai lima.

Sayangnya satu insiden tak di duga terjadi, dan perkara besar timbul bagaikan bom atom yang tiba-tiba membumi hanguskan kota Hiroshima dan Nagasaki.

BRUGH... PRANK...

"Aduh!"

"Handphone gueee...!"

Perang dunia di buka.

"Woi, ganti rugi! Handphone gue pecah nih LCD-nya!" teriak suara berat seseorang yang di tabrak Jenny.

"Enak aja! Lo duluan yang nabrak gue, keles! Kenapa harus gue yang ganti handphone lo? Aneh!" Jenny tak terima, karena memang itulah kenyataan yang terjadi.

"Alah, alasan lo! Gue nggak mau tau lo musti ganti nih handphone gue! Ini barang baru gue, tau! Sial--"

"Apa lo bilang? Sialan? Egh, elo tuh yang bikin sial gue! Nih, lo liat siku gue," jawab Jenny menunjukkan sikunya yang berdarah, "Gue juga minta duit ganti rugi buat ke Dokter karena lo udah aniaya gue, tau! Jadi cepet kasih duitnya cepetan!"

"Yah, udah ada cincin polos di jarinya. Bini orang dong nih cewek berarti. Ck, cakep tapinya dia. Nggak bisa di apa-apain dah. Padahal bodynya--"

"Heh! Ngelamun lo?! Ye sarap nih laki! Udah aneh, stres tingkat dewa pula! Habisin waktu gue aja," kesal Jenny hendak melangkah maju.

"Urusan kita belum kelar! Gue nggak peduli lo udah punya Suami dan lo mau laporin ke dia atau ke siapa pun! Intinya Handphone gue rusak dan elo akibatnya!"

"What?! Suami? Kapan gue nikahnya? Kawin aja belom. Jangan ngarang lo, ya? Minggir lo. Gue buru-buru!" dan Jenny melangkah juga.

"Hah? Beneran dia belum nikah? Belom kawin juga? Wah, seriusan nih? Pas banget dong kalo gitu! Misi gue harus berhasil kali ini," Jimmy bersorak dalam hati, namun langkah kaki Jenny sudah jauh hingga ke lantai tiga.

Tapi bukan Jimmy Waluyo namanya jika kalah sebelum bertanding, sebab kini kakinya pun segera turun mengikuti langkah si gadis manis bermulut pedas itu ke bawah.

"Ck! Ke mana dia? Cepet amat ngilangnya. Buset! Jangan-jangan mahluk jadi-jadian la--"

"Siapa yang mahluk ghoib jadi-jadian, Bang? Mana pisang gorengnya? Ipah tungguin dari tadi, malah ada di sini! Nyebelin aja lo. Awas sana deh! Ipah mau beli ke warungnya Mpok Jenny aja tuh baru buka di bawah. Sekalian sama es kopi. Tunggu Abang mah banyakan janjinya. Sampai lebaran monyet juga nggak kesampain terus," dan itu adalah suara di centil Saripah Waluyo, Adik satu Bapak dari Jimmy Waluyo.

"Ikut, Pah. Biar Abang yang bayarin deh ntar. Jadi lunas deh utangnya. Iya, kan?"

"Terserah, Abang deh. Ayo kalo gitu!"

Maka turunlah kedua Kakak beradik itu ke bawah, dengan maksud nongkrong di warung kopi baru.

"Emang di mana tempatnya, Pah? Beneran ada warung kopi baru emang?" Jimmy yang penasaran, akhirnya bertanya juga.

Tapi Saripah sibuk mengutak atik ponsel pintarnya, sehingga Jimmy pun kembali teringat insiden sial yang menimpa barusan.

"Heh, ini mah cuma anti goresnya yang pecah. Mau aja tuh cewek gue kibulin. Tapi tetap aja sial beneran karena nggak sempet dapat nomor handphonenya. Ach, elah! Oncom lo, Jim!"

"Abang ngomong apaan sih? Kayak orang gila tau nggak?! Suka banget dari dulu senyam senyum atau ngedumel sendiri. Jangan aneh deh, Bang. Udah gede tau!" repet Saripah berbalik tiba-tiba, "Lha itu kenapa di lepas anti goresnya?" tanya Saripah.

"Gue tadi di tabrak cewek di atas, tau! Makanya jadi hancur gini anti goresnya. Untung cuma ini doang! Coba kalau rusak beneran? Rugi 'kan gue? Sialan emang tuh cewek! Pengen gue cipok aja mulutnya tadi!"

"Yeee... Bini orang jangan-jangan lagi, Bang. Asal main cipak cipok aja! Lagian kalo rusak yah beli baru dong, Bang. Bosnya Abang 'kan baik tuh. Suka royal sama--"

"Egh! Itu dia tuh cewek yang tadi! Mau lari ke mana lo sekarang, hah?! Gue pepet lo sampai dapat," batin Jimmy setengah berlari, dan meninggalkan sang Adik di belakang.

Tak peduli Saripah meneriaki namanya, Jimmy pun sudah hampir dekat dengan Jenny yang berjalan menuju ke warung kopinya.

"Kalo lo nggak mau ganti handphone gue yang lo rusak? Gue bakalan laporin lo ke polisi! Jadi ganti atau kalau lo mau, cepet kasih nomor handphone lo ke gue sekarang?!" ucap Jimmy mencekal lengan Jenny.

Secara otomatis gadis manis itu berbalik dan tangannya refleks melayang satu tamparan keras di pipi Jimmy.

PLAK!

"Mpok Jejennn...! Astagaaa...!" teriak Saripah berlari menghampiri keduanya, "Ini itu Abang-nya Ipah, Mpok. Bang Jimmy yang aku ceritakan kemarin. Kok malah Mpok tampar sih?" kesal Saripah, dan Jenny kikuk di tempatnya.

"Urusan kita belum selesai, Mpok Jejen yang manis! Karena lo berani nampar gue, hem? Harus ada bayaran lebih yang gue dapatin habis ini! Intinya Ipah kenal sana lo, jadi informasi apapun tentang lo bakal gue dapatin dari dia nanti!" batin Jimmy dengan wajah yang sudah sangat memerah.

Tak ada lagi satu kata pun yang keluar dari mulutnya, selain dua kaki yang melangkah cepat menuju ke arah parkiran Rusunawa.

"Ipahhh... Mpok nggak sengaja, Pah. Abang lo yang mulai duluan, tuh. Bagaimana ini?" Jenny nampak shock dengan perbuatannya.

"Udah, nanti Ipah kasih nomor handphone Bang Jimmy deh. Mpok Jejen minta maafnya lewat SMS aja kalau ngerasa nggak enak hati, oke?" bujuk Saripah, "Lagian dia itu gampang banget baiknya kali, Mpok. Ntar sore bikinin aja kopi sama pisang goreng kalau pulang kerja, pasti udah nggak marah lagi. Gampang, kan?" Dan keduanya tersenyum, menuju ke arah warung kopi baru milik Jenny.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi WARUNG KOPI JENNY

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Daddy's Princess (21+)
8.4
Dominic menjalani peran sebagai ayah angkat bagi Bee, namun kehadiran sosok dosen tampan bernama Nathan mulai mengubah dinamika kehidupan mereka. Hubungan ketiganya terjalin dalam narasi penuh emosi yang mendalam dan kompleks. Konflik hati serta ketegangan asmara mewarnai setiap babak perjalanan mereka, membawa pembaca menelusuri sisi dewasa dari sebuah komitmen. Sebuah kisah romansa modern yang menantang batas perasaan antara perlindungan dan cinta.
Sampul Novel Di Pemberhentian Terakhir
9.4
Rana adalah mahasiswi yatim piatu yang berjuang kuliah melalui jalur beasiswa. Kesehariannya hanya terbagi antara belajar dan bekerja hingga ia bertemu Reva, sahabat pertamanya. Namun, ketenangan hidupnya mulai terusik saat Reno muncul dan sosok dari masa lalu kembali hadir. Hubungan mereka kian rumit ketika Dito masuk ke dalam lingkaran pertemanan tersebut. Kini, Rana harus menghadapi konflik perasaan yang melibatkan keempat orang terdekatnya itu.
Sampul Novel DIONESA
8.9
Kehidupan Sasa berubah total saat pindah ke sekolah baru dan harus duduk sebangku dengan Dion, siswa dingin yang anti-sosial. Di saat yang sama, Sasa terpukul mengetahui ayahnya memiliki kekasih baru. Melihat Sasa yang terus murung, Dion yang semula tertutup perlahan mulai peduli dan membuka diri. Kedekatan ini menumbuhkan rasa nyaman di antara mereka hingga rahasia pribadi Dion terungkap, memicu benih cinta yang mulai terpendam di hati masing-masing.
Sampul Novel Gadis Tanpa Ayah
8.8
Suci didera guncangan batin hebat setelah mengungkap rahasia kelam di balik kelahirannya. Kenyataan pahit bahwa dirinya adalah buah dari tindakan pemerkosaan membuatnya hancur dan kehilangan arah. Di tengah krisis identitas tersebut, sang kekasih yang berprofesi sebagai polisi datang membawa lamaran pernikahan. Namun, luka masa lalu itu memicu keraguan besar dalam hati Suci untuk melangkah ke pelaminan dan membangun masa depan bersama pria pilihannya.
Sampul Novel Hancur Karena Janji Palsu Suamiku
9.2
Ananda setia merawat Prabu dari kelumpuhan hingga pulih, namun ia dikhianati saat suaminya berselingkuh dengan Safira. Ketika adik Ananda, Asma, dilecehkan oleh kakak Safira, Prabu menolak membantu hingga Asma bunuh diri. Kekejaman berlanjut saat Safira merusak makam Asma demi kucingnya. Meski Prabu akhirnya sadar dan menghancurkan Safira, penyesalannya terlambat. Saat ia berlutut memohon kesempatan kedua, Ananda menolak dengan dingin tanpa keraguan.
Sampul Novel Istri rahasia Dosen dingin
8.1
Kayra adalah mahasiswi yang terpaksa menari pole dance di klub malam demi biaya hidup. Namun, rahasianya terbongkar oleh Alvin, dosen dingin yang kemudian mengancam karier akademisnya. Kayra dipaksa menikah hanya untuk menjadi alat balas dendam Alvin terhadap mendiang mantan kekasihnya. Di tengah hubungan toksik ini, Alvin berniat membuangnya setelah satu tahun, tetapi Kayra bersumpah akan membalikkan keadaan dan mengikat Alvin selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan