Sampul Novel Istri Idaman Tuan Ares

Istri Idaman Tuan Ares

8.1 / 10.0
Dalam Istri Idaman Tuan Ares, Ares dan Anggun terjebak perjodohan paksa yang tak terelakkan. Di tengah tekanan status billionaire, keduanya harus menavigasi komitmen tanpa cinta. Ikuti kisah mereka dalam romance novel ini, salah satu fiction books terbaru yang menguji loyalitas dan pilihan hidup.
Ringkasan Istri Idaman Tuan Ares
Perjodohan paksa merupakan fenomena klasik yang kerap membebani siapa pun, terutama jika harus bersatu dengan orang asing tanpa landasan cinta. Beban berat inilah yang kini menghimpit hidup Ares dan Anggun. Meski hati menolak, mereka terjebak dalam situasi yang tidak memberikan celah untuk melarikan diri. Keduanya terpaksa menghadapi komitmen yang tak diinginkan, di mana alasan apa pun tidak cukup kuat untuk membatalkan ikatan pernikahan tersebut.
Baca Selengkapnya

Istri Idaman Tuan Ares Bab 1

Hidup bergelimpangan harta sudah menjadi pilihan para wanita di manapun mereka berada. Harta, Tahta dan Pria, incaran ganas bagi siapun. Rupanya tampan, dia kaya, gagah nan mempesona. Namun, siapa yang sangka, di balik ketampanan dan kekayaannya, menyimpan sejuta keganasan di dalamnya.

Gareesa Wicaksono, itu lah namanya. Panggil saja Ares. Itu panggilan dari keluarga dan teman-temannya.

Pria gagah itu kini sedang berdiri dengan kedua tangan terlipat menghadap orang-orang yang tengah duduk di tuang tamu. Ada ayah dan ibunya, ada tiga tamu lain yang sepertinya berasal dari kalangan rendah.

“Apa ini perjodohan untukku lagi?” tanya Ares dengan nada sinis.

Belum sempat ada yang menjawab, Ares sudah berdecak sambil membuang muka. “Dan lihatlah, kenapa yang datang keluarga kumuh begini?”

“ARES! Jaga bicaramu!” gertak Bian (Ayah). “Mereka tamu kita, bersikaplah yang sopan!” Bian masih melotot.

Mendengar hampir ada perdebatan, tiga orang yang duduk di depan kedua orang tua Ares, nampak gelisah dan gemetaran.

“Ayah ....”Ares meraup wajah kemudian berdecak. “Lihatlah mereka, tampangnya saja lusuh begitu, bagaimana bisa disandingkan denganku?”

“ARES!” gertak Bian lagi. Dan Ares tetap bersikap santai tanpa ada rasa bersalah. “Duduklah dan biarkan kami membicarakan ini baik-baik.”

Ares menyeringai. Saat ia duduk, bola matanya sempat melirik ke arah seorang gadis berambut kepang dengan panjang di bawah pundak. Ares tidak bisa melihat dengan jelas rupanya seperti apa karena gadis itu sedari tadi menunduk.

“Ck! Apa gadis itu yang akan menikah denganku?” tanya Ares saat Ayahnya hendak bicara.

“Ares, diamlah dulu. Ayahmu mau bicara,” wanita di samping Bian melotot ke arah Ares.

Dia Ana, ibu tiri dari Ares.

“Hei! Anda bukan siapa-siapaku, jangan mengaturku!” sulut Ares sambil menuding.

Bian berkedip pada sang istri, sambil mengusap lengan. Bian memberi kode supaya tidak usah ikut bicara. Ana sempat merengut, tapi ada baiknya juga berdiam diri dari pada ikut berdebat dengan pria seperti Ares.

“Jawab ayah!”

Bian terperanjat saat tiba-tiba Ares berteriak ke arahnya.

“Apa gadis itu yang akan menjadi istriku?” tanya Ares mengulang pertanyaan yang tadi.

Gadis itu terlihat semakin menciut ketakutan. Kedua tangannya gemetaran dan saling genggam. Ares sempat menyeringai melihat ketakutan gadis itu.

“Mau bertahan sampai berapa detik dia bersamaku,” batin Ares masih dengan melirik tangan gemetaran itu.

“Kau duduklah yang tenang, biar ayah menyelesaikan pembicaraan ini.” Bian menepuk pundak Ares saat sudah duduk di sampingnya.

“Sepertinya menarik. Baiklah, aku akan ikuti drama ini,” gumam Ares dalam hati.

“Perkenalkan, mereka dari keluarga Kakek Baskoro. Ini Paman Anton dan ini Bibi Maya. Kalau yang ini ....”

“Gadis lusuh!” potong Ares sambil menyeringai jijik.

Senyum yang sempat mengembang di bibir Anton dan Maya langsung lenyap.

Bian menghela napas lalu berkata lagi tanpa memperdulikan perkataan Ares baru saja.

“Namanya, Anggun. Anggun Lestari.”

Mendengar nama gadis itu disebutkan, gelak tawa mencuat begitu sana dari mulut Ares. Ares tertawa sampai buliran bening muncul di ujung mata.

“Aku tidak salah dengar?” Ares ternganga menatap ayahnya.

“Apa maksudmu?” tanya Bian.

“Anggun Lestari? Hm ... kenapa nama itu terdengar sangat aneh?” Ares tertawa lagi. Sementara yang lain hanya bisa mengusap dada.

“Namanya kampungan sekali!” ceplos Ares lagi.

“Jaga bicara anda, Tuan!” Anggun tiba-tiba berdiri. Dua bola matanya menyala ke arah Ares. “Jangan pernah menghina namaku!”

“Heh!” Ares ikut berdiri. “Apa bagusnya namamu? Terlalu kampungan, makanya pantas dihina!”

“Ares, dudulah.” Bian menarik lengan Ares.

“Kau juga duduk Anggun,” perintah Anton dan Maya.

Ares dan Anggun sama-sama merengut. Keduanya pun duduk dengan rasa keterpaksaan. Dari lirikan Ares, Ares mendapati Anggun tengah terisak. Gadis itu menunduk dan terlihat meremas-remas jari.

“Apa dia menangis?” batin Ares. “Cih! Dasar cengeng! Begitu saja sudah menangis!”

“Sekarang apa?” tanya Ares pada semuanya. “Kalian sudah mengaturnya kan? Sekarang putuskan!” perintah Ares pada Ayah dan ibu tirinya.

Bian terlihat menarik napas dalam-dalam. Menggenggam tangan sang istri, kemudian mulai bicara pagi.

“Ayah akan menikahkan kau dan Anggun.”

Tak ada yang kaget di ruangan ini. Ares maupun Anggun hanya diam. Kenapa harus kaget? Ares dan Anggun sudah bisa menebak apa yang akan terjadi di ruangan ini.

“Baiklah, atur sesuka kalian.” Ares berdiri meninggalkan ruang tamu.

“ARES! Tunggu Ares!” teriak Bian dengan lantang. Namun, Ares sudah berlalu dengan diikuti asistennya yang sedari tadi berdiri diam di belakang Ares yang duduk.

“Maafkan anakku,” sesal Bian pada tamunya.

Mereka hanya tersenyum getir, sementara Anggun, mencibir dengan rahang menguat.

“Bagaimana mungkin ayah menikahkanku dengan wanita seperti itu?” tanya Ares saat sudah sampai di dalam kamar.

Asistennya yang bernama Nando, hanya nyengir sambil garuk-garuk kepala.

“Kenapa kau cuma diam saja di sana!” sembur Ares pada Nando. “Setidaknya bantu aku bicara!”

“Maaf, Tuan.” Nando menangkup kedua tangan. “Aku tidak ada hak untuk ikut campur.”

“Heh!” Ares melotot. “Kau kan bawahanku, aku yang membayarmu. Kenapa kau malah diam seperti patung tadi? Aku sampai berpikir kau tidak ada di sana tadi.”

Nandi nyengir lagi. “Maaf, Tuan. Suasana kan sedang genting, jadi aku cari aman.”

“Kebiasaan!” Ares mendengus lalu melompat naik ke atas ranjang.

Nando menarik kursi persegi kemudian ia duduki. “Tapi ya, Tuan ...” wajah Nando terlihat serius.

“Apa?” salah Ares langsung. “Jangan bilang kau mendukung perjodohan ini!”

Nando meringis sambil garuk-garuk kepala

“Jadi, kau setuju aku menikah dengan gadis tadi?” dua bola mata Ares sudah melotot.

“Tenang dulu, Tuan.” Nando menekan udara dengan telapak tangan. “Aku hanya berpikir gadis itu sangat berbeda dari yang biasanya.”

“Maksudmu?” Ares menaikkan kedua alisnya.

“Dia lain dari yang biasanya Tuan dan Nyonya kenalkan padamu. Biasanya mereka membawa wanita dari kelas atas, tapi kali ini ... kenapa mereka membawa gadis yang, Em ... kuras masih di bawah umur.”

Ares masih menatap wajah Nando dengan serius. Perkataan Nando memang ada benarnya. Biasanya ayah dan ibu akan menjodohkannya dengan orang terpandang. Teman bisnis misalnya. Namun, kali ini kenapa berbeda.

Ares mengusap-usap dagu lalu kembali menatap Nando. “Menurutmu, aku harus bagaimana?”

“Terima saja perjodohan ini.”

“Kau gila ya!” Ares langsung membelalak. Ares bahkan sampai duduk tertegak dengan jari mengacung lurus ke arah Dion.

“Tenang, Tuan.” Nando tersenyum supaya Ares tidak melotot lagi. “Dengarkan aku dulu.”

“Apa?” sahut Ares malas.

“Tuan pernah bilang padaku ingin memiliki wanita yang lain dari yang lain. Mungkin, ini jawaban dari keinginanmu, Tuan.”

“Tetap saja bukan gadis lusuh seperti itu yang aku mau!” salak Ares. “Kau tidak lihat ya, dia bahkan masih mengepang dua rambutnya. Najis!”

Nando meringis. “Tuan pikir-pikir dulu saja. Wanita glamor atau wanita yang biasa saja.”

Degh! Ares mendadak terpaku dengan kalimat yang diucapkan Nando. Dua pilihan yang berbanding terbalik pada setiap gadis yang mendekati Ares.

**

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Idaman Tuan Ares

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Ayo Nikah! Siapa Takut
8.3
Fiona terpaksa meneriakkan cinta di bandara demi menjatuhkan reputasi David, sang kapten pilot yang mengancam bisnis 'Ana's Wedding Dream'. Meski tampil anggun, Fiona menyimpan kemarahan besar di balik senyum manisnya. David yang semula dingin justru menanggapi aksi bar-bar tersebut dengan senyuman sinis. Fiona merasa terhina karena harus melakukan aksi memalukan ini, namun ia bertekad menjebak pria itu dalam drama romansa yang penuh dengan tipu daya.
Sampul Novel Code Name Amaryllis
8.6
Indonesia tahun 2050 hancur akibat korupsi yang melumpuhkan hukum. Demi memulihkan keadilan, Presiden membentuk lembaga rahasia berisi pemuda berbakat dengan peralatan mutakhir. Mereka bergerak di balik bayang-bayang untuk menghancurkan konspirasi para pejabat korup. Cerita ini berfokus pada agen muda berkode Amaryllis yang mempertaruhkan nyawa dalam misi penuh intrik dan aksi berbahaya. Sebagai harapan terakhir bangsa, mampukah Amaryllis menumpas akar kejahatan di tanah air?
Sampul Novel Hasrat Liar Sang Ustadzah
9.7
Kehidupan seorang pemuda berubah drastis setelah menyaksikan rahasia di balik hijab syar'i Ustadzah Ika. Pemandangan tak terduga saat sang guru melepas pakaiannya meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan. Meski telah memiliki anak, kecantikan fisik Ustadzah Ika tetap mempesona dan memicu kekaguman yang berlebihan. Kini, bayangan tubuh molek sang ustadzah terus menghantui pikiran dan mengganggu tidur malamnya, menciptakan hasrat yang semakin liar setiap hari.
Sampul Novel Perangkap Cinta Tuan CEO
8.8
Rafael Valentino menyimpan dendam pada Edgar Marvelo yang telah menggelapkan dana perusahaan. Saat Edgar kabur, Rafael mengalihkan kemarahannya kepada Aurora, putri Edgar yang baru pulang dari Paris. Aurora yang tidak tahu apa-apa dipaksa membayar utang ayahnya dengan menyerahkan kebebasannya. Kini ia terjebak dalam kendali sang CEO yang dingin. Akankah hubungan yang berawal dari kebencian dan tekanan ini berubah menjadi cinta di tengah luka masa lalu?
Sampul Novel Pernah Sakit, Juga Melupakanmu
8.6
Khawatir dengan kondisi Ricky Mandos yang kritis setelah kecelakaan balapan liar, Amanda Hilman bergegas ke rumah sakit untuk mendonorkan 1000 cc darahnya. Meski diminta pulang oleh keluarganya untuk beristirahat, rasa cemas membuat Amanda memutuskan kembali. Namun, langkahnya terhenti saat melihat perawat membuang seluruh kantong darah yang baru ia donorkan ke tempat sampah. Di saat yang sama, suara tawa mengejek terdengar dari kamar sebelah, menyadarkannya bahwa ketulusannya hanyalah sebuah jebakan kejam.
Sampul Novel Terjebak Cinta Tuan Arogan
9.6
Dalam upaya melarikan diri, nasib mempertemukan Maureen dengan Max secara tidak terduga. Max dikenal sebagai pengusaha dingin yang mustahil untuk didekati, namun pesona Maureen seketika meruntuhkan tembok pertahanannya. Pertemuan tersebut menjerat Maureen dalam ikatan dengan pria arogan yang memiliki cara mencintai yang unik. Kehadiran Max yang mendominasi pun seketika menjungkirbalikkan seluruh tatanan hidup Maureen selamanya dalam jerat asmara.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan