Sampul Novel Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

8.8 / 10.0
Dalam novel fantasi modern Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam, Arlo bangkit setelah menerima warisan dewa. Berbekal ilmu medis legendaris dan pedang maut, ia harus menaklukkan para jawara dunia serta kaum elite kota. Baca buku online gratis kisah petualangan penuh aksi ini di novel web kami.
Ringkasan Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam
Setelah memperoleh warisan ilahi, kesadaran Arlo bangkit sepenuhnya bagaikan naga yang melesat ke angkasa. Pemuda ini kini menguasai dua kekuatan luar biasa. Dengan kemampuan medis tiada tanding, ia mampu menyembuhkan luka fatal dan membuat kaum elite tunduk. Sementara itu, pedang maut di tangannya siap menaklukkan para petarung terkuat di dunia. Didampingi rekan setia dan para wanita cantik, Arlo kini memulai petualangan besarnya di tengah gemerlapnya pusat metropolitan.
Baca Selengkapnya

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam Bab 1

Arlo mendapat warisan dari seorang dewa. Begitu kesadarannya bangkit, dia bagaikan naga yang terbang menembus langit!

Satu tangan menguasai ilmu medis yang bisa menyembuhkan orang sekarat dan menyambung tulang yang hancur. Para pejabat dan orang kaya pun harus tunduk di hadapannya!

Satu tangan lagi menggenggam pedang maut, mampu membelah langit dan membuat para jawara dunia takluk!

Sejak saat itu, ditemani wanita cantik dan saudara seperjuangan yang selalu mengikuti, dia pun melangkah bebas, menikmati gemerlap kota metropolitan ....

Di kamar mayat Rumah Sakit Sentosa Kota Naldern.

Arlo Antasari meletakkan kedua tangannya di dada jenazah seorang perempuan, melakukan gerakan memijat.

"Untung kamu belum benar-benar mati dan kebetulan bertemu aku yang hari ini memperoleh warisan ilmu. Kesadaranmu akan terbuka kembali!"

"Dari tiga jiwamu, sudah lenyap dua. Dari tujuh rohmu, sudah lenyap empat. Ini sama seperti aku sedang merebut orang dari tangan Dewa Kematian. Di dunia ini, selain aku, nggak ada lagi yang bisa menyelamatkanmu!"

Arlo tampak berusia 20-an tahun, berwajah tegas dengan alis tebal dan mata besar. Kelihatannya dia adalah orang sangat andal. Namun, saat ini mulutnya komat-kamit, sementara kedua tangannya bekerja dengan cara yang tidak wajar, membuat suasana terasa menyeramkan.

Seiring gerakannya, jenazah perempuan itu tiba-tiba duduk tegak, lalu terbaring lagi. Dua perawat yang mengantar jenazah melihat pemandangan ini. Mereka langsung ketakutan setengah mati dan menjerit, lalu berlari keluar.

"Tolong!"

"Satpam ... Pak Ibrahim ... ada mayat bangkit di kamar jenazah!"

"Dokter Isyana, suamimu yang gila sedang menodai mayat!"

Arlo tidak peduli. Kedua tangannya bergerak cepat menekan titik akupunktur di kepala jenazah dengan teknik yang aneh. Kemudian, dia kembali menekan dada jenazah itu.

Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa di pintu kamar mayat. Direktur rumah sakit, Ibrahim, datang bersama beberapa dokter dan satpam. Wajahnya tampak panik.

"Kurang ajar, apa yang kamu lakukan? Cepat lepaskan dia!" teriak Ibrahim dengan marah.

Arlo menoleh, tetapi tangannya tak berhenti. "Aku sedang mengobatinya!"

Banyak dokter di rumah sakit yang mengenali pria ini. Arlo! Suami bodoh Isyana Hanafi, dokter tercantik di rumah sakit ini.

Orang-orang sering kali merasa kasihan pada Isyana. Bagaimana bisa seorang wanita cantik menikah dengan seorang pria yang sakit jiwa? Saat ini, rasa kasihan itu pun mencapai puncaknya.

Karena jenazah itu adalah putri tunggal Keluarga Soraya, Fellis. Keluarga Soraya adalah keluarga terkaya di Kota Naldern. Pagi ini, Fellis tiba-tiba meninggal di rumah sakit. Keluarga Soraya sudah ingin mencari masalah dengan rumah sakit, sekarang jenazahnya malah dilecehkan. Bukankah ini akan membuat masalah jadi semakin besar?

Mata Isyana berkunang-kunang. Dia hampir pingsan. Si bodoh ini benar-benar membuat bencana besar hari ini!

Sejak menikah, Arlo yang sakit jiwa selalu dijaga orang tuanya. Hari ini, orang tuanya ada urusan mendadak sehingga menitipkan Arlo padanya di rumah sakit.

Baru saja ada pasien gawat darurat sehingga Isyana pun meninggalkan Arlo di pos perawat. Siapa sangka, dia malah masuk ke kamar mayat dan melakukan hal seperti ini.

"Berhenti sekarang juga!" pekik Ibrahim, lalu berusaha menarik Arlo.

Arlo mengerutkan kening, mendorong Ibrahim. "Kalau aku berhenti, dia benar-benar akan mati!"

Ibrahim terdorong hingga jatuh terduduk di lantai. 'Bodoh! Gila! Sakit jiwa! Dia sungguh mengira dirinya dokter? Jelas-jelas hanya orang gila!'

Ibrahim menatap Isyana dengan galak. "Kenapa nggak suruh suamimu berhenti? Apa kamu benar-benar mau menunggu sampai Keluarga Soraya menuntut kita semua?"

Isyana tersadar, buru-buru berseru. "Arlo!"

Dia bergegas maju, hendak menyingkirkan tangan Arlo dari dada Fellis. Namun, begitu telapak tangannya menyentuh dada Fellis, kulit kepalanya meremang, jantungnya berdebar. Dia merasakan denyut jantung putri Keluarga Soraya itu.

"Dia masih punya detak jantung!" Isyana memeriksa dengan teliti di area jantung, matanya melebar karena kaget.

Ibrahim tercengang, lalu segera menurunkan stetoskop dari lehernya. Setelah mendengar detak jantung itu, dia pun panik dan berteriak, "Cepat dorong dia kembali ke ruang gawat darurat untuk diselamatkan!"

"Aku belum selesai mengobatinya, kalian nggak boleh bawa dia pergi!" Arlo kembali menghalangi.

"Obati kepalamu!" Ibrahim sama sekali tidak percaya orang gila bisa mengobati. Dia hanya mengira ini adalah kesalahan diagnosis. Menganggap orang hidup sebagai mayat dan membawanya ke kamar mayat, ini jelas adalah kesalahan medis besar!

Sekelompok orang buru-buru mendorong Fellis pergi. Kini, tersisa Isyana dan Arlo.

"Kenapa kamu bisa sampai ke sini?" Isyana marah besar, hampir melampiaskan semua kekesalannya pada pria yang selalu membuatnya malu ini.

"Aku datang untuk mengobati orang itu!" Arlo tampak serius, membuat Isyana hampir pingsan saking kesalnya.

Isyana menggertakkan gigi, tetapi kemudian merasa dirinya terlalu keras. Apa gunanya marah pada orang gila? Bagaimanapun, salahnya juga karena dia tidak menjaga Arlo dengan baik.

Dia menarik napas panjang. "Sudahlah, kita lihat dulu kondisi Fellis. Setelah itu, aku akan izin cuti untuk mengantarmu pulang."

Arlo berdeham. "Aku sudah sembuh. Aku bisa pulang sendiri."

Mata Isyana membelalak, sulit percaya. "Kamu ... sembuh?"

Arlo mengangguk. "Barusan kepalaku tiba-tiba jernih, semua ingatanku kembali!"

"Kalau sudah sembuh, kenapa kamu malah ke kamar mayat?" Isyana curiga. Memang ada kemungkinan Arlo membaik karena terus minum obat.

"Sudah kubilang tiga kali, aku datang untuk mengobatinya!" jawab Arlo.

Wajah Isyana membeku. Dia merasa dirinya yang bodoh. Bagaimana bisa dia percaya kata-kata orang gila? Orang waras mana yang masuk kamar mayat untuk mengobati orang? Lagi pula, sebelum sakit jiwa, Arlo juga bukan dokter.

Ketika berbicara, Arlo menatap Isyana. Cantik sekali! Wajah menawan, mata jernih berkilau penuh kecerdasan. Jas putih bahkan tak mampu menutupi tubuh indahnya. Kalau wanita secantik ini menjadi istrinya, rasanya tidak rugi juga.

Isyana hanya bisa menghela napas. Dia malas berdebat, jadi menarik Arlo menuju ruang gawat darurat.

Baru saja sampai di depan pintu, tampak Ibrahim yang keluar dengan wajah penuh senyuman dan memberi instruksi kepada perawat.

Namun, begitu melihat Isyana, senyuman itu langsung hilang. Dia memasang wajah tegas sebagai direktur, lalu berkata, "Kamu diberhentikan sementara!"

Isyana sontak mengernyit sambil menatap Ibrahim.

"Fellis salah didiagnosis. Karena dikira sudah meninggal, dia dibawa ke kamar mayat. Ini kesalahan medis besar! Harus ada yang bertanggung jawab! Dokter jaga pagi ini adalah kamu!" jelas Ibrahim.

Wajah Isyana merah padam karena marah. "Sejak Fellis masuk, yang menanganinya langsung adalah Bapak sendiri. Surat kematian juga Bapak yang keluarkan. Apa hubungannya denganku?"

Ibrahim mendengus, lalu menunjuk Arlo. "Kalau begitu, akan kuberi tahu Keluarga Soraya kalau dia menodai mayat Fellis!"

Isyana seketika memucat. Keluarga Soraya adalah keluarga terkaya di kota, sementara Fellis adalah putri tunggal Rayanza Soraya yang sangat disayang. Arlo pasti akan dituntut akibat perbuatannya!

"Kamu tahu betul apa yang akan terjadi kalau Keluarga Soraya tahu Fellis dinodai!" kata Ibrahim dengan nada penuh ancaman.

"Fellis masih hidup, 'kan?" Isyana diam sejenak, lalu bertanya demikian.

"Tentu saja. Kalau nggak, menurutmu Arlo bisa keluar dari rumah sakit ini dengan selamat?"

Tubuh Isyana gemetar karena marah. Kali ini bukan hanya dia, bahkan Arlo pun benar-benar paham apa yang terjadi.

Fellis salah didiagnosis, lalu dikirim ke kamar mayat. Hal ini sudah diberitahukan kepada Keluarga Soraya, jadi tidak mungkin ditutupi. Harus ada kambing hitam! Isyana-lah yang dijadikan kambing hitamnya!

Sementara Ibrahim, si pelaku utama, justru akan menjadi pahlawan bagi Keluarga Soraya!

Arlo tertawa, bertepuk tangan. "Kalau nggak tahu malu itu adalah sebuah keterampilan dan ada lombanya, kamu pasti juara satu!"

Ibrahim melirik sinis, malas menanggapi. Dia adalah direktur, mana sudi peduli pada orang gila?

"Kamu yakin bisa menyelamatkan Fellis?" Arlo tersenyum meremehkan.

"Maksudmu apa?" Ibrahim menjadi kesal. Orang gila ini kok semakin lama semakin mirip orang waras?

Arlo mendengus. "Ya itu maksudku! Dengan kemampuanmu, mau menjadikan istriku kambing hitam? Masih terlalu jauh!"

Ibrahim marah besar, hendak mengamuk. Namun, tiba-tiba dari ruang gawat darurat terdengar keributan. Seorang perawat keluar dengan wajah panik.

"Pak Ibrahim, gawat! Kondisi Fellis kembali kritis ...."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Berakhirnya Janji Setia Empat Puluh Tahun
8.9
Empat puluh tahun pernikahan platonis yang dijalani sang istri hancur seketika saat ia membersihkan laptop suaminya. Di sana, ia menemukan folder berisi ribuan video intim antara suaminya dan sahabat baiknya sendiri. Selama ini, sang suami berdalih memiliki masalah kesehatan pascamelahirkan agar tidak perlu menyentuhnya. Setelah seumur hidup berkorban, bekerja keras, dan membesarkan anak-anak mereka, sang istri akhirnya menyadari bahwa seluruh kehidupan rumah tangganya hanyalah sebuah kebohongan besar.
Sampul Novel Cinta Pengantin Buta
9.4
Pramudya dan Mentari resmi menjadi suami istri setelah saksi mengucap kata sah. Dalam kegelapan karena kebutaannya, Mentari meraba sekitar untuk mencari tangan suaminya. Pramudya yang peka segera menyambut jemari Mentari dan membimbingnya. Dengan penuh takzim, Mentari mencium punggung tangan Pramudya. Sang suami pun mengecup kening istrinya sembari merapalkan doa tulus. Akankah pernikahan sebagai pengantin pengganti ini membawa kebahagiaan bagi mereka?
Sampul Novel Gairah Liar Isteriku
9.5
Kehidupan rumah tangga Nara dan Rama terlihat harmonis bagi orang lain, namun di balik itu ia menyimpan kesepian mendalam. Nara pun terjebak dalam hubungan gelap dengan Arka demi mencari kebahagiaan. Segalanya berubah saat pesan singkat dari Arka mengancam akan membongkar rahasia tersebut. Kini Nara harus menghadapi badai pengkhianatan dan luka hati yang membara, sambil berjuang menemukan jati dirinya di tengah kekacauan cinta yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel Istri Kedua
7.9
Indira sangat antusias memulai karier sebagai sekretaris pengganti di perusahaan raksasa ibu kota. Namun, sebuah momen canggung terjadi saat ia memergoki bosnya, Edbert, bermesraan dengan sang istri, Merry. Alih-alih marah, Merry justru meminta Indira duduk dan mengajukan permohonan gila agar suaminya menikahi sekretaris itu. Edbert sangat terkejut mendengar ide poligami tersebut. Akankah Indira bersedia menjadi istri kedua demi memenuhi permintaan Merry?
Sampul Novel Kumpulan Kisah Dewasa
8.8
Antologi ini menyajikan rangkaian narasi romansa dewasa yang mengeksplorasi lika-liku asmara dari berbagai karakter dengan latar belakang profesi dan lingkungan sosial yang beragam. Setiap tokoh membawa perspektif unik dalam menjalin hubungan intim, menghadapi konflik emosional, serta dinamika kehidupan yang penuh warna. Melalui kisah protagonis dan antagonis, pembaca diajak menyelami sisi lain percintaan yang mendalam untuk memetik hikmah di balik setiap peristiwa yang terjadi.
Sampul Novel TABIR HITAM
8.2
Kehidupan damai di kota kecil yang penuh berkah awalnya terasa sempurna, namun kebahagiaan itu hanyalah pembuka menuju teror yang mencekam. Aku terseret ke dalam pusaran kegelapan dan ketakutan luar biasa saat harus menghadapi kekuatan supranatural di luar logika manusia. Meski sulit untuk dipercaya, inilah kenyataan pahit yang mengubah seluruh hidupku. Sebuah perjuangan batin melawan entitas misterius yang terus mengintai di balik tabir hitam.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan