Sampul Novel TULANG RUSUK

TULANG RUSUK

8.5 / 10.0
Dalam novel TULANG RUSUK, lima pria mapan menghadapi rintangan besar saat mencari pasangan hidup sejati. Ikuti perjuangan mereka dalam romance novel modern ini untuk menemukan loyalitas dan cinta di tengah kerasnya persaingan hidup. Baca selengkapnya di web novel ini.
Ringkasan TULANG RUSUK
Ikuti perjalanan lima pria mapan yang tengah berjuang dalam misi pencarian pasangan hidup sejati mereka. Di tengah kemapanan yang telah diraih, mereka harus menghadapi berbagai lika-liku emosional demi menemukan sosok tulang rusuk yang selama ini dinantikan. Akankah setiap langkah dan usaha yang mereka tempuh akan berujung pada akhir bahagia yang mulus, atau justru rintangan tak terduga akan datang menguji kesungguhan cinta mereka?
Baca Selengkapnya

TULANG RUSUK Bab 1

Dina dan Jimmy saling berpandangan dan melempar senyum.

“Beneran kalian sudah jadian?” tanya Dina kepada Neil dan Anita.

Neil menganggukkan kepalanya sedangkan Anita menggeleng disaat bersamaan.

“Oh, jadi masih ragu-ragu rupanya? Awas lho nanti Neil kecantol ciwi syantek,” goda Simon kepada Anita yang sekarang sudah mendelik kepada Simon.

Anita sudah tidak canggung lagi berinteraksi dengan keluarga Neil yang memang humoris dan yang pasti sangat suka menggodanya.

“Jangan!” Isyarat Anita dengan raut wajah memelasnya.

“Wah, untung kalian masih di sini. Dedek cantik apa kabar?” Suara Alex menyapa dari belakang punggung Neil.

Serentak semua mata menoleh ke asal suara. Di sana tampak Alex meringis memamerkan deretan gigi putihnya bersandingan dengan Hilya beserta kedua anak kecil berumur tujuh dan empat tahun. Alex sedikit canggung ditatap sedemikian rupa oleh para sahabatnya itu.

“Mau piknik keluarga ini rupanya?” goda Neil dengan satu alisnya yang terangkat ke arah Alex dan Hilya. Hilya adalah sekretaris pribadi Neil di perusahaan pria tersebut.

“Bukan begitu Pak Neil. Ini Pak Alex ngajakin jalan sama anak-anak saja.” Hilya gugup memberikan alasan. Ini merupakan kali pertama sepupu bosnya itu mengajak dirinya bertemu dan juga kedua anaknya di luar urusan kantor. Hilya adalah seorang janda dengan dua orang anak.

“Ya, itu namanya piknik,” timpal Jimmy tiba-tiba, dengan kedua alisnya yang naik turun kemudian mengerling menggoda ke arah Alex, yang dibalas olehnya dengan memutar kedua matanya malas sedangkan Dina menatap Jimmy dalam-dalam seraya tersenyum tipis. Banyak pemikiran bersarang dibenaknya saat ini. Terutama tentang keberadaan pria di sebelahnya ini, yang kadang bisa sangat menjadi seorang pemaksa dan bisa terlihat biasa saja jika bersama dengan teman-temannya.

'Ternyata pria kaku ini bisa bercanda juga selain 'hot' tentu saja.' Batin Dina.

Ponsel Alex bergetar ia kemudian segera mengangkat panggilan yang ternyata dari saudaranya Marco.

“Halo Bang.”

“Aku sudah temukan sepupu kita yang tersayang.”

“Oh ya, lalu?”

“Dan dia tidak mau ikut kembali karena ternyata dia sudah menikah.” Tampak sekali jika Marco sedang menggeram kesal. Memang Marco kadang tampak tidak sabaran menghadapi tingkah polah satu-satunya sepupu perempuan mereka. Maka dari itu Catty sangat dicintai oleh keduanya.

“Menikah? Lalu bagaimana sekarang, bagaimana dengan tante Tari?”

“Dia bungkam dan hanya mau bicara padamu.”

“Astaga! Gadis itu memang!” seru Alex tidak habis pikir seraya menggelengkan kepala dan mendengkus. Selalu saja begitu sedari mereka kecil, Catty selalu sembunyi di belakang punggungnya guna mencari dukungan jika wanita itu melakukan kesalahan. Catty yang berusia dua tahun lebih muda dari Alex memang lebih dekat dengan pemuda periang itu.

“Abang, tolong Dedek! Abang Marco galak, mana bawa cewek lagi ke sini,” rengek Catty dengan nada merajuk nan manja, sangat jelas terdengar di seberang sana dan itu hanya berlaku untuk Alex saja.

Di seberang sana Juli yang memang datang bersama dengan Marco dan juga Johan saling berpandangan melihat adegan saling mengadu di depan mereka.

Marco mendengus seraya berkacak pinggang ia tahu kali ini Alex tidak akan mudah luluh dengan bujuk rayu Catty.

Enam bulan sebelumnya

Anita segera mengemasi pakaiannya dan segera keluar dari rumahnya padahal waktu masih menunjukkan pukul empat pagi. Suasana jalanan depan rumahnya masih sangat sepi. Setelah Anita menaruh kunci di tempat biasa, lalu ia segera bergegas menuju jalan raya seraya mendekap tas jinjingnya menghalau rasa gugup, takut dan dinginnya udara pagi hari ini. Beberapa kali pandangannya mengawasi sekitar. Anita pergi dari rumah, kabur tepatnya.

Kini Anita berdiri di depan gerbang rumah mewah yang menjulang tinggi di hadapannya saat ini. Ia sempat ragu apakah Tarsih benar tinggal di sini, jika benar sangat keren sekali pikirnya. Anita membuka tas bulat kecil yang menggantung di bahu kirinya. Ia segera mengeluarkan kertas yang terlipat rapi dalam dompet kecil souvenir pembelian perhiasan. Nomor rumah dan alamat di depannya saat ini sama persis dengan yang tertulis dalam secarik kertas itu.

Ia melihat dua buah tombol yang menempel pada tembok pagar namun saat ia akan menekan tiba-tiba pintu gerbang di depannya terbuka dengan sendirinya. Anita cepat-cepat menyingkir ke samping dan bersandar pada tembok batas pagar karena ada mobil mewah yang mau keluar.

Hari sang penjaga rumah, melihat Anita dan tersenyum. Ia tahu siapa gadis itu karena Tarsih sudah berpesan padanya sebelumnya. Hari mendekat ke arah Anita dan berdiri tak jauh dari gadis itu, sesaat setelah mobil sang majikan berlalu.

Mobil mewah itu sempat berhenti dan menurunkan kaca samping kemudi, sang pengemudi adalah seorang pria yang sangat tampan dan modis menatap penampakan Anita kemudian tersenyum tipis. Sementara Anita tak bisa melihat mata pria tersebut karena pria itu memakai kacamata hitam yang pastinya tak kalah mahal dengan penampilannya. Anita terpaku dan terpana ditatap sedemikian rupa oleh pengemudi tersebut. Andai saja Anita bisa bersuara pasti ia akan menyapa dengan santun.

Terbersit kecemasan di benaknya bagaimana jika pria itu nantinya akan berpikir jika dirinya tidak sopan? Ah, semoga saja pria itu hanya tamu di rumah mewah ini. Anita melirik mencuri pandang ke halaman depan rumah tersebut.

“Sini Neng, ayo Akang antar ke dalam,” sambut Hari ramah.

Anita mendekat ke arah Hari dengan tersenyum lembut kemudian mengikutinya ke dalam lewat pintu samping yang dikhususkan untuk para pekerja di rumah yang megah bagai istana.

“Eh iya Neng, si Eneng teh udah lulus sekolah?” tanya Hari.

Anita mengangguk dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

Hari yang mendapatkan senyum ramah sampai menelan salivanya kasar. 'Aduh senyum si Eneng mah bikin dada aing jedak jeduk. Kalau jaman enow bilang termehek-mehek, jiwa muda meronta.'

Hari yang memang masih berusia muda sekitar dua puluh dua tahun, bersih dan tampan kini merasa geli dengan pemikirannya sendiri.

'Ternyata tetangga Bi Tarsih cantik sekali walaupun tuna wicara tak apalah asal bisa masak, beberes rumah. Semoga teh, Neng Anita mau dengan aing.'

Walaupun jelas Anita memiliki kekurangan, tetapi dengan tubuhnya yang tinggi dengan bentuk tubuhnya semampai dengan ukuran dada yang diatas rata-rata, serta pinggul ramping bagaikan biola. Kulit yang putih bagaikan porselen dan memiliki pori-pori wajah yang tak terlihat. Laki-laki yang sehat pasti akan terpesona kepadanya. Oh ya, tidak lupa juga rambutnya yang panjang terurai sepanjang tulang belakangnya, tergerai indah dan harum. Matanya yang sedikit sipit, tulang pipi tinggi yang masih sedikit tertutup bulatnya pipi sisa-sisa penampakan masa kanak-kanaknya dan bibir sedikit mungil tetapi penuh dengan warna merah muda alami tanpa polesan.

Bahu Hari yang sedang melamun menikmati pemandangan indah di depannya itu, ditepuk oleh Tarsih dari belakang. Anita yang memang sudah melihatnya hanya tersenyum geli menatap keduanya. Serta kekagetan Hari merupakan hiburan bagi Anita. Hari saja tidak sadar jika sampai air liurnya hampir menetes, memalukan bukan?

“Hayo, bengong aja,” tegur Tarsih.

Hari hanya meringis karena kekagumannya. “Tau nggak Bi, tadi teh aing kira ketemu bidadari waktu membuka gerbang eh ternyata beneran. Bidadari bumi mendarat mulus di tempat kerja aing yang megah ini. Duh tambah betah kerjanya kalau begini.” Setelah berkata demikian, Hari kemudian kembali lagi ke pos jaganya.

“Da ... da .... Eneng cantik, sampai jumpa lagi!” pamitnya sambil berlari kecil ke depan membukakan gerbang saat bersamaan ada suara klakson mobil.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi TULANG RUSUK

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel After You
9.8
Kiren terjebak dalam dilema moral saat menjalin hubungan gelap dengan Fabian, kekasih sahabatnya sendiri, Aurel. Setelah berjuang sembuh dari luka masa lalu, Kiren justru kembali merasakan kepedihan yang lebih dalam. Ia harus menutupi perselingkuhan ini rapat-rapat karena perannya hanyalah sebagai wanita simpanan. Bagi Fabian, Kiren adalah pelampiasan nafsu yang memberikan kepuasan yang tidak didapat dari Aurel, meski itu menghancurkan hati Kiren.
Sampul Novel Apa Kamu Kurang Istri?
8.0
Dua minggu menjelang pernikahan, Felix Darmaji kembali menunda hari bahagia mereka demi Shifa Adnan. Ini adalah penundaan ketiga, setelah sebelumnya Felix pergi ke luar negeri dan menemani Shifa melukis di gunung. Kehabisan kesabaran, sang protagonis langsung melamar teman masa kecilnya, Callen Harlan, putra mahkota konglomerat properti. Saat Felix menyadari kesalahannya, ia hanya bisa menatap siaran langsung pernikahan megah mantan tunangannya dengan penuh penyesalan mendalam.
Sampul Novel Belenggu Pernikahan Sang Mafia
8.6
Gabriel Alaric menjadikan Aveline Harper alat balas dendam terhadap ayahnya, Leonard. Gadis berusia 21 tahun itu dipaksa menikah demi menebus dosa masa lalu keluarganya. Di tengah kebencian Gabriel yang dingin, terdapat rahasia kelam yang menyiksa batinnya. Aveline pun berusaha bertahan sambil memahami luka suaminya. Akankah dendam ini berakhir dengan kehancuran, atau justru cinta yang tak terduga muncul menyatukan mereka di tengah badai emosi?
Sampul Novel Hilang Selamanya Dari Hatiku
8.0
Sepuluh tahun pernikahan dengan Dennis hanya menyisakan luka. Sebagai istri, aku selalu dijadikan alasan bagi Dennis untuk memutuskan hubungan dengan kekasih-kekasih barunya saat dia mulai bosan. Di hari ulang tahun pernikahan kami, aku justru harus menenangkan mahasiswi yang baru dicampakkannya, sementara dia asyik berkencan dengan wanita lain. Menyadari diriku terjebak dalam siklus toxic ini, aku memutuskan untuk mengajukan gugatan cerai. Meski Dennis memohon agar aku menunggu perubahannya, keputusanku sudah bulat. Aku memilih pergi jauh ke negeri seberang dan meninggalkan dirinya selamanya.
Sampul Novel Menikah dengannya
8.8
Hasna memulai harinya pukul lima pagi untuk beribadah dan membantu ibunya di dapur. Di tengah perjuangannya yang belum membuahkan hasil dalam mencari pekerjaan baru, ia tetap berusaha tegar meski berbagai penolakan telah ia lalui. Namun, suasana setelah sarapan mendadak berubah serius saat kedua orang tuanya mengajak bicara. Sebuah kejutan besar menanti Hasna ketika mereka mengungkapkan niat untuk menjodohkannya dengan pria pilihan keluarga tersebut.
Sampul Novel My Perfect Hero
8.6
Raline terpaksa menggantikan kakaknya yang kabur di hari pernikahan demi menjaga martabat keluarga. Ia harus menikahi Liam Bernardus Nelson, pria kaya raya yang ternyata berwatak dingin dan kejam. Meski awalnya menderita, Raline terkejut karena Liam selalu melindunginya di saat sulit. Namun, keharmonisan mereka terancam ketika Bora kembali untuk merebut Liam. Kini Raline harus berjuang mempertahankan posisinya sebagai istri sah di tengah konflik tersebut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan