Sampul Novel Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar

8.1 / 10.0
Rose, wanita Jerman di Bogor, mendapati hubungannya dengan Herdi mendingin sejak kehadiran Ningsih. Keajaiban aneh terjadi saat tubuh mereka tertukar secara tiba-tiba. Diusir dari apartemen karena kepanikan, mereka harus beradaptasi. Herdi memanfaatkan kecantikan Rose untuk bisnis meski sering digoda pria, sementara Rose justru menjadi pria lemah yang kerap ditindas. Di tengah konflik identitas ini, mereka berjuang bertahan hidup dalam raga yang bukan miliknya.

Jiwa Yang Tertukar Bab 1

Perempuan berambut keriting pirang berjemur di pantai dengan pakaian yang tipis dan minim. Sambil melentangkan tubuhnya menghadap matahari yang bersinar cukup terang.

Ia ingin kulitnya sedikit kecoklatan seperti eksotis menurut mereka kulit putih tidak menarik, banyak perawatan kecantikan di luar negeri menggunakan alat canggih untuk merubah warna kulit tetapi tidak di anjurkan untuk usia kurang dari 18 tahun.

Seorang pria berjalan sambil mendengarkan musik menggunakan celana pendek dan telanjang dada. Berteriak cukup keras hingga membuat telinganya berdengung.

"Bisakah mengurangi volume suaramu" teriak rose yang berjalan mendekati pria itu. Sambil menaruh kedua tangannya di pinggang dan melotot kesal.

"Oh maaf nona aku tak mendengar apa yang kamu katakan, coba katakan sekali lagi." Ujar pria berwajah manis.

"Jangan berteriak aku pusing mendengar suaramu." Sahut perempuan berambut pirang.

Ia menganggukkan kepala lalu membuka kacamata hitamnya yang besar.

Mengedipkan mata berkali-kali sedikit gugup rupanya pria yang ia marahi mempunyai wajah yang tampan.

"Maaf aku permisi ke kamar mandi ya kamar mandi benar" lalu berjalan cepat sambil melepas sandal.

"Oke juga bule itu" ujar hardi mengikutinya dari belakang. Kemudian duduk di depan pintu kamar mandi.

"Aku salah memarahi orang ternyata dia sangat tampan benarkan swift??" Ujarnya bertanya pada teman perempuan yang sedang menyisir rambut.

"Menurutku biasa saja rose aku tak suka pria asia kekasihku di inggris lebih tampan" sahut swift pada perempuan itu yang bernama rose.

"Kalau begitu seleramu membosankan. Pria asia berbeda mereka terlihat baik tidak seperti di negara kita banyak pria hidung belang." Sambil menggunakan lipstik.

"Kamu salah tidak semuanya begitu aku berani taruhan" sambung swift menggebu-gebu.

Mereka berjalan keluar sambil mengikat rambut pria itu sudah ada di depan menghalangi jalan. "Minggir aku tak ada waktu bermain-main" ujar rose.

"Aku tidak bermain denganmu. Siapa namamu cantik." Sambil tersenyum. Akhirnya menyodorkan tangan "Rose" singkat.

"Namaku hardi, bolehkan kita berbincang-bincang di sana" telunjuknya mengarah ke suatu tempat saung kecil terdapat meja dan kursi dari kayu.

"Baiklah tapi hanya 30 menit saja. Aku ada urusan" ia menganggukkan kepala kemudian berjalan sambil sedikit menoleh pada wajah rose.

"Jangan melihat wajahku terus menerus aku bukan cermin" sambil duduk. Sementara swift meninggakan mereka berdua memesan es kepala muda.

"Jujur aku kagum melihat wajahmu yang cantik. Isteri idaman" tertawa tipis.

"Masih jauh membahas pernikahan aku masih muda usiaku 22 tahun" sontak herdi melongo.

"Tetapi terlihat lebih dewasa ya ku kira 30 tahun" menggelengkan kepala sambil menggeserkan gelas lalu menghirup sedotan.

"Terima kasih, siapa namamu." Ujar herdi pada temannya. "Swift" sahutnya perlahan.

Setelah beberapa jam mereka semakin akrab lalu bertukar nomor telepon. Swift yang tampak bosan mengajak rose kembali ke hotel tetapi sulit. Akhirnya berinisiatif pulang lebih dulu.

Herdi semakin berani mendekati rose lebih dekat lagi, mereka saling merangkul padahal baru saja kenal. Swift yang tak menyukai herdi seolah-olah muak melihatnya.

"Pria tak tahu malu" ujar swift bergumam dalam hatinya. Kemudian masuk ke dalam mobil menggunakan taxi online.

Rose tampak menikmati pelukan herdi yang merangkulnya dari belakang, menganggap sesuatu yang sudah biasa. Tetapi herdi cepat sekali mengambil keputusan mengajaknya menikah.

"Yakin?? Kita baru saja kenal aku tak percaya" malam itu herdi mengecup pipinya sambil berbisik. "Aku serius, minggu depan deh." Rose langsung membalikkan tubuhnya yang duduk di atas paha herdi.

"Janji takkan mengecewakanku sebetulnya masih sangat muda untukku menikah" sambil mengelus hidungnya lalu mencubit.

"Aku pulang sekarang ya lihat sudah malam" ujar bule itu langsung pergi berlari ke dalam mobil.

"Aku belum puas berbicara dengannya terlalu terburu-buru" lalu duduk sambil merokok.

Sekitar jam 10 malam ia jalan ke dalam vila lalu menyapa beberapa pria yang duduk bersandar sambil bersiul.

"Yuk gabung kemana saja dari tadi hilang" teriak salah satu temannya.

"Cari angin terus ketemu sama yang cantik" tertawa sambil berjalan cepat masuk ke dalan kamar.

Herdi segera kirim pesan lewat ponselnya.

"__Kapan ketemu lagi ya aku kangen" ujar herdi.

"__Besok aku pulang ke jakarta kalau begitu besok satu jam saja menyempatkan waktu bertemu denganmu."

"__Ok ok jangan lupa kecup pipiku ya" sambil mengirim emoji tertawa di akhir percakapan.

"__Katanya mau menikah denganku ya tak semudah itu" sambung rose yang mulai beradaptasi.

"__Ya aku pasti melamarmu tunggu saja tanggal mainnya"

Herdi tak bisa tidur hingga larut malam temannya yang bernama ovi datang menepuk dari belakang sambil mengagetkannya.

"Gimana kalau jantungku copot tidak lucu tau" sambil memainkan ponselnya melihat wajah rose. Ovi mengintip lalu mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi menghadap ponsel milik herdi.

"Eits siapa tuh perempuan itu cantik sekali ah bule nih, tumben kamu tidak cari yang lokal. Biasanya cari yang berambut hitam." Ledek ovi yang berpostur tubuh kurus kering menggunakan kawat gigi.

"Ih apa sih tidak perlu banyak bertanya. Pokoknya aku suka sekali sama bule ini susah di jelaskan dengan kata-kata"

"Masa sih kalau begitu aku boleh dong kenalan. Kasih tau teman-teman ya." Menggoda herdi yang sedang jatuh cinta.

"Eh jangan sembarangan nanti mereka bikin masalah. Aku lagi pendekatan nih serius deh pokoknya mengarah ke sana."

"Mengarah ke sana ke mana her, ke laut???"

"Ke arah pernikahan lah gimana sih"

"Buset cepat sekali mengajak nikah seseorang dalam waktu yang singkat bukankah baru berkenalan. Kita sampai bali saja baru kemarin pagi. Atau memang sudah lama berhubungan denganmu" cerocos ovi.

"Pokoknya aku serius sama rose"

"Wah ketahuan namanya rose. Ya deh aku takkan mengganggumu tapi izinkan melihat bule itu."

"Besok dia pulang aku di beri waktu satu jam. Temannya juga cantik lho namanya swift matanya cokelat dan rambutnya juga cokelat seperti amerika latin." Sambil menggaruk dagu.

"Wah aku bisa naksir nih hahaha. Biasanya wajah latin itu manis sih seperti selena gomes."

"Belum tentu tertarik sama kamu pakai kawat gigi geli lihatnya." Ejekannya semakin frontal mereka saling memukul menggunakan bantal.

Ketiga temannya datang bersorak sambil melemparkan kaus kaki yang bau. Semakin ramai ruangan itu lalu herdi masuk ke dalam kamar mandi membersihkan wajahnya menggunakan sabun pencuci wajah.

Sambil menggosok pipinya yang sedikit kasar, ia sedikit mendekatkan wajah ke cermin lalu mengeluh. "Aku masih kurang tampan. Apakah perlu operasi plastik ke korea. Menghilangkan bekas goresan di keningku ini." Membuka poninya model rambutnya yang mirip dengan artis korea. Namun, wajah 100 persen indonesia. Manis berhidung bangir dan bibirnya tipis.

"Kamu masih mengeluh bekas luka itu her" ujar salah satu temannya yang bernama angga. Yang berdiri di tengah pintu kamar mandi.

"Ya sih tapi aku bersyukur selamat dari kecelakaan itu. Sambil mencuci wajahnya."

"Namanya juga musibah kita tak tahu. Salahku mengajakmu bermain flying fox."

"Tapi ada temanku yang berhasil menghilangkan luka kembali sempurna. Ya di korea kan canggih bisa permak wajah dengan mudah." Angga jalan mendekat.

"Aku juga punya luka yang sangat membekas" lalu berbisik di telinga kirinya "luka hati yang tak kunjung sembuh, gara-gara mantanku" mereka tertawa terbahak-bahak.

Bersambung...

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jiwa Yang Tertukar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan