Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Kesayangan Tuan Duda

Wanita Kesayangan Tuan Duda

Selena Tan terjebak dalam dilema besar setelah malam yang tak terduga dengan Nicole Saputra, seorang duda kaya raya. Demi menebus kesalahannya, ia terancam hamil tanpa ikatan resmi. Kini, Selena harus memilih: menerima lamaran pernikahan dari Nicole tanpa landasan cinta atau menghadapi aib besar sendirian. Meski belum siap membina rumah tangga, tekanan situasi memaksanya mengambil keputusan cepat. Akankah ia mengorbankan perasaannya demi status pernikahan?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Hei, apa yang mau kamu lakukan!? Lepaskan aku!”

“Kamu tidak bisa diam, jangan salahkan aku jika harus melepaskan sepatumu. Biar aku lap sampai warnanya luntur.” Geram Selena Tan, ia masih bersikeras mempertahankan sepatu yang ada dalam pegangannya.

“Yak! Lepaskan aku! Konyol sekali kamu!” Bentak si bos muda tak kalah keras kepalanya dengan Selena Tan, mereka saling beradu kekuatan untuk memperebutkan sebuah sepatu. Hingga akhirnya si bos muda mengeluarkan tenaga penuh dan membuat tubuh Selena Tan terdorong ke belakang.

“Tuan, anda tidak apa-apa?” Pria pengawal itu tak tahan untuk terus berdiam diri menyaksikan tuannya terlibat ketegangan bersama seorang wanita. Namun di saat ia hendak membantu, tuan muda itu menepis bantuannya. Ia pun tak bisa menolak, membiarkan tuan muda itu mempertahankan gengsinya.

Selena Tan berupaya sendiri untuk bangun dan berdiri tegak lagi setelah diruntuhkan dengan satu kali dorongan. Tatapannya tertuju pada sepatu yang berhasil ia lap itu, sorot matanya seketika berbinar, ia yakin dengan pasti bahwa sepatu itu sudah kembali kinclong. “Tuan angkuh, lihat itu! Sepatumu sudah kembali seperti baru, jadi please jangan dilebih-lebihkan lagi masalah ini. Selamat bersenang-senang lagi, tuan angkuh. Saya permisi dulu!” Ujar Selena Tan seraya membungkukkan badannya, bersiap meninggalkan si pembuat onar itu.

“Hei tunggu! Siapa yang bilang aku sudah melepaskan kamu? Jangan seenaknya mengambil keputusan, aku belum menganggap masalah ini kelar.” Suara bariton itu mencegat Selena Tan yang baru saja membalikkan punggungnya, belum juga sempat melangkah namun sudah dicegat lagi. Selena Tan belum berani membalikkan badannya, agak takut berhadapan langsung dengan pria menyebalkan yang entah apa lagi maunya.

“Pak Fei, panggilkan manager bar ini kemari. Sepertinya pegawai nakalnya ini perlu diberi penataran ulang. Dia belum tahu apa sanksinya menyinggung pelanggan VIP di bar ini.” Tegas pria muda itu yang mulai menyombongkan keistimewaan dirinya untuk menekan lawan yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya itu.

Selena Tan tercengang mendengar pengakuan bahwa pria itu adalah tamu agung di bar ini, Menyinggung tamu sekelas ini sama saja dengan mendapatkan golden tiket menuju pemecatan. ‘Sial ... Apa aku harus kehilangan pekerjaan di hari pertama aku bekerja?’ Selena Tan meratapi nasibnya yang di ujung tanduk. Bukan mudah mendapatkan pekerjaan di kota besar ini dengan modal ijasah pas-pasan serta kemampuan yang terbatas. Andai memang mudah menemukan pekerjaan yang lebih baik, Selena Tan tentu tidak akan bersedia menjadi pelayan di tempat yang sarat akan dunia malam itu.

“Baik tuan.” Pria pengawal itu menyanggupi kemudian beranjak dari hadapan bos mudanya. Hanya tinggal dua orang yang masih terlibat masalah, Selena Tan sungguh tidak bisa lari dari keadaan yang tidak berpihak kepadanya itu. Sepasang mata menyorotinya dengan tajam, dilengkapi dengan senyum seringai, seakan Selena Tan adalah mangsa yang akan memuaskan rasa laparnya. “Sekarang aku mau lihat, kamu akan melawanku dengan cara apa lagi, Selena Tan?”

Keringat dingin mengucur dari dahi Selena Tan, kenyataan itu seketika menamparnya bahwa ia tidak akan bisa menang melawan seorang penguasa.

***

Selena Tan berdiri layaknya manekin yang punya nyawa. Jika tadinya ia begitu berani menantang tamunya yang semena-mena, sekarang setelah managernya ikut campur dalam urusan yang tadinya bersifat pribadi, berubah menjadi sidang terbuka untuk menyudutkannya. Selena Tan sudah bisa menebak, siapa yang paling dirugikan dalam kondisi seperti ini. Sekalipun dirinya benar, mustahil sekali managernya akan membelanya.

“Dia anak buahmu kan? Kesalahan yang dia lakukan sudah cukup fatal. Apa kamu tidak mengajarinya sopan santun?” Celetuk si tuan muda itu seraya menatap tajam pada manager muda yang berdiri setengah membungkuk di hadapannya.

Selena Tan mengepal sepasang tangannya, entah mengapa ia merasa mual mendengar pernyataan pria muda itu yang terlalu berlebihan. ‘Apanya yang fatal? Hanya menumpahkan wine di sepatunya saja dibilang fatal? Sepertinya beban hidup pria angkuh ini lebih berat daripada aku, sampai-sampai hal sepele begini saja dibilang berat.’ Gerutu Selena Tan yang terpaksa menambah beban hatinya dengan kedongkolan yang hanya bisa ia pendam. Sambil berharap ia bisa mendapatkan kesempatan untuk balas dendam pada pria kaya yang menyusahkan itu.

Manager muda itu melirik tak senang ke arah Selena Tan, sayangnya mereka tidak bisa beradu pandang lantaran wanita cantik itu terus menundukkan kepala. Pria itu menggertakkan gigi, dalam kondisi seperti ini pun ia harus pasang badan untuk menyatakan maaf kepada tamu penting itu. “Maafkan saya tuan Saputra, saya sungguh tidak menyangka anda akan mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan di tempat kami. Pegawai ini baru hari ini bekerja di sini, saya mohon maaf atas kelalaian yang dia lakukan. Untuk menunjukkan itikad baik kami, saya akan memberikan kompensasi kepada anda. Seluruh pesanan anda akan kami gratiskan, semoga itikad baik ini bisa diterima oleh anda, tuan. Ke depannya saya akan lebih memperhatikan kinerja pegawai.”

Pria muda yang dipanggil ‘tuan Saputra’ itu menyeringai, sorot mata yang memandang remeh pada orang yang hendak memberinya minum gratis. “Kamu manager baru di sini? Apa kamu juga ikut meremehkan aku? Hanya membayar minuman dan kudapan saja aku lebih dari sanggup, untuk apa harus menerima gratisan dari kamu? Ini tetap tidak akan menyelesaikan masalah. Anda tahu, apa yang sudah dia lakukan kepada saya?”

Manager bar itu kian serba salah, ia pun kembali membungkukkan badan. “Saya belum tahu pasti, tuan.”

“Kalau begitu, tanyakan pada dia! Apa yang sudah dia lakukan kepadaku sampai aku semarah itu. Aku mau lihat, apa dia berani berkata jujur.” Ujar tuan Saputra itu seraya tersenyum miring, sangat kebetulan sekali ketika ia mendelik ke arah wanita yang bermasalah itu, Selena Tan pun tengah mencuri tatap ke arahnya. Tuan Saputra merasa detik singkat itu menjadi detik berharga karena ia bisa melihat wanita tangguh itu mulai gentar. Kini ia yakin, upayanya memanggil manager untuk menggertaknya tidaklah sia-sia.

“Selena Tan, apa yang sudah kamu lakukan sehingga tuan Saputra begitu tersinggung?”

‘Jadi namanya Saputra? Cih ... Nama yang terlalu bagus untuk orang yang tak punya akhlak seperti itu.’ Gumam Selena Tan yang malah bicara dalam hatinya dan bercabang pikiran. Ia terkesiap begitu pundaknya diguncang pelan oleh pria manager itu.

“Kamu dengar aku!? Jadi sejak tadi aku sedang serius bicara dan kamu malah asyik melamun!? Apa kamu sungguh tidak menginginkan pekerjaan ini lagi?” Gertak manager muda itu terlihat mulai kehilangan kesabaran terhadap Selena Tan.

“Ah, maafkan saya pak. Saya mendengarkan anda kok ... Masalahnya sebenarnya sepele, saya tidak sengaja menumpahkan minuman pada sepatu tuan ini. Saya sudah membersihkannya namun tuan ini terus membesar-besarkan masalahnya.” Jawab Selena Tan, ia sudah merasa jujur dalam versinya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Diceraikan Tanpa Alasan
9.0
Tiga tahun Elira mencintai Kael Virendra dalam kesunyian sebelum akhirnya diceraikan tanpa belas kasih. Saat Kael memilih kembali pada sang mantan, Elira pergi dan mengungkap identitas aslinya sebagai Seraphina Remos, pewaris takhta miliarder yang jenius dan berbakat. Ketika Kael menyadari kesalahannya dan memohon kesempatan kedua, Seraphina yang kini telah bangkit tak lagi sudi menoleh. Masa lalu telah terkubur, dan ia sudah melangkah terlalu jauh untuk kembali.
Sampul Novel HOT DUDA
9.6
Taran merupakan pengusaha sukses yang ingin mendukung karier musik adiknya, Kejora, setelah viral di YouTube. Ia pun mempekerjakan Resti sebagai manajer. Awalnya, hubungan mereka tegang karena Taran merasa Resti terlalu ikut campur. Namun, berkat Kejora, keduanya justru semakin akrab. Meski ada Ben yang mencoba menghalangi, benih cinta antara Taran dan Resti kian tumbuh kuat, terutama saat mereka menghabiskan waktu bersama selama berada di Bali.
Sampul Novel Istri Tanpa Suami
8.7
Aminarsih, gadis yatim piatu, dinikahi seorang CEO kaya demi menangkal kutukan nasib buruk pria itu, yang mana semua istrinya selalu meninggal dua hari setelah menikah. Alih-alih diperlakukan layak, Aminarsih justru disembunyikan di dalam rumah kosong yang menyeramkan. Di tengah kesendirian dan kengerian tempat itu, ia harus bertahan hidup dengan hanya mengandalkan bantuan dari sebatang pohon apel serta hewan-hewan seperti tikus, kecoak, dan semut yang kini ia anggap sebagai keluarganya.
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly adalah gadis tomboy yang terdesak untuk meninggalkan rumah keluarganya yang penuh diskriminasi. Namun, ayahnya hanya memberi izin keluar jika ia menikah. Di sisi lain, Hugo Chavez, seorang CEO muda, harus segera mencari istri di tengah rasa sakit hati akibat pengkhianatan kekasihnya. Keduanya pun sepakat menjalani pernikahan kontrak sebagai solusi. Mampukah mereka melewati segala rintangan dan dinamika dalam ikatan rumah tangga tersebut?
Sampul Novel Melarikan Diri dari Pernikahan
8.4
Kehamilan tak terduga membuat Andika Senjaya, pria yang selalu menghindari komitmen, tiba-tiba melamar Cathy. Di tengah kebahagiaannya, Cathy menerima lamaran tersebut tanpa ragu. Namun, tepat di hari pernikahan mereka, sebuah kebenaran kejam terungkap. Cathy tidak sengaja mendengar percakapan Andika dengan temannya. Andika mengaku terpaksa menikahinya demi masa depan anaknya bersama Nancy, karena ibunya menolak latar belakang Nancy. Andika bahkan merendahkan Cathy dan menyebutnya sangat membosankan.
Sampul Novel Pengkhianatan Istri Presdir
9.0
Murka besar melanda Damike saat memergoki istrinya sendiri sedang bermesraan dengan pria lain di depan matanya. Bukannya merasa bersalah, Sheyla justru pasang badan untuk melindungi selingkuhannya itu dari amarah sang suami. Dengan tatapan dingin dan hati yang hancur, Damike menuntut penjelasan atas pengkhianatan pedih ini. Namun, Sheyla justru menghempasnya dan meminta cerai, mengaku bahwa selama ini ia tidak pernah mencintai Damike sedikit pun.