Sampul Novel MISTERI RANJANG SUAMIKU

MISTERI RANJANG SUAMIKU

9.6 / 10.0
Dalam MISTERI RANJANG SUAMIKU, Inara menemukan noda misterius di ranjangnya yang telah bersih. Mystery story ini mengungkap teka-teki rumah tangga dan rahasia tersembunyi sang suami. Baca kelanjutan kisah dalam modern novel yang penuh ketegangan ini melalui platform web novel kami.
Ringkasan MISTERI RANJANG SUAMIKU
Inara terbelalak saat melihat noda putih misterius kembali mengotori tempat tidurnya. Cairan itu mengeluarkan aroma pandan yang sangat dia kenali, memicu kecurigaan yang mendalam. Padahal, seingatnya sprei bekas semalam baru saja diganti dengan yang bersih. Kini, kondisi ranjang yang mendadak berantakan dan basah memicu tanda tanya besar di benaknya. Apa yang sebenarnya terjadi di kamar itu saat dia tidak ada? Rahasia gelap mulai membayangi rumah tangganya.
Baca Selengkapnya

MISTERI RANJANG SUAMIKU Bab 1

"Loh, kenapa ranjang ini basah?"

Mata Inara melebar sempurna. Noda putih bertengger di atas ranjang. Baunya tak asing. Itu bukan cairan biasa. Aroma pandan membuat pikiran Inara melayang. Bukankah dia sudah mengganti sprei sisa tadi malam? Lalu, kenapa sekarang malah ada lagi? Bahkan, ranjang itu berantakan.

Seseorang secara mendadak memasuki kamar, membuat Inara spot jantung. Ia pikir jelangkung dari mana yang hadir. Namun, kedatangan Angga yang berstatus sebagai suami Inara sangatlah tepat.

"Abi, baru pulang?"

"Iya, Mi," seru pria berusia 25 tahun tersebut, lalu meletakkan tas ransel dengan sembarang.

"Umi ngapain jongkok di situ? Kayak nggak ada kloset aja." Dipandangnya Inara yang masih setia nangkring di atas ranjang.

"Ranjangnya basah, Bi."

Tidak ada suara setelahnya. Ruangan itu bagaikan goa yang mencekam. Angga mengikuti pergerakan jari telunjuk istrinya. Dia terkesiap dengan mulut yang lebar.

"Ini kan..."

"Eh, Kenapa bisa basah begitu, ya? Jangan-jangan Umi ngompol lagi." Gegas, Angga memotong.

"Ngompol dari mana, Bi? Umi bukan balita lagi. Perasaan sprei bekas tadi malam sudah dicuci. Kenapa sekarang malah datang lagi? Abi ada pulang ke rumah?"

Angga menggeleng cepat. Dahinya mengkerut. "Ngapain Abi pulang? Jelas-jelas di sekolah banyak urusan. Kayaknya itu air biasa, deh. Mungkin diantara kita ada yang nggak sadar numpahin ke sana. Udah, ah. Jangan diambil pusing. Perlu Abi bantu cuci sprei lagi?"

Inara belum bergeming. Ia masih saja mencari jalan keluar tentang noda putih tersebut. Dirinya bukan anak kecil yang bodoh dalam membedakan segala macam jenis cairan.

"Oh, mungkin itu kencing kucing, Umi. Sudahlah, ayo cepat kita bersihkan! Abi nggak mau perang di atas tempat kotor begitu." Angga menaik turunkan alisnya tanda mengacau.

Tangan Angga gegas menarik sprei, sampai membuat Inara yang berada di atasnya nungging. Angga si lelaki romantis menyeret benda besar itu ke mesin cuci untuk dieksekusi.

Angga terkenal sebagai suami berkelakuan manis, humoris, juga gemar membantu. Banyak pekerjaan rumah yang ia laksanakan bersama Inara, perempuan yang dua tahun lalu ia nikahi.

Angga dan Inara sama-sama berprofesi sebagai guru. Bedanya, Angga bernasib lebih beruntung, karena setahun silam ia diangkat menjadi PNS, sementara sang istri gagal dalam perekrutan yang sama-sama mereka ikuti tersebut. Sampai sekarang Inara masih menjabat sebagai guru SD honorer. Biarpun begitu, sedikitpun Angga tidak merasa tinggi hati. Baginya, baik honorer maupun PNS adalah sama. Ini bukan soal gaji, melainkan tanggung jawab sebagai seorang guru yang membagikan ilmu kepada anak didiknya.

"Abi makan sajalah. Biar Umi yang mencuci," kata Inara yang ternyata sudah berada di samping.

"Umi masak apa?"

"Gurame asam manis, Bi. Ada jus jeruk juga."

"Makan bareng yuk, Mi! Abi suapin, deh." Senyum Angga mengembang.

"Umi sudah makan. Umi lebih dulu sampai satu jam ketimbang Abi."

"Ya, sudah. Kalau gitu Abi makannya mau ditemenin Umi."

"Lah, Umi kan mau nyuci spri kotor ini, Bi."

"Sudahlah. Nyucinya nanti saja. Kalau Umi nolak, Abi kulitin hidup-hidup, nih."

"Ih, serem amat!"

"Atau, Abi bakal kulitin..." Angga si tukang cagil mulai menggerayapi leher jenjang milik istrinya.

"Aish, Abi! Tak sudah-sudah. Ayolah, Umi temenin makan saja!" Inara melompat ke posisi lain, sebelum Angga semakin berkuat nakal.

Begitulah kehidupan rumah tangga Angga dan Inara selama ini. Jangankan keluarganya, seluruh kampung tahu jika bahtera yang mereka jalani begitu indah. Tak jarang keduanya bejalan kaki sambil berpegangan tangan hanya sekadar untuk berkeliling kampung dan melakukan kegiatan receh lainnya yang mengundang perhatian banyak orang.

Semenjak Angga menjadi PNS, ekonomi mereka juga mulai terdongkrak. Dari yang makanannya hanya tahu dan tempe, kini daging dan makanan bergizi lainnya mudah dikonsumsi. Keduanya juga sering berbagi kepada fakir miskin di area dalam maupun luar kampung tersebut.

Setelah Angga selesai makan dan beristirahat di atas ranjang yang baru diganti sprei-nya tadi, Inara pun melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda. Ia mencoba menepis perihal bercak luas berkelir putih itu demi mengamankan pikirannya dari hal negatif. Ustadz yang biasa mengisi di pengajian desa Angga dan Inara sering berkata, jika pikiran buruk ternyata berpengaruh kepada kesehatan fisik.

"Wah! Dua kali cuci sprei, nih," sindir seorang tetangga yang menjabat sebagai sahabat Inara sejak kecil.

Inara terlihat sedang menjemur sprei untuk yang kedua kalinya di hari ini. Tentu itu menjadi bahan olokan orang yang mengetahuinya. Mereka pasti berpikiran, kalau Inara dan Angga bolak-balik menyetel adegan biru.

"Hust! Calon istri Ustadz Ridho jangan berisik!" Gadis berbibir tipis itu menunjuk wajah gadis seusianya dengan malu. Sebelah kakinya terhentak di tanah.

Padahal semua ini tidaklah seperti apa yang orang lihat. Inara bahkan tidak tahu kenapa ranjangnya bisa basah.

***

"Umi, nggak usah dandan cantik-cantik. Nanti kamu dilirik," teriak Angga dari keluar kamar di saat sang istri tak kunjung menampakan diri.

"Siapa yang dandan sih, Bi? Cuma pakai bedak tabur doang, supaya nggak pucet. Lagian, kita mau ke kajian, Bi, bukan kondangan." Inara menyahut dari dalam.

"Umi lagi ngapain sih? Kok nggak kelar-kelar."

"Sebentar, Bi. Masih pakai baju." Vokal Inara menyembur.

"Hah? Perlu dibantu nggak?"

"GAK!" Lengkingan Inara banter sekali.

Upaya Angga kembali gagal untuk mengacau sang istri. Inara buru-buru keluar demi menghindari bantuan Angga untuk memakaikannya pakaian yang ujung-ujungnya bisa menggagalkan kajian malam ini.

Tahu sendiri Angga bagaimana. Dia tipikal lelaki yang mempunyai kegagahan di atas rata-rata.

"Ayo, Bi!

"Eh, si Aina nggak sekalian ikut sama kita aja?" Aina adalah nama dari sahabat Inara yang menyindirnya tadi siang.

"Boleh, deh. Biar Umi panggil Aina dulu."

Jadilah mereka pergi bertiga. Aina duduk di jok mobil barisan ke dua, sementara Inara di samping suaminya.

Mereka bertiga tak pernah ketinggalan setiap ada pengajian. Semuanya giat menuntut ilmu. Aina dan Angga juga cukup dekat, mengingat Aina merupakan rekan sejawat Inara.

Kajian malam ini ada di desa seberang. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua jam. Pematerinya adalah ustad Ridho, yakni calon suami dari Aina. Kabarnya, saat ini mereka sedang melakukan ta'aruf dan satu bulan lagi akan menikah.

Sekilas dilihat oleh Inara, jika suaminya dan Aina saling berpandangan lewat kaca spion tengah. Inara berdehem. Menghentikan kegiatan yang dianggapnya hanya kebetulan tersebut.

Usai aktivitas menimbah ilmu, mobil Angga melipir ke sebuah restoran tradisional. Malam-malam begini sekawanan cacing memang suka usil. Bisa ngamuk mereka, kalau tidak diberi jatah.

"Mas, pesen gulai kakap satu, nila bakar sambel jedor sama rica-rica kemangi."

"Loh, Bi. Kenapa kamu bisa tahu makanan kesukaan Aina juga?"

Inara kaget, ketika suaminya menyebutkan menu orderan yang ketiga secara spontanitas.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi MISTERI RANJANG SUAMIKU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos
9.1
Demi janji nikah Aidan Jace, sang protagonis berjuang lulus cepat dan belajar memuaskan kekasihnya. Namun, semua hancur saat ia mendengar Aidan meremehkannya di depan teman-temannya dan memuji kepolosan gadis lain bernama Lira. Merasa dikhianati, ia memutuskan hubungan dan memilih bergabung dalam proyek akademis rahasia negara yang ditawarkan profesornya. Sejak hari itu, ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengabdi pada bangsa, meninggalkan masa lalu pahitnya.
Sampul Novel Istri Kontrak Sang CEO Dingin
9.4
Demi melunasi utang keluarga yang menghimpit, Hana terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Ray, CEO berhati dingin yang butuh menjaga citra publiknya. Meski awalnya sepakat untuk tidak saling melibatkan perasaan, benih cinta perlahan muncul di tengah kepura-puraan mereka. Namun, saat masa lalu kelam Ray terungkap dan ancaman rival bisnis mulai menyerang, hubungan mereka pun diuji. Sanggupkah cinta sejati tumbuh dari sebuah kebohongan yang rumit?
Sampul Novel Kau Sakiti Orang Yang Salah
9.0
Dendam atas kematian kakek dan neneknya membuat Reza Adyatama nekat menghancurkan hidup Luna Daniel. Luna yang tak bersalah menjadi sasaran kemarahan Reza hingga mereka berpisah. Empat tahun kemudian, Reza terkejut menemukan bocah tiga tahun yang sangat mirip dengannya. Menyadari itu anak kandungnya, penyesalan mendalam menghantui Reza. Kini ia bertekad mengejar Luna kembali. Akankah Luna memaafkan masa lalu kelam demi masa depan sang buah hati?
Sampul Novel Kembalilah, Cintaku: Merayu Mantan Istriku yang Terabaikan
9.0
Tiga tahun Joelle mencoba meluluhkan hati Adrian, namun ia gagal karena pria itu mencintai wanita lain. Adrian hanya menjanjikan kebebasan jika Joelle memberinya anak. Saat Joelle berjuang melahirkan, Adrian justru pergi bersama kekasihnya. Setelah kewajibannya tuntas, Joelle memilih pergi dan memutus semua ikatan. Ironisnya, Adrian barulah tersadar dan kini bersujud memohon agar mantan istrinya itu bersedia kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Terjerat Cinta Tuan Posesif
8.9
Liam, insinyur ternama yang kini memimpin Jacob Group, terbang ke Jakarta demi mengejar Dian. Sejak menyelamatkan wanita itu di New York, Liam mengklaim Dian sebagai kekasihnya. Meski Dian merasa tertekan oleh sikap posesif Liam yang didukung orang tuanya, ia tak bisa terus menghindar. Di tengah hubungan tarik ulur ini, kegigihan Liam perlahan meluluhkan hati Dian. Sosok yang semula menakutkan ternyata mampu memberikan cinta tulus dan momen romantis yang indah.
Sampul Novel Tukang Pijat yang Mantap
9.1
Melihat seorang rekan kerja wanita mendadak selalu tampil penuh energi setiap pagi membuatku penasaran. Rahasianya ternyata adalah rutinitas mengunjungi tempat pijat bernama Arinda hingga lima kali dalam seminggu. Atas rekomendasinya yang penuh teka-teki, aku memutuskan untuk mencoba sendiri layanan di sana. Namun, keputusan itu justru membawaku masuk ke dalam sebuah pengalaman adiktif yang membuatku kini sama-sama tidak bisa melepaskan diri dari tempat tersebut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan