Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Pecandu Brondong

Wanita Pecandu Brondong

Tasya adalah ibu tunggal berusia tiga puluhan yang memendam fantasi liar di balik kemandiriannya. Ia merasa pria seumurannya terlalu rumit dan penuh perhitungan, sehingga ia lebih terpikat pada gairah pria yang jauh lebih muda. Baginya, brondong menawarkan kesegaran dan spontanitas yang menghapus rasa jenuh dalam hidupnya. Di balik sosoknya yang tegar, Tasya terus mencari kehangatan serta kebahagiaan berbeda yang mampu membangkitkan imajinasi terdalamnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Mba aku mau lagi !" pinta Dul.

"Yaudah Dul, kita ganti posisi yah, soalnya kurang greget kalau cuman posisi classic gini !" sergah Tasya, dia menarik pinggulnya terlepas dari sodokan Kem*luan Dul.

Tasya segera bangun, dan memposisikan dirinya menungging. Tasya membuka lebar kedua pahanya dan menunggingkan pant*tnya tinggi - tinggi. Lalu tangan kanan Tasya membelah bibir Kewanitaannya lebar-lebar, memamerkan isi dalam miliknya yang merah dan cairan putih, perpaduan cairan milik Dul dan Tasya.

Blesss... ! 

Hanya sekali percobaan, Dul langsung melesakkan P*nisnya menembus liang nikmat milik Tasya.

"Ahhh, !" desah Dul dan Tasya bersamaan.

Plok plop plok! 

"Pinggul Mba seksi banget !" ungkap Dul ketika dia mulai meremas bongkahan p*ntat Tasya.

Plakk plakk plakk !

"Mmmm, enak Dul, gamparin terus bon Mba!" pinta Tasya, dia sebenarnya memang suka mendapatkan kekerasan dalam berhubungan, namun Taysa enggang meminta karena mengetahui bahwa ini pengalaman pertama Dul, padahal Dul hanya meniru dari film - film yang pernah dia nonton.

Kulit putih Tasya seketika terlihat membekas merah, seiring tamparan yang dia terima, dia semakin mengangkat tinggi pinggulnya, membuat Dul semakin leluasa bergerak maju mundur.

Plaaaakkkk, plaakk ! 

"Aihhh, jangan keras - keras dong sayang, sakit tau !" Ungkap Tasya. 

Kedua tangan Dul, mulai ketagihan menampar bokong Tasya, bahkan ketika dia mendapatkan teguran dia masih saja memukul keras. 

"Fuckkk, aaarrgghhh !" gerutu Tasya sambil menggigit bibir bawahnya, Tasya mulai merasakan kenikmatan yang amat sangat, itu adalah kelemahan Tasya memberikan kenikmatan di selingi dengan kekerasan.

"Sayang, Mba mau keluar, kalau mau barengan, gerak lebih cepat, dan siksa aku sepuasmu!" ujar Tasya.

Mendengar permintaan Tasya, semakin membuat Dul kalap. Dengan semangat tingkat tinggi, Dul semakin membabi buta menghajar kewanitaan Tasya. Tangan kiri Dul menampar bokong, dan tangan kanannya menarik rambut gelombang Tasya.

Plok plok plok! 

Plok plok plok!

Plakkk plakk plakk! 

"Anjngg, enak banget hufftt !" umpat Dul.

"Aarrgg, fuck, fuck, yes, baby, aaaahhh, yahhh, mhhhh, ugghhh !" ceracau  Tasya nikmat dan ungkapan rasa sakit yang ia terimah.

Puas menyiksa Tasya di kedua bagian, kini kedua tangan Dul beralih memegang kedua benda kenyal yang sedari tadi bergelantungan. Dul meremasnya keras, mengekspresikan kenikmatannya.

Setelah itu, kedua tangan Dul kembali posisi semula yaitu memegang bokong untuk di jadikan tumpuan.

Plakkk... ! 

Dul menampar satu kali, namun sangat keras, membuat Tasya langsung berteriak histeris, tubuhnya mengejang, liang kewanitaannya berkedut kencang, hingga keperkasaan Dul seolah di giling di dalamnya.

Crooottt... Croott... Croott .! 

Cairan kenikmatan Dul kembali tumpah di dalam.

"Aaaaaahhhhhh! " desah panjang Tasya, ketika dia mencapai puncak kenikmatan yang kedua kalinya, tubuhnya bergetar hebat, bola hitam di matanya sejenak tidak terlihat.

Dul kembali Ambruk di samping Tasya, sementara Tasya langsung saja telungkup.

"Huh, huh, huhh !" mereka berdua masih berusaha mengatur nafasnya, setelah permainan nikmat mereka usai.

******

Di samping rumah Tasya, di ruang tengah rumah Toto, suasana agak panas meski TV masih menyala. Toto, lelaki berumur 20 tahun, duduk di sofa sambil merayu istrinya, Tati, yang sedang menonton dengan wajah setengah kesal.

"Bun, ayolah, papa lagi pengen banget nih," rayu Toto, tangan kanannya menyelinap lembut menyentuh dada Tati. Tati menengok, alisnya mengernyit. 

"Papa lagi pengen apaan sih? Kok tiba-tiba minta bagian di siang bolong begini?" suaranya agak meninggi. 

 Toto tersenyum manis, tetap menggoda. "Papa janji nanti aku lebihin uang belanja, Bun." 

 Tati menarik napas panjang, matanya tajam menatap Toto. "Uangnya mau di mana? Papa kerjanya cuma minta jatah, habis itu keluyupan nggak jelas!" ujarnya dengan nada setengah marah.

Toto merengut, lalu membela diri dengan penuh keyakinan, "Pasti ada, Bun. Jangan anggap remeh kerjaan kontraktor. Sekali gajian bisa langsung keliling dunia!" 

 Tati melepas tangan Toto dengan tegas, berdiri dan berbalik menuju dapur. "Keliling kampung maksudnya? Sok keren bilangnya kontraktor, papa itu cuma buruh bangunan, inget itu!" ujarnya sebelum melangkah pergi, meninggalkan Toto yang masih duduk di sofa dengan ekspresi campur aduk.

Toto yang masih saja bergairah gara - gara mengintip pergumulan Tasya dan Dul, dia kembali membuntuti istrinya.

Tati baru saja berinisiatif mencuci piring di westafel ketika tangan Toto tiba-tiba mendarat kasar di kedua dadanya. Pelukan suaminya begitu kuat, tangan itu meremas dan mulai menggesek sesuatu yang sudah menegang di balik celana. 

Tapi Tati menolak dengan tegas, wajahnya memerah, dia berusaha melepaskan diri dari dekapan itu. "Pah, bunda malas melakukannya di siang bolong begini!" suaranya terdengar tegas sekaligus letih. 

 Plakkk! Tangan Toto melayang dan menghantam pipi Tati dengan kasar. "Dasar wanita goblog! Sialan, mati rasa!" bentak Toto sebelum meninggalkan ruangan dengan langkah berat. 

 Tati terdiam, jari-jarinya gemetar meremas sisi baju sendiri, matanya menatap kosong ke dinding. Dia tahu, ini bukan pertama kalinya dia merasakan kekerasan seperti ini, terutama saat urusan intim.

*****

Berpindah di mana Dul berpamitan dengan Tasya.

"Ingat, Dul, jangan bilang siapa-siapa, ya!" Tasya menekankan dengan suara pelan tapi tegas, matanya menatap dalam ke arah Dul yang sudah bersiap mendorong gerobak. "Siap, Mba. Tapi, kapan ya kita bisa gituan lagi?" Dul bertanya, wajahnya masih menyimpan tawa kecil penuh harap. 

 Tasya menggeleng pelan, menyembunyikan rasa ragu di balik senyum tipisnya. "Maaf, Dul, Mba gak bisa janji apa-apa. Jangan terlalu berharap, ya."

"Hehe... setidaknya aku sudah dapat pengalaman, itu sudah cukup, Mba. Makasih banyak untuk semuanya!" Dul tersenyum lega, lalu bergegas berlalu sambil mendorong gerobaknya. 

 Setelah suara roda gerobak menghilang, Tasya duduk lemas di teras rumah. 

Daster longgar sebatas lututnya tergerayangi angin siang yang hangat. Matanya kosong menatap jalan depan, mencoba meredam perasaan campur aduk yang susah diungkap.

Tiba-tiba, suara akrab memanggil dari kejauhan, "Siang, Mba Tasya!" 

 Tasya langsung menoleh ke arah suara itu. Sekilas, wajahnya yang tadi teduh berubah dingin dan sinis saat melihat siapa pemilik sapaan itu.

"Siang!" jawab Tasya dingin, sambil menghindari kontak mata. Bukan sombong, tapi wajah Toto-pria muda yang sudah jelas punya pasangan-selalu menimbulkan rasa risih di hati Tasya.

 Ia tidak suka terlibat dengan pria yang tidak setia, apalagi yang diam-diam masih dekat-dekat dengan tetangga sendiri.

Toto melangkah pelan menuju teras rumah Tasya. Begitu duduk di sampingnya, dia justru diam membisu, menundukkan wajah yang tampak kusut.

 Waktu berlalu sekitar lima belas menit, tapi tak ada sepatah kata pun terucap. Keheningan itu mulai membuat Tasya resah. Dengan sedikit ragu, ia menoleh ke arah Toto, matanya mencari jawaban. "To, kenapa mukamu kayak gitu? Lagi ada masalah ya?" suaranya lembut, diselingi nada cemas, seolah tak ingin menambah beban Toto.

"Biasalah, masalah rumah tangga, Mba," jawab Toto pendek tanpa menatapnya, suaranya dingin dan agak kasar. Tasya menghela napas panjang, mencoba mengusir rasa bersalah yang tiba-tiba menyeruak.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkitnya Istri yang Terbuang
8.2
Dian terhenyak saat Radit mengusirnya dengan kasar dan melemparkan tas pakaian ke arahnya. Perubahan sikap suaminya yang mendadak terasa menyakitkan, apalagi ada wanita lain yang menatapnya sinis di sana. Meski tengah mengandung delapan bulan, Dian harus menghadapi kenyataan pahit dibuang begitu saja. Ia mencoba memohon belas kasihan demi janin di rahimnya, namun Radit tetap tega mengusir istrinya sendiri tanpa memikirkan nasib calon anak mereka.
Sampul Novel Bangunkan Aku Dengan Cintamu
9.7
Dijual miliaran demi menikahi Eric, taipan yang koma, Emily menjadi bahan cemoohan. Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh dengan adik angkatnya, ia bertekad membalas dendam melalui pernikahan ini. Emily membuktikan kemampuannya dengan merebut penghargaan medis yang dicuri darinya dan menghukum orang tua angkatnya yang kejam. Saat Eric sadar, ia tidak mengusir Emily, melainkan memuja sang istri sambil mengungkap rahasia besar yang selama ini tersembunyi.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Fitnah Menjadi Janda
8.4
Kebahagiaan Laras hancur seketika saat sang suami berpulang hanya beberapa hari setelah pernikahan mereka. Kini, di usianya yang masih sangat muda, ia harus menyandang status janda. Tak berhenti di situ, cobaan berat mulai menerjang saat berbagai fitnah keji datang silih berganti menghantui hidupnya. Mampukah Laras tetap tegar dan bertahan menghadapi segala tuduhan miring serta prasangka buruk masyarakat yang kini terus menyudutkan dirinya?
Sampul Novel I Love You, Om
8.2
Vina, seorang mahasiswi, harus menghadapi kenyataan pahit setelah ditinggal pergi oleh ayahnya tanpa alasan yang jelas. Sebelum menghilang, sang ayah menitipkannya untuk magang di perusahaan milik sahabat dekatnya. Namun, kedekatan yang terjalin selama mereka tinggal bersama justru menumbuhkan benih asmara yang tak terduga. Vina jatuh hati pada pria berusia 29 tahun tersebut. Kini ia terjebak dalam dilema, akankah ia tetap bertahan atau memilih pergi?
Sampul Novel Istri Yang Tak Dirindukan
9.5
Lima tahun lamanya seorang istri setia menanti kepulangan suaminya yang merantau. Selama itu, ia hanya menerima nafkah ala kadarnya yang dititipkan melalui tetangga tanpa kabar pasti. Namun, penantian panjang itu berakhir tragis saat sang suami pulang membawa kejutan pahit. Bukannya melepas rindu, ia justru menjatuhkan talak demi wanita lain yang telah dinikahinya secara diam-diam hingga memiliki anak. Sebuah pengkhianatan yang menghancurkan hati.