Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Pecandu Brondong

Wanita Pecandu Brondong

Tasya adalah ibu tunggal berusia tiga puluhan yang memendam fantasi liar di balik kemandiriannya. Ia merasa pria seumurannya terlalu rumit dan penuh perhitungan, sehingga ia lebih terpikat pada gairah pria yang jauh lebih muda. Baginya, brondong menawarkan kesegaran dan spontanitas yang menghapus rasa jenuh dalam hidupnya. Di balik sosoknya yang tegar, Tasya terus mencari kehangatan serta kebahagiaan berbeda yang mampu membangkitkan imajinasi terdalamnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tasya mulai memberikan perhatian dengan lembut, mengikuti irama yang membuat Dul merasa campuran antara geli dan kehangatan. Dul merasakan sensasi yang berbeda, seolah ada gelombang perasaan yang mengalir di dalam dirinya.

"Aku hampir sampai," ucap Dul dengan suara yang penuh harap. Tasya terus memberikan perhatian dengan penuh kesabaran, seolah menunggu saat yang tepat untuk berbagi kebahagiaan bersama.

Ketika momen itu tiba, Dul merasakan kelegaan dan kepuasan yang mendalam. Tasya pun menerima dengan tulus, bahkan dengan lembut menyeka sisa yang tersisa, menunjukkan kehangatan dan kedekatan di antara mereka.

Slurppp... !

Dul merasakan geli saat Tasya melanjutkan sentuhannya, meskipun sebenarnya dia hanya ingin membersihkan sisa cairan yang masih tersisa. Mereka berdua kemudian berbaring santai di atas tempat tidur, tanpa menyadari ada sepasang mata yang mengintai dari balik jendela, tetangga rumah Tasya.

Toto bergumam dalam hati bahwa dia juga ingin merasakan kehangatan tubuh Tasya, tapi memilih mengakhiri pengintaiannya karena takut ketahuan, apalagi oleh istrinya sendiri. "Mba, boleh aku lebih dekat?" tanya Dul dengan ragu.

"Boleh, kamu bebas mengeksplorasi tubuhku, Dul," jawab Tasya dengan lembut.

Dul pun bangkit dari tempat tidurnya, lalu dengan penuh perhatian mulai menyentuh dan merasakan kehangatan tubuh Tasya, membuat keduanya semakin dekat dan terhubung dalam keintiman yang penuh rasa.

Perlahan gairah Tasya kembali menggebu, napasnya terasa berat, dan tubuhnya merespon dengan sensasi yang semakin intens. Dul menikmati momen itu dengan penuh perhatian, bukan hanya dengan sentuhan lembut, tapi juga dengan kehangatan yang membuat Tasya merasa sangat dihargai.

Perlahan, sentuhan Dul bergerak turun menyusuri perut rata Tasya, membuatnya tersenyum kecil. "Ssshhttt, sayang, sentuhanmu sangat lembut, kamu benar-benar tahu caranya," puji Tasya sambil mengelus lembut rambut Dul.

Mendapatkan pujian itu, Dul semakin bersemangat dan mulai menyusuri area di sekitar dada Tasya dengan penuh kelembutan, lalu perlahan naik ke arah ketiak yang halus, membuat Tasya merasakan sensasi yang membuatnya sedikit terkejut.

"Mba, coba balik badan dulu, aku ingin menyentuh punggung Mba juga," pinta Dul dengan penuh percaya diri.

Tanpa menunggu dua kali, Tasya segera berbalik dan kini berbaring telungkup. Tasya menahan napas saat Dul mulai menyusuri punggungnya dengan sentuhan yang lembut dan penuh perhatian, dari sisi ketiak hingga ke tengkuk, menghadirkan kehangatan yang membuatnya merasa sangat nyaman dan tenang.

Dul masih belum puas, seolah belum rela jika belum menyentuh setiap lekuk tubuh Tasya. Kini, perhatiannya beralih ke bagian bawah tubuh Tasya.

Sejenak Dul berhenti ketika kedua tangannya menopang tubuh Tasya, menatap dengan penuh hasrat pada lekuk yang terbuka di hadapannya. "Mba, telentang lagi," pinta Dul sambil mengubah posisinya, turun dari kasur.

Setelah Tasya berbalik, Dul membuka lebar paha mulus Tasya dan sejenak menghirup aroma yang membuatnya semakin terpikat.

Tasya merasa bulu kuduknya merinding saat sentuhan Dul yang lembut dan penuh perhatian menyentuh bagian paling sensitifnya. "Belajar dari mana kamu, Dul?" tanya Tasya dengan suara bergetar.

"Sering lihat di internet," jawab Dul polos, lalu kembali memberikan perhatian penuh pada Tasya dengan gerakan yang tak pernah berhenti, membuat Tasya merasa sangat dihargai dan diinginkan.

"Sayang, aku ingin kamu sekarang," pinta Tasya dengan penuh kerinduan.

Meskipun Dul berusaha mendekatkan dirinya dengan Tasya, ia masih merasa kesulitan untuk menyatu sepenuhnya. Keringat dingin mulai mengalir di dahinya, karena ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Tasya yang menyadari hal itu segera bangkit dari tempat tidur. "Dul, kamu rebahan saja, biar aku yang mengatur," ucap Tasya dengan santai, meski sebenarnya ia ingin segera menyalurkan hasrat yang sudah memuncak sejak tadi.

Dul pun merapatkan tubuhnya di kasur, sementara Tasya dengan lembut membimbingnya, memastikan mereka benar-benar terhubung. Meskipun ada sedikit ketegangan karena perbedaan, akhirnya mereka berhasil menyatu dengan penuh kehangatan dan kedekatan yang membuat keduanya merasa semakin dekat dan terikat.

Dul merasakan kehangatan yang menyelimuti dirinya, membuatnya terhanyut dalam sensasi yang begitu mendalam.

Tasya bergerak dengan penuh gairah, menikmati setiap momen yang mereka bagi bersama. Dul menutup matanya, membiarkan perasaan itu mengalir tanpa hambatan. Tasya memahami bahwa ini adalah pengalaman pertama Dul, sehingga ia lebih banyak merasakan dan menstimulasi dirinya sendiri dengan lembut. Gerakannya yang naik turun berpadu dengan gerakan maju mundur dan putaran, membuat Dul menggenggam sprei kasur dengan erat, tubuhnya mulai tegang.

"Aku hampir sampai," bisik Dul di tengah permainan itu. Tasya pun semakin mempercepat ritmenya, sambil menyentuh dirinya sendiri dengan penuh hasrat. "Ayo, kita rasakan bersama," ajak Tasya dengan semangat, terus bergerak penuh energi di atas tubuh Dul.

Dul merasakan gelombang kehangatan yang menyapu seluruh tubuhnya, membuatnya semakin erat menggenggam sprei. Tasya pun tak kalah bersemangat, gerakannya penuh gairah dan energi yang membara, seolah mengekspresikan seluruh perasaannya dengan bebas.

Suasana di antara mereka begitu intens, membawa keduanya ke dalam momen yang penuh kehangatan dan kedekatan. "Enak sekali, bagaimana, Dul? Mau lanjut?" tanya Tasya dengan nada menggoda.

Dul mengangguk, mengambil napas dalam-dalam sejenak sebelum bangkit dari tempat tidurnya. Kini giliran Tasya yang berbaring, menantikan sentuhan dan perhatian dari Dul.

Meskipun Dul sudah merasakan puncak kebahagiaan dua kali, semangatnya tetap menyala, siap untuk melanjutkan perjalanan mereka bersama dalam kehangatan.

Bleess! 

Akhirnya keperkasaan Dul melesak masuk ke dalam belahan kewanitaan Tasya.

"Aaaaaahhh, ternyata nikmat sekali rasanya Mba!" ucap Dul mengungkapkan rasa kenikmatan yang ia rasakan.

"Ayo, sayang gerakin, sodok Mba pakai k*ntol panjangmu!"

Dul mulai bergerak maju mundur, setelah mendapatkan perintah dari Tasya.

"Aahhh, dalam banget Dul !"

Plok plok plok!

Walaupun diameter keperkasaan Dul tidak terlalu besar, tapi Tasya begitu menikmati setiap sodokan Dul, mentok ke dalam sampai menyentuh mulut rahimnya.

"Ahh, enak banget Mba, m*mek Mba sempit !" ungkap Dul.

Plop plop plop !" 

"Hhhh yeah sayang,  ent*tin aku lebih cepat !" pinta Tasya.

Dul menggerakkan pinggulnya semakin cepat, tusukan demi tusukan keperkasaannya terhujam ke dalam liang nikmat Tasya, membuat Tasya blingsatan tidak karuan.

Kedua tangan Tasya semakin aktif menggerayangi otot-otot tubuh Dul, lalu menarik lengan Dul, hingga setengah badannya menunduk mendekati wajah Tasya.

Sluurrrppp... !

Tasya langsung saja melumat bibir Dul, di hisapnya lidahnya, sambil tetap mengimbangi sodokan keras Dul.

Smooooccchhhh... ! 

Plok plok plok ! 

Dul kembali posisi semula, kedua tangannya kini memegang lutut Tasya, sementara Tasya mengalunkan tangan di leher Dul.

"Ahhh, Mba aku mau keluar lagi," ucap Dul di sela-sela sodokannya.

"Keluarin aja di dalam Dul, jangan cabut k*ntolmu, aku ingin menikmati hangatnya sperm* milikmu !" timpal Tasya.

Croottt.. crottt crooott!

Seketika Dul ambruk, hingga menindih tubuh Tasya, mereka berpelukan bagai sepasang kekasih.

"Aaaahh, aahhh, hangat banget Dul, makasih !" ucap lirih Tasya di telinga Dul.

"Hehe, aku yang harusnya berterima kasih Mba, telah memberiku kenikmatan yang amat sangat nikmat !" timpal Dul.

Sekitar lima menitan terdiam, perlahan keperkasaan Dul mulai menegang di dalam kewanitaan Tasya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Don Juan
9.1
Terlahir tampan dan atletis membuat pria ini memiliki pesona yang tak terelakkan bagi para wanita. Tanpa perlu bersusah payah, ia selalu berhasil memikat siapa pun untuk menyerah pada rayuannya. Berawal dari sekadar iseng, ia justru terjebak dalam kecanduan akan hubungan terlarang. Ada kepuasan luar biasa saat ia menjalin perselingkuhan berisiko dengan istri orang lain secara sembunyi-sembunyi. Inilah kisah penuh gairah yang menantang bahaya demi kenikmatan.
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dikejar Cinta Sang Billionaire Muda
9.5
Claire terjebak dalam obsesi Nathan, bos muda yang terus mengejarnya meski ia mengaku sudah bersuami. Ironisnya, Claire tidak sadar bahwa Nathan sebenarnya adalah Jonathan, suaminya sendiri yang sengaja mendekatinya demi memicu perceraian agar bisa kembali ke sang mantan. Namun, keteguhan hati Claire justru membuat rencana Jonathan berantakan. Saat bencana besar melanda dan Claire memilih pergi, akankah Jonathan sanggup merelakan wanita yang kini ia cintai?
Sampul Novel Gairah Duda Keren
8.1
Moreno Dava Mahendra berubah menjadi sosok dingin sejak kepergian sang istri. Meski galak, duda tampan ini tetap jadi rebutan. Di sisi lain, Aira Cecilia harus bekerja di rumah bordil demi melunasi utang ayahnya. Nasib mempertemukan mereka dalam sebuah jebakan hingga berakhir di ranjang yang sama. Moreno terkejut melihat wajah Cecil yang sangat mirip mendiang istrinya. Ia pun menuntut pernikahan. Akankah cinta bersemi di tengah luka masa lalu mereka?
Sampul Novel Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap
9.7
Dalam novel Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap, seorang ibu diam-diam tinggal di kamar asrama kampus putranya. Rahasianya terancam terbongkar saat ia tertangkap basah menonton film dewasa di tengah malam oleh teman sekamar anaknya yang bertubuh kekar. Di bawah himpitan tubuh yang panas dan bisikan menggoda di telinganya, ia kini terjebak dalam situasi intim yang tak terduga dan mendebarkan, menguji batas pertahanannya di ruang sempit tersebut.
Sampul Novel Mr. Quick
8.4
Bunga Humaira melarikan diri ke luar negeri demi menyembuhkan luka hati setelah kegagalan pernikahannya. Namun, harapan untuk memulai hidup baru yang tenang justru terusik oleh kehadiran Afrain Derson. Pria kaya dan mapan itu muncul dengan kepribadian serba cepat yang sangat memaksa. Meski Bunga merasa tertekan oleh sikap impulsif Afrain, sang miliarder tetap berkeras bahwa dirinya adalah pasangan sempurna yang tidak pantas untuk ditolak oleh Bunga.