
Unforgettable CEO
Bab 2
Tiba-tiba pintu itu terbuka sedikit lebih besar lalu muncul tangan yang langsung mencengkeram pergelangan tangan Elina dan menariknya dengan paksa untuk masuk ke dalam. Badan Elina yang sedikit oleng, segera terbawa masuk ke dalam kamar tanpa bisa dia cegah lagi.
“Eh apa-apaan ini!” tolak Elina ketika dia merasa ada seseorang yang membawanya masuk ke dalam kamar tersebut.
Tidak mendapatkan jawaban apa pun atas perlakuan sedikit kasar yang dia terima itu, Elina kini semakin bingung dengan keadaan ini. Dan sekarang tiba-tiba Elina merasa tubuhnya dipeluk oleh seseorang. Pelukan yang sangat erat sampai membuat tubuhnya menempel dengan sempurna di dada bidang yang saat ini sedang mengimpitnya itu.
Entah apa yang terjadi pada tubuh Elina malam ini, bukannya menolak tindakan pria itu, tubuh Elina malah merespons apa yang dia terima saat ini. Elina ikut memeluk tubuh pria itu dan menghirup dalam aroma parfum maskulin yang kini langsung menguar memenuhi rongga hidungnya.
“Sayang,” panggil Elina sambil sedikit mengendus di area leher si pria.
Merasa wanita yang ada dalam pelukannya ini sudah mulai jinak, pria itu mulai mengusap punggung Elina. Dia pun secara perlahan menghujani pundak Elina dengan ciuman hangatnya yang sesekali membuat mangsanya itu mengeluarkan leguhan. Aroma parfum yang dipakai oleh Elina, mampu membuat Kevin, si pria penarik Elina itu semakin terbuai.
“Aaah,” leguhan Elina mulai keluar setelah dia mendapatkan serangan dari Kevin yang menghujaninya dengan ciuman.
Mendengar suara leguhan Elina tepat di telinganya, membuat Kevin semakin bersemangat menikmati hidangan indah di hadapannya itu. Entah mengapa, suara leguhan Elina itu terdengar sangat seksi dan membakar gairah liar Kevin.
Tangan Kevin yang terampil kini dengan sangat lihai segera saja melucuti pakaian Elina karena dia sudah tidak tahan untuk menyalurkan hasratnya.
“Wow ... indah banget sayang,” puji Kevin melihat dua gunung menjulang dengan puncak keras yang menantangnya.
Meski dalam keadaan kamar yang temaram, mata Kevin masih bisa mengenali dengan baik lekuk tubuh Elina. Kevin kembali melahap rakusnya bibir Elina dan kini dia sudah mendapatkan balasan yang tidak kalah panas dari si pemilik bibir merah itu.
Tangan Kevin semakin melingkar kuat di pinggang Elina, agar wanita yang sedang ada dalam kuasanya itu tidak pergi. Tentu saja hal itu kian membakar gelora Elina yang kini mulai mengalungkan tangannya di leher Kevin yang saat ini semakin memperdalam ciuman mereka.
‘Sial! Wanita macam apa ini. Nikmat sekali bibirnya,’ ucap Kevin dalam hati.
Kevin yang sudah terbiasa mencari wanita penghangat ranjang untuk melepaskan kepenatannya bekerja, kali ini sepertinya mendapatkan wanita istimewa dari asisten pribadinya. Kevin merasakan madu lain dari tubuh wanitanya, seolah dia tidak ingin mengakhiri malam ini dengan cepat. Kevin ingin menikmati hidangannya dengan waktu yang sangat lama hingga dia puas.
Bibir Kevin kini mulai menyusuri leher jenjang milik Elina. Leher memikat itu kini sudah mulai basah oleh saliva Kevin dan juga keringatnya sendiri. Elina mulai menggantungkan tubuhnya di leher Kevin untuk menjaga keseimbangannya karena hasrat gila sudah mulai menguasainya.
Kevin yang semakin terikat dengan keindahan wanitanya, secara perlahan dia pun mulai melucuti pakaian yang dikenakan oleh Elina. Wanita cantik yang masuk ke kamarnya itu sama sekali tidak melakukan perlawanan dan hanya mengeluarkan beberapa desahan yang membuat gelora hasrat menggebu dalam diri mereka kian terbakar.
“Perfect!” gumam Kevin yang kini sudah bisa melihat tubuh bagian atas Elina yang sudah tanpa pelindung lagi.
Tatapan mata Elina kini semakin sayu. Kesadarannya yang mulai hilang, hingga membuat dia tidak bisa berpikir lagi tentang apa yang terjadi malam ini. Baginya saat ini hanyalah ingin meneruskan apa yang tadi sudah dia lakukan bersama dengan pria yang saat ini ada di hadapannya.
‘Sejak kapan Bram jadi ganteng dan seksi begini,’ ucap Elina dalam hati saat sekelebat dia melihat wajah tampan di hadapannya.
Tidak ingin hasrat mangsanya turun, Kevin segera menggendong tubuh Elina untuk dia bawa ke atas ranjang yang akan menjadi tempat pertarungan mereka malam ini. Sambil menggendong Elina ala bridal style, Kevin kembali meraup bibir Elina yang sudah menjadi candu bagi dirinya malam ini.
Kevin meletakkan tubuh Elina di atas ranjang lalu menatapnya dengan sorot mata yang sangat lapar. Rasanya adik kecilnya itu saat ini sudah sangat memberontak ingin menikmati juga tubuh Elina yang kini sudah tanpa sehelai benang pun untuk menutupi tubuhnya.
“Berikan pelayananmu yang terbaik malam ini, sayang,” ucap Kevin sebelum dia kembali membuai Elina dan membawanya terbang ke awang-awang.
Pergulatan malam itu berlangsung dengan sangat sengit. Kevin merasakan sensasi lain dari Elina yang tidak pernah dia dapatkan dari wanita yang sering dia sewa. Kevin benar-benar tidak ingin melepaskan Elina sedikit pun.
Erangan demi erangan keluar begitu saja dari bibir Elina ketika dia mendapatkan perlakuan yang membuatnya mabuk kepayang malam ini. Meskipun dia sempat beberapa kali melakukan hubungan badan dengan mantan kekasihnya, namun apa yang dia nikmati malam ini terasa sangat luar biasa.
“Ah sayang ... enak sayang. Aku milikmu malam ini, sayang,” rancau Elina ketika badannya bergerak-gerak karena dorongan dari senjata ampuh milik Kevin.
“Kamu milikku, sayang,” ucap Kevin yang terus memompa area kewanitaan Elina yang membuatnya keenakan itu.
Dua insan yang kini sedang dibakar api gairah yang tengah berkobar dalam tubuh mereka itu sudah tidak lagi berpikir tentang siapa orang yang sedang bersama mereka saat ini. Yang ada di pikiran mereka saat ini hanyalah puncak kepuasan yang mereka nantikan sejak tadi.
Mereka terus berlomba untuk mendapatkan kepuasan. Menikmati malam yang benar-benar membuat mereka sangat lelah, bahagia dan akhirnya tertidur pulas.
***
“Selamat pagi, Bos,” sapa Bima saat masuk ke dalam kamar Kevin.
“Hmm ... gimana, udah ada kabar dari Paris?” tanya Kevin yang baru keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
“Tadi malam mereka hanya mengirimkan kabar kalau hari ini akan mengirimkan proposalnya pada kita.”
“Oh ok! Oh ya, di mana wanita semalam? Kok aku gak liat dia pas aku bangun,” tanya Kevin.
“Wanita? Memangnya tadi malam Bos tidur dengan siapa?” tanya Bima balik.
Kevin menoleh ke Bima, “Siapa? Bukannya kamu aku suruh cari orang,” ucap Kevin yang sedikit kaget dengan respons asisten pribadinya itu.
“Iya Bos, tapi tadi malam saat saya ke sini ... Bos gak buka pintunya. Saya pikir Bos sudah tidur lalu wanita itu saya suruh pergi,” papar Bima menjelaskan pada Kevin.
Mata Kevin membulat lebar saat dia mendengar apa yang dia dengar dari asistennya itu. Dia semakin bingung dengan sosok wanita yang membuatnya kelabakan tadi malam.
“Apa kamu bilang? Tadi malam ada orang ke sini dan aku tidur dengan dia. Brengsek! Cari dia dan bawa dia ke hadapan aku!” perintah Kevin tegas sambil sedikit membentak Bima.
Anda Mungkin Juga Suka





