Sampul Novel Menikah dengan Miliarder Rahasia

Menikah dengan Miliarder Rahasia

8.9 / 10.0
Dikhianati calon tunangannya yang kabur, Livia nekat mengajak pria asing menikah secara spontan. Tanpa diduga, sosok itu adalah Kiran, pria yang dikenal punya reputasi buruk. Meski publik mencemooh dan sang mantan memintanya kembali, Livia tetap bertahan membela martabat pernikahannya. Segalanya berubah saat identitas asli Kiran sebagai triliuner dunia terungkap. Di hadapan semua orang, Kiran berlutut mempersembahkan berlian demi membuktikan cinta tulusnya.

Menikah dengan Miliarder Rahasia Bab 1

"Fredi, pernikahan akan segera dimulai—kamu tidak bisa pergi begitu saja!"

Mengenakan gaun putih bersih, Livia Benhur berpegangan erat pada lengan Fredi Widaya, jari-jarinya gemetar saat kepanikan memenuhi suaranya.

Hari ini seharusnya menjadi hari pernikahan mereka.

Namun, tepat saat upacara hendak dimulai, Fredi telah membaca pesan teks, menoleh ke arah orang banyak, dan menyatakan pernikahan dibatalkan.

Alisnya berkerut, suaranya tegang karena urgensi. "Minggir. Jolin terluka. Dia sendirian di rumah sakit, dan dia pasti ketakutan. Aku harus ada untuknya."

Wajah Livia pucat pasi.

Jolin Sandira adalah kekasih masa kecil Fredi.

Livia mulai berkencan dengan Fredi lima tahun lalu. Dan selama lima tahun, setiap kali dia pergi bersamanya, jika Jolin benar-benar membutuhkannya, Fredi akan meninggalkannya.

Dia selalu bersikeras bahwa dia menganggap Jolin seperti adik perempuannya sendiri dan selalu meminta Livia untuk mengerti.

Demi hubungan mereka selama lima tahun, dia telah menolerir berkali-kali.

Namun, hari ini adalah hari pernikahan mereka.

Memangnya kenapa jika Jolin membutuhkannya? Apakah itu berarti Livia harus ditinggalkan oleh pria yang seharusnya menjadi suaminya?

Suara Livia bergetar saat berbisik, "Tidak, kamu tidak bisa pergi. Pernikahan tidak akan terlaksana tanpamu. Tidak peduli apa pun, kamu harus tetap tinggal hari ini. Kumohon, Fredi … aku mohon padamu."

Namun, kesabaran Fredi habis. "Cukup! Berhentilah bersikap egois dan tidak masuk akal. Kita selalu bisa menjadwal ulang pernikahan. Tapi saat ini, Jolin terluka. Jika aku tidak pergi, bisakah kamu menanggung konsekuensinya? Minggir!"

Sebelum Livia bisa mengatakan sepatah kata pun, pria itu mendorong dan melewatinya.

Livia terhuyung, tumitnya tergelincir di lantai yang mengilap saat dia terjatuh di atasnya. Dari tempatnya duduk, dia tertegun dan hanya bisa menyaksikan Fredi menghilang melalui pintu—tanpa menoleh sedikit pun ke belakang.

Detik berikutnya, ponselnya berdering.

Tanpa berpikir panjang, dia menjawab—hanya untuk disambut dengan suara wanita yang sombong dan terdengar puas di ujung sana.

"Livia, hari ini hari besarmu bersama Fredi, 'kan? Apakah kamu menyukai hadiah kecil yang aku kirimkan kepadamu?"

Seluruh tubuh Livia menjadi kaku saat mengenali siapa yang berada di ujung telepon. Sambil menggertakkan gigi, dia berkata, "Jolin … kamu melakukan ini dengan sengaja. Kamu memancing Fredi pergi, 'kan?"

"Ya, aku melakukannya dengan sengaja. Memangnya kenapa? Apa yang akan kamu lakukan? Aku hanya ingin mengingatkanmu—di hati Fredi, aku akan selalu menjadi yang utama." Nada bicara Jolin dipenuhi dengan kesombongan, setiap kata-katanya mengandung ejekan. "Kamu menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merencanakan ini, 'kan? Sungguh disayangkan … semua kerja keras, semua impian itu—hilang begitu saja. Jujur saja, aku hampir merasa kasihan padamu."

Livia menatap kain putih bersih gaunnya, dan untuk pertama kalinya, dia melihat lima tahun terakhir sebagai apa adanya—sebuah lelucon.

Sejak dia menjadi yatim piatu, dia sangat menginginkan sebuah keluarga, sebuah cinta yang dapat disebutnya miliknya sendiri.

Namun Fredi … tidak akan pernah memberikannya itu.

Sudah waktunya untuk berhenti mengemis untuk sesuatu yang tidak akan pernah menjadi miliknya.

Tawa tajam dan dingin keluar dari bibirnya. "Jangan terburu-buru, Jolin. Pernikahannya masih berlangsung."

Nada bicara Jolin langsung berubah masam. "Apakah kamu gila? Fredi adalah pengantin prianya. Dia bahkan tidak ada di sana. Bagaimana tepatnya rencanamu untuk melangsungkan pernikahan tanpa dia?"

Bibir Livia melengkung membentuk senyum mengejek yang lambat.

Siapa bilang calon suaminya harus Fredi?

Jika pria tersebut bisa pergi semudah itu, maka dia akan menemukan orang lain—seseorang yang benar-benar pantas untuk berada di sampingnya.

Suaranya berubah tajam dan tak tergoyahkan. "Tolong aku, Jolin—sampaikan pesan pada Fredi. Katakan padanya aku tidak menginginkannya lagi. Dia tidak sepadan sedikit pun dengan waktuku. Dan karena kamu begitu menyukai pria yang tidak kuinginkan, silakan saja. Seorang pria brengsek dan seorang wanita yang tak tahu malu—sungguh pasangan yang sempurna. Semoga kalian bersama selamanya!"

Suara Jolin menajam karena marah. "Livia, aku memperingatkanmu. Jangan coba-coba keberuntunganmu—"

Namun sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, Livia menutup panggilan telepon.

Pernikahan akan dimulai dalam tiga puluh menit. Dia perlu menemukan calon pengantin pria pengganti—secepat mungkin.

Sambil mengangkat ujung gaunnya, dia bergegas keluar. Yang mengejutkannya, pintu masuk dipenuhi oleh pria-pria berpakaian hitam. Kehadiran mereka yang mengesankan mengirimkan pesan yang jelas saat mereka menyisir setiap sudut, mencari sesuatu—atau seseorang.

Di tengah mereka, seorang pria yang mengenakan jas pernikahan duduk di kursi roda. Meskipun tidak bergerak, dia memancarkan aura dingin yang hampir tak tersentuh.

Suaranya memerintah saat dia berbicara kepada pengawal di depannya. "Upacara akan segera dimulai. Apakah kamu sudah menemukan Hana?"

Pengawal itu ragu-ragu, ekspresinya tegang. "Pak Kiran, kami sudah mencari di sekitar sini, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Nona Hana. Sepertinya dia sudah melarikan diri .…"

"Melarikan diri?" Suara pria itu dalam dan tenang, tetapi tatapannya berubah setajam silet—dingin dan tak kenal ampun, seperti pemangsa yang sedang mengamati mangsanya. "Jika pernikahan ini tidak terjadi tepat waktu, kamu tahu apa akibatnya."

Livia menangkap setiap kata, dan dalam sekejap, dia mengerti—pria ini telah ditinggalkan di altar, sama seperti dirinya.

Tanpa ragu-ragu, dia mencengkeram gaunnya dan melangkah ke arahnya.

Para pengawal bereaksi seketika, melangkah di depannya dengan ekspresi kaku dan waspada.

"Nona, kamu ingin melakukan apa?"

Pria di kursi roda itu mengalihkan perhatiannya kepadanya, kehadirannya sendiri menekan seperti badai di cakrawala.

Namun Livia tidak gentar. Suaranya terdengar tenang saat dia menatap langsung ke arahnya. "Pak, kudengar istrimu telah melarikan diri. Bagaimana kalau aku menggantikannya? Aku akan menjadi pengantinmu."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Menikah dengan Miliarder Rahasia

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan