Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Warna Warna Mirna

Warna Warna Mirna

Tumbuh besar di tengah hutan karet bersama sang ibu yang tak stabil, Mirna yakin sanggup hidup mandiri tanpa bantuan siapa pun. Namun, takdir mempertemukannya dengan Erlangga, siswa berprestasi yang terpikat oleh pesonanya. Meski Mirna bertekad menghindari cinta dan pernikahan, pertemuan ini membawa drama penuh kesedihan dan unsur mistis. Setelah dipermalukan oleh Mirna, mampukah Erlangga bertahan? Ikuti perjalanan pelik mereka yang melampaui kisah sekolah biasa.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pong burung cinta kasih. Terbang di kesa berengen koneng. Hinggap di behu kidau Mir. Bertengger di behu kanan Mir. Bertelur di hati lidah Mir. Bersarang di hati tangan Mir ...

Dia lebih mendekatkan lagi kertas kusut itu, ingin membaca lebih jelas apa yang tertulis. Tulisan dalam kertas itu lebih buruk lagi. Wanita itu tidak menyerah, beberapa lama mulutnya membuka lagi.

Menetas di anak mate kanan mir. Singgah turun kedunia menunduk sendi Mir. Orang sejagat segendang alam. Sehelai sipatku tidak berubah lagi. Segendang sebelai raya. Sigat cahya wang hanya melihat mukaku-

Mestinya kata –ku semua diganti Mir, karena ingin cepat dia sering lupa menggantinya.

...

Meraba kertas kuning yang sudah lusuh itu. Mendekatkan pada lampu minyak, membolak baliknya berulang, mulutnya masih berdesis.

Mirna terbangun oleh suara berisik itu. Dia melihat ibunya memegang kertas kuning lusuh dibawah lampu minyak. Sesaat seperti nenek sihir dalam cerita Hansel dan Gretel.

Mirna mendecih, dia ingat, suatu ketika berlari kedalam hutan itu, ingin menemukan sang nenek sihir. Entahlah kenapa waktu itu dia berpikir lebih baik jadi budak si nenek sihir atau mati dalam panci masakannya daripada hidup seperti hidupnya.

Selama enam tahun mereka tinggal di tengah hutan, Mirna tidak takut apapun lagi, seolah semua cerita hantu juga hilang saat mereka mulai menetap di sana. Mirna dan ibunya bersepakat, tidak takut mati, karena itulah mereka tidak takut apapun lagi.

Pong burung cinta kasih, pong burung cinta kasih!.

“Umak!” Panggil Mirna. Gadis kecil itu duduk. Menatap ibunya dengan mata masih mengantuk. Dia tak ingin perduli kelakukan ibunya, hanya sepertinya ibunya semakin tidak waras.

Sekarang dia bukan gadis kecil umur sepuluh tahun lagi, Mirna sudah kelas dua SMP, dia sudah mengerti hal yang pantas dan tidak, hal yang benar atau tidak. Melihat ibunya terus-terusan membaca tulisan di kertas lusuh yang entah darimana, lama-lama dia juga merasa tidak waras.

“Mirna itu cantik. Tapi cantik saja tidak cukup. Dia harus punya pengasihan.”

Mirna pernah mendengar obrolan itu suatu ketika.

“Ini ilmu paling mujarab Mirna, orang-orang sering tidak berhasil melakukan ritualnya, kalau dia diberkati. Dia akan jadi gadis paling beruntung di dunia ini.”

Mirna mengintip, mata ibunya berbinar-binar.

“Kau beruntung, rumah kalian dekat muara tiga sungai!”

Kata ibunya setelah itu,

“Kau anak baik, kau anak cantik, jangan bernasib seperti Umak, ya.”

“Mirna, kau ingin Mak bahagia, menikahlah dengan orang kaya, Nak.”

“Ini mantra paling mujarab. Paling mempan. Kau tak perlu menghafalnya, Mak yang akan bacakan ....”

“Berhentilah!” Gadis itu mendekati, masih setengah mengantuk, dipaksanya bangun. Gerakannya yang tergesa bersitubruk dengan piring dan cangkir kaleng. Menimbulkan suara berisik lebih meriah lagi.

“Umak ...” Bungsu terbangun dan merengek.

Mereka berdua menoleh. Mirna terus mendekati lampu minyak.

Ibunya mengawasi Mirna, Mirna menatap ibunya. Mereka saling waspada.

Ibunya mengalah, perlahan mendekati bungsu yang terus merengek, dan menenangkannya.

Mirna menoleh pada kertas itu, belum sempat dia meraihnya, tangan kekar ibunya mengambil dengan gegas, membuat si bungsu yang terlepas dari pelukannya merengek lagi.

“Kau akan mewujudkan mimpi kita. Kau akan menikah dengan orang kaya.” Ibu memandang Mirna dengan tersenyum. Mirna memandang ibunya dengan pandangan tak mengerti.

“Berhentilah mengkhayal, Mak. Sudah. Berhenti!” Mirna jadi geram juga. Mungkin ibunya sekarang sudah setengah gila.

“Mir tidak akan menikah!” Tegasnya.

“Seribu mantra yang Umak rapalkan, sepanjang malam empat puluh hari empat puluh malam atau mandi di sepuluh muara. Mir tidak akan menikah!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos Setan Idaman
9.0
Kehidupan Dita berubah drastis setelah takdir mempertemukannya dengan Raga, sosok pria misterius yang ternyata merupakan jelmaan setan. Meski Raga dikenal sangat pendiam dan irit bicara, ia kerap menunjukkan sisi manis yang tak terduga kepada Dita. Ketegangan muncul saat sang bos tiba-tiba menyatakan perasaan cintanya secara terang-terangan. Dita yang terkejut menganggap pengakuan itu hanyalah bualan belaka, meski kini nasibnya terikat pada pria tersebut.
Sampul Novel Immortal and The Beast
9.1
Pasca perang berdarah 100.000 tahun silam, Theodore bangkit melalui mantra kuno. Namun, alih-alih pulih dalam 10.000 tahun, roh sang Immortal justru terbangun di masa depan dalam tubuh pemuda lemah yang sering dirundung. Di dunia yang kini terancam monster, ia bertekad menjadi Hunter, pahlawan pembasmi makhluk buas. Meski raga barunya rapuh, pengalaman tempur dari masa lalu akan membantunya menaklukkan tantangan demi mengubah nasib malang sang pemilik tubuh.
Sampul Novel JARAN GOYANG PENARI JAIPONG
8.3
Terbakar api cemburu melihat Abimanyu memadu kasih dengan sahabatnya sendiri, Kamila nekat menempuh jalan hitam. Ia mengamalkan Ajian Jaran Goyang pemberian Nyai Winarsih, sosok tua yang secara misterius tetap berparas jelita. Kamila tidak menyadari bahwa tindakannya menyeretnya ke dalam pusaran sumpah masa lalu sang nyai. Obsesi buta ini membangkitkan petaka kuno yang telah terkubur puluhan tahun, mengancam nyawa demi sebuah cinta yang dipaksakan.
Sampul Novel Jiwa Yang Tertukar
8.1
Rose, wanita Jerman di Bogor, mendapati hubungannya dengan Herdi mendingin sejak kehadiran Ningsih. Keajaiban aneh terjadi saat tubuh mereka tertukar secara tiba-tiba. Diusir dari apartemen karena kepanikan, mereka harus beradaptasi. Herdi memanfaatkan kecantikan Rose untuk bisnis meski sering digoda pria, sementara Rose justru menjadi pria lemah yang kerap ditindas. Di tengah konflik identitas ini, mereka berjuang bertahan hidup dalam raga yang bukan miliknya.
Sampul Novel Pelangi Di Atas Singasari
8.6
Mahesa, putra Arjuna dan Ken Rukmini, terjebak dalam intrik Kerajaan Pedang Wangi saat menghadapi ancaman Joyorono serta pasukan Mong. Didampingi Niken Wulandari, ia nekat bersekutu dengan Mong demi menumbangkan musuh, namun justru dikhianati. Untuk menyelamatkan negeri, Mahesa harus mengungkap rahasia masa lalu dan membangkitkan kekuatan pusaka Wesi Wangi. Di tengah pengkhianatan istana, ia belajar bahwa kepemimpinan sejati menuntut pengorbanan ego demi rakyat.
Sampul Novel Pendekar Serigala Putih
8.8
Setiap lima abad, ancaman besar menghantui Nusantara melalui bangkitnya sang Pendekar Iblis yang membawa petaka. Kirana Sasmaya, putri Chandika Kalandra sekaligus keturunan pahlawan Bhadrika, memikul takdir berat. Ia tidak hanya dilatih menjadi pendekar tangguh, tetapi juga ditakdirkan sebagai penyihir terhebat sepanjang masa. Mampukah Kirana menggapai impian menjadi Pendekar dan Penyihir Putih demi menumbangkan dominasi kegelapan Pendekar Iblis?